Selasa, 22 Juni 2010

THE WEDDING

Selasa, 22 Juni 2010

Bulan Juni – Juli tidak hanya disemarakkan dengan gempuran film-film heboh dan juga ditandai kesibukan anak sekolah menikmati liburan. Dua bulan ini biasanya juga diwarnai dengan banyaknya undangan menghadiri pesta pernikahan, terutama buat mereka yang berasal dari Jawa. Saya kurang tahu, kapan musim nikah di luar Jawa. Saking banyaknya undangan yang datang, sampai pusing rasanya mengatur pengeluaran. Apalagi buat mereka yang penghasilannya pas-pasan seperti saya. Blog Gilasinema selalu berusaha tidak ketinggalan momen, karenanya akan saya sajikan film – film yang ada kaitannya dengan pernikahan. Tidak kalah seru dengan film tentang sepak bola kok, dan mungkin buat yang mau nikah bisa mengambil inspirasi dari film-film yang bakal saya singgung. Sebelumnya perlu saya tegaskan, tulisan di bawah ini akan sangat dipaksakan (untuk nyambung).


Pernikahan itu umumnya diawali dengan pertemuan dua hati, namun adakalanya karena paksaan juga sih layaknya nasib si Siti Nurbaya. Namun, alangkah baiknya kalau pernikahan itu dilakukan ketika kita sudah matang secara finansial, umur dan emosional serta bukan karena hamil duluan (Married by Accident, Akibat Hamil Muda). Jodoh itu bisa ditemukan dimana saja dan kapan saja. Ada kalanya jodoh kita temukan setelah menghadiri 4 pernikahan dan 1 acara pemakaman (Four Weddings and A Funeral), atau karena adanya ikatan masa kecil yang terlalu kita anggap serius (Sweet Home Alabama). Tidak masalah sih kapan dan dimana kita bertemu jodoh asal kita bisa menekan ego, kebanggaan dan prasangka serta mau membuka hati (Bride and Prejudice).


Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya memastikan beberapa hal agar kesialan dan kekacauan bisa kita hindari. Selidiki secara mendalam apa sebenarnya pekerjaan dari orang yang akan kau pilih mendampingi hidupmu. Bahaya juga kan kalau ternyata dia itu seorang gangster (My Wife Is a Gangster). Sarankan pada calon pasanganmu untuk menyelesaikan semua masalah di masa lalu. Jangan sampai ketika kamu siap diikat dalam janji pernikahan, datang badai dari masa lalu yang celakanya bisa mencabut nyawamu (Kill Bill). Dan yang tak kalah penting adalah memastikan dia benar-benar lajang, hingga menyingkirkan kemungkinan munculnya orang yang mengaku sebagai istri/suaminya (Berbagi Suami) dengan diiringi lagu Tamu Tak Diundang-nya Iis Dahlia. Selain itu, tak ada salahnya memastikan adakah perselisihan antar orang tua (Mot Mallineun Gyeolhon / Unstoppable Marriage). O iya, khusus buat para cowok, pastikan calon pasangan kita tidak sedang diincar orang yang menggeluti klenik. Tidak lucu kan, saat nanti mau menikmati malam pertama, kita malah ”ditusuk” laba-laba hitam (Pernikahan Berdarah).


Kalau sudah mantap dengan seseorang, jangan lupa untuk mendekati keluarganya. Disini perlu kehatian-hatian, sikap waspada serta buka mata dan hati, agar tidak bernasib sial atau terkejut dengan perilaku keluarga pasangan (Meet the Parents, Meet the Focker). Buat para cowok, hati-hati menghadapi ayah yang begitu mencintai putrinya (Father of The Bride). Pastikan juga kamu mempunyai teman-teman bermain yang bisa mendukung pilihanmu, bukannya malah mengacaukannya dan memicu pertempuran antar kampung (Get Married). Dan ini nih yang paling penting, si dia sudah mantap apa belum melangkah ke jenjang pernikahan. Jangan sampai kita sudah siap melakukan akad nikah, si dia malah lari karena takut akan komitmen (Runaway Bride).


Motif melakukan pernikahan juga penting diketahui lho untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya. Jangan terpesona dengan daya trik seks yang kuat, terutama dengan orang yang baru pertama kali kita lihat (Original Sin). Pastikan pernikahan bukan berlandaskan untuk memenuhi ekpsektasi orang tua yang sangat berbeda dengan harapan kita. Gak seru dong ketika misalnya kita senengnya sama sesama jenis, tapi demi membahagiakan orang tua terpaksa menikahi lawan jenis (The Wedding Banquet). Ada juga yang terpaksa memenuhi lamaran karena terjebak dalam perjanjian yang menyudutkan (The Proposal, Ngebut Kawin). Masih untung kalau ternyata berjodoh, kalau tidak? Tapi ada juga sih yang menikah gara-gara kegilaaan sesaat, seperti mabok di Vegas (What Happens in Vegas).


Sebelum melangsungkan pernikahan, persiapan demi persiapan wajib dilakukan agar tidak terjadi kekacauan pas hari H nanti. Dan lagi, sebagai momen yang idealnya sekali seumur hidup, pasti ingin pernikahannya berjalan sempurna menurut ukuran masing-masing. Kalau mau gampang sih tinggal cari wedding organizer saja, tapi kalau bisa yang mengurusi jangan sampai menjadi ancaman karena pesona fisiknya bagi pasangan kita (The Wedding Planner). Perlu juga dipikirkan penyanyi yang bakal melantunkan lagu-lagu kenangan, dan kalau sang penyanyi terpikat dengan pegawai catering ya syukur alhamdulillah (The Wedding Singer). Yakinkan pengiring pengantin yang tepat. Jangan memilih orang yang pada hari yang sama menjadi pengiring pengantin di dua tempat yang berbeda (27 Dresses) atau pengiring pengantin yang justru mengajak pasanganmu melakukan tindak criminal (Best Man). Jangan lupa, komunikasikan tanggal pernikahanmu dengan sahabatmu biar tidak terjadi bentrok yang mengancam persahabatan kamu dengannya (Bride Wars). Pilih penghulu yang bener-bener waras dan mempunyai itikad baik menyatukan dua hati, jangan yang egois memikirkan eksistensi (Kawin Laris). Ingin pernikahanmu diliput media? Ikut perlombaan pernikahan terunik bisa dijadikan alternative. Tapi ingat, tetap harus berlandaskan cinta, jangan karena nafsu ingin menjadi pemenang justru malah mengacaukan segalanya (Confetti). Toh setiap pernikahan itu menyimpan keunikan masing-masing.


Siapa – siapa yang bakal diundang juga berpengaruh pada kesuksesan acara. Acara bakal meriah kalau teman-teman terbaik kamu bisa hadir, namun bisa terjadi sebaliknya kalau ada si usil terselip didalamnya (American Wedding). Perlu diwaspadai orang-orang tak dikenal yang menyusup hanya sekedar untuk menggasak hidangan dan mengincar tamu lain yang masih lajang, atau bahkan pasangan orang lain untuk diseret ke ranjang (Wedding Crasher). Pertimbangkan masak-masak sebelum mengundang mantan pacar calon suami/istrimu. Bisa jadi dia masih menyimpan rasa cinta dan malah mencoba mensabotase pasanganmu (My Best Friend’s Wedding). Dan jangan terkejut kalau ternyata mantan pasanganmu ternyata satu jenis kelamin (Kiss the Bride). Semua orang punya masa lalu bukan? Minta bantuan saudara atau teman untuk mengedarkan undangan, jangan malah minta bantuan mantan pacar yang membuatmu gamang akan pilihanmu sekarang (Hari Untuk Amanda).


Bachelor party? Hmmm…bukan kebiasaan orang sini sih, tapi tak ada salahnya kalau ingin menyelenggarakannya. Pesta bujangan ini bisanya berhubungan dengan keliaran yang diwarnai tarian telanjang dan mabuk – mabukan. Dua- duanya bisa menimbulkan masalah. Mabuk-mabukan dengan campuran zat terlarang bisa membuatmu babak belur ditinju Tyson, hampir di terkam harimau, mendapat “anugerah” bayi dan berurusan dengan mafia tengil (The Hangover). Jangan terlalu liar mencumbui perempuan yang hadir di pesta bujangan, karena akibatnya bisa berbahaya dan mengacaukan segalanya (Very Bad Things). Menyusuri perkebunan anggur bersama sahabat terbaik tampaknya lebih direkomendasikan, dengan syarat sahabatmu tidak melakukan hal-hal nakal (Sideways).


Akhirnya, setelah melalui proses panjang yang melelahkan, sampailah pada hari besar yang dinantikan. Saatnya semua orang berkumpul bersilaturahmi. Keluarga besar yang terkumpul bisa menghadirkan keceriaan, sekaligus kebingungan buat yang tidak terbiasa terperangkap dalam kemeriahan keluarga besar. Banyak prosesi yang harus dilakoni, tergantung dari budaya mana sang mempelai berasal. Pesta pernikahan bisa jadi kajian budaya yang menarik (My Big Fat Greek Wedding, Monsoon Wedding). Selain saat yang tepat untuk berkumpulnya seluruh anggota keluarga, pesta pernikahan bisa dijadikan ajang rekonsiliasi atas luka dimasa lalu (Rachel Getting Married, Margot at The Wedding). Namun, siap-siap saja akan kejutan demi kejutan, terutama rahasia masa lalu yang bisa membuat kamu limbung (Monsoon Wedding, After the Wedding). Namun, tak peduli apapun yang terjadi di selama pesta penikahan, kedua mempelai berhak mendapatkan perhatian penuh. Menjadi raja dan ratu sehari.


Sedikit saran buat perempuan berumur yang masih sendiri, mengajak male escort ke pernikahan saudara yang lebih muda bisa dipertimbangkan lho. Siapa tahu male escort tersebut justru merupakan jodoh kamu hehehehe…(The Wedding Date). Ketika orang tua masing-masing mempelai dipusingkan dengan kegiatan setelah pernikahan seperti membersihkan dan membereskan sisa – sisa pesta, Sang Pengantin menikmati status baru mereka dengan berlibur di sebuah tempat yang indah, namun bukan tidak mungkin tanpa kekacauan (Just Married). Kita doakan saja mereka tidak terjebak di sebuah pulau dimana sepasang pembunuh berantai berkeliaran mengincar pasangan-pasangan baru (The Perfect Gateway). Dan semoga pernikahan mereka menjadi jembatan sempurna untuk Happily Ever After layaknya dongeng (lama) Disney.


Pernikahan itu bukanlah hak istimewa orang-orang tertentu saja. Setiap makhluk berhak melakukan pernikahan yang mungkin terkesan ganjil dalam pandangan pihak lain namun justru manis romantis bagi mereka yang menjalaninya. Toh yang terpenting bukan pernikahannya, tapi bagaimana menjalankan “kontrak” sebaik mungkin. Tidak tertarik atau belum tertarik untuk mengikatkan diri? It’s OK. Semuanya dikembalikan pada pilihan masing-masing individu.

4 komentar:

Rijon mengatakan...

Sudah nonton "Efter Brylluppet"? Itu salah satu film tentang pernikahan yang paling kusuka.

gilasinema mengatakan...

Sudah, dan pernah ku review juga. Diantara film-film diatas aku paling suka Hari Untuk Amanda, Monsoon Wedding dan 4 Weddings and A Funeral

blackwhite mengatakan...

Nasehat buat diri sendiri ya bro... he he
met mbojo ya.. moga lulus menjalankan kontraknya

Anonim mengatakan...

selamat menempuh hidup baru sodara. lucu juga baca reviewmu tentang the wedding. apalagi alinea 3 dan 4. hmm...

Poskan Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket