Rabu, 24 Februari 2010

PAA

Rabu, 24 Februari 2010

Menyaksikan film – film rilisan tahun 2009 kemarin, Gilasinema jadi kepikiran, kenapa ya film tidak dimasukkan sebagai salah satu keajaiban dunia. Dalam film segalanya bisa terjadi. Bumi diluluh lantakkan dalam 2012, keindahan Pandora dalam Avatar, seorang gadis atuh cinta dengan makhluk-makhluk aneh di New Moon, kakek tua yang berkelana dengan balon bisa dilihat dalam Up, wajah Sophie Marceu dan Monica Belucci yang diobrak-abrik dalam Don’t Look Back dan masih banyak lagi. Paa menjadi salah satu bukti kalau film itu sebuah keajaiban. Bayangkan saja, dalam film ini Abhisek Bachchan berperan sebagai anak dari Abhisek Bachchan! Semua tahu kalau didunia nyata Abhisek Bachchan merupakan anak dari Amitabh Bachchan.
Paa berkisah tentang Auro (Amitabh Bachchan) seorang bocah berusia 12 tahun yang karena kelainan genetic bernama progeria mempunyai penampakan layaknya orang berumur 60 tahun. Meski secara fisik dibilang tidak normal menurut ukuran orang banyak, Auro cukup beruntung karena dikelilingi orang-orang yang bisa menerima dirinya apa adanya. Gara-gara sebuah insiden yang cukup lucu, Auro bertemu dengan Perdana Menteri Amol Arte (Abhishek Bachchan) yang masih muda dan idealis. Cakep lagi! (bangun tidur saja tetap terlihat cakep dan tidak terlihat leleran minyak diwajahnya). Sudah bisa ditebak, Pak Perdana Menteri ini adalah ayah kandung dari Auro. Kok bisa? Dulu waktu muda, ibu Auro (Vidya Balan) dan Amol Arte (Abhishek Bachchan) terlibat percintaan nan menggebu hingga tidak sempat pakai pengaman pada saat berhubungan badan. Amol Arte enggan meneruskan hubungan karena ingin fokus mengejar cita-citanya.


Idealnya, kisah selanjutnya bakal fokus pada bagaimana Auro mendekatkan diri pada Pak Perdana Menteri setelah tahu kenyataan yang sesungguhnya. Namun oleh R. Balakrishnan, kita sejenak diajak untuk melihat kiprah Amol Arte sebagai sosok politikus muda yang idealis ditengah persaingan antar politikus yang penuh kebusukan. Amol Arte ingin menunjukkan bahwa politik itu tidak semestinya menggunakan cara – cara kotor. Belum cukup, R. Balakrishnan juga menghujat peran media dalam membentuk citra politik. Setelah dirasa cukup, R. Balakrishnan kembali mengajak kita mengikuti kisah Auro dan Amol untuk kemudian diarahkan pada akhir kisah yang dramatis layaknya film Bolly kebanyakan.
Dibandingkan dengan The Curious Case of Benjamin Button dan Orphan, Paa sebenarnya mempunyai penjelasan yang lebih masuk akal soal kelainan genetik yang menimpa tokoh utamanya. Dengan kekuatannya ini, harusnya Paa bisa menjadi sebuah tontonan yang meyakinkan. Namun, dengan tagline ”A Very rare father – son, son – father story”, film ini tidak berusaha menceritakan bagaimana seorang penderita progeria bertahan hidup dengan intens dan lebih menitikberatkan pada hubungan Auro dengan Amol Arte. Hal ini memang diakui oleh R. Balakrishnan dalam sebuah wawancara, "My main aim was not to make a film on progeria. My main motive behind making ‘Paa’ was to reverse the roles of Amitabh and Abhishek”. Sebenarnya hal tersebut sah-sah saja kalau selipan kiprah politik dari Amol Arte tidaklah terlalu banyak. Sayang sekali.


Paa pada saat perilisannya disambut dengan amat sangat meriah. Tarian monyet yang ditunjukkan oleh Auro dalam film ini banyak ditiru oleh anak-anak. Diluar Bolly, Paa kalah tenar dengan 3 Idiots yang dirilis setelahnya. Di Indonesia sendiri, saat diputar disambut sepi oleh penonton. Daya tarik utama Paa tidak lain adalah performa Amitabh Bachchan yang dipuji para kritikus film Bolly sebagai penampilan Amitabh paling bagus sepanjang karirnya. Amitabh Bachchan dinilai berhasil memerankan bocah berumur 12 tahun ketika dirinya berusia 67 tahun! Lewat perannya ini, Amitabh banyak meraih penghargaan menyisihkan performa Aamir Khan (3 Idiots) dan Shahid Kapoor (Kaminey). Penampilan Vidya Balan juga patut dipuji. Sosok ibu yang sangat penyayang mampu dia perankan dengan bagus hingga tercipta chemistry yang kuat dengan Amitabh Bachchan. Aktris cantik ini sebelumnya dikenal lewat Cheeni Kum yang juga diarahkan R. Balakrishnan. Abhisek? Tidak terlalu istimewa, tapi buat para kaum hawa, penampilannya berbalut pakaian warna putih lumayanlah buat penyegar. Kehadiran Paresh Rawal benar-benar tidak penting.


Paa berhasil masuk Guinness Book Of World Records untuk film pertama yang menampilkan pertukaran peran ayah – anak, actor paling tua yang memerankan seorang bocah serta aktris berumur 31 tahun (Vidya Balan) yang melakonkan ibu dari anak yang diperankan actor berumur 67 tahun. Keajaiban pertukaran peran ayah-anak sangat terbantu dengan dukungan make-up dan efek visual yang rapi. Untuk urusan make-up, Amitabh Bachchan harus rela wajahnya “diobok-obok” minimal selama 4 jam, untuk kemudian diolah Gigital Imaging layaknya The Curious Case of Benjamin Button. Tampilan efek visual dalam Paa tidak terlepas dari pengawasan Christien Tinsley yang sebelumnya terlibat dalam pengerjaan efek visual film I Am Legend, selain terlibat dalam urusan make-up di film-film kondang seperti Nutty Professor II: The Klumps (2000), How the Grinch Stole Christmas (2000), Master and Commander: The Far Side of the World (2003), The Passion of the Christ (2004), Memoirs of a Geisha (2005), Letters from Iwo Jima (2006), No Country for Old Men (2007), The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford (2007) dan yang akan segera rilis, Jonah Hex. Paa juga menghadirkan opening credit yang cukup unik, yakni dbacakan oleh Jaya Bachchan. Jauh sebelumnya, tepatnya di tahun 1972, Amitabh Bachchan melakukan hal yang sama di film Bawarchi yang dibintangi Jaya Bachchan! Paa rencananya akan diikuti dengan Maa. Jaya Bachchan sedang dirayu R. Balakrishnan untuk berperan didalamnya. 3,5/5

20 komentar:

Anonim mengatakan...

asli bikin melting bangett.. top deh bwt make up sm visual efect nya.. T.O.P bgt dahh... :D

Anonim mengatakan...

keren banget bwt peran amitha bachchan,,
pesen ceritanya nyentuh bgt,, :)

Anonim mengatakan...

Suka banget sama ceritanya..
gak nyangka kalau yg jadi auro itu ternyata amitabh bachchan, cz beda bangett.. ^.^

Anonim mengatakan...

keren bgt,, gak nyangka pertukaran peran abhisek - amitabh bachan jadi aje gile kek gituu,,, awal nonton q kira yg jadi auro itu bener2 orang yg abnormal, tapi setelah film selesai,,q liat list actornya,, taaaraaaa,, kaget bgt,,, Amitabh
Bachan as Auro,, q langsung pegi ke TKP, ngorek2 filenya mbah google,, ternyata bener,,, haiiihh,,sukses buat bollyfilm,,,kerenn abisss

n4n4e imoed blog mengatakan...

SIP..SIP SIP...PESANNYA JUGA BAGOS BANGUETTTTT

Anonim mengatakan...

film nya sangat bagus untuk ditonton . :D

Anonim mengatakan...

filmny menyentuh bgt...
gg bisa d bayangin klau jadi Auro...

Anonim mengatakan...

soundtrackny gg da ea??

Anonim mengatakan...

Paa..Film Bollywood yg bnr2 hebat,p'tama kali nonton di SCTV b'kesan banget..langsung b'buru DVDnya,cari infonya di Google..aku t'kesan bgt sm aktingnya Vidya Balan,selain cantik aktingnya juga ok bgt..bravo untk Amitabh Bachchan & Abhishek Bachchan.

Anonim mengatakan...

Barusan nonton di sctv..
bagus bener acting nya Amitabh bachan..
Gak nyangka banget kalo itu dia..

Anonim mengatakan...

G da b0sen"nya n0ntn film paa,,, luph luph muach weh... I like this.. Sumpah bkin nangs

Anonim mengatakan...

Keren .. :))

romantika mayang mengatakan...

filmnya kerenn..

Anonim mengatakan...

gk nyangka bikin nanggis. top!

sii nounna onyonsyahrezaa mengatakan...

bener2 film nya the best baru kali ini nnton film sampe ksentuh bgt ! kalo bsa pgen trus diulang2 di tv swasta nya , pgen Amol Arte gantengggg bangetttttttttttttttttttttttt :*

Koko Santoso mengatakan...

Kerennnnnn abis

Koko Santoso mengatakan...

Kerennnnnn abis

Anonim mengatakan...

Gk nyangka kl auro ȋ̊†Ʊ amitabh bachan

Anonim mengatakan...

Gk nyangka kl te auro ȋ̊†Ʊ te amitabh bachan soep.....sLM Ǥoяoή†̥̥άLǑ..... ☺

Anonim mengatakan...

Salut bt Acting amita bachan,,,,jga trsntuh ma psan moral d dlamnya;ttg singgle mother yg tangguh,,,,,siiiip bget

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket