Kamis, 22 Januari 2009

DEFIANCE

Kamis, 22 Januari 2009


Secara garis besar, Defiance mengisahkan empat saudara yang berasal dari keluarga Bielski di tengah pembantaian kaum Yahudi oleh Nazi di era Perang Dunia II. Mereka adalah Tuvia (Daniel Craig), Zus (Liev Schreiber), Asael (Jamie Bell) dan Aron (George MacKay). Mereka berhasil selamat dari upaya pembantaian dan melarikan diri untuk bersembunyi di dalam hutan. Dalam perkembangannya, mereka mulai merangkul banyak orang hingga membentuk sebuah komunitas.
Komunitas tersebut selain mencoba bertahan hidup dari para tentara Nazi juga harus dihadapkan pada tantangan lain yaitu bagaimana mereka bertahan dari cuaca yang kadang tidak bersahabat dengan segala fasilitas dan akomodasi yang amat sangat terbatas. Munculnya wabah penyakit (typhus) yang juda mengancam keberadaan mereka serta munculnya berbagai pertentangan yang berpotensi merusak solidaritas diantara mereka, termasuk perseteruan diantara Bielsky Bersaudara.
Sekental-kentalnya hubungan darah, tentu tetap muncul pergesekan, karena secara individu, keempat anak Bielsky tadi mempunyai karakter dan pola pikir yang berbeda. Tak pelak perpecahanpun terjadi, terutama antara Tuvia dan Zus yang sama-sama berwatak keras. Untuk sedikit mencairkan suasana, dimunculkanlah beberapa karakter perempuan, yang tentu saja tokoh yang diperankan oleh Daniel Craig mendapatkan yang tercantik.
Film ini didasarkan pada buku karangan Nechama Tec yang berjudul Defiance: The Bielski Partisans. Kisah kepahlawanan Bielski Bersaudara ini memancing kontroversi berkaitan benar tidaknya kisah heroic mereka. Beberapa versi menyebutkan, kalau Bielski Bersaudara ini ikut andil dalam pembantaian masal warga Negara Polandia bersama Soviet. Kalau pernah menyaksikan film Katyn yang telah dibahas Gilasinema sebelumnya, tentu tahu pembantaian apa yang dimaksud.
Meski mengisahkan Bielski Bersaudara, porsi yang diberikan kepada Daniel Craig lumayan lebih besar dibandingkan dengan yang lain. Cukup beralasan, mengingat daya jual Daniel Craig (dengan jaket coklatnya yang keren) yang sedang moncer-moncernya. Dampaknya, karakterisasi yang dihadirkan kurang begitu memikat untuk disaksikan. Belum lagi dengan masuknya karakter-karakter yang lain. Film mungkin akan berjalan lebih menarik kalau misalnya film lebih memfokuskan pada pergulatan emosi antar Bielski tadi. Jadi arah film lebih jelas dan mungkin akan lebih kuat unsure dramanya. Dengan cerita yang dihadirkan, Edward Zwick terlihat kebingungan mau membawa kemana ceritanya. Hasil akhirnya jadi terlihat nanggung. Untungnya adegan aksi yang dihadirkan tidaklah terlalu buruk, meski kalau dibandingkan dengan Saving Private Ryan tidak ada apa-apanya.
Film ini juga membuat jengah dengan dihamburkannya propaganda yang berkaitan dengan kaum Yahudi. Dalam beberapa adegan, para tokoh yang ada menyemburkan kalimat kalimat, Yahudi beginilah, Yahudi begitulah. Rasa-rasanya sudah muak menyaksikan film berlatar belakang Perang Dunia II yang terlalu mengumbar betapa menderitanya kuam Yahudi. Komentar ini bukannya muncul karena agresi Israel akhir-akhir ini di Palestina, namun lebih kepada akumulasi kebosanan akibat propaganda tadi.
Padahal pesan yang coba disampaikan film ini cukup bagus. Bagaimana bertahan hidup di dunia yang ganas tanpa harus mengikis rasa kemanusiaan. Bagaimana supaya tidak berperilaku layaknya binatang buas. Karenanya setting yang banyak di hutan terasa sangat representative. Dengan gempuran propaganda tadi, pesan yang ingin disampaikan menjadi bias dan tidak mencapai sasaran, karena penonton sudah muak duluan.
Film menjadi lebih menarik dikupas dari segi sosiologi. Masih ingat dong dengan yang pernah kita dapat di bangku sekolah. Bagaimana desa (komunitas) tercipta karena berkumpulnya individu-individu dengan persamaan tujuan, dan akhirnya membentuk lembaga/organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam Defiance, proses berkembangnya komunitas tadi sebenarnya sudah menjadi tontonan yang menarik, bahkan tanpa embel-embel kaum Yahudi sekalipun.
Melihat film ini juga kembali membangkitkan ingatan akan sejarah berdirinya Majapahit yang dimulai dari tempat bernama Hutan Tarik. Dari sebuah desa kecil, Majapahit menelma menjadi sebuah kerajaan besar dengan wilayah kekuasaan yang luas. Bukti bahwa Indonesi sebenarnya mempunyai sumber cerita yang amat kaya. Timbul pertanyaan, kira-kira apa jadinya ya kalau para kaum Yahudi tadi tidak bisa bertahan di dalam hutan dan pengikut Bielski tidak berkembang hingga mencapai jumlah lebih dari 1.000 orang? 3/5 (Sekali lagi, penilaian ini tidak didasarkan pada agresi Israel hehehe…)

5 komentar:

semuareview mengatakan...

setuju. terlalu propaganda yahudi sbg korban. (ini juga komentar di luar serbuan israel ke gaza). aku kayaknya pass deh, gak nonton film ini. mungkin valkyrie masih tertarik nonton.
btw, kok polingnya diclosed. takut dark night ngalahin slumdog millionaire ya... iya, sih selera orang emang rada2... :mrgreen:

Yusahrizal mengatakan...

Nonton valkyrie? manurut Rabbi yahudi yang merangkap pengamat film (hehehe...), ini film penuh propaganda untuk mema'afkan Nazi. Perang propaganda lewat jalur sinema :P

Aku jg pass, barusan nemu flight of the red balloon. Banyak kritikus ngasih bintang 4/4 buat film prancis ini. Ntar deh dibahas kalo udah nonton.

eiittss, beda orang beda selera dong (kecuali gilasinema mau bikin polling khusus buat penonton film serius. Yang nggak serius dilarang milih, hehehe...)

Anonim mengatakan...

sepertinya bukan tipe film yang mau gw tonton di akhir pekan.. not entertaining.. :)
-hawe69-

gilasinema mengatakan...

Itu pollingnya memang cuman buat satu minggu bang. Kemaren cuma uji coba fitur itu :)
Ntar deh aku kasih polling gak penting lainnya.

Propaganda paling ampuh memang lewat audio visual. Ingat dong kasus film G 30 S PKI? Kayaknya pemerintah sekarang kurang paham soal hal ini. Tapi banyaknya iklan politik tampaknya bisa dijadikan indikator mulai muncul kesadaran mereka. Semoga tidak hanya di sekitar pemilu saja yang banyak gak pentingnya.

Buruan diliat Flight of the red balloon bang. Kemaren-kemaren dah pengen ambil film ini tapi kok masih ragu-ragu. Ada beberapa yang menempatkan film ini sebagai film terbaik sepanjang tahun 2008

mahasiswa teladan mengatakan...

thanks infonya gun. kunjungi blog saya yahh

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket