Senin, 30 November 2009

MARY AND MAX

Senin, 30 November 2009
God gave us relatives…that God we can choose our Friends.


Pada tahun 2003, Adam Elliot berhasil meraih Oscar untuk Kategori Film Animasi Pendek lewat judul Harvey Krumpet. Mary and Max merupakan proyek panjangnya yang pertama sutradara dari Australia ini, dan setelah menyaksikannya, Gilasinema menempatkan film ini sebagai film animasi terbaik tahun ini selain Coraline. Dengan label “based on a true story”, Mary and Max menjanjikan tontonan animasi yang berbeda dibandingkan film animasi yang Gilasinema saksikan sebelumnya.


Tak ada yang menyangka dua orang yang tinggal di benua berbeda, Mary di Melbourne dan Max di New York, mempunyai pengaruh besar satu sama lain. Apalagi, keduanya mempunyai rentang usia yang jauh. Pertemanan dua orang tersebut juga diawali dengan ketidaksengajaan. Selama lebih 20 tahun, Mary dan Max terhubung lewat tulisan dan belum sekalipun bertemu meski keduanya saling bertukar foto.
Keduanya mempunyai beberapa kesamaan, yakni sama-sama kesepian, pecinta coklat dan menyukai seri TV The Noblets. Berawal dari cerita remeh, seperti makanan kesukaan, hubungan keduanya makin intens dan menyebabkan saling ketergantungan satu sama lain. Hubungan keduanya bukannya tidak mengalami naik turun, apalagi dengan Syndrome Asperger yang melekat pada Max.


Hubungan Mary dan Max mengalami titik terendah ketika Max merasa dirinya dimanfaatkan oleh Mary. Pada fase ini, Mary sampai terpuruk dan ditinggalkan oleh semuanya, namun kembali bangkit ketika Max membuka pintu maaf. Setelah melewati masa “penyembuhan”, Mary memutuskan untuk menemui Max dengan membawa anaknya. Akankah keduanya pada akhirnya bisa bertemu?


Dengan durasi hamper 90 menit, Mary and Max menyajikan gambar dan dialog yang amat padat. Setiap adegan terasa penting, hingga menarik untuk diulas. Adam Elliot terlihat sangat mendewakan detail. Lihat saja gambaran New York yang berbeda ketika Mary beranjak dewasa. Pemilihan warna tanah (abu-abu dan coklat) yang dominan dengan selipan warna merah menghadirkan kesan artistik yang kuat, selain dimaksudkan untuk memperkuat karakterisasi.
Meski mengisahkan hubungan pria dewasa dengan anak belia, jangan bayangkan rangkaian dialog penuh petuah bijak. Max yang cenderung kaku dan sinis seringkali melontarkan dialog-dialog yang rasanya terlalu vulgar dan kurang bijak untuk anak kecil, belum lagi kebiasaannya kentut sembarang tempat.


Max Jerry Horovitz: Unfortunately, in America, babies are not found in cola cans. I asked my mother when I was four and she said they came from eggs laid by rabbis. If you aren't Jewish, they're laid by Catholic nuns. If you're an atheist, they're laid by dirty, lonely prostitutes.


Dari informasi yang Gilasinema baca, Mary and Max kebanyakan diberi rating PG atau G di beberapa Negara. Suatu hal yang mengherankan mengingat isi dari Mary and Max rasanya terlalu “kasar” untuk anak belia. Selain beberapa dialog dan adegan yang lumayan provokatif, seperti adegan bunuh diri. Belum lagi beberapa adegan yang lumayan sadis, seperti matinya seseorang karena tertimpa AC atau ikan yang masuk ke pembakar roti. Tampilan fisik tokoh-tokohnya juga kurang menarik untuk mata penonton belia.


Mary and Max berkisah seputar pertemanan. Pertemanan yang tulus tanpa memandang usia, jenis kelamin, budaya dan lain sebagainya. Sometimes perfect strangers make the best friends. Pertemanan itu bisa terjalin karena beberapa hal. Selain persamaan, pertemanan juga bisa terjalin karena adanya kepercayaan yang merupakan wujud dari rasa saling mengasihi. Namun, sebelum kita mengasihi orang lain, ada baiknya LOVE YOURSELF FIRST.
Dibalik persolan pertemanan tadi, Gilasinema menangkap satu ide besar yang ingin disampaikan oleh Adam Elliot, yakni atas kuasa Tuhan semuanya bisa terjadi. Seperti pepatah orang bijak, kita hanya bisa berencana, namun Tuhan jualah yang menentukan segalanya. Banyak sekali adegan dalam Mary and Max yang mengesankan pesan besar tadi.


Barisan pengisi suara yang hebat makin membuat Mary and Max memiliki jiwa yang kuat. Apresiasi lebih patut diberikan pada Philip Seymour Hoffman yang mengisi suara Max serta Barry Humpreys sebagai narrator. Mary and Max dikerjakan lebih dari 57 minggu dengan menggunakan 133 set yang berbeda. Tak kurang 212 boneka dan 475 miniatur property dibuat. Hasilnya? Film yang wajib tonton dan lebih bagus ketimbang Up. 4,25/5

9 komentar:

Anonim mengatakan...

enggak banyak film animasi yg muatannya pesan sosial yg aplikatif. kebanyakan cuma pesan moral yg utopis. mary and max membawa kita dekat dgn kehidupan sehari2, dan lebih2 lagi menjadikan lebih mencintai kehidupan yg kita punya, seburuk apapun itu. 9.1 of 10.

Stanley

gilasinema mengatakan...

Yup...SETUJU!!!

adithiarangga mengatakan...

best animation of the year...

perpaduan antara kisahnya yang emosional dan visualnya yang artistik, disempurnakan dengan tutur cerita yang tidak membosankan, bahkan menarik dari awal sampai akhir...

gw sampe lupa klo ini adalah animasi...
kisahnya sungguh real...

GILASINEMA mengatakan...

Wah..ternyata pada suka ma film ini.Setuju banget kalo film ini ditasbihkan sebagai best animation of the year.

Powerrangga mengatakan...

Makasih ya udah ngebahas,coz jujur baru tau nih film dari blog ini.Nih film bener2 baguusss! pesannya nyentuh banget.Sayang ajah filmnya kurang dipublikasiin,jadi gak banyak yang tau tentang nih film

Anonim mengatakan...

film yg amat berat (^_^; menurutq)...
g layak buat ditonton ma anak2.....
selama nonton kaya kejatuhan batu besar....berat....palagi kondisi psikologi max.....d satu sisi mengingatknq untuk g berpikir linier....tapi d sisi lain bikin mumet jg.....
ending yg.......hhhhhhhh.....nyesek plus bikin tersenyum lega.....finally....mary bs ketemu max....

Twee.Out.Loud mengatakan...

barusan ntn selesai...bagus...beneran tone warnanya itu penting banget...trus gmn mereka slg membantu pdhl beda umurnya jauh. loves this film.. n gak bs dicompare ma up lah....1) clay takes more effort... 2)UP n Mary and Max materialnya beda... UP untuk anak2 menurut gw udah kasih tolok ukur tersendiri untuk cerita anak2...klo Mary and Max emang gak bs buat anak2 :)

Anonim mengatakan...

filmnya unik

Unknown mengatakan...

Baru nonton film ini sekarang. Hehe awalnya sih aku under estimate sm nih film krn kurang suka kalo animasi gk bnyk warna. Tp krn filmx berbobot (menurutku) bnyk pesan sosial dan filmx yg sngt detail, aku jd sukaa šŸ˜Š

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket