Senin, 21 Januari 2008

4 LUNI, 3 SAPTAMANI SI 2 ZILE ( 4 MONTHS, 3 WEEKS AND 2 DAYS )

Senin, 21 Januari 2008 0


Menyaksikan film ini sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan sekaligus tidak menyenangkan. Menyenangkan karena film ini benar – benar sebuah film yang bagus dari semua segi, mulai dari cerita, penyutradaraan, acting pemain sampai dengan sinematografinya. Di sisi lain film ini menimbulkan efek yang tidak menyenangkan bahkan cenderung mengerikan dengan apa yang disajikan.
Film ini benar – benar menampilkan horor dalam arti yang sebenarnya. Apa yang dihadirkan di layer begitu menekan perasaan dan pikiran. Untung saya melihatnya lewat DVD, jadi ketika perasaan begitu tertekan film bisa kita pause untuk sejenak mencari udara segar. Film menjadi lebih terasa menyesakkan ketika kita mendengarkan lewat head phone, sehingga suara bisa tertangkap lebih detail.
Mengambil setting cerita di Rumania tahun 1987, dimana pada saat itu komunis berkuasa. Film ini menceritakan usaha Otilla (Anamaria Marinca ) dalam membantu temannya Gaby ( Laura Vasiliu ) dalam melakukan aborsi. Aborsi pada saat itu sangat dilarang, seperti halnya penggunaan alat kontrasepsi, dan pelakunya bisa diancam dengan hukuman penjara. Sepanjang durasi film, kita diajak untuk melihat “kiprah” Otilla demi menyukseskan pilihan temannya tersebut.
Seperti disebutkan tadi, film ini begitu menyesakkkan dan membuat frustasi. Sejak awal kita disuguhi dengan scene – scene dalam durasi yang cukup panjang dan monoton dalam sebuah ruang sempit dan kelam. Mendengar kata aborsi saja sudah mengerikan, apalagi ditambah dengan situasi tadi. Gaya bertutur film ini mengingatkan kita pada film Elephant arahan Gus Van Sant yang juga berjaya di Festival Film Cannes.
Sebagai sutradara, Cristian Mungiu tahu benar bagaimana menghadirkan suasana ngeri sekaligus menyesakkan. Disamping banyaknya penggunaan ruang-ruang sempit dan cahaya minimalis ( sekaligus realis ), penggunaan efek suara juga mempertajam suasana menyesakkan tadi. Belum lagi ketika proses aborsi telah dimulai. Film ini juga makin kelam berkat tidak adanya iringan musik dalam film ini, kecuali musik di acara perkawinan. Sutradara lebih mengandalkan suara latar semacam langkah kaki, suara air keran atau suara orang bercakap – cakap dala membangun suasana yang depresif. Bahkan, suara sobekan kertas sekalipun mampu secara efektif membangun suasana miris.
Hebatnya, walau menggunakan pendekatan yang minimalis sekaligus kelam, sutradara mampu menghadirkan tontonan yang mampu membuat penonton bertahan untuk mengikuti sampai akhir cerita. Kita dibuat penasaran apa yang akan terjadi pada nasib kedua gadis dalam film ini. Pantas saja kalau film ini banyak menjadi favorit para kritikus film dan menang Golden Palm di ajang Festival Film Cannes 2007.
Sekalipun bercerita tentang aborsi, sebenarnya film ini tidak menggunakan aborsi sebagai tema besar. Film ini lebih kepada memberikan gambaran bagaimana para kaum muda menyelesaikan masalah yang menimpa pada diri mereka. Bagaimana mereka memilih solusi. Hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa awalnya film ini akan diberi judul ‘Tales from the Golden Age’.
Film ini berusaha untuk tidak menghakimi pilihan yang diambil oleh tokoh – tokoh yang ada, dan lebih mengajak kita untuk memahami ( memperingatkan ) bahwa segala pilihan yang kita ambil ada resikonya. It’s all about choices dan bagaimana kita mempertanggungjawabkannya. 4,5/5



English

4 LUNI, 3 SAPTAMANI SI 3 ZILE (4 MONTHS, 3 WEEKS AND 2 DAYS)

To see this film is really pleasant experience and unpleasant experience at once. Pleasant because the film is magnificent in all sides, from the story, directing, the acting and the cinematography. On the other side the film is make the terrible effect even scary.
The film is show the horror in the real way. What is about to show is so depress the mind and feeling. Luckily that I saw the film on DVD, so when the depress feeling come I can pause it to looking some fresh air. The film will felt more depress when we are listening trough head phone. So the detail will catch clearly.
Taking the set in Rumania at year of 1987 where the communism is take charge. The film is telling Otilla's (Anamaria Marinca) aim to help her friend Gaby (Laura Vasiliu) to aborted her pregnant. The abortion on that time is so forbidden like the usage of contraception and the subject could be threatening caught and jailed. A long duration of the film, we are taking to see Otilla's action to success her friend's choice.
As I said that the film is so stressing and depressing. Since the beginning we will see the scenes in the long and monotonous duration in a dark tight room. Hearing the abortion is scary instead in such situation. The style of the film is remind us on film Elephant directing by Gus Van Sant that had glory in Cannes Film Festival.
As the director, Christian Mungiu is knowing better how to present the depress and scary situation. Beside a lot usage of tights and minimal lighting (realistic), the sound FX is sharpen the stressing situation. Instead when the abortion is begin. It's getting darker when there is no music on this film, except on the wedding scene. The director is count on the atmosphere's sound like foot step, water drop, and talking people to build the depressing situation. Even, the sound of a ripped paper is effectively build the ripped situation.
Though the director is using the minimal and dark closure on the film he can make the audience to stay and follow till the end of the film. It is make us wonder what would happened to the both girls on the film. No wonder if this film is becoming the film critics favorite and winning the Golden Palm in Cannes Film Festival 2007.
The film is using the abortion as the big theme. The film is giving more picture how the teen is solving their problem they have. How did they choose a solution. This is powered by the fact that the film is gonna use 'Tales from the Golden Age' previously.
This film is trying to judge the choice that taken by the characters and to take us to understand ,ore if the choice we have got its own risk. It's all about choices and how we can make the responsibility on it. 4,5/5

JOSHUA


Film dengan tema mengenai iblis yang bersemayam di tubuh anak kecil telah banyak dibuat. Yang fenomenal tentu saja The Exorcist dan The Omen. Ada juga film Indonesia berjudul Bayi Ajaib. Joshua yang dirilis tahun 2007 sebenarnya film yang bagus, tapi mungkin karena kurang promosi, gaungnya hampir tidak terdengar. Padahal di ajang Sundance Film Festival, film ini banyak mendapatkan apresiasi positif, bahkan membawa pulang untuk penataan sinematografinya.
Film dibuka dengan suasana bahagia yang menyelimuti pasangan Brad ( Sam Rockwell ) dan Abby ( Vera Farmiga ) berkat kelahiran anak kedua mereka. Semua gembira, kecuali Joshua ( dimainkan dengan "mengerikan" oleh Jacob Kogan ). Dengan penampilan super rapi dan tingkah laku yang santun, sukar untuk menebak apa yang ada di dalam pikiran Joshua.
Selanjutnya kita disuguhi berbagai peristiwa yang menimpa keluarga yang terlihat bahagia tersebut. Mulai dari Abby yang mengalami baby blues syndrome, Brad yang bermasalah di tempat kerja, sampai beberapa kejadian aneh lainnya yang menggoyahkan keharmonisan rumah tangga. Belum lagi beberapa perilaku Joshua yang makin aneh dan misterius. Cerita memang mengarahkan kita untuk berpikiran ada iblis jahat di dalam diri Joshua. Bahkan dalam beberapa adegan mengisyaratkan kekejaman Joshua. Mengerikan hal tersebut keluar dari seorang anak kecil.
Satu adegan yang memikat yaitu ketika Joshua "mengutuk" ayahnya di sebuah taman. Di adegan ini Joshua yang kadang membuat penonton bersimpati terhadap kesendiriannya, secara mengejutkan menampilkan wajah yang penuh kebencian. Hebatnya Jacob Kogan bisa melakukan adegan ini dengan mulus.
Jangan mengharapkan kejutan-kejutan seperti halnya film tentang setan lainnya. Film mengalir dengan lambat dan cenderung membosankan. Untungnya sutradara menampilkan adegan-adegan yang memikat, mulai dari pemilihan dan penataan setting, pencahayaan yang bagus serta iringan musik yang mampu memberi efek menekan rasa.
Sutradara sengaja menyimpan kejutan untuk ditampilkan di akhir cerita. Sebuah twist ending yang memikat dan salah satu ending terbaik di tahun 2007 kemarin. Kalau melihat lewat DVD, kita akan tahu beberapa adegan yang dibuang yang kalau tetap dipertahankan akan membuat penonton bisa menebak dengan mudah apa yang sebenarnya terjadi.
Film ini sebenarnya lebih berfokus ke permasalahan psikologis anak yang mendapatkan saudara baru. Penulis cerita terlihat sangat paham berbagai masalah yang menimpa anak kecil dan banyak menggunakan referensi psikologi dalam film ini, mulai dari baby blues syndrome, sibling rivalry sampai permasalahan child abuse.
Film ini mencoba menangkap perasaan seorang anak yang merasa tersisih karena keberadaan saudaranya. Sebuah rasa yang banyak dialami oleh anak kecil. Para orang tua disarankan melihat film ini, dan mungkin bisa memetik beberapa hal berharga. 3,5/5

English

JOSHUA

There are a lot of film which take the theme of the possession of the demon in a little child. And the phenomenon are The Exorcist and The Omen. And Indonesian Film like Bayi Ajaib. Joshua that release in 2007 actually is a good film, but it’s not well known film because lack of promotion. Fortunately in the Sundance Film Festival this Film getting a lot of appreciation even taking home the goblet to the director of photography.
The film is began with the happy family from Brad (Sam Rockwell) and Abby (Vera Farmiga) because of the birth of their second child. Every body is happy, except Joshua (scary played by Jacob Kogan). With the orderly looking and well behaved it’s difficult to guess what is in Joshua mind.
Then we brought to happen that through by this happy family. Start from Abby that has baby blues syndrome, Brad that has trouble on his work, until weird things that happen and wobbly their happy married. And the behavior from Joshua that become odd and mysterious. The story is direct us to think that the demon is in Joshua. Even in few scenes are signal the violence of Joshua. It’s a terrible thing that the violence come from a child.
There’s one scene that impressed, when Joshua is cursing his father in the park. In this scene Joshua is made the audience to sympathize with his loneliness, and suddenly he come up with the hated face. And impressively that Jacob Kogan can perform it very well.
Do not expect the demon terror like the other film. This film is flowing slowly and boring. But luckily the director shows the impressive scenes, from the setting, lighting, and the music that can give the pressure. The director is hiding the surprise at the end of film on purpose. A magnificent twist ending and would be the one of the best ending in 2007. If we see on DVD, we will know the scenes that cut and if it still uncut so the audience will be able to guess what actually happen.
The film is focused on the child psychology which feel abandon because the present of new brother. The writer seem to understand about many things about children and there are a lot of psychology terminology used in this film. Baby blues syndrome, sibling rivalry to the child abuse.
The film is trying to catch the feeling of an abandon children that caused by the present of his new brother. A feeling that through by most children. The parents are recommended to see this film and perhaps it could give you something. 3.5/5

13 TZAMETI


Kita seringkali melihat orang lain lebih beruntung daripada kita. Pemikiran ini seringkali muncul dalam benak kita manakala kita dihadapkan pada satu situasi yang kurang mengenakkan ( kesialan ). Lewat film ini kita diajak melhat bahwa keberuntungan dan kesialan hanyalah seperti satu keeping uang logam. Yang namanya beruntung dan sial sebenarnya hanyalah masalah sudut pandang semata. Keberuntungan bisa menjadi sebuah kesialan, begitupun sebaliknya, kesialan bisa jadi sebuah keberuntungan.
Hal inilah yang dialami oleh Sébastien (George Babluani ), seorang imigran muda dan miskin yang mencari uang dengan memperbaiki atap rumah. Hidupnya berubah ketika lelaki yang atap rumahnya sedang dia perbaiki melakukan bunuh diri karena penyakitnya yang tak kunjung sembuh. Tanpa sengaja dia menemukan surat yang dikirimkan kepada lelaki tua tersebut. Tanpa menyadari apa yang terjadi di balik pengiriman surat tersebut, dia mengikuti apa yang diinstruksikan dalam surat tersebut.
Ternyata surat tersebut mengarahkan dia ke sebuah tempat dimana sebuah permainan judi semacam Rolet Rusia diadakan. Yang mengejutkan dirinya adalah ternyata yang dipertaruhkan adalah nyawa dari 13 orang termasuk dirinya. Dan parahnya lagi, ketika dia menyadari apa yang terjadi dia tidak bisa mundur.
Judi tersebut mengharuskan para petaruh untuk menyediakan orang yang mau membak dan ditembak dan terbagi atas beberapa babak. Babak pertama ketiga belas orang tersebut dengan pistol berisi satu peluru, berdiri melingkar dengan menodongkan pistol ke kepala orang yang berada di depannya. Pada saat yang telah ditentukan mereka harus menarik pelatuk pistol tersebut. Yang namanya judi, mereka hanya berharap pada keberuntungan. Babak – babak selanjutnya, jumlah peluru yang dimasukkan semakin ditingkatkan sampai pada akhirnya mereka memasuki sebuah babak yang dalam olah raga dinamakan babak semi final dan saat penentuan, yakni babak final.
Dari ilustrasi permainan tersebut, tentu akan muncul bayangan adegan yang berdarah – darah serta visualisasi kepala yang hancur meledak. Untuk menetralisis kekejaman tersebut, sutradara Géla Babluani, membuat film ini dengan warna hitam putih, sehingga film terlihat lebih “nyaman” meskipun tetap saja menyesakkan melihat para orang kaya yang kurang kerjaan dengan mempertaruhkan nyawa orang lain demi sebuah kesenangan. Cerita seperti ini hampir sama dengan apa yang ditampilkan dalam film Hostel, hanya saja hasil akhir dari film ini terasa lebih mengusik rasa kemanusiaan kita.
Kembali ke cerita Sébastien tadi yang ternyata dewi keberuntungan selalu menyertainya hingga dia tetap hidup hingga permainan tersebut. Keberuntungan lagi – lagi datang padanya pada saat dia diinterograsi oleh polisi. Bedanya kali ini dia menggunakan akalnya. Tapi apakah keberuntungan tersebut akan selalu hinggap pada diri kita? Sutradara mencoba menjawabnya di akhir film. Intinya kita tidak bisa bergantung dengan apa yang dinamakan keberuntungan. Dan lewat film ini sekali lagi ditegaskan bahwa hidup itu seperti permainan judi, sebuah pertaruhan, ada yang sial dan ada yang beruntung. Tetapi lewat Sébastien, kita akan belajar untuk lebih siap menghadapi kedua hal tersebut.
Film ini berhasil berjaya di ajang Festival Film Sundance 2006. Patut ditunggu versi Hollywoodnya karena Brad Pitt telah membeli hak pembuatannya. Dan sebagai sebuah karya perdana, film ini sungguh sebuah pencapaian yang menakjubkan. Sutradara benar – benar berhasil menghadirkan sebuah tontonan yang mengusik perasaan. Sebuah film yang “menampar” ( bukan sekedar menyentil ) tentang rasa kemanusiaan. Memang terasa lebih “sakit”, tetapi yang penting lebih “menyadarkan” 3,5/5

English

13 TZAMETI

We are often to see the lucky people than our self. The thought is often to come up in our mind when we faced on a situation that not we want. Through this film we will take to see that luck and bad luck just like a coin, that have double side. The matter is on the point of view. Luck can be a bad luck, and it’s occur opposite.
This is what happen to Sebastien (George Babluani), a poor young immigrant that looking for living by fixing the roof. His live is about to change when he found the owner of the house he fixed suicide because of the unwell illness. Accidently he found the letter that sent to the old man. Without knowing what he does behind the send of that letter he follow the instruction that written on that letter.
Apparently the letter is direct him to a Russian Roulette gamble place. What a surprise that he found him self on a bet a long twelve other better. And he could not pulling out, that’s the bad thing.
On the game the player must be provide a person that willing to shot and to be shot and it’s divide on several round. In first round the thirteen person is standing circle and they have the single loaded gun. By the way, the have to pointed the gun on to the man in front of him. At the same time they have to shot the gun. And they just counting on luck. The next round the bullet is added more. Until enter the final round.
From the game illustration it is sure that will be shown the mess bloody scene. But to neutralize violence the director Gela Balbuani make this film in black white so it will be look more comfortable. But still it very breath taking to see the rich people is wasting live of others just for fun. Story that look alike Hostel, the film is just more touching our humanity.
Back to Sebatien’s story that have the god of fortune on his side so keep him alive in that game. His luck once again saved him from the police’s interrogation. But the different here is that he use his brain this time. But is it the luck will stay with us all the time? The director is trying to answer at the end of film. But the point is we can not always depend on luck. Trough the film we are once again remind that live is like a gamble, a bet, and there is luck and bad luck. Trough Sebatien we will learn to prepare our self to face both.
This film has its glory in Sundace Film Festival in 2006. It’s worth to wait the Hollywood’s version because Brad Pitt is bought the license to remake it. And for a debut this is become a magnificent achievement. The director is did well to bring the film that very touching. It’s like slap on the face about the humanity feel. It’s pain but the important thing is that to realizing. 3,5/5



YANG TERBAIK DAN TERBURUK DI TAHUN 2007

7 FILM TERBAIK
1. NAGA BONAR JADI 2
2. KALA
3. THE PHOTOGRAPH
4. MENGEJAR MAS MAS
5. KAMULAH SATU – SATUNYA
6. GET MARRIED
7. QUICKIE EXPRESS


7 FILM TERBURUK
1. MALAM JUM’AT KLIWON
2. LEAK
3. ROH
4. TEROWONGAN CASABLANCA
5. SUSTER NGESOT
6. BUKAN BINTANG BIASA
7. MAAF, SAYA MENGHAMILI ISTRI ANDA

ARTIST OF THE YEAR: Shanty ( Kala, The Photograph, Maaf Saya Menghamili Istri Anda )
BEST CAMEO : Nicholas Saputra ( The Photograph )
PLEASE, STOP ACTING AWARD : Nadia Vega ( Leak ) & Nia Ramadhani ( Suster Ngesot )
VILLAIN : Elmayana S ( Mengejar Mas Mas )
NEW COMER : Poppy Sovia ( Mengejar Mas Mas & The Butterfly )
SOUNDTRCAK : 3 Hari Untuk Selamanya & Quickie Express
LAUGHABLE MOMENT : ghost story in lift ( Lantai 13 )
BEST DANCE SQUENCE : instruktur gokil di Quickie Express


English

THE BEST AND THE WORSE IN 2007

The 7 Best films :
1. NAGA BONAR JADI 2
2. KALA
3. THE PHOTOGRAPH
4. MENGEJAR MAS MAS
5. KAMULAH SATU – SATUNYA
6. GET MARRIED
7. QUICKIE EXPRESS

The worse 7 films
1. MALAM JUMAT KLIWON
2. LEAK
3. ROH
4. TEROWONGAN CASABLANCA
5. SUSTER NGESOT
6. BUKAN BINTANG BIASA
7. MAAF, SAYA MENGHAMILI ISTRI ANDA

ARTIST OF THE YEAR: Shanty ( Kala, The Photograph, Maaf Saya Menghamili Istri Anda )BEST CAMEO : Nicholas Saputra ( The Photograph )
PLEASE, STOP ACTING AWARD : Nadia Vega ( Leak ) & Nia Ramadhani ( Suster Ngesot )
VILLAIN : Elmayana S ( Mengejar Mas Mas )
NEW COMER : Poppy Sovia ( Mengejar Mas Mas & The Butterfly )
SOUNDTRCAK : 3 Hari Untuk Selamanya & Quickie Express
LAUGHABLE MOMENT : ghost story in lift ( Lantai 13 )
BEST DANCE SQUENCE : instruktur gokil di Quickie Express

SEKILAS FILM INDONESIA TAHUN 2007


Dari sekian banyak film Indonesia yang dirilis sepanjang tahun 2007, film horror masih menunjukkan dominasinya. Tak kurang 20 judul film horror yang dirilis di tahun 2007. Banyak pihak yang kurang suka dengan hal ini, karena kuantitas tersebut tidak diikuti dengan peningkatan kualitas. Memang terdapat satu dua judul film yang lumayan bisa diterima akal pikiran, namun sisanya masih beraroma “busuk”. Dan lagi, maraknya film horror bukanlah semata kesalahan para pekerja film yang terlibat didalamnya, karena ternyata pasar menyukainya. film horror rata-rata berhasil memikat lebih dari 500 ribu pasang mata.
Dari berbagai tema yang ditawarkan, terlihat sekali sineas Indonesia masih lemah dalam menuturkan sebuah cerita. Bagaimana sebuah cerita yang sebenarnya mempunyai tema yang menarik, bisa dikemas secara apik hingga mampu menghasilkan tontonan yang mengikat dan memikat.
Berikut sedikit gambaran film-film yang sempat saya lihat sepanjang tahun 2007:
Berikut sedikit ulasan film-film Indonesia yang dirilis sepanjang tahun 2007yang sempat saya lihat :

ROH
Entah mengapa film seperti ini bisa layak diputar di bioskop. Gambar maupun ceritanya sangat televisi. Begitupun acting para pemainnya yang tidak beda jauh ketika kita melihat di televisi. Hal tersebut masih diperparah dengan pemakaian efek visual yang menggelikan. Sebuah ironi, ketika film yang ( katanya ) bagus tidak bisa diputar di seluruh layer yang ada, film ini dengan PD-nya bisa diputar secara serentak.

LONG ROAD TO HEAVEN
Sebuah film yang lumayan membawa kesegaran di awal tahun, dengan tema yang belum pernah digarap sebelumnya. Sayang film ini tidak dibekali dengan naskah yang segar. Film terasa menjemukan untuk diikuti , keculai ketika memaparkan bagaimana para teroris mempersiapkan aksi mereka. Lebih menggigit. Mungkin kalau penulis naskahnya orang Indonesia, hasilnya akan lain.

D”BIJIS
Film yang ringan dan lumayan menghibur, dengan aksi segar dari Indra Birowo dan Gary Iskak.

LEWAT TENGAH MALAM
Film ini sebenarnya punya potensi menjadi salah satu horror terbaik tahun ini, kalau saja pembuat film tidak membuat spoiler di awal film. Film yang maunya membuat twist ending ini, menjadi datar gara-gara kesalahan tadi. Belum lagi penampilan Catherine Wilson yang kurang pas sebagai seorang ibu.

JAKARTA UNDERCOVER
Film ini lumayan memberikan penggambaran sudut-sudut gelap kota Jakarta di malam hari. Kurang mantapnya naskah, menjadikan ketegangan yang ingin dihadirkan kurang terasa menggigit. Luna Maya dan Lukman Sardi tampil dengan permainan yang lumayan, namun justru Fachri Albar yang mencuri perhatian.

LEAK
Film ini setali tiga kutang dengan film ROH, hanya saja lebih banyak menampilkan jeritan dari Nadia Vega. Syukurlah film ini tidak banyak yang melihat. Bila ada yang mampu bertahan sampai akhir melihat film ini, berarti dia “hebat”.

TEROWONGAN CASABLANCA
Mengherankan sekali film ini bisa membuat lebih dari 1 juta pasang mata untuk menyempatkan waktu untuk melihatnya. Dengan cerita, warna, acting dan penggarapan yang “nyemor” film ini hanya membuatku bertahan selama kurang lebih 10 menit!

BADAI PASTI BERLALU
Tidak mudah memang membuat ulang sebuah karya yang dulunya sangat popular. Badai Pasti Berlalu seakan-akan kurang darah, padahal digarap sineas muda. Untung di film ini ada Raihanuun yang menampilkan acting yang memikat.

NAGA BONAR JADI 2
Sebuah film yang mengingatkanku akan Forrest Gump, dimana sebuah adegan bisa membuat menangis sekaligus tertawa. Dalam adegan tertentu bahkan sempat membuat merinding. Didukung cerita yang kuat dan jajaran cast yang tepat, film ini memang layak menjadi yang terbaik sepanjang tahun 2007. deedy Mizwar memang TOP.

KALA
Film ini menunjukkan bahwa secara visual, sineas Indonesia sebenarnya punya kemampuan yang tidak kalah dengan sineas luar. Cuma ya itu tadi, masih perlu mengasah kemampuan dalam mengolah cerita. Secara keseluruhan, film ini enak diikuti dan sutradara sangat memanjakan mata penonton dengan menghadirkan gambar-gambar yang ciamik.

LOVE IS CINTA
Kisah cinta yang maunya mengharukan, tetapi membuatku mengantuk karena penuturan yang membosankan. Mengherankan Mbak Acha bisa masuk unggulan Aktris Terbaik di ajang FFI kemarin, karena hanya ada dua hal yang menonjol dalam film ini, yakni permainan yang makin matang dari Raffi Ahmad dan musiknya.

ANGKERBATU
Seperempat awal dari film ini sebenarnya lumayan enak diikuti, tetapi ketika para tokohnya mulai berpencar semaunya sendiri, film menjadi sebuah tontonan yang dipaksakan.

MENGEJAR MAS MAS
Bravo buat Dinna Olivia yang berakting bagus di film ini. Poppy Sovia sebagai pendatang baru juga bisa mengimbangi. Sayang, rasanya kurang beralasan ketika meraka harus mengejar Dwi Sasono. Film yang enak dinikmati berkat tangan dingin Rudi Sudjarwo dalam memoles para pemainnya.

SUSTER NGESOT
Melihat film ini membuatku sadar Nia Ramadhani itu cantik, tapi akan lebih cantik kalau dia duduk manis dan diam, tidak perlu teriak-teriak yang artificial. Akting teriak kok fals. Belum lagi Mike Lewis yang harus belajar ngomong. BODOH!

COKLAT STROBERI
Seperti ice cream, yang enak dilihat sebelum meleleh. Soundtrack-nya enak.

MALAM JUM’AT KLIWON
Malam ini malam Jum’at Kliwon lho?
Terus kenapa?
Kan kita bisa teriak-teriak tanpa naskah.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAgggggggggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhh!
SANGAT BODOH SEKALI!

MAAF, SAYA MENGHAMILI ISTRI ANDA
Banyak yang bilang film ini lucu, tapi kok menurutku seperti kerupuk yang dibiarkan kena udara, MELEMPEM. Masih bisa dimakan sih, tapi kalau ada yang di toples ya mengapa pilih yang melempem.Apalagi dari segi teknis yang ADUH banget.

LANTAI 13
Dengan mengesampingkan ending yang benar-benar “BUSUK”, film ini saya nobatkan sebagai FILM HOROR TERBAIK 2007.

KAMULAH SATU – SATUNYA
Film yang lumayan jelas arahnya serta menghibur, dengan didukung penampilan yang segar dari Nirina. Sayang promonya kurang gencar.

SELAMANYA
Sebenarnya bosan melihat film yang mellow dan klise seperti ini, tetapi penampilan Julie Estelle bisa memikatku melihat film ini.

THE PHOTOGRAPH
Meskipun seringkali mengacaukan setting dan waktu, film Nan Achnas selalu sedap dilihat, seperti halnya Pasir Berbisik. Dan lagi selalu menghadirkan gambar-gambar yang memikat. Kita benar-benar disuguhi sebuah “film”. Penampilan Shanty meningkat pesat. Nicholas Saputra yang muncul sekilas tetapi meninggalkan kesan dan menunjukkan kualitas keaktorannya.

MERAH ITU CINTA
Film yang melelahkan, yang agak sulit dipahami karena banyaknya teriakan dari para karakter di dalamnya.

KANGEN
Sinetron banget.

HANTU
Setengah awal film lumayan enak dinikmati. Gambar-gambarnya enak dilihat. Adegan kesurupan yang diperankan Dhea Ananda dengan mulus. Film menjadi biasa ketika para tokohnya banyak melakukan hal bogah dan gak penting. Paling asyik ketika Kucing Garong diputar. Pas banget!

JELANGKUNG 3
Film yang tidak penting, yang menghabiskan hampir seluruh durasinya di jalan raya.

GET MARRIED
Film yang menghibur, dan mampu menghadirkan adegan perkelahian yang seru. Meriem Bellina bermain apik. Sayang mendekati akhir, cerita tidak mencerminkan judulnya.

BUKAN BINTANG BIASA
BENAR BENAR SANGAT BIASA SEKALI.
BUKAN BARANG BARU
BBB : buka – buka BH ( capek deh….)

FILM HORROR
Parodi yang salah kaprah, yang sayangnya lumayan menghibur. Apalagi adegan dada getar. Pada adegan tertentu terasa segar dan cerdas, di selanjutnya tekesan murahan.

BUTTERFLY
Film yang lumayan enak diikuti berkat musik yang pas dan permainan para bintangnya yang kompak. Poppy Sovia paling menonjol dengan permainannya yang tanpa beban. Karya terbaik Nayato sejauh ini.

QUICKIE EXPRESS
Komedi seks yang masih mencari bentuk, yang enak dinikmati di awal tapi melelahkan ketika mendekati akhir. Film yang tahu bagiamana menghindari gunting sensor.

English

INDONESIAN FILM IN 2007

Along 2007, horror film is dominating to the films that release in that year. Not less 20 tittles of horror film that release in 2007. A lot of side who doesn't like it very much, because the quantity do not equal with the quality. Well, there is a few film that make a sense, but the other is rubbish. Horror film is popular not because of its film maker, but more because of the audience that really like it. There are 500 thousand pair of eyes that see the horror film.
From the various theme that offered, it is so obvious Indonesian film maker is still weak to tell the story. How to make the good story theme can be wrap as masterpiece and product the enjoyable film.
Here is a bit of description of Indonesia film that I can see a long 2007:

ROH
I wonder, why a film like this could be shown on theater. It's very television. So the actor and the actress, not much different when we see them on TV. It's worse by ridiculous visual FX. An ironic when a film that well said can not show at the same time, but this film is confidently played on all theater at the same time.

LONG ROAD TO HEAVEN
A fresh film that bring a new thing on the early year, with the unexposed theme. Too bad that the film do not prepared with the fresher script. It's so boring, except when the terrorists are preparing their action. It's biting. Perhaps if the writer is from Indonesia, the result would have been different.

D'BIJIS
Light film and very entertaining, with the fresh performance from Indra Birowo and Gary Iskak

LEWAT TENGAH MALAM
The film is actually have the potential to be the best horror film of the year, if the film maker doesn't make the spoiler earlier. The film that wish to have a twist ending is becoming flat because of the mistake. It's worse by Chaterine Wilson's performance as a mother that not quite her.

JAKARTA UNDERCOVER
The film is giving us the dark side of Jakarta at night. Unprepared script is make the tension isn't bite. Luna Maya and Lukman Sardi role well, but Fachri Albar is the scene stealer.

LEAK
It's just the same with ROH, it's just there is too many screaming scene of Nadia Vega. Thank God not many saw this film. If there is someone that can survive until the end of the film, it mean : Bravo.

TEROWONGAN CASABLANCA
It's wondering, why this film could make a million pair of eyes see it. With the story, color, acting, and the bad execution are just make me stay10 minutes in the theater.
BADAI PASTI BERLALU
It's not easy to remake a popular film. Badai Pasti Berlalu is like an anemia, even it make by the young film maker. Luckily there is Raihanuun that act so well.

NAGA BONAR JADI 2
A film that remain me of Forrest Gump, where a scene can make tear drop and laugh at once. On some scene it could make feel nape of neck is rose. Support by the strong story and well cast, perhaps this film is the best film a long 2007. Bravo for Deddy Mizwar.

KALA
The film is shown that visually Indonesian film maker have the skill like the foreign film maker. It’s just need to advance their skill on story teller. Globally, the film is good to follow and the director very spoil the audience's eyes whit the nice cinematography.

LOVE IS CINTA
Love story that wish can be touchy, but it can make very sleepy because the boring plot. Surprising that Acha can be nominated as the best actress on previous FFI, because there are only two things that above the average from this film, better acting from Raffi Ahmad and the music.

ANGKERBATU
Quarter of the film is enjoyable, but when the characters are splitting by them self, the film is become annoying.

MENGEJAR MAS MAS
Bravo for Dinna Olivia who act very well in this film. Poppy Sovia as a new comer is able to perform well either. Too bad there is not enough reason when they have to chase Dwi Sasono. An enjoyable film, thanks to cool handed director Rudi Sudjarwo that done a great job.

SUSTER NGESOT
Seeing this film made me realize that Nia Ramadhani is beautiful, but it would be more beautiful when she just sit, quite and do not do the artificial scream. Very bad on the scream act, and seeing Mike Lewis has to learn to speak. It’s stupid!!!

COKLAT STROBERI
Like an ice cream which is delicious before it’s melt. Very easy listening on the soundtrack.

MALAM JUMAT KLIWON*
This night is Malam Jumat Kliwon? So what? So are we can scream without a script? AAAAAAAAAAAAAAAAAAgggggggggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhh! So Stupid!!! (* the night that sacred for Javanese people)
MAAF SAYA MENGHAMILI ISTRI ANDA
A lot people say that this film is funny, but what I think about this film is like chips that not crisp. It still can be eat, but when there is the other chips that still crisp, so why do I pick the chips that not crisp. The execution isn’t the part can be proud of either.

LANTAI 13
Beside the very bad editing, this film I pick as the best horror film a long 2007.

KAMULAH SATU-SATUNYA
This film that entertaining and it’s know where to end, support with the fresh performance of Nirina. To bad that the promo isn’t so rapid.

SELAMANYA
It’s boring to see the film that mellow and cliché, but sweet Julie Estelle performance could make me to see this film.

THE PHOTOPRAPH
It’s very often that Nan T Achnas is confusing the time and setting in the film but this one is so well to see, just like Pasir Berbisik. And it’s present the tremendous pictures. Where it’s actually present a "film". Shanty’s performance that increasing significantly. The cameo from Nicholas Saputra that short but it‘s impress and show the quality of him as an actor.

MERAH ITU CINTA
Tired film, so difficult to understand because of so many scream from its characters.

KANGEN
Just like sinetron.

HANTU
Half of the film is so enjoyable to see. Very nice pictures. The possession scene from Dhea Ananda is working. The film is become ordinary when its characters began doing something not important and stupid. When Kucing Garong played, it’s cool part..

JAELANGKUNG 3
Unimportant film that spent all duration on the road.

GET MARRIED
Entertaining film and present the sharp fighting scene. Meriem Bellina is performing so well. Too bad, at the and of the film, the story isn’t represent the title.

BUKAN BINTANG BIASA
Really so ordinary. Not the new thing (Goossshh…)

FILM HORROR
Wrong parody which is so entertaining badly. Specially when the shaking breast scene. On some scene they look fresh and smart, but the next it’s so cheap.

BUTTERFLY
Film that is not too bad. Very easy listening music and the compact performance from the stars. Poppy Sovia is up to surface because of her unburden performance. The best creation from Nayato so far.

QICKIE EXPRESS
Sex comedy that still looking for a shape. It’s enjoyable at the beginning but so tiring to the end. A film that know how to avoid the censor.

EATERN PROMISES


Terus terang alasan utama melihat film ini adalah aksi dari Viggo Mortensen yang mendapat pujian melimpah dari para kritisi di Amrik, disamping tema mafia Rusia yang jarang diangkat di layar. Mafia Rusia mungkin telah banyak diangkat ke layar lebar, tapi sepertinya belum ada yang mendapatkan atensi sebesar Eastern Promises ini.
Film Eastern Promises ini bisa dibilang film dengan aroma internasional. Hal ini pertama terlihat dari tema tadi yang mengangkat kisah mafia Rusia. Selain itu bintang-bintangnya berasal dari berbagai negara ada Viggo Mortensen ( AS ), Vincent Cassel ( Perancis ), Armin Mueller-Stahl ( Jerman ) dan Naomi Watts ( Australia ). Belum lagi pemilihan London sebagai lokasi cerita.
Film dibuka dengan adegan yang berdarah-darah. Di awal film kita sudah diajak untuk melihat cucuran darah dari seseorang yang digorok lehernya di sebuah tempat potong rambut. Adegan kemudian beralih ke seorang gadis hamil yang berjalan kesakitan, ketika memasuki sebuah apotik. ternyata gadis tersebut mengalami pendarahan.
Gadis hamil tersebut akhirnya meninggal setelah melahirkan. Untuk menyelamatkan bayi tersebut dari dunia adopsi, suster Anna ( Naomi Watts ) berusaha melacak asal-usul gadis tersebut dari buku harian yang ditinggalkannya. Sejak saat itu, kehidupan Anna mulai tidak tentram karena ternyata, kematian gadis tersebut ada kaitannya dengan mafia Rusia bernama Semyon ( Armin Mueller-Stahl ). Selain kisah Anna tersebut, kita juga diajak untuk melihat sepak terjang dari Nikolai ( Viggo Mortensen ) yang bertugas melayani Kirill ( Vincent Cassel ) yang tak lain anak dari Semyon.
Untuk sebuah film bertema mafia, alur cerita lumayan lambat, tetapi penulis cerita mampu mengetengahkan jalinan cerita yang enak dinikmati. Kekuatan utama dari film ini ada pada akting para pemainnya. Semua pemain mampu memainkan peran mereka secara efektif. Viggo Mortensen mampu menampilkan sosok yang dingin dan sangat Rusia.
Yang menarik adalah sosok Semyon yang diperankan Armin Mueller-Stahl. Sebagai sosok yang digambarkan pemimpin mafia dan berpengaruh, kita tidak disuguhi adegan yang mengambarkan kekejaman Semyon. Semyon disini diperlihatkan sosok yang melindungi keluarganya, tapi sekaligus kejam dan cerdas. Cukup dengan melihat sorot matanya, kita sudah tahu kita tidak akan bisa main-main dengannya.
Adegan paling memorable tentu saja adegan perkelahian di sauna di mana Viggo Mortensen bertarung tanpa sehelai benangpun alias telanjang. Untuk ukuran bintang Hollywood, hal tersebut jarang sekali disajikan. Selama ini, menampilkan gambar (maaf) penis masih tabu di Hollywood, berbeda dengan Eropa yang lebih bebas. Adegan perkelahian tersebut, menarik karena selain Viggo yang telanjang juga karena dikemas sedemikian rupa sehingga terkesan realistis. Sebelum adegan tersebut diambil, para aktornya dilatih terlebih dahulu untuk menghadirkan adegan perkelahian yang diinginkan, selain tentu saja agar "barang" Viggo tidak terlalu ter-ekspose. 3,5/5



English


EATERN PROMISES


Honestly, the main reason to see this film is Viggo Mortensen's action that have a lot of compliment from American film critics beside Russian mafia theme that rarely bring to the wide screen. There are a lot of Russian mafia story have been brought to wide screen but Eastern Promises have the critics attention here.
I can say Eastern Promises is a film that have International taste. The first thing that come up from the theme of Russian mafia. Beside the stars are from various nations like Viggo Mortensen (USA), Vincent Cassel (France), Armin Mueller-Sthal (German) and Naomi Watts (Australia). And London is the place to take the story.
The film is open by the bloody scenes. At the beginning we are taken to see a man that slaved by cutting his throat in a barber shop. Then the scene is moving to a pregnant girl that enter to drug shop with pain because of bleeding.
The girl is pass after having her birth. To save the baby from the adoption world, Sister Anna (Naomi Watts) is trying to track the girl's past from her diary she left. Since then, Anna's live become unpeaceful because of the girl's death is to do with Semyon the Russian mafia (Amrin Mueller-Sthal).
Beside Anna's story, we also take to see Nikolai's story (Viggo Mortensen) that have duty to serve Kirill (Vincent Cassel) which is Semyon's son.
For the film with mafia theme the plot is flowing too slow, but the writer is able to perform the story that can be enjoy. The strenght is come from Viggo Mortensen's performance that able to perform cool Russian character.
Interesting to see Semyon's character that well perform by Armin Mueller-Sthall. As an influent leader of the mafia, we will not see the violence of Semyon's behavior. Semyon describe as the character that protect his character but evil and smart as well. See trough the eyes and we'll know we can not screw around him.
The most memorable scene is the fighting scene between Viggo Mortenesen without a single yarn on his body. For Hollywood star, it's very rare to show. Until this time, to show the penis in Hollywood is still taboo, but different in Europe that more freely. The fighting scene is interesting because it shows the reality as it is. Before take the actor is training to show the fighting scene that wanted, and of course the thing belong to Viggo not to exposed. 3.5/5

GEU NOM MOKSORI ( VOICE OF A MURDERER )



Harta yang paling berharga bagi orang tua adalah anak-anaknya. Orang tua yang normal, selalu menganggap anak-anak mereka sebagai permata dunia. Bahwa anak-anak mereka adalah yang terbaik. Lalu apa yang terjadi kalau anak mereka direnggut dari tangan mereka?
Film yang diangkat dari sebuah kisah nyata ini, mencoba menggambarkan apa yang terjadi pada orang tua yang anaknya diculik oleh orang yang kejam. Berbeda dengan film dengan tema sejenis, semacam Ransom yang dibintangi Mel Gibson, apa yang ditampilkan di layar terasa sangat realistis. Penonton diajak untuk merasakan betapa sangat tertekannya orang tua bocah yang diculik. Hal ini digambarkan sangat intens dalam film, yang menjadikan penonton yang kurang akrab dengan gaya penceritaan yang lambat akan merasa bosan
Tidak ada pahlawan dari film ini. Polisi yang mencoba menjebak si penjahat pun digambarkan kesulitan dalam mengungkap kasus ini. Yang menarik adalah penggambaran dari si penculik. Penculik lebih banyak ditampilkan lewat suaranya. Beberapa adegan memang menampilkan sosoknya. Tapi tetap misterius, seperti halnya kasus ini yang belum terpecahkan. Hal inilah yang menyebabkan film ini menarik, bagaimana penonton dibuat sebal dengan penculik, tanpa ditampilkan bagaimana wujud penculik tersebut secara utuh. Dan kalau diperhatikan, setiap kali suaranya muncul, tidak pernah sampai dua menit agar tidak dapat dilacak oleh polisi.
Film ini mengajak kita untuk lebih menjaga anak-anak kita. 3/5

English

GUE NOM MOKSORI(VOICE OF A MURDERER)

Children is the most valuable wealth to the parents. A common parent always take their own children a jewel of the world. That their child is the best. So what would happen if they are took away from them?
A true story film that try to describes what would happen to the parents if their children taken away by the bad person. Differ from the same kind film like Ransom that starring by Mel Gibson, the visualization is so realistic. The audience is invited to see how depress the taken children’s parents. This is describing intensively on the film then the audience that not familiar with the style would feel very boring.
There’s no hero in this film. It’s not easy either to the police who tried to set up the kidnaper. It’s interesting how the kidnaper describe. He always show by the voice. Sometimes the character is shown, but still mysterious like the unsolved case. This make the film is interesting, how the audience is made up set by the kidnaper whit out introduce the kidnaper completely. And if we notice every time the voice is shown it never more that two minutes so the police could not trace it. The film that invite us to take care our children carefully. 3/5



Rabu, 16 Januari 2008

GILA SINEMA AWARD

Rabu, 16 Januari 2008 1
BEST MOVIE

1. THE LIVES OF OTHERS
A feel good movie, yang memberikan rasa optimis bahwa kita adalah a good guy.
Didukung permainan para bintangnya yang memukau, serta musik yang
menyejukkan.

2. 4 MONTHS, 3 WEEKS AND 2 DAYS
Sebuah film yang mampu menyentak nurani, dengan naskah dan sinematografi yang
kuat.. Berhasil secara akurat menampilkan sisi gelap manusia.

3. ONCE
Sebuah film jujur serta sederhana dengan lagu-lagu yang manis.

4. THE HOST
Film keluarga terbaik tahun ini, yang mengingatkan pentingnya keluarga. Gaya
bertutur yang sedikit nyleneh dan humor segar membuat film ini semakin asyik
dinikmati.

5. SECRET SUNSHINE
Kualitas acting dari Do-yeon Jeon merupakan daya tarik utama film ini, selain
temanya yang cukup sensitive.

6. THE SIMPSON MOVIE
Film yang penuh kritik sejak cerita dimulai yang untungnya lucu dan tidak
terasa menggurui.

7. THE BOURNE ULTIMATUM
Best action movie of the year.

8. ZODIAC
Filmnya memang agak membosankan, tapi gambar – gambar yang disajikan sayang
untuk dilewatkan.

9. EASTERN PROMISES
Mengajak kita melihat sekelumit kehidupan mafia Rusia.

10. GRINDHOUSE : PLANET TERROR & DEATH PROOF
Film paling “gila” tahun ini.

OVERRATED MOVIE

RATATOUILLE : tikus yang senang masak? SANGAT TIDAK MASUK AKAL! Tikus dimana – mana ya nyolong makanan. Dan lagi tikus telah merusak computer dan seragamku. Film yang tidak akan aku tonton, sebagus apapun review yang diberikan.
KNOCKED UP & SUPERBAD : film terlucu tahun ini? BULLSHIT! Selera humor orang Amerika memang kasar.
TRANSFORMER : film heboh dengan scenario norak yang herannya banyak yang suka.

FILM PALING MENGHIBUR
1. ONCE, HAIRSPRAY, MUSIC & LYRIC : Film dengan musik yang segar selalu bisa
menghibur (diriku).
2. THE HOST : Orisinil, kocak dan banyak pesan
3. THE BOURNE ULTIMATUM : Film action yang tidak “bodoh”
4. HOT FUZZ : Film yang tidak klise/stereotype
5. SHOOT ‘EM UP : peluru berterbangan dari awal sampai akhir
6. DORORO & DAYWATCH : Imajinasi tanpa batas
7. LIVE FREE OR DIE HARD : Gak ada matinya
8. WILD HOGS : humor liar dan bodoh yang sayangnya enak dinikmati
9. I NOW PRONOUNCE YOU CHUCK & LARRY : lucu aja
10. 200 PONDS BEAUTY : cerita klise yang dikemas dengan menarik


ACTOR : ULRICH MÜHE ( THE LIVES OF OTHERS ) & VIGGO MORTENSEN ( EASTERN PROMISES )
ACTRESS : DO-YEON JEON ( SECRET SUNSHINE ) & MARION COTILLARD ( LA VIE EN ROSE )
NEWCOMER : SHIA LaBEOUF
VILLAIN : Armin Mueller-Stahl ( THE ASTREN PROMISES ) & KURT RUSSEL ( GRINDHOUSE: DEATH PROOF )
SCENE STEALER : WILLIAM H. MACY ( WILD HOGS ), pemunculannya selalu menjadikan sebuah adegan menjadi lebih segar.
DUO/GROUP : SIMON PEGG & NICK FROST ( HOT FUZZ )
HOT SCENE : Clive Owen dan Monica Belucci diantara desingan peluru dalam SHOOT ‘EM UP
ACTION SEQUENCE : semua adegan seru di LIVE FREE OR DIE HARD dan di SHOOT 'EM
LAUGHABLE MOMENT : Ving Rhames menyanyi telanjang lagu I’m Every Woman di bawah guyuran air shower ( I NOW PRONOUNCE YOU CHUCK & LARRY )
ROMANTIC FLICK : MUSIC & LYRIC
ENDING : GRINDHOUSE: DEATH PROOF ( puasss liat KURT RUSSEL "dibantai" 3 cewek tangguh ) dan JOSHUA ( and the devil takes all ).
POSTER : GRINDHOUSE & HAIRSPRAY
COOL STUFF: “senjata” Rose McGowan di GRINDHOUSE : PLANET TERROR, wortel Clive Owen ( SHOOT 'EM UP ), tattoo di pantat Ving Rhames ( I NOW PRONOUNCE YOU CHUCK & LARRY )
SCARIEST MOVIE : 28 WEEKS LATER
SHOCKING PERFORMANCE : John Travolta as a big momma ( HAIRSPRAY )

Rabu, 09 Januari 2008

MON MEILLEUR AMI ( MY BEST FRIEND )

Rabu, 09 Januari 2008 0


Dalam benak kita seringkali muncul pertanyaan tentang pertemanan. Apakah kita punya teman? Sudah cukup banyakah teman yang kita punyai? Dan apakah kita ini teman yang baik bagi orang lain. Melihat film My Best Friend ini kembali memunculkan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ide film ini terlihat sekali muncul dari kuis "Who Wants to Be A Millionaire" dimana salah satu pilihan didalamnya adalah bertanya pada teman.
Dari tagline film ini, sebenarnya sudah terlihat ke mana arah dari film ini "It takes a lifetime to learn the meaning of friendship...Francois has 10 days." Francois (Daniel Auteuil) seorang pengelola sebuah galeri, digambarkan lebih menghargai barang-barang seni dibandingkan orang-orang yang ada di sekitarnya. Sampai suatu saat dia di tanya oleh orang-orang itu "Apakah punya teman?". Francois yang mempunyai rasa gengsi yang tinggi, tentu saja menjawab dia punya teman. Sebuah hal yang tidak dipercayai oleh mereka yang menanyakan hal tersebut, pun demikian dengan anak gadisnya. Selanjutnya mereka mengajak bertaruh Francois untuk membawa ke hadapan mereka teman yang Francois maksud. Guci antik yang menjadi taruhannya. Sebuah barang yang tentu sangat berharga dimata Francois.
Di sisi lain ada Bruno (Dany Boon) seorang sopir taksi yang selain mempunyai wajah yang simpatik, juga attitude yang menyenangkan. Bruno digambarkan sebagai sosok dengan pribadi yang hangat, luwes dan sensitif. Sebuah karakter yang berbeda jauh dengan Francois. Selain itu Bruno digambarkan tahu banyak hal dan mempunyai obsesi mengikuti kuis kecerdasan di TV.Selanjutnya, mudah ditebak, kedua tokoh dengan karakter yang berbeda tersebut dipertemukan, yakni pada saat Francois meminta bantuan Bruno, bagaimana untuk mendapatkan teman.
Menarik sekaligus menyedihkan melihat Francois menemui orang-orang yang dianggapnya pantas menyandang predikat "teman" Bukannya simpati yang dia temui, tapi lebih banyak berupa hardikan.
Bagaimana dia berusaha meniru Bruno, melepaskan segala kekakuannya, dan berusaha cair seperti hanya Bruno. Tanpa dia sadari, mereka sebenarnya sudah menjalin hubungan pertemanan. Sampai sebuah peristiwa menghancurkan ikatan tersebut.Francois bukannya menambah teman, justru makin banyak orang yang enggan bergabung dengannya.
Sadar telah merusak segalanya, Francois mulai melakukan perubahan dan mengusahakan Bruno untuk tampil di acara Who Wants to Be A Millionaire sebagai penebus dosa. Disini emosi penonton diaduk oleh penulis cerita dan menghadirkan ending yang melegakan.
Film ini sangat enak dinikmati, selain karena tema yang ditawarkan yang dibalut dengan komedi, juga tertolong oleh chemistry yang pas diantara kedua pemeran utamanya. Daniel Auteuil sangat pas memerankan karakter dingin dan angkuh, seperti halnya peran dia di CACHE, Dany Boon dengan wajah innocent mampu menjadi katalis bagi karakter yang diperankan Daniel Auteuil.
Film ini makin asyik ketika kita melihatnya bersama teman-teman kita. Dan lewat film ini terlihat, sebuah pertemanan itu akan kuat kalau terbentuk secara alami dan apa adanya tanpa kita sadari. Bagian yang tersulit adalah bagiamana kita mempertahankan pertemanan itu.3/5

English

MON MEILLEUR AMI (MY BEST FRIEND)

Inside our heart it’s very often come up the questions about friendship. Do we have a friend? Are we have friends enough? And do our friends is good to the other people. Seeing My Best Friend, that questions are coming up again. The idea is come from the TV show Who Wants to Be A Millionaire where one of the option is asking a friend. From the tagline, we actually already seen where the film is lead to. "It takes a lifetime to learn the meaning of friendship…Francois has 10 days." Francois (Daniel Auteluil) an art gallery care taker. Describes as a man that appreciate things more than the living things around him. Until he have been asked by people if he has a friend?. Then Francois who had the high pride answer that he had a friend, of course. Something that will be not to believe by some one who asked the question even his own daughter. The next part is they got Francois on a bet to bring the friend that meant by him. The antique porcelain is the stake. A thing that is very important to Francois.
There is Bruno (Dany Boon), a cab driver who has the likeable face also nice personality. Bruno is describe a person that warm, sociable also has sensitive personality. A really different character with Francois. Beside that Bruno is describe knowing a lot of things and obsessed to follow the TV quiz. And the next is predictable which is both character is met. When Francois is asking Bruno how to make a friend.
It’s sad but interesting to see how Francois is seeing people that have qualified to be his friend. Contrary he got nothing but harsh word.
How he tried to be like Bruno, released his stiffness and try to melt like Bruno. They are actually had have the friendship but they seem don’t realize it. Until something is happening, something that untied their relationship. Francois isn’t have any friend and people is unwilling to hang with him. Realize that, Francois is begin to make changes and work on Bruno’s obsession which is present the Who Want to Be A Millionaire Quiz as the payback. The audience’s emotion is mixed by the story teller which present a relieved ending.
An enjoyable film, not because the theme that wrap by comedy but also the fit of the chemistry fro both main role. Daniel Auteuil is so well playing cool and arrogant person, like on his previous performance on Chache. Dany Boon with the innocent face is able to be the catalyst to Daniel Auteuil’s character.
The film will be more infatuated when we see it with our friends. And through the film, we can see that the strong friendship is come out naturally and unconditionally without noticed. The hard part is how we can survive our friendship. 3/5.

GOOD LUCK CHUCK


Kalau kita perhatikan, ada pergeseran di Hollywood tentang wujud dari film komedi romantis. Dulu, kisah komedi romantis sangat intens menggambarkan interaksi dua tokoh utamanya didukung skenario dengan dialog-dialog yang kadang lumayan berisi. Kini, coba perhatikan "bentuk" dari komedi romantis. Kita ambil contoh film Good Luck Chuck.
Film yang mengisahkan bagaimana seorang Charlie (Dane Cook) dalam mencari cinta sejatinya ini penuh dengan adegan-adegan vulgar yang mungkin bagi sebagian orang menghibur, tetapi bagi sebagian penonton yang lain terasa memuakkan. Tidak hanya penggambaran (maaf) payudara secara frontal berulang kali, film ini juga menyuguhkan pemeran utama prianya bercinta dengan berbagai posisi dan dengan berbagai macam bentuk wanita!
Tema cerita juga terasa mengada-ada dan berlebihan. Diceritakan Charlie ini mempunyai semacam "khasiat (atau kutukan?)", bahwa setiap gadis yang putus setelah bercinta dengan dirinya akan segera mendapatkan jodohnya. Pantas saja judul awal dari film ini adalah The Warm-Up Guy. Untung untuk para gadis, buntung bagi Charlie. Yang tergambar dilayar selanjutnya adalah serangakaian adegan bercinta Charlie dengan banyak perempuan yang disajikan secara vulgar. Mungkin dalam benak sebagian orang berpikiran betapa beruntungnya Charlie, tapi bisa juga terlihat semacam "perkosaan". Hanya saja yang jadi korban disini adalah seorang pria. Charlie menjadi pria yang terkutuk.
Sampai akhirnya Charlie bertemu dengan Jessica Alba, seorang gadis yang selalu membahayakan dirinya sendiri. Dia bertekad memenangkan cinta gadis tersebut. Betapa dilematisnya dia ketika ada tawaran bercinta. Antara pengen dan takut akan kutukan yang sering menimpanya.
Film ini cukup tertolong dengan chemistry yang pas antara Dane Cook dan Jessica Alba. Untuk Dane Cook, dengan wajah yang segar memang pantas mendapatkan karakter pria yang dicintai para perempuan. Sedangkan Jessica Alba, ada baiknya kedepannya lebih memilih peran yang menantang kalau tidak ingin karirnya segera habis. Buat yang ingin mengajak pacar melihat film ini, ada baiknya dipertimbangkan masak-masak. Sebuah film komedi romantis yang tidak lucu dan romantis.Film yang hanya sekedar memanjakan mata para pria.2/5


English

GOOD LUCK CHUCK

If we noticed, there’s a shift of the shape of romantic comedy film. Before, the romantic comedy is very intents to describes the interactions between two character that support by the good quality dialogues. Now, try to notice the shape from romantic comedy. Let say, Good Luck Chuck.
The film that tells about Charlie (Dane Cook) in searching of true love. There are fulfilled with vulgar scenes and it’s entertain to some people, but nauseating to other. Not only the frontal shot of breast that so often, but there are many scenes of sex position with any kind of woman by the main actor.
The story theme is too fabricate and it’s over. It tells that Charlie having a curse or something like it, that every girl that have been broken after having sex with him will get their soul mate soon enough. No wonder that the first title is The Warm Up Guy. Lucky for the girl but bad luck for Charlie. Then what describes on the scenes are the vulgar sex scenes of Charlie with any kind of woman. To some man, they would have thought that how lucky Charlie. But in the other hand there is a raping here. It’s just the victim is a man. Charlie the cursed man.
Then Charlie met with Jessica Alba, a girl that always put her self on jeopardy. He swore to win her heart. It become dilemma for Charlie when the girl is offering sex. Between passion and scared of his curse.
The fit chemistry of Dane Cook and Jessica Alba is helped this film from disaster. With fresh looking he is proper to be a loveable man. And Jesicca Alba, she should be pick the challenging role to help her career. For those who want to take his girl friend to see this film, it should be carefully considered before. A romantic comedy film that isn’t funny and not romantic at all. A film that just to spoil the man’s eyes. 2/5

SHOOT 'EM UP


Kalau rindu dengan film yang penuh adegan baku tembak mulai film dibuka sampai film berakhir, Shoot 'Em Up bisa dijadikan pilihan. Bagi penyuka film action, film ini memang sangat tepat dan terasa memuaskan. Sepanjang durasi film berjalan, tak terhitung berapa butir peluru yang terlontar.Film berjalan dengan cepat, seakan-akan tidak memberikan ruang bagi penonton untuk berfikir.
Film diawali dengan seorang wanita hamil yang dikejar-kejar segerombolan pria. Pada saat kondisi terdesak, datanglah Mr. Smith sebagai dewa penolong. Pada akhirnya wanita tersebut melahirkan di tengah desingan peluru. Adegan berikutnya lebih berfokus bagaimana usaha Mr. Smith menyelamatkan nyawa bayi tersbut, sambil mengurai misteri yang menyelimuti keberadaan bayi tersebut. Dalam aksinya, Mr. Smith dibantu seorang pelacur dengan spesialisasi: menyusui. Supaya film berjalan lebih seru, mereka dihadapkan pada sosok Paul Giamatti yang mampu tampil kejam dan menyebalkan, tetapi takut pada istrinya.
Menarik melihat sosok Mr. Smith ini. Tidak digambarkan dengan jelas siapa dirinya sebenarnya. Dari mana dia berasal dan dimana tepatnya dia tinggal. Mr. Smith digambarkan sebagai seorang yang dingin dan tangkas dalam bertarung. Dan cerdas pula. Selain itu, dia punya kebiasaan yang unik: makan wortel. Bukan sembarang wortel, karena di saat tertentu, bisa dimanfaatkan sebagai senjata yang sangat mematikan.
Film ini menyajikan adegan tembak yang lumayan komplet. Selain tembak-tembakan di saat persalinan, ada aksi tembak di udara, pada saat kejar-kejaran, bahkan pada saat bercinta! Penampilan para cast-nya juga lumayan. Penampilan Clive Owen sebagai Mr. Smith, mengingatkan peran dia sebelumnya di Sin City, Monica Belucci tetap "berharga" untuk disaksikan dan Paul Giamatti secara mengejutkan mampu tampil sebagai villain yang menyebalkan dan mampu menampilkan sesuatu yang berbeda dibandingkan peran sebelumnya.
Pemeran bayi disini ternyata sudah di pilih sejak dia dalam kandungan ibunya. Hal ini memang disengaja untuk menampilkan sosok bayi yang benar-benar terlihat baru dilahirkan. Sebuah pilihan yang mungkin bagi sebagian orang terasa "berlebihan dan kejam".
Secara cerita memang tidak istimewa. Tapi sutradara mampu menyajikan tontonan yang memikat sejak layar dibuka. Bagi mereka yang menentang penggambaran kekerasan secara frontal dianjurkan untuk tidak melihat film ini. Bagi pecinta film action, film ini sangat direkomendasikan karena sangat menghibur. Ada rencana sekuel nyo loh meskipun hasil pemasarannya jauh dari harapan. 3/5


English

SHOOT 'EM UP

If you miss with the action film that full of gun shootings from the beginning till the end of film, Shoot 'Em Up can be the choice. For the action film lover, this film is likely fit and satisfying. A long film there's so many bullet that flown away uncount. It's quick flow that the film goes, is like give no chance to the audience to think.

It beginning with a pregnant woman that after by a bunch of guys. On the critical moment, comes Mr. Smith as the hero. Until the woman is having a birth of her baby on the middle of the gun shootings. The next scene is focused on the survival of the living of the baby by Mr. Smith, and try to reveal the mysterious baby existence. Mr. Smith is helped by a specialist whore: a mother’s breast milk. The film is become much interesting when they have to face cruel and resentful character such as Paul Giamatti who scare of his wife.

Very interesting to see Mr. Smith’s character. He’s so mysterious. Do not know where he come from and he lived at. He is a smart, cool and skilled on combat. Besides that, he has the unique habit; eating carrot. Not just usual carrot, because in the some circumstances the carrot can be used a deadly weapon.

The film is showing complete gun shooting action. Beside the shooting on he birth, there some gun shooting on the air, on the pursuit, and even when having sex. The casting is not bad. Clive Owen’s performance remind us on his previous film, Sin City, Monica Belucci is still worthed to see and impressively performance by Paul Giamatti as the felon which is quite different from his previous appearance.

The baby appearance is likely have been decided when he still a fetus. This is done on purpose to perform the real fresh baby born appearance. A choice that can feel so cruel and over.

It’s not a film with special story. But the director is able to give the impressive show since it began. To whom that disagreed with the frontal violence, it’s not a recommended film. For the action film lover, this film is highly recommended because of its entertaining. There is the sequel plan for the film, even the marketing is far from hope. 3/5.

WAITRESS




Waitress merupakan film yang sangat feminis tetapi enak dinikmati oleh semua jenis kelamin. Film yang ditulis dan diarahkan oleh seorang perempuan ini, Adrienne Shelly, meskipun bercerita tentang penderitaan dari Jenna ( Keri Russell ), untungnya tidak terjebak pada penggambaran yang melodramatis layaknya sinetron di Indonesia. Dialog-dialog dalam film ini mengalir dengan lancar dan cerdas, bahkan kadang lucu. Penderitaan Jenna yang ditampilkan di layar, bukanlah jenis penderitaan yang mengajak penontonnya untuk meneteskan air mata. Karakter Jenna yang rapuh, naif, romantis dan kadang bloon membuat film ini menjadi sebuah komedi yang segar. Yang mengejutkan, Keri Russell yang jebolan serial Felicity mampu memberikan nyawa pada karakter Jenna tersebut.
Jenna di sini digambarkan seorang pelayan di sebuah resto pie. Dia mempunyai seorang suami yang katanya mencintainya tetapi sering menyakitinya, Earl ( Jeremy Sisto dengan penampilan yang sangat menyebalkan ). Keinginan Jenna untuk lepas dari suaminya kandas setelah mengetahui dirinya hamil dan uang hasil simpanannya di ketahui oleh suaminya. Hidup Jenna makin pelik, ketika dia terlibat hubungan dengan dokter kandungannya yang telah beristri, Dr. Pomatter (Nathan Fillion ).
Kekuatan film ini terletak pada naskahnya. Selain dialognya yang bernas, karakter-karakter di dalamnya tidaklah stereotip. Hal ini terlihat dari pola pikir para tokohnya ketika dihadapkan pada suatu hal. Sub plot dalam film ini juga tidak membuat film menjadi kehilangan arah, justru memperkuat. Keberadaan teman Jenna, seperti Becky, Dawn dan Old Joe, selain menyegarkan suasana juga memperkuat cerita. Cerita film ini sendiri ditulis ketika penulisnya, Adrienne Shelly , sedang hamil.
Bagi pecinta makanan, film ini sangat memanjakan mata dengan berbagai macam variasi pie, hasil kreasi Jenna yang dibuatnya berdasarkan peristiwa yang menghampirinya. Ironis sekaligus sedap. Sebuah film yang ….yummy! 3,5/5


English

WAITRESS

Waitress is a feminism film, but it is can enjoy by the man. Adrienne Shelly, the lady behind the script of the film is telling the story about Jenna (Keri Russell) that has miserable live. Luckily the plot is not trapped by melodrama like Indonesian Sinetron. The dialogues are flowing smoothly and sharply, even funny sometimes. Jenna’s miserables on the screen isn’t kind of miserables that can make the audience drop their tears. Jenna’s character that fragile, naïve; romantic and sometimes silly is bringing fresh comedy on to the film. What surprise is that Keri Russell that come up from TV serial Felicity could bring the spirit of Jenna’s Character?

Jenna’s is describing as the waiter in a pie restaurant. She has a husband that said he loved her but often to hurt her, Earl (stared by Jermy Sisto with his suck character). Jenna is try to untie from her husband, but it’s fail when knowing that she is pregnant and her savings is known by her husband. It’s become complicated, when she got involved a relationship with a married doctor, Dr. Pomatter (Nathan Fillion).

The strength of the film is in the script. Beside the smart dialogue, the characters aren’t stereotype. This can see from the mind pattern from the character when they got something to face. Sub plot in the film isn’t made the film lose the direction, it’s strengthening eventually. The present of Jenna’s friends like Becky, Dawn and Old Joe make the film fresher and strengthen the story. And Andrienne Shelly is pregnant when she wrote the script of the film.

To food lover, the film is so eye spoiled with various kind of pie that created based on Jenna’s incident of live. Ironic but very tasty. A film that….. Yummy! 3.5/5

LA VIE EN ROSE ( LA MOME )



Kisah tentang perjalanan seorang yang kondang, terutama seorang penghibur sudah banyak dibuat. Dan entah mengapa, kisah mereka sangat enak dinikmati ketika diangkat ke layar lebar. Mungkin karena begitu banyaknya drama dalam perjalanan hidup mereka. Mulai dari perjuangan meraih sukses sampai dengan masa kejatuhan mereka. Dan umumnya, para pesohor yang diangkat kisahnya ke layar lebar, mengalami satu periode yang kelam dalam hidup mereka. Ambil contoh film Ray, Basquiat, We Own the Night dan banyak kisah lainnya.
La Vie en Rose tidak berbeda dengan film lain yang mengangkat kisah hidup para pesohor. Film ini mengangkat kisah perjalanan dari Edith Piaf, seorang penyanyi kondang dari Perancis. Kalau tidak kenal, tidak perlu heran. Justru kita akan lebih menikmati film ini karena tidak mengetahui hal-hal berkaitan dengan tokoh utama yang tidak diungkapkan dalam film seperti halnya yang terjadi dalam A Beautiful Mind.
Seperti halnya kisah para pesohor. Masa kecil Edith Piaf sangatlah suram. Berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Bahkan dalam kurun waktu tertentu dia tinggal di sebuah lokalisasi pelacuran. Hidupnya berubah ketika dia mulai menyanyi. Dalam film digambarkan, kemampuan menyanyinya merupakan bakat alam. Dengan suara serta kepribadian uniknya serta mimik muka yang lucu, Edith Piaf menyihir para penikmat musik. Bahkan sampai ke Amerika.
Sutradara menuturkan kisah dengan alur yang tidak linear. Ketika kita sedang disuguhi adegan masa kecil dari Edith Piaf, tiba-tiba adegan beralih ke masa jaya Edith Piaf. Lalu pada adegan berikutnya layar menghadirkan Edith Piaf dengan penyakitnya. Sebuah pendekatan yang sering dipakai di film tentang para pesohor, untuk menjaga penonton tidak bosan, sehingga lebih enak dinikmati.
Kekuatan film ini terletak pada akting dari Marion Cotillard. Kualitas akting dia mengingatkan kita pada bagusnya Roberto Benigni di Life is Beautiful. Tidak Marion Cotillard bisa berakting dengan prima, sutradara Olivier Dahan ketika menulis naskah film ini sudah membayangkan Marion Cotillard sebagai pemeran Edith Piaf. Peran make up juga besar sekali dalam menghidupkan karakter Edith Piaf tua. Marion Cotillard harus di make up selama 5 jam, selain harus merelakan alisnya dicukur.
Totalitas`acting Marion Cotillard bisa mengancam aktris Hollywood di ajang Oscar 2008 nanti. 3/5

English

LA VIE EN ROSE (LA MOME)


The biography of famous people especially the artist is made a lot. And I wonder why their story is so enjoyable when it's bring to the theater. Perhaps there are so many drama in their live. From the struggle to find the way to success till the fallen. And commonly the famous person’s story that lift up to wide screen have the dark episode of his live. Let say, Ray, Basquiat, We Own the Night and many more story.
LA Vie en Rose not different with the other film that come from the true story of the famous people. It tell the live story of Edith Piaf, a singer that well known from France. If you do not know it, do not be confuse. Thus we can enjoy the film more, because we do not know the things that hook with the main character that not reveal just like in A Beautiful Mind.
As common with the other famous people story, Edith Piaf’s live is miserable when she was still a kid. In the film describes that the sing talent is her naturally gift. With the voice and unique face expression, Edith Piaf attract the music lover. Even it went to America.
The director is telling the story not linearly. When we see the Edith Piaf when she was little, suddenly the scene is moving to the golden age of Edith Piaf. Then the next scene is moving to the scene when Edith Piaf was ill. A closure that usually used by the director when it tells the famous people live story. To keep the audience’s mood.
The strength of the film is come from on the acting of Marion Cotullard. Her acting quality remind us to Roberto Benigni in Life is Beautiful. It’ Marion Cotillard that can well perform on acting, the director; Oliver Dahan when wrote the script is already imagine Marion Cotillard as Edith Piaf. The make up is get the huge part to live old character of Edith Piaf. Marion Cotillard has to make up for 5 hours, and she had to let her eyebrow to shaver.
The totality of acting from Marion Cotillard can be a threat for Hollywood’s actress in the Oscar 2008. 3/5

 
GILA SINEMA. Design by Pocket