Minggu, 20 Desember 2009

20 DI TAHUN 2001

Minggu, 20 Desember 2009

Gara-gara daya ingat yang makin melemah, Gilasinema untuk tahun ini terpaksa menyingkirkan In the Bedroom, Ghost World, Donnie Darko, The Royal Tenenbaums, A.I. Artificial Intelligence dan Training Day. Males saja melihat lagi film-film tersebut. Mending waktunya buat nonton film-film baru. Film-film ini mungkin bakal “disentuh” lagi kalau sudah tidak update film-film baru, alias sudah tua hehehe. Tahun 2001 ini menurut Gilasinema banyak sekali menghadirkan film-film yang menghibur. Kecenderungan mengadaptasi buku laris makin meningkat dengan keberhasilan luar biasa yang diraih Harry Potter dan LOTR.


20. OCEAN’S ELEVEN
Tidak banyak remake yang berhasil, Ocean’s Eleven menjadi sebuah pengecualian. Steven Soderbergh berhasil menyajikan sebuah tontonan yang memikat dan didukung dengan barisan cast yang keren yang mampu tampil sesuai porsi masing-masing. Tidak mudah lho mengarahkan banyak bintang tenar dalam sebuah film. Dibutuhkan sebuah kredibilitas tinggi dari sang sutradara. Rasanya hal ini sudah dimiliki oleh Steven Soderbergh. Aksi perampokan sekaligus penipuan keren banget dan membuat penonton menggelengkan kepala karena takjub. Cerdass!!!

19. I AM SAM
Baca ulasannya di JUST A THOUGT : MEREKA YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS

18. MONSTER, INC
Gilasinema suka dengan ide ceritanya, yang menyikapi keceriaan anak kecil sebagai sumber tenaga bukannya teriakan ketakutan. Kehadiran sosok-sosok berwujud aneh menjadi hiburan tersendiri. Dalam hal pengkarakteran, film ini sebenarnya agak niru-niru Shrek. Jangan lewatkan lagu If I Didn't Have You yang ok banget dari Randy Newman.

17. LAGAAN
Lagaan menjadi salah satu film India berkualitas yang berhasil menyajikan hiburan tanpa harus tampil norak dan murahan. Ceritanya juga sarat dengan nilai nasionalisme dan patriotisme. Kisah cinta tetap dihadirkan, namun tidak terkesan picisan. Tak heran kalau Academy Awards melirik film ini. Musik olahan AR Rahman sungguh amat memikat. Sampai sekarang, Ghanan Ghanan masih menjadi soundtrack Gilasinema ketika menyambut hujan deras pertama di musim penghujan.

16. AMORES PERROS
Gilasinema menyukai gaya bertuturnya yang ibarat aliran air sungai. Dari satu muara, mengalir ke berbagai arah membentuk sebuah aliran tersendiri, namun kalau ditelusuri kembali, menuju ke arah yang jelas. Dengan materi “keras’ yang termuat di dalamnya, Amores Perros berpotensi memuakkan, namun bisa juga mengasyikkan bagi penonton tertentu. Gaya bertutur yang tidak linear selanjutnya menjadi ciri khas dari Guillermo Arriaga.


15. THE OTHERS
Salah satu film horror favorit Gilasinema dengan twist ending yang sangat mengejutkan. Ketegangan dan kengerian dihadirkan dengan sangat intens oleh Alejandro Amenabar. Nuansa tegang dari film ini makin kental dengan ekspresi tegang yang bagus dari Nicole Kidman. Gilasinema juga terkesan dengan penampilan dari James Bentley dan juga Fionnula Flanagan yang dingin. Gilasinema ingat ketika menyaksikan film ini bareng teman-teman, ada salah satu teman yang menjerit kaget hingga memancing kedatangan orang-orang yang berada di luar rumah!

14. BLACK HAWK DOWN
Salah satu film terbagus dari Ridley Scott, lebih bagus dibandingkan Gladiator. Gilasinema terkesan sekali dengan keseriusan penggarapan di segi teknis, terutama dalam soundnya. Disaksikan dengan tata suara yang bagus, terasa sekali penataan suara yang sangat detail. Desingan peluru, letusan, teriakan dan aneka suara lainnya diolah dengan baik yang dampaknya mampu menggugah emosi penonton. Kisahnya yang mengangkat kegagalan tentara Amerika sedikit memuaskan mereka yang membenci Negara adi daya tersebut. Barisan bintang mudanya yang bermain bagus menjadi nilai plus bagi film ini.

13. MONSTER’S BALL
Bagi sebagian orang mungkin film ini terasa membosankan dan langsung mencari sex scene yang liar antara Halle Baerry dan Billy Bob Thornton. Namun Gilasinema terkesan bagaimana Marc Forster mengarahkan film ini dengan kalem (kecuali sex scene-nya), dengan konflik yang tidak digambarkan meletup-letup. Film ini mencoba mengangkat persoalan penerimaan hidup yang mampu meredam kemarahan, kesakitan sekaligus rasa sepi. Bagaimana dua jiwa yang terluka berusaha saling menyembuhkan dengan berani membuka hati.

12. SHREK
Shrek berhasil menghadirkan gebrakan baru di dunia animasi, terutama dalam penggambaran sosok protagonist. Kalau dalam film animasi sebelumnya, yang kebanyakan buatan Disney, tokoh utama bukanlah sosok buruk rupa dan berkepribadian positif, sejak kemunculan Shrek banyak bermunculan tokoh animasi dengan karakter yang bertolak belakang. Kesuksesan Shrek juga menyadarkan studio di luar Disney akan potensi pasar film Animasi. Gebrakan ini menjadikan Shrek sebagai sebuah tontonan yang segar menghibur. Sayang, sekuelnya menjadi tidak penting lagi

11. KANDAHAR
Misi Nafas untuk menyelamatkan saudaranya mengajak kita ”bertamasya” dan menjadi saksi aneka rupa kejadian, mulai yang lucu, tegang hingga tragis. Kita seakan menyaksikan sebuah tayangan dokumenter yang sangat kuat muatan antropologisnya. Tak lupa sajian gambar padang pasir yang terasa berbahaya sekaligus indah.


10. MULHOLLAND DRIVE
Salah satu film yang berhasil membangkitkan beragam tafsiran pada saat perilisannya hingga terkesan berlebihan (overanalized). Padahal, film ini mempunyai tagline yang sudah cukup jelas menjelaskan isi filmnya, "A love story in the city of dreams". Namun, gaya bertutur David Lynch yang nakal memang membuat banyk penonton bingung dan terkecoh. Yang membuat Gilasinema salut adalah bagaimana Lynch membuat penonton untuk betah bertahan selama sekitar 140 menit. Penampilan Laura Harring dan Naomi Watts sangat ”menyegarkan”.

9. MOULIN ROUGE!
Kisahnya sebenarnya merupakan kisah cinta biasa, namun di tangan Baz Luhrmann, Moulin Rouge! berhasil menjadi sebuah tontonan yang riuh menghibur, kaya warna, enerjik, jenaka sekaligus tragis.

8. BRIDGET JONES’S DIARY
Salah satu film yang sukses mengadaptasi sebuah novel. Selain berkat sentuhan Richard Curtis dalam penulisan naskahnya, kesuksesan film ini sangat terdongkrak oleh totalnya Renée Zellweger sebagai Bridget Jones dan berhasil menjawab keraguan banyak pihak atas pemilihan dirinya. Selain meningkatkan bobot tubuhnya, Renee tak ragu tampil konyol. Siapa sih yang bakal lupa adegan dia melorot di markas pemadam kebakaran. Film ini makin asyik dengan balutan lagu-lagu keren, terutama Out of Reach –nya Gabrielle, atau All by Myself yang di lipsync kan Renee.

7. BATTLE ROYALE
Film yang sangat hiperbolis dalam mengambarkan hubungan antar murid dan juga murid dengan guru. Kekerasan yang digulirkan tanpa ampun terasa representative dan mempunyai pesan yang kuat, meski sukses membuat penonton mengurut dada atau memalingkan muka karena merasa ngeri.

6. A BEAUTIFUL MIND
Adegan ketika Russel Crowe melakukan aksi coret-coret begitu memorable. Diluar akurat tidaknya cerita yang digulirkan, Akiva Goldsman sukses mengadaptasi sebuah kisah hidup seseorang tanpa perlu membebani otak penontonnya dan mempermudah kerja Ron Howard dalam menghadirkan cerita yang mengalir lancar dan menghanyutkan. Dukungan Russel Crowe, Paul Bettany dan tentu saja si cantik Jenifer Connely yang kuat membuat A Beautiful Mind sayng untuk dilewatkan. Dibandingkan Gladiator, sebenarnya Russsel Crowe lebih pantas menang lewat film ini dan tentunya tidak ada yang menggugat kemenangan Jennifer Connely. Gara-gara acting yang memikat dari dua bintang ini, penonton sukses dibuat terharu.


5. MEMENTO
Salah satu film dengan gaya bertutur yang unik meski sedikit membingungkan. Butuh lebih dari satu kali tonton untuk memahami garis cerita yang dihadirkan. Gaya penceritaan yang tidak lazim ini kemudian banyak ditiru oleh beberapa film seperti 50 Fisrt Dates atau Ghajini.

4. NO MAN’S LAND
Film yang dengan cerdasnya mengkritisi betapa bodohnya mereka yang terlibat perang. “Perang kecil” antara dua karakter utama dalam film ini menjadi sebuah miniature konflik antar Negara yang banyak terjadi di belahan dunia. Dengan tema yang berat, bagusnya sutradara Danis Tanovic membalutnya dalam situasi komedik yang nyinyir hingga terasa lebih menohok. Pahiiiiiit.Perang memang sebuah kebodohan dan ketololan.

3. THE LORD OF THE RINGS : THE FELLOWSHIP OF THE RINGS
Awalnya film ini tidak begitu mendapatkan atensi heboh karena orang lebih sibuk membicarakan seri pertama dari Harry Potter. Namun siapa yang menyangka The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring bakal menjadi awal sebuah maha karya, yang tidak hanya menyajikan tampilan visual yang menakjubkan tetapi juga kisah yang penuh makna. Terima kasih kepada Peter Jackson yang dengan ketrampilannya mampu menghasilkan karya inspiratif yang bakal dikenang sepanjang masa.

2. AMELIE
Meski ditolak oleh Cannes, menurut Gilasinema, Amélie merupakan film dengan naskah yang orisinil. Dengan lincahnya, Jean-Pierre Jeunet berhasil menyeret penonton untuk memasuki dunia unik dari Amelie. Sinematografinya sangat memikat, begitupun dengan penataan artistiknya. Pewarnaannya sangat dipikirkan dengan matang hingga sedap dan indah dimata.

1. GOSFORD PARK
Untuk urusan film dengan ensamble cast yang melimpah, Robert Altman merupakan salah satu jagonya. Dengan ruang terbatas dan banyak pemain, Robert Altman berhasil membuat Gosford Park menjadi sebuah drama kemanusiaan yang mengesankan. Intrik berbalut misteri sanggup membuat penonton untuk bertahan menyimak sampai akhir cerita yang digulirkan. Isu stratifikasi social dan kemunafikan manusia dihembuskan dengan begitu tajam sepanjang durasi lewat bahasa gambar dan juga bahasa tubuh para pemerannya. Rasanya film ini bagus ditonton bagi mereka yang tertarik mempelajari soal tingkatan sosial (Sosiologi)


FAVOURITE TRACKS : semua lagu di LAGAAN, BRIDGET JONES’S DIARY, MOULIN ROUGE.
HOT HOT HOT : Liarnya Halle Berry dan Billy Bob Thornton (MONSTER’S BALL), Angelina Jolie yang ditekuk-tekuk Antonio Banderas (ORIGINAL SIN), frontal sex scne di INTIMACY.
STILL SEARCING THIS MOVIES : The Piano Teacher, The Center of the World, In the Mood for Love, Hedwig and the Angry Inch, The Man Who Wasn't There
FUNNY MOVIE : PEARL HARBOR
FRESHING MOVIES : JEEPERS CREEPERS, THE FAST AND THE FURIOUS, SERENDIPITY, HANNIBAL, THIRTEEN GHOSTS, THE DEVIL’S BACKBONE, THE CRIMSON RIVERS, THE PRINCESS DIARIES, LEGALLY BLONDE, CRAZY/BEAUTIFUL

15 komentar:

R mengatakan...

favorit saya di tahun itu: Mullholland drive, Memento, A Beautiful Mind, The others, Hannibal ama No Man's Land..( banyak amat ya hehe )..

list untuk tahun 2009-nya mana mas?

Fariz Razi mengatakan...

nice list om! :)

Gabby Hakim mengatakan...

jadi pengen nonton I am Sam lagi, film dimana Sean Penn bermain sangat baik, selain di Milk dan Mystic River tentunya.. Tumbs up! :)

gilasinema mengatakan...

@ R : list 2009 ntar dong kalo sudah berganti tahun :D

@Fariz : matur nuwun

@Gabby : Suka Sean Penn pas maen 21 Grams dan Sweet and Lowdown gak? Bagus lho

adit mengatakan...

cool :) tapi training day juga asik ditonton ulang lo :D

gilasinema mengatakan...

Iya, masih kebayang juga beberapa adegan dan pengen melihat Mendez lagi :D

pepito mengatakan...

ah ya kang,amelie itu film termanis menurutku :)

Awya mengatakan...

Eww.... saya nyari2 Gosford PArk gak nemu2 lho dari dulu. Kok saya gak suka sama I am Sam ya. malah waktu dia masuk nominasi Oscar banyak yang mempertanyakan tuh.

gilasinema mengatakan...

Kayaknya di movie rental masih bisa ditemui deh

movietard mengatakan...

saya main yaaa gila sinema
listnya saya sebagian besar setuju, cuma kenapa dibikin hanya 20 ya?
ditambah ajaaa karena menurut saya belum ada teen drama yg bisa sequirky Donnie Darko dan kalo yg ini subyektif sih,sejakk rushmore, saya tergila2 sama taste humornya Wes Anderson dan The Royal Tenenbaums pencapaian terbaik :)

movietard mengatakan...

eniwei, kamu berdomisili di mana ya?
dari list film yang masih kamu cari,
The Piano Teacher sama In The Mood for Love saya pernah lihat di subtitles, dan disana bahkan filmnya WKK sangat lengkapppp....The Days Being Wilds dan Happy Together bahkan ada

gilasinema mengatakan...

Donnie darko sebenarnya masih kebayang endingnya yng mengejutkan, namun ada banyak bagian yang aku susah mengingat. Mau nonton lagi kok males banget. Menilai film secara obyektif susaaah banget, jadi faktor like and dislike kadang mengambil peran :P

Saya berdomisili sekitar Solo. Terima aksih infonya

hakimicture mengatakan...

Bang, dirumah ada the man who wasn't there, tapi region 1. Enggak punya subtitle English sama sekali. Film hitam putih ini saya tonton malam-malam, dengan volume suara dikecilkan, jadinya enggak ngerti-ngerti.

adithiarangga mengatakan...

tahun 2001 emang bertaburan film2 keren yah...baru sadar abis liat listnya...

ada Amelie, No Man's Land, Memento...dll

jadi pengen liat battle royale lagi :D

gilasinema mengatakan...

Tahun 2001 memang banyak film keren, tapi di tahun 2003 juga buagus-buagus lho. Bingung milihnya. Tahun 2009 ini juga buanyak banget yang bagus.

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket