Kamis, 17 Desember 2009

PRECIOUS a.k.a PRIHATIN

Kamis, 17 Desember 2009

Precious
Malang benar nasib "Precious" Jones (Gabourey Sidibe), sudah hitam, bertubuh besar dan tidak cantik lagi. Di sekolah dia tidak mempunyai teman. Di rumah? Lebih parah lagi karena dia menjadi obyek pelampiasan ”kasih sayang” dari ayahnya dan sering mendapatkan kekerasan, baik verbal maupun fisik dari ibunya, Mary (Mo'Nique). Dengan berbagai hal tidak mengenakkan ini tidak jarang Precious berperilaku keras, kasar, suka mencuri, berbohong mengalami kesulitan belajar. Bahkan, dia memandang cinta dan kasih sayang seorang ayah dengan sudut pandang yang salah. Celakanya lagi, saat ini dia mengandung anak kedua hasil ”budi daya” ayahnya tercinta. Sebagai pelarian, dia sering membayangkan dirinya menjadi bintang pentas yang menjadi pusat perhatian di tengah panggung. Hal ini merupakan refleksi dari kebutuhannya akan perhatian dan kasih sayang.


Prihatin...
....sebut saja namanya begitu. Nasibnya tidak kalah memprihatinkan dibandingkan Precious. Diusianya yang belum genap 15 tahun, dia sudah harus mencicipi pahitnya dunia. Tercipta akibat hubungan diluar nikah, Prihatin tidak mengenal ayahnya karena tidak ada yang mau mengakui menghamili ibunya. Akibatnya, Prihatin harus hidup bersama ibu yang kurang mengasihinya karena mengingatkan pada lelaki tidak bertanggungjawab. Prihatin pada akhirnya harus hidup bersama kakek-nenek yang cenderung konservatif dan keras. Makian dan kekerasan terhadap tubuhnya mulai dari kepala hingga ujung kaki menjadi santapan sehari-hari.
Sama seperti Precious, Prihatin juga mengalami kesulitan dalam belajar. Meski sudah memasuki SMP dia belum bisa membaca dengan lancar adan amat sangat parah di pelajaran berhitung. Berbagai kondisi tersebut membuat dia menjadi bahan olok-olok teman – temannya. Hal ini makin diperparah dengan kebiasaanya berbohong yang amat sangat parah, dan juga mengambil barang/uang milik orang lain apabila ada kesempatan. Prihatin sangat menyukai kisah roman dan juga sering berkhayal menjadi bintang pentas (dangdut) dan karena haus akan kasih sayang seorang ayah, Prihatin sering suka dengan pria yang jauh lebih tua serta menikmati apabila digoda kaum adam.


Precious dan Prihatin
Beruntung bagi Precious karena dia bertemu dengan orang-orang hebat yang membantunya terbangun dari keterpurukan. Ada Nona Rain (Paula Patton) yang ibarat hujan ditengah musim kemarau, yang selalu sabar mengajarinya. dan Ms. Weiss (Mariah Carey), pekerja sosial yang siap mendampinginya menghadapi ibunya yang kejam. Selain dua orang ini, Precious juga dikelilingi oleh teman-teman dari kelas ”bermasalah” yang ternyata mempunyai rasa solidaritas yang tinggi. Tanpa bantuan orang-orang ini, rasanya Precious tidak bakal sanggup berdiri dan melangkah melanjutkan hidup.
Berbeda dengan Precious, Prihatin mempunyai nasib yang jauh berbeda. Entah nista apa yang melekat pada dirinya hingga dia dibenci oleh banyak orang, dan bukannya memberi kesempatan padanya untuk bangkit. Tidak kakek-neneknya, paman-bibinya, bahkan ibunya sekalipun. Bahkan sebuah sekolah berkebutuhan khusus pun tidak bisa menanganinya. Puncaknya, setelah mendapatkan pelecehan seksual dari sekumpulan pemuda brengsek dan di buang di tempat pembuangan sampah, Prihatin memutuskan ke Jakarta dan tidak ada kabarnya sampai sekarang, 3,5 tahun kemudian. Tidak ada yang menanyakan kabarnya. Semua tidak peduli. Bahkan keluarganya sekalipun.


Gilasinema hanya berharap Prihatin akan baik-baik saja dan diberikan jalan terbaik oleh-NYA. Mengapa Gilasinema mendoakan Prihatin (dan kepada semua yang bernasib sama)? Karena selama hampir satu tahun sebelum kepergiannya, Gilasinema bekerja sama dengan beberapa orang, berusaha mendampinginya sebagai kakak asuh. Membantunya mendapatkan pengajaran yang layak, mendengarkan apa yang menjadi tekanan batinnya. Namun, ternyata kami menemui kegagalan yang sungguh menyesakkan.
Menyaksikan lagi kisah hidup Precious yang diarahkan oleh Lee Daniels, membangkitkan kenangan menyesakkan akan Prihatin. Filmnya sendiri tidaklah istimewa dan karenanya membuat Gilasinema heran akan sambutan meriah yang diberikan oleh para kritikus film di Holly sana. Alur cerita berjalan dengan datar tanpa hambatan, dan secara visual tidaklah istimewa namun permainan warna yang dihadirkan patut mendapatkan apresiasi lebih. Mungkin karena berjalan terlalu mengalir, Precious justru menjadi sebuah tontonan yang terasa realis. Dibawakan agak sedikit berlebihan, Precious bisa menjadi sebuah melodrama layaknya sinetron/FTV.


Kekuatan Precious terletak pada kekuatan acting para pemerannya. Sebagai bukti, film ini lebih menonjol di kategori acting di berbagai award yang ramai diadakan belakangan ini. Penampilan Gabourey Sidibe, untuk ukuran pendatang baru cukup kuat meski dengan kondisi fisiknya, kedepannya dia bakal terjebak peran serupa. Gilasinema lebih terkesan dengan para peran pendukung. Ada Mo'Nique yang berhasil membuat penonton ingin melempar TV ke wajahnya, Paula Patton yang cantik dan membuat Gilasinema terbayang selalu akan wajahnya dan ada Mariah Carey yang amat sangat sukses melepas citra glamour.
Precious berhasil memberikan pelajaran berharga bagi penonton yakni untuk lebih peka terhadap orang-orang disekitar kita, tanpa memandang ”bungkusnya” dan tidak perlulah terlalu asyik dengan dunia sendiri. Precious juga mengajarkan pada kita untuk tetap berjuang pantang menyerah, karena hidup pantas untuk diperjuangkan. Life is hard. Life is short. Life is painful, but…. Life is rich. Life is....PRECIOUS. 3,75/5

9 komentar:

Nisan Kubur mengatakan...

jagoan gw di Golden Globe :p

Awya mengatakan...

Sumpah! Ini review mas gila yang paling kocak sampai saat ini! Ketawa terus bacanya.

Ada ada aja sih istilah Prihatin itu. Jadi penasaran dg kisah kelanjutanya. Hayo mas buatkan naskahnya. Sapa tau ada produser ngelirik, lol.

gilasinema mengatakan...

Awalnya mo aku kasih nama samaran Yolanda biar Kangen Band bisa ngisi back soundnya :P
Kisah selanjutnya bisa diliat disinetron produksi Pak Leo atao Om Manoj :D

Powerrangga mengatakan...

Hahaha luucu! gw kira ada film PRIHATIN beneran hhaha
nanti klw review gini lagi ajah biar bkin ktawa hhaha

gilasinema mengatakan...

Tapi sosok Prihatin beneran ada lho :)

hakimicture mengatakan...

Bang, enggak bikin skrip betulan aja ... kayaknya sudah lama nih saya enggak bikin tulisan ngawur.

Anonim mengatakan...

om gila bikin 'mbrambang' ni ulasannya......
trus nasib prihatin skrg gmn om?
item ndut jg ga :D

gilasinema mengatakan...

Masih misteri nasibnya Prihatin. Orangnya item, pesek dan berambut ikal, tapi gak gendut

Movietard mengatakan...

sedihh...yg bagian prihatin ternyata real story ya?
waa...belon ntn Precious, sepertinya harus siap2 mencari bootlegnya ini

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket