Selasa, 02 Desember 2008

FESTIVAL FILM INDONESIAN 2008

Selasa, 02 Desember 2008


FFI datang lagi dengan semangat baru. Hal ini terlihat dari film – film yang masuk nominasi, meski di beberapa kategori terdapat kejutan seperti masuknya Pevita Pearce di Aktris Terbaik dan Rachmania di bagian Sutradara Terbaik. Kejutan terbesar mungkin adalah Ayat-Ayat Cinta yang hanya meraih 1 nominasi! Memang secara keseluruhan, film ini terkesan tidak utuh.Tanggung. Mungkin akan banyak penggemar film yang kecewa. Namun secara keseluruhan sih cukup puas dengan nama – nama yang masuk nominasi.
Fakta menarik adalah dari sekian banyak judul yang didaftarkan (kalau tidak salah 55 judul), hanya 13 judul film yang mendapatkan nominasi. Dapat disimpulkan persaingan belum seru, meski mungkin bakalan ketat.
Fakta juga bahwa di Indonesia masih langka film yang bagus, baik secara kualitas maupun secara kuantitas.
Berikut semacam sedikit prediksi akan hasil FFI 2008. Sebuah prediksi yang bodoh dan sia-sia karena belum melihat semua film yang masuk 

Film:
Dari lima film yang terpilih terus terang baru 2 film yang sudah dilihat yakni Claudia/Jasmine dan Fiksi sehingga belum tepat rasanya menetapkan pilihan. Ingin lihat May, keburu turun dari layar karena tidak ada yang menonton. 3 Doa 3 Cinta dan Under The Tree belum rilis. Hal yang aneh. Berpijak pada penyelenggaraan Academy Award yang salah satu syaratnya adalah film yang ikut kompetisi harus sudah diputar di bioskop meski di layar terbatas sekalipun dalam rentang waktu 1 Januari s/d 31 Desember. Itulah kenapa awal tahun merupakan musim award disana.
Lalu siapa kira-kira yang bakal membawa pulang kategori film terbaik? Claudia /Jasmine unggul dari segi penceritaan yang terjaga hingga enak dinikmati. Fiksi mantap berkat visual serta pemain pendukungnya yang ciamik. Kelemahan Fiksi terdapat pada eksekusi cerita yang kurang meyakinkan. Premis cerita 3 Doa 3 Cinta cukup menggoda dan film ini sudah mampir di festival film di luar negeri yang mungkin bisa menjadi nilai plus. May unggul di setting cerita yang berani. Under the Tree membawa nama besar Garin Nugroho. Tampaknya dikategori ini May, 3 Doa 3 Cinta dan Under the Tree akan bersaing dengan ketat, dan bisa jadi “pertempuran tersebut akan dimenangkan oleh MAY. Mengapa? Karena film ini memperoleh nominasi terbanyak (11 nominasi dari 12 kategori yang ada). Perhatikan di nominasi scenario asli. Idealnya sih cerita terbaik mendapatkan film terbaik juga. Under the tree disini kalah karena tidak ikut bersaing di kategori Cerita Asli.

Skenario Cerita Asli:
Sperti dikemukakan diatas film terbaik idealnya ceritanya juga terbaik. May diperkirakan akan menang juga di kategori ini. Kalau kalah? Tentu akan menjadi sebuah keanehan. Tapi kalao diperhatikan award-award-an yang cenderung bagi rata, bisa saja di kategori ini 3 Doa 3 Cinta berhasil mencuri kemenangan. Namun perkiraan terkuat tetap pada MAY.

Penyutradaraan:
Satu cowok dikeroyok 4 cewek. Tentu bukan pertarungan yang seimbang. Tapi jangan salah, karena cowok itu adalah Garin Nugroho. Sineas yang satu ini film-filmnya selalu dipuji (karena tidak tahu maksud filmnya sih, jadi ya cari aman dengan memujinya hehehe). Punya reputasi internasional dan lama tidak mendapatkan award dari dalam negeri. Upi dan Viva Westi bisa menjadi ancaman. tapi pilihan tetap pada GARIN NUGROHO meski aneh juga kalao filmnya tidak menang 

Pemeran Utama Pria:
Bertarung bintang-bintang muda. sayang sekali Ray Sahetapy tidak terpilih menjadi nominasi lewat aksi menawannya di Mengaku Rasul. Dari lima nama yang ada Aming, Nicholas Saputra dan Vino G. Bastian merupakan kandidat terkuat. Aming tampil bagus di Doa yang mengancam, meski belum konsisten dalam beberapa bagian. Vino G. Sebastian yang terlihat mantap di Radit dan Jani. Nicholas Saputra? Dia kan sudah pernah menang, jadi kecil kemungkinan dia akan menang (alasan yang bodoh hehehe). Mungkin lain kali, karena di FFI 2008 juri akan memihak kepada AMING.

Pemeran Utama Wanita:
Fahrani bagus. Ladya Cheryl sukses. Pevita Pearce mengejutkan meski kalau dipikir-pikir, masuknya dia dalam nominasi mungkin karena tidak ada pilihan lain. Jadi saya menjagokan AYU LAKSMI saja (wes gak nyambung blas)

Pemeran Pendukung Pria:
Dwi Sasono hanya pelengkap di Otomatis Romantis. Lukman sardi selalu berhasil berperan apa saja dan sepertinya spesialis peran pembantu. Oka Antara bisa jadi kambing hitam yang bisa mengejutkan. Tio Pakusadewo matang karena pengalaman. Yoga Pratama belum terlalu familier. Sepertinya LUKMAN SARDI bakal menang lagi. Tapi hati – hati dengan OKA ANTARA.

Pemeran Pendukung Wanita:
Ira Maya Sopha posrsinya terlalu sedikit dan masih lebih bagus penampilannya di Quickie Express, Aryani Kriegenburg Willems masih asing, Tuti Kirana kemungkinan bisa menjadi kandidat kuat. Tizza Radia mampu mebuat Claudia/Jasmine menjadi lebih segar dengan karakternya yang heboh, sedangkan Poppy Sovia porsinya di The Butterfly sebenarnya sudah setaraf Peran Utama mengingat porsinya yang sangat besar, dan kebetulan saya suka dengan aktingnya disitu. Agak sedikit kecewa dengan tidak masuknya Carissa Putri. Kali ini saya menjagokan POPPY SOVIA.

Tata Sinematografi:
Ical Tanjung lumayan mendapat pujian dimedia berkaitan dengan keberhasilannya menghadirkan suasana 1998. Kehadirannya juga memperkuat cerita Radit&Jani. Nayato memang top di segi teknis. Yunus Pasolang membuat Fiksi menjadi sebuah cerita rekaan yang cukup meyakinkan. Karena ICAL TANJUNG dinominasikan lewat dua film, maka kemungkinan dia untuk menang menjadi lebih besar, terutama lewat MAY.

Tata Artistik:
Film Garin Nugroho selau dinilai mempunyai nilai artistic yang lebih dibandingkan film Indonesia lainnya, jadi tidak mengherankan kalau nanti BUDI RIYANTO bakal menang.

Penyuntingan:
Terkesan dengan Yoga Krispatama yang membuat Claudia/Jasmine terasa sangat dinamis. Namun WAWAN I WIBOWO yang mungkin bakal menang.

Tata Musik:
Kayaknya KADEK SUARDANA dan WIWIK SOEDARNO bakal mengulang prestasi Opera Jawa dengan musik etniknya.

Tata Suara:
Untuk memperkuat kemenangan May, maka SATRIO BUDIONO yang bakal menang. (ini benar-benar sebuah prediksi yang BODOH)


Sekedar tambahan:
Kenapa tidak ada kategori Lagu Terbaik? Padahal kategori ini bakalan seru karena akan ada persaingan antara Melly, The Changcuters, Naif dan Iwan Fals. Sayang sekali.
Untuk kedepannya FFI mungkin bisa menambahkan ketegori Pendatang Baru Terbaik. Kategori ini penting untuk memacu munculnya bintang-bintang baru, sehingga tidak terjadi kebosanan karena yang main itu-itu terus.
Perlu gak sih ditambah dengan kategori Film Horor Terbaik atau Film Komedi (Seks) Terbaik? Mengingat kedua jenis film tersebut mempunyai jumlah penonton yang banyak, sehingga FFI bisa mengakomodasi keinginan banyak pihak. Dan mungkin akan mendorong produser untuk membuat Film Horor Terbaik atau Film Komedi (Seks) Terbaik yang lebih baik.

3 komentar:

elmo mengatakan...

hihi..nggak ngikutin yang beginian :D

Revilo mengatakan...

Sama, gw jg bingung kenapa 3 doa 3 cinta bisa ikut dalam nominasi, padahal belum tayang scr komersil di layar bioskop Indonesia..apa mungkin trik marketing mereka yah?
Taruhan seribu yuk, 3 doa 3 cinta pasti menang ffi tahun ini..

Cheers,
http://filmindonesia.blogsome.com/

haidinda mengatakan...

paragraf terakhir dalem tuh..
setuju aku..hueehue

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket