Kamis, 25 Maret 2010

CLOSER TO HEAVEN (NAE SA-RANG NAE GYEOL-AE)

Kamis, 25 Maret 2010

“You might have the luxury to love freely, but everyday is hell for me”

Tanpa berpikir panjang, Lee Ji Su (Ha Ji-won ) yang bekerja di rumah pengurusan jenazah menerima lamaran teman lamanya, Baek Jong woo. Keduanya dipertemukan setelah sekian lama tidak bertemu saat ibu Baek Jong woo meninggal dunia. Lee Ji Su yang pernah dua kali gagal membina rumah tangga sungguh mengambil keputusan yang sangat berani, kalau tidak mau dibilang gegabah, mengingat Baek Jong woo mengidap penyakit yang menyerang tulang hingga perlahan lumpuh dan membuat penderitanya tidak bisa bertahan lama. Penyakit tersebut dikenal sebagai Lou Gehrig's disease. Lou Gehrig diambil dari nama seorang atlet baseball yang amat kondang di tahun 1920 hingga 1930-an yang pensiun setela menderita penyakit aneh yang melumpuhkan tubuhnya.. Kisah Lou Gehrig ini pernah difilmkan pada tahun 1942 dengan judul The Pride of the Yankees dengan Gary Cooper sebagai Lou Gehrig. The Pride of the Yankees berhasil menyabet 11 nominasi Oscar dan malangnya hanya membawa satu piala untuk kategori Editing Terbaik.


Kembali pada kisah Lee Ji Su dan Baek Jong woo. Tanpa dihadiri keluarga dan pemuka agama, keduanya menikahkan diri mereka sendiri di gereja dalam prosesi yang cukup unik dan mungkin terasa romantis bagi sebagian peonton. Lee Ji Su yang sebelumnya pernah gagal seakan menemukan obyek pelimpahan rasa cintanya yang melimpah. Lee Ji Su merasa hidup setelah sebelumnya banyak mencurahkan waktunya bersama mayat. Semangat Lee Ji su mampu menghadirkan kebahagiaan pada diri Baek Jong woo yang merasa tidak sendirian menjalani masa-masa sulit.


Seperti kebanyakan melodrama khas Korea, Closer to Heaven menghadirkan momen-momen romantis nan menghanyutkan yang sukses membangkitkan senyum serta tak lupa menghadirkan adegan-adegan menyentuh yang rasanya bakal dengan mudah membuat penontonnya menitikkan air mata. Apalagi film yang mengangkat kisah orang berpenyakitan seperti Baek Jong woo ini. Kisah cinta sejati berbalut penyakit senantiasa mengharukan. Ingat dong dengan Love Story. Masalahnya, tidak semua orang suka dengan tontonan yang terlalu sendu. Untuk penonton jenis ini, Closer to Heaven bisa menjadi sangat memuakkan dan menjemukan. Dan lagi, endingnya dapat dengan mudah ditebak.


Closer to Heaven sangat terbantu dengan penampilan dua bintangnya yang berhasil tampil bagus dan menghadirkan chemistry yang kuat. Tak heran keduanya menuai banyak pujian dan berhasil berjaya di salah satu movie award bergengsi di Korea, Blue Dragon Film Awards. Tahun 2009 tampaknya tahun yang bagus buat Ha Ji-won. Setelah sukses komersial lewat Haeundae, aktingnya mendapat pengakuan lewat Closer to Heaven ini. Bolehlah kalau disebut aktris yang sebelumnya sukses lewat Miracle on 1st Street, Sex is Zero dan seri TV Memories of Bali ini disamakan nasibnya dengan Sandra Bullock. Namun yang pantas mendapatkan applaus meriah adalah Kim Myung-min yang total dalam memerankan Baek Jong woo hingga rela menurunkan berat badan hingga 20 Kg. Aktor yang satu ini filmografinya belumlah banyak. Kalau tidak salah dia mulai dikenal lewat seri TV Beethoven Virus.


Seperti telah dikemukakan diatas, diajang Blue Dragon Film Awards 2009, film yang diarahkan dan naskahnya ditulis oleh Jin-pyo Park (sebelumnya menghentak lewat Voice of A Murderer) ini berhasil berjaya dikategori acting melibas Mother dan Thirst. Dan memang di sisi aktinglah keunggulan film ini. Cerita? Tidak terlalu istimewa, namun Closer To Heaven tetap sayang untuk dilewatkan terutama buat mereka penikmat kisah cinta romantis nan tragis (bingung?!). Paling tidak film ini mampu memberi inspirasi, selain soal keteguhan dan keikhlasan cinta juga membuat kita menerima diri kita dengan lebih positif. Bagi para mantan suaminya, Lee Ji Su adalah pembawa sial karena sering bersentuhan dengan mayat, namun bagi Baek Jong woo, sentuhan dan kasih sayang Lee Ji Su adalah SURGA. Ooooohhh….3,25/5

7 komentar:

fietha mengatakan...

wah.... typical film korea. Sendunya pasti dapet banget. hehehe

Satrio Nindyo Istiko mengatakan...

Apa?mengalahkan mother???*heboh

gilasinema mengatakan...

fietha : banget :D

@satrio : iya, di segi akting. Padahal kan si ibu di film Mother aktingnya sudah bagus banget ya.

delupher mengatakan...

sepertinya bakal nangis bombay nonton ini..hahaha..like this..saya lagi bermelankolis ria kayaknya cocok ni...

achmadmuchtar mengatakan...

Hai movie freaks, tilisan kamu bagus jadi pengen ngopy aku.....komen balik ya di
http://perfectmovies.wordpress.com/

Anonim mengatakan...

yg plg diinget pas adegan y cwo nglamar y cwe pke njulurin lidah y ad cincinnya. krn dah gak sanggup gerakkin bdn yg laen.

Nina Phantomhive mengatakan...

download ni film dimana ya...>.<

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket