Sabtu, 23 Januari 2010

RUNNING TURTLE ( GEOBUGI DALLINDA )

Sabtu, 23 Januari 2010

Meski seorang polisi, Jo Pil-seong (Kim Yoon-seok) bukanlah sosok yang disegani. Atasannya senantiasa meremehkan potensi dan kinerjanya. Dirumah, Jo Pil-seong tidak sanggup menghadapi istrinya yang tidak menghormatinya karena merasa tidak dnafkahi dengan cukup. Ditengah lilitan persoalan ekonomi, Jo Pil-seong harus menerima kenyataan pahit mendapat skorsing karena suatu hal. Ditengah himpitan tersebut, Jo Pil-seong menguras tabungan keluarga untuk ikut taruhan adu banteng.
Jo Pil-seong patut bergembira mengingat dia berhasil memenangkan taruhan dengan nominal yang cukup besar. Namun awan gelap tampaknya masih enggan meninggalkannya. Gara-gara perilaku temannya yang brengsek, Jo Pil-seong harus berhadapan dengan buron berbahaya, Song Gi-tae (Jung Kyung-ho). Persinggungan tersebut harusnya menjadi urusan pihak berwajib, namun selanjutnya menjadi urusan pribadi antar keduanya setelah Song Gi-tae merampas hasil kemenangan Jo Pil-seong dalam adu banteng.


Situasi tampaknya juga enggan berpihak pada Jo Pil-seong hingga dengan kemampuan bela dirinya yang dibawah standar, kesialan demi kesialan justru menghampirinya, hingga beberapa jarinya harus menjadi korban. Masalah yang dihadapi Jo Pil-seong tidak menjadi ringan ketika hadir pemuda yang begitu mengidolakan Song Gi-tae dan juga kehadiran dari kepolisian pusat. Jo Pil-seong yang harusnya mendapat dukungan penuh, justru malah dianggap menjadi penghalang. Untungnya, Jo Pil-seong didukung oleh teman-temannya yang loyal. Pada akhirnya semua harus diselesaikan di arena adu benteng yang dapat dijadikan sarana oleh Jo Pil-seong untuk mengembalikan kewibawaannya. Mampukah?


Pada saat perilisannya, Running Turtle ditonton lebih dari 3 juta orang. Jumlah penonton ini menempatkan Running Turtle sebagai film Korea terlaris nomer 5, mengalahkan Mother dan Thirst. Apa sih istimewanya film ini dibandingkan dua film tersebut? Dalam pandangan Gilasinema, Running Turtle terasa jauh lebih realis. Bahkan, kisahnya bisa saja terjadi di Indonesia. Kebetulan Gilasinema sering mendengarkan curhat istri seorang polisi, yang meski nasibnya tidak sama persis dengan Jo Pil-seong, namun paling tidak memberi gambaran kehidupan seorang polisi di dunia nyata, hingga Gilasinema bisa menerima dengan baik kisah yang dihadirkan dalam Running Turtle.


Kesan realis makin kuat dengan adegan aksi yang ditata sangat bersahaja tanpa balutan koreografi tarung yang mengundang decak kagum. Tokoh protagonis yang berkemampuan biasa saja, mempunyai peran kuat dalam menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan nyata. Namun, bagi mereka yang kurang terbiasa dengan film Korea, akan menilai Running Turtle sebagai sebuah tontonan yang serba tanggung. Susah juga memasukkan film ini dalam genre film tertentu. Dikatakan drama aksi rasanya kurang tepat mengingat adegan aksinya tidaklah spektakuler. Dimasukkannya beberapa lelucon, tidak lantas menjadikan film ini sebagai sebuah film komedi. Apalagi hadirnya beberapa humor pahit seperti ketika Jo Pil-seong mendapati pakaian dalam robek-robek yang dikenakan istrinya. Namun, sekali lagi, Gilasinema justru menganggap hal-hal tanggung tadi sebagai pondasi bagi kisahnya hingga terasa realistis.


Ada satu segi dalam film ini yang bagi Gilasinema terasa aneh namun unik, yaitu segi musik latarnya. Musiknya seakan tidak menyatu dengan adegan hingga terkesan kehadirannya bukan untuk menguatkan suatu adegan. Pokoknya aneh deh. Menjelang akhir, ada satu krtikan yang tampaknya ingin disampaikan oleh sutradara Lee Yeon-woo yang sekaligus merangkap sebagai penulis cerita, yaitu kurangnya perhatian terhadap para polisi, terutama bagi mereka yang berada di level bawah. Yang ada, mereka yang mempunyai posisi penting justru saling gontok-gontokan. Hmmm....tidak asing dengan hal ini? 3,75/5

4 komentar:

Raisya Elias mengatakan...

Hmm, bang Gila kayaknya lumayan sering ya ngereview film-film Korea? doyan yaa?? hehe

gilasinema mengatakan...

Doyan banget. Entah mengapa, meski sulit menghafal wajah dan nama para bintangnya, film Korea selalu menawarkan hal baru

Anonim mengatakan...

Kekekeke,
Film Korea emang bagus2
Sejauh yang kutonton sih,,

Endingnya agak maksa,
Masak udah loyo kayak gitu bisa bangkit tiba2....
Pokoknya seru nih film,,,

Best Recomended,
1. Private Eye [2009] seruuu abis, ga rugi nontonnya,
2. Madeo [2009]
3. The Host [2006]

gilasinema mengatakan...

Madeo dan The Host udah liat. Kalo Private Eye belum. Terima kasih banyak rekomendasinya.

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket