Sabtu, 13 Februari 2010

14 KISAH ROMANTIS

Sabtu, 13 Februari 2010

Setiap decade, dunia sinema selalu menghadirkan kisah romantis yang patut dikenang. Dari ratusan sinema romantis yang pernah Gilasinema tonton rilisan tahun 2000 s/d 2009, Gilasinema memilih 14 judul yang menurut Gilasinema pantas patut untuk dikenang. Judul – judul yang Gilasinema pilih, rasanya cukup mewakili aneka rupa romantisme. Sangat subyektif memang karena persepsi akan kata “romantis” bisa sangat berbeda pada masing-masing orang. Romantis bagiku belum tentu romantis bagimu. Dengan amat sangat menyesal sekali harus menyingkirkan Bridget Jones’s Diary. Film ini sangat romantis, namun rasanya film ini lebih menekankan pada isu penerimaan diri.


9 SONGS
Sah-sah saja banyak orang mencemooh 9 Songs sebagai sebuah tontonan amoral dan rendah, layaknya tontonan pemuas syahwat. Namun, bagi Gilasinema 9 Songs cukup berhasil memberikan gambaran romantisme anak manusia di dunia yang menjunjung tinggi gaya hidup hedon. Terus terang, Gilasinema menyukai keintiman yang ditunjukkan Kieran O'Brien dan Margo Stilley, kecuali yang pake ikat-ikat atau injak-injak. Kayaknya asyik bertelanjang ria bersama pasangan di setiap sudut rumah hehehehe….BEBAS.


(500) DAYS OF SUMMER
Richard McGonagle sebagai narrator boleh menegaskan film ini bukanlah sebuah “love story” yang diperkuat dengan endingnya yang tidak bisa dibilang happy ending. Namun, interaksi penuh keintiman antara Tom Hansen dan Summer Finn di hampir sepanjang durasi mampu menyeret penonton ke dalam sebuah dunia yang pekat dengan aura cinta. Siapa yang tidak ikut terbuai dengan adegan rumah – rumahan atau tarian ala Enchanted? Benar-benar penggambaran yang manis tentang hari – hari penuh cinta, hingga terasa memabukkan untuk membuat lupa salah satu konsekuensi dari jatuh cinta, yakni patah hati.


ADA APA DENGAN CINTA?
Rasanya film ini pantas dinobatkan sebagai salah satu film cinta terbaik yang pernah dibuat Indonesia. Pesona Rangga dan Cinta mampu memikat jutaan remaja, hingga banyak yang hafal dialognya. Film ini sukses mendekatkan puisi kepada remaja dan soundtracknya bakal tetap abadi. Adegan menengok ke belakang dan tarian Cinta beserta teman-temannya menjadi adegan-adegan yang bakal susah dilupakan. Film ini juga berani menghadirkan adegan ciuman bibir yang sebelumnya ditabukan dalam film remaja Indonesia.


AMELIE
Tidak sepenuhnya tepat disebut sebagai sebuah film romantis, mengingat porsi kisah cinta Amélie yang tidak begitu banyak. Namun bagaimana Amélie menjalani kehidupan yang penuh warna sungguh menghadirkan romantisme tersendiri. Bagaimana dia mempunyai pengaruh terhadap orang – orang disekitarnya dan cintanya yang malu-malu pada pria bernama Nino, sukses membangkitkan harapan penonton demi hidup yang lebih indah bagi Amélie. Peran Yann Tiersen sangat tidak pantas diacuhkan, karena dengan musik olahannya, emosi penonton bisa terikat dan terbangun dengan kuat.


DEFINITELY, MAYBE
Cinta itu memang misteri, kita tidak pernah tahu pada siapa dan kapan akan melabuhkan hati. Definitely, Maybe mengemas ide ini dengan baik hingga membuat penonton gemas, terutama di paruh akhir, namun dibuat tersenyum lega pada akhirnya. Ada sedikit persamaan dengan (500) Days of Summer, selain sama- sama ada tokoh Summer yang membuat sang cowok mengalami patah hati, juga proses penerimaan akan kegagalan dalam menemukan cinta sejati.


ETERNAL SUNSHINE OF THE SPOTLESS MIND
Cinta dan kenangan menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Apalah artinya kisah cinta kalau kisah itu tidak meninggalkan kesan yang menjadi kenangan. Kekuatan cinta bisa diukur dari seberapa kuat sebuah kenangan membekas dalam ingatan. Lewat Eternal Sunshine of the Spotless Mind, Michel Gondry dan Charlie Kaufman membuktikan kisah cinta bisa menjadi sebuah santapan sedap, cerdas sekaligus menyehatkan.


LOVE ACTUALLY
Film yang paling ambisius dalam memaparkan rupa – rupa cinta dan hebatnya cukup berhasil. Banyak film yang mencoba pendekatan serupa, namun rasanya belum ada yang mampu mendekati keberhasilan Richard Curtis dalam menghadirkan kisah cinta penuh warna, inspiratif sekaligus adiktif.


MY SASSY GIRL
Kisah cinta dua insan dengan karakter yang bertolak belakang selalu asyik buat dinikmati, apalagi kalau menghadirkan chemistry yang kuat. Untuk urusan kisah cinta seperti ini, rasanya film Korea lebih unggul dibandingkan dengan film dari Negara lain. Lihat saja drama seri Korea yang memperoleh rating tinggi seperti Coffee Prince atau Brilliant Legacy (Shining Inheritance). Kisah kocak nan romantis yang hadir di My Sassy Girl mampu memikat banyak hati. Tak heran Holly dan Bolly tertarik membuat ulang kisah cinta Gyeon-woo (Cha Tae-Hyun dan the Girl (Jun Ji-hyun). Jangan lupa, lagu I Believe tetap enak didengar sampai sekarang.


ONCE
Sebuah hubungan platonis kadang terasa jauh lebih romantis ketimbang hubungan percintaan dengan bumbu sentuhan fisik. Apa yang dihadirkan dalam Once menjadi gambaran yang pas akan sebuah hubungan yang dewasa, Tidak ada ekspresi yang menggebu-gebu dan menyadari batas yang ada sebagai wujud saling menjaga, menghormati dan menghargai satu sama lain. Hubungan yang menggemaskan ini, kiranya akan lebih membekas di hati. Balutan lagu-lagunya yang ok mampu membuat kita terhanyut. Film sederhana namun menghadirkan chemistry yang sangat kuat dari Glen Hansard dan Markéta Irglová.


THE PRINCESS AND THE FROG
Setelah sekian lama disuguhi animasi 3D, romantisme kalsik ala Disney kembali hadir lewat The Princess and the Frog. Naskahnya cukup segar dengan merekonstruksi dongeng Pangeran Katak dan makin segar dengan balutan musik jazz swing olahan Randy Newman. Lewat film ini, kita ditunjukkan kalau romantisme bisa hadir dalam wujud apapun. Romantisme tidak hanya milik mereka yang mempunyai tampilan menawan, makhluk sejelek apapun layak untuk dibuatkan kisah romantis.


SAATHIYA
Bollywood gudangnya kisah cinta penuh haru biru dan sering kali terlihat norak. Dari banyaknya kisah cinta yang ditawarkan Bolly, Saathiya meninggalkan kesan mendalam bagi Gilasinema. Kisahnya cukup realistis dan sukses membuat emosi penonton naik turun. Saathiya menghadirkan chemistry yang meyakinkan antara Rani Mukerji dengan Vivek Oberoi. Balutan musik olahan A. R. Rahman, seperti biasa membuat film semakin memikat.


SERENDIPITY
Salah satu kisah cinta favorit Gilasinema sepanjang masa. Buat mereka yang tidak suka dengan fairy tale, Serendipity bakal menjadi sebuah tontonan yang memuakkan. Namun, adakalanya untuk sejenak, kita lari dari realita dan memasuki dunia penuh reka. Toh, Serendipity mengkombinasikan dengan adil antara takdir dengan usaha. Adegan lift menjadi alah satu adegan yang mendebarkan bagi Gilasinema. Dan meski sudah tahu bagaimana kisah akan berakhir, Gilasinema tetap saja dibuat berdebar menunggu kedua tokoh utama bersatu di penghujung film.


TALK TO HER
Kerelaan Benigno Martín (Javier Cámara) dan Marco Zuluaga (Darío Grandinetti) untuk senantiasa menunggui dan tidak segan mengajak “berdialog” perempuan yang mereka puja, sungguh sebuah perwujudan cinta yang manis, hingga pada akhirnya berubah menjadi pahit karena terlalu manis. Film ini mengajak kita untuk lebih komunikatif dengan pasangan. Bicralah, sebelum semuany terlambat.


WALL•E
Selain berkisah tentang lingkungan dan humanisme, Wall – E dibumbui dengan kisah cinta yang amat menggugah. Robot dalam film ini digambarkan bak manusia yang merupakan makhluk social yang membutuhkan manusia/robot lain. Lihat saja usaha keras dari Wall – E untuk selalu berada di sisi Eve, hingga tak gentar menghadapi berbagai rintangan. Sangat inspiratif. Bahkan robot yang sangat terprogram seperti Eve, pada akhirnya luluh. Wall – E dan Eve menghadirkan chemistry kuat. So romantic!

14 komentar:

esyukay mengatakan...

tak ada wicker park? *keciwi

Gilasinema mengatakan...

Aku lebih suka versi aslinya, L'Apartment

pepito mengatakan...

hahay, rata2 sama list-nya kang.
aku suka the princess and the frog pas bagian ray akhirnya jadi bintang itu.. uhuk agak nangis pas scene itu :)

gilasinema mengatakan...

@pepito : wah...kemana saja nih, lama gak eksis. Iya, puncak tangisnya memang pas bagian itu. Untung ada buaya kocak itu yang mencairkan suasana.

movietard mengatakan...

nice list! cuman belum nonton beberapa film diatas seperti 9 songs dan Talk To Her
ttg 9 Songs, kok saya malah kepikiran The Dreamers ya?
yg actually, it's a nice movie about cinephile ;)

gilasinema mengatakan...

9 Songs lebih parah dari The Dreamers dan gak beda ma bokep. Cuman karena yang menggarap Michael Winntterbottom (salah nih kayaknya nulisnya hehehehe...) bisa nembus Cannes

iin mengatakan...

waaaoww asik asik.. ada Love actually dan Serendipity. 9 Songs itu saya tntn tanpa subtitle jadi agak nggak ngerti ama dialog2 mereka (plus bener banget ini mah semi bokep hwahaha)

kok The Notebook nggak masuk? atau A Walk to Remember? hihihi ;D

gilasinema mengatakan...

Kalo listnya 20 judul, The Notebook pasti masuk kok.

yusahrizal mengatakan...

The Princess and the frog? Hmmm.... Kalau aku mendingan diganti dgn film lain. film jadul sih tp kisah cintanya tak terlupakan sepanjang masa, apalagi ditambah sama soundtracknya yg masuk tembang sepanjang masa.
Love Story (Ryan O'Neal x Ali McGraw)

gilasinema mengatakan...

The Princess and the Frog sengaja kupilih karena menunjukkan percintaan tanpa memandang wujud. Kalo Love Story Filmnya dah lama banget dan aku udah agak-agak lupa sama aura romantisnya hehehehe...

Anonim mengatakan...

A Walk To Remember kok gak masuk,ya..?
atau Titanic..?
hahah.. :D

Anonim mengatakan...

dear jhon ga' dimasukin yah? romantis sih wlaupun sad ending..

Anonim mengatakan...

A walk to remember => most romantic movie
simple
n gives a deep impression.. ^_^

Film Yang Romantis mengatakan...

Yeah... AADC masuk bagus deh. :D

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket