Sabtu, 07 November 2009

AWAY WE GO

Sabtu, 07 November 2009

Jaman sekarang, makin susah saja mencarai apa yang namanya rumah dalam artian yang sebenarnya. Tempat dimana tidak menjadi sekedar tempat transit para penghuninya. Tempat pertama dimana anak mendapatkan afeksi, proteksi dan edukasi. Verona (Maya Rudolph) dan Burt (John Krasinski) pasangan usia 30-an yang lama berkumpul tapi enggan menikah, ” 'What's the point?' begitu sanggah Verona, memutuskan untuk melakukan road trip sekaligus mencarikan tempat yang nyaman untuk membesarkan anak yang sedang bersemayam dalam perut Verona.


Sejak awal, kita melihat dua orang ini mempunyai karakter yang berbeda. Kalau Verona cenderung kalem, Burt lebih slebor dan kekanak-kanakan. Hal ini mungkin disebabkan latar belakang yang berbeda. Verona sudah ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya di usia awal 20 – an, sedangkan Burt dibesarkan oleh orang tua yang cenderung santai menyikapi hidup.
Tujuan pertama mereka adalah ke Phoenix. Disini mereka bertemu relasi lama dengan perilaku yang vulgar meski didepan anak sendiri, Lily (Allison Janney) dan Lowell (Jim Gaffigan). Tucson menjadi kota kedua yang mereka singgahi. Di kota ini, Verona menemui adiknya, Grace (Carmen Ejogo) setelah sekian lama. Pasangan aneh Ellen/LN (Maggie Gyllenhaal) dan Roderick (Josh Hamilton) harus mereka temui dan terjadi friksi kecil.


Perjalanan tersebut akhirnya menembus Kanada, tepatnya di Montreal. Disini mereka bertemu dengan teman main semasa kuliah, Tom (Chris Messina) and Munch Garrett (Melanie Lynskey). Burt dan Verona sebenarnya memutuskan Montreal sebagai tempat yang layak untuk ditinggali, namun panggilan darurat dari kakak Burt, Courtney (Paul Schneider). Akhirnya mereka terbang ke Miami. Di tempat inilah akhirnya mereka menyadari satu tempat yang paling layak untuk membangun keluarga impian mereka.


Secara mengejutkan, Away We Go merupakan tontonan yang memikat dan enak dinikmati, meski minim konflik. Tone-nya mengingatkan pada Once. Apalagi musik minimalis nan membuai garapan Alexi Murdoch menguatkan kesan itu. Semakin mengejutkan ketika kita tahu Sam Mendes berperan sebagai sutradara. Mendengar nama yang satu ini, langsung terbayang sajian cerita gambar yang nyinyir sekaligus kelam. Lihat saja American Beauty atau Revolutionary Road. Namun ternyata Away We Go jauh dari kesan nyinyir dan kelam tadi.
Bisa dibilang, Away We Go menjadi karya paling positif dari Sam Mendes, dan juga paling segar. Kesegaran hadir lewat dialog-dialog lugas dan mungkin sedikit vulgar, namun tidak murahan, hasil olahan duo Dave Eggers dan Vendela Vida. Kesegaran dan kelucuan sudah terendus sejak layar dibuka yang menurut Gilasinema menjadi salah satu adegan pembuka terbaik tahun ini.


Meski ”berkhianat” dari style yang sering dia hadirkan, ada satu ciri yang tidak (bisa) diacuhkan dari film karya Sam Mendes, yakni tampilan visual yang cantik. Dibantu oleh Ellen Kuras sebagai cinematographer, Sam Mendes konsisten menghadirkan gambar-gambar yang sedap di mata. Tempat yang dipilih Burt dan Verona benar-benar tempat impian. Gilasinema juga terkesan dengan hasil kerja John Dunn sebagai penata kostum, terutama untuk yang dipakai oleh Verona.
Selain piawai mengolah gambar, Sam Mendes juga dikenal sebagai sutradara yang mampu memancing kemampuan terbaik dari para pemerannya. Dalam Away We Go, para cast-nya mampu melakoni perannya dengan baik, terutama John Krasinski dan Maya Rudolph yang mampu menampilkan chemistry yang meyakinkan. Para pendukung lainnya juga tidak mengecewakan. Jangan lewatkan penampilan Allison Janney yang vulgar dan Maggie Gyllenhaal yang menjurus komikal.


Semua kekuatan di atas bermuara pada sinergi yang padu dari duo penulisnya yakni Dave Eggers & Vendela Vida. Dua orang ini berhasil menyajikan dialog-dialog yang lincah mengalir, dan kadang sedikit nakal. Mengingatkan pada Juno memang, namun tema besar yang diusungnya sungguh merupakan anti tesis dari isu yang diusung dalam Juno. Jauuuh lebih mature.Sekedar tambahan, Dave eggers kemaren sempat membantu penulisan naskah Where the Wild Things Are.
Away We Go mengusung kisah tentang pencarian. Selain pencarian tempat yang layak, juga pencarian demi memantapkan Burt dan Verona memasuki peran baru yang akan melekat pada mereka, sebagai orang tua. Dalam perjalanan tersebut, mereka menemui dan belajar banyak hal, terutama dalam membesarkan anak. Burt sempat galau, hingga Verona menenangkannya dengan
“all we can do is be good for this one baby”.


Ya, salah satu peran kita dalam menciptakan dunia yang lebih baik adalah dengan membesarkan anak kita, anak kandung ataupun anak angkat, dengan cara yang baik dan benar. Dengan kasih sayang. Perlu komitmen kuat, minimal antara suami (pria) dan istri (wanita). Selain mengucap ikrar pernikahan, ada baiknya juga ada ikrar sebagai orang tua. Sebuah hal yang seringkali tidak disadari oleh mereka yang berniat membina rumah tangga. 4,25/5


Burt : Do you promise to never leave this baby that we are having?
Verona : I Promise. I do. Do you promise to stop talking about your ability to find or not to find my vagina after a give birth?
Burt : I do. Do you promise to let me to carve in my spare time, and teach our daughter to lore of the great Mississippi?
Verona : I do. Do you promise never to develop a thing for seahorses?
Burt : I do. Do you promise to let our daughter be fat or skinny or any weight at all? Bacause we want her to be happy, no matter what. Being obsessed with weight is just too cliché for our daughter.
Verona : Yes, I do. Do you promise when she talks you’ll listen? Like, really listen, especially when she’s scared? And that her fights will be your fights?
Burt : I do.

5 komentar:

gawehawe mengatakan...

dibandingkan dengan film2 Mendes lain, Away We Go paling ringan. (sori, kecuali Jarhead yg belum sempat saya tonton)

paling menarik lagi, semua film Mendes banyak membahas soal "society"..

salam kenal!

dokterbioskop mengatakan...

akhirnya nemu rumah deket danau ...itukah yg dicari ?

hakimicture mengatakan...

Kalau versi sinetron banjir air mata -nya dibikin begini : Burt dan Verona adalah sepasang homeless kumpul kebo yang unemployed. Karena kebablasa, si Verona hamil. keduanya sama sekali tidak punya uang. Membaca saja sulit (apa hubungannya , coba ?). keduanya pun berencana meminjam uang kepada kedua orantua yang telah lama mereka tinggalkan. Ternyata setela belasan tahun tak bersua, kedua orangtua masing-masing ternata sudah pergi meninggalkan dunia. Meminta pertolongan kepada sanak keluarga? tak seorang pun yang peduli. Segala cara usaha telah ditempuh, kini giliran 'akal tidak sehat' yang juara. Burt berencana menjadi penjual berbagai jenis narkoba sambil mencoba menguasai ilmu me-ngepet.... ah jadi enggak karuan ceritanya, lebih baik disudahi ...maaf ya mengotori space komentar-nya.

tony mengatakan...

simple. but, it's what life is all about, right?

gilasinema mengatakan...

@hakim ; hahahaa...kir-kira pilih PH yang mana nih? Sinemart, MD ato yang lain :P

@tony : simple tapi kempleks,kompleks tapi simpel. Pusing deh jadinya :D

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket