Sabtu, 21 November 2009

SHORT MOVIE REVIEW : PANDORUM, PARANORMAL ACTIVITY & ASSASSINATION OF A HIGH SCHOOL PRESIDENT

Sabtu, 21 November 2009
PANDORUM


Tertarik filmnya gara-gara teaser posternya yang seakan menyajikan adegan-adegan mengerikan. Tapi ternyata Pandorum tidaklah se-mengerikan seperti yang dibayangkan Gilasinema, meski tetap menghadirkan ketegangan yang cukup. Para makhluk jahatnya yang cepat dan kuat membuat tensi film menjadi lebih tinggi, apalagi dibalut aura gelap hampir sepanjang durasi.
Gilasinema sedikit terganggu dengan beberapa adegan yang menurut Gilasinema lumayan jorok, hingga para pemerannya kurang sedap dipandang. Sempat kurang begitu paham dengan arah cerita, namun setelah mencoba berpikir keras dengan daya nalar yang tebatas, menjadi agak lebih paham.


Pandorum seakan meneruskan kutukan yang menimpa Dennis Quaid yang tak henti dirundung kemalangan dengan jebloknya film yang dia bintangi. GI JOE sekalipun untuk peredaran domestic sebenarnya kurang menguntungkan, dan tertutup dengan peredaran internasional. Ben Foster tampil lumayan bagus dalam Pandorum ini, dan karakternya sangat tahan banting. Beberapa kali dia terlempar dan terbanting, namun tetap bisa gagah berdiri. 2,5/5

PARANORMAL ACTIVITY


Paranormal Activity sekali lagi membuktikan bahwa dengan strategi dagang yang tepat, jualan kita akan lebih mudah dan lebih banyak untuk dijual. Dengan cerdiknya, produser film ini “bersenjatakan” testimony dari sutradara kondang, Steven Spielberg, untuk menjual film yang disebut sebagai film paling seram sepanjang masa. Siapa sih yang tidak percaya pada komentar sutradara dengan reputasi hebat. Mengabaikan fakta, filmnya selesai diproduksi sejak 2007.
Selanjutnya, dengan cerdiknya, Paranormal Activity diputar di kota dimana banyak bermukim para pelajar. Film-film model begini memang paling mudah menggaet penonton belia untuk kemudian tersebar lewat mulut atau jejaring sosial di dunia maya. Selanjutnya, Paranormal Activity melenggang mulus untuk menjadi film indie paling menguntungkan sepanjang sejarah.


Namun layakkah mendapat gelar paling seram? ABSOLUTELY NOT! Gilasinema sendiri dibuat sebal dengan dua pemeran utamanya, terutama si cewek, yang cenderung banyak mengeluh tetapi mengabaikan bantuan dari si cowok. Si cowok juga sepertinya belum pernah dilempar kamera.
Paranormal Activity sebenarnya berpotensi menjadi tontonan yang lebih seram. Beberapa momen berpotensi menghadirkan kejutan, seperti ketika si cowok naik ke loteng. Namun sutradara Oren Peli menyajikan momen ini tanpa kejutan. Melihat film ini, Gilasinema jadi kepikiran untuk membuat versi Indonesia, yang tentu saja akan menampilkan lebih banyak penampakan hehehe..... Endingnya sih menurut Gilasinema, memang lebih oke dengan ...... di ......, bukannya mati di tembak polisi yang merupakan versi asli.
Melihat film ini juga terus terang membangkitkan otak porno Gilasinema. Daripada menyajikan adegan tidur yang terlalu dominan, mbok ya diselipi sedikit sex scene. Tidur bareng selama berhari-hari kok kayaknya gak ada aktivitas seksual sama sekali. Coba mereka making love, setannya pasti malu buat ganggu-ganggu. Dan selain scary tape, kita juga disuguhi sex tape hehehe....3/5

ASSASSINATION OF A HIGH SCHOOL PRESIDENT


Film ini menurut Gilasinema merupakan perpaduan dari Election dengan Cruel Intentions. Setelah banyak digempur dengan film-film remaja dengan tema cinta dan horror, hadirnya Assassination of a High School President yang bernuansa politik, memberikan kesegaran tersendiri. Bolehlah film ini disebut sebagai All the President’s Men versi High Schoool.
Film yang diarahkan oleh Brett Simon ini cukup enak dinikmati, meski naskah tulisan Tim Calpin dan Kevin Jakubowski menyimpan beberapa petunjuk penting hingga penonton kesulitan untuk menebak apa yang sebenarnya terjadi meski dapat dengan mudah menebak siapa pelakunya. Film ini juga ditingkahi lagu-lagu yang enak dikuping, seperti Oh La la –nya Goldfrapp.


Reece Thompson tampil lumayan sebagai wartawan amatir yang lugu dan bodoh. Mischa Barton tampil cantik dan dengan rela memamerkan bagian atas tubuhnya pada salah satu adegan, meski sebenarnya tampilannya terlalu tua untuk seorang murid SMA. Bruce Willis tampil komikal dan bermulut kotor. Paling senang ketika dia mengucapkan dialog yang memparodikan perannya dalam The Sixth Sense, “You think I don’t see Cipriato behind me jerking off right now?He’s a dead man. I’ll deal with him.
Sayang film ini batal dirilis di bioskop gara-gara produsernya bangkrut. 3/5
 
GILA SINEMA. Design by Pocket