Kamis, 29 Oktober 2009

WORLD’S GREATEST DAD

Kamis, 29 Oktober 2009

I used to think the worst thing in life was to end up all alone. It's not. The worst thing in life is ending up with people who make you feel all alone.

Lama juga ya tidak menyaksikan penampilan dari Robin Williams, yang merupakan salah satu actor favorit di era 1990-an. Gilasinema hampir lupa kapan terakhir film yang dia bintangi rilis di pasaran. Terakhir ada RV, itupun tidak tertarik menontonnya. Disibukkan dengan persoalan kesehatan, tampaknya berpengaruh terhadap produktivitasnya di dunia sinema. Tahun ini dia merilis World’s Greatest Dad dan Old Dogs.
Di Worl’s Greatest Dad, Robin Williams mengulang perannya dalam Dead Poets Society, yakni sebagai guru bernama Lance Clayton. Pria paro baya ini seakan digariskan menjadi pecundang. Berpisah dari istrinya dia mengurusi anak semata wayang, Kyle (Daryl Sabara) dan mengajar di kelas yang terancam ditutup karena kekurangan peminat. Obsesinya sebagai penulis tidak berani dia realisasikan dan hanya dia tunjukkan pada ceweknya yang cakep, Claire (Alexie Gilmore), yang serba palsu.


Tantangan terbesar Lance justru dari anaknya, Kyle. Remaja tanggung ini benar-benar susah diatur. Mempunyai hobi berbicara kotor dan browsing situs porno sebagai “bahan” masturbasi, Kyle menjadi bencana bagi Lance. Tidak hanya di rumah, namun juga di sekolah yang membuat Lance makin kurang dipandang.
Hidup Lance berubah drastic ketika mendapati Kyle menemui ajal gara-gara masturbasi dengan tehnik yang memang berbahaya. Mungkin karena menjaga arwah anaknya supaya tidak malu, Lance yang awalnya terpukul hebat, memposisikan matinya Kyle layaknya bunuh diri yang “wajar”. Perubahan hidup Lance terjadi ketika catatan perpisahan dari Kyle yang aslinya dibuat oleh Lance beredar di luar.


Entah mengapa, sosok Kyle dielu-elukan oleh hampir seisi sekolah. Kyle layaknya selebritis yang meninggal di puncak karirnya. Hal ini ternyata berpengaruh terhadap jumlah siswa yang mengikuti kelas Lance. Melihat kecenderungan ini, Lance melihat peluang menerbitkan karya atas nama Kyle. Sekali lagi karya tersebut disambut gempita ketika dilempar dalam bentuk buku. Namun akankah Lance hidup nyaman dalam kebohongan? Dan akankah dia mendengarkan gugatan teman Kyle yang penasaran dengan kejadian sebenarnya?
World’s Greatest Dad bukanlah sebuah tontonan yang membuat nyaman. Jangan terkecoh dengan judulnya. Terus terang Gilasinema sendiri merasa kurang nyambung dengan judul tersebut. Ayah paling hebat didunia itu ayah yang bagaimana sih? Sutradara Bobcat Goldthwait ( pernah masuk Razzie Award tahun 1989 leawt film Hot to Trot ) seakan ingin menyajikan sebuah tontonan alternative yang menjungkir balikkan pakem. Dimatikannya Kyle ditengah film menjadi bukti hal tersebut. Mengejutkan. Dan hal ini dikuatkan dengan pengakuan jujur dari Lance di penghujung film.


Film ini juga seakan menyindir penerimaan orang banyak akan sebuah peristiwa tanpa melihat lebih dalam peristiwa tersebut. Masyarakat seperti dipaksa menerima mentah-mentah informasi yang disemburkan oleh media. Di tengah makin maraknya hoax, film ini menjadi sedikit relevan.
Robin Williams tampil dominant sepanjang durasi. Tak heran penampilannya terlihat paling menonjol. Dia merupakan salah satu sedikit actor yang bisa main bagus di genre komedi maupun drama. Masih ingat dong pencapaian actingnya di The Fisher King, Patch Adams, Mrs. Doubtfire atau Good Will Hunting. Dia tampak fasih memainkan karakter melas dan penuh ironi layaknya Lance dalam film ini. Robin Williams berusaha total menghidupkan karakter Lance hingga rela bugil frontal!


Namun, penampilan Daryl Sabara yang hanya menghiasi layar hanya separuh durasi cukup berhasil. Maksudnya, dia berhasil membangkitkan rasa sebal penonton terhadap karakternya hingga kematiannyapun tidak membangkitkan rasa sedih. Tidak terlihat sisi menggemaskan yang pernah dia tampilkan lewat Spy Kids. Penonton mana yang tidak ingin menampar mulutnya yang selalu tajam meski ayahnya berusaha bicara baik-baik. Perhatikan dialog dibawah ini :


Lance Clayton: Come on now, Kyle, you must be passionate about something.
Kyle: You wanna know what I like? I like looking at vaginas.

Kyle: Bruce Hornsby's a fag.
Lance Clayton: He's got kids Kyle.
Kyle: You have a kid. And you're a fag.


Ampun deh! Benar-benar anak durhaka. Sekedar informasi, Daryl Sabara mulai terlibat proyek-proyek menjanjikan. Tahun ini dia bakal tampil di 2 film yang diramalkan bakal laris manis, yakni A Christmas Carol dan It’s Complicated. Tahun depan dia bakal nimbrung di Machete dan John Carter of Mars. Kabarnya Spy Kids 4 juga bakal dibuat. 3/5

1 komentar:

mira mengatakan...

Daryl Sabara udah gede ya? huwaaa.. >,<

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket