Jumat, 13 November 2009

2012

Jumat, 13 November 2009

Lupakan jalan cerita yang klise dengan balutan drama ala opera sabun yang sialnya tetap bisa membuat mata berkaca-kaca, abaikan logika cerita yang menyakiti otak, akting para pemain yang kurang meyakinkan ketika dihadapkan dengan tragedi kemanusiaan, selipan humor yang lumayan garing serta tak perlulah terlalu sibuk mencari tebaran bloopers dalam film ini.


Nikmati saja ketegangan demi ketegangan yang dihadirkan oleh Rolland Emmerich lewat serangkaian adegan penghancuran berbalut efek visual yang WOW. Meski, saking fokusnya pada adegan-adegan "besar", tampilan efek visual di adegan-adegan "kecil" jadi sedikit terabaikan. Paling mengesankan tentu saja ketika California dihancurkan. Masya Allah!


Sayangnya, Gilasinema sudah menikmati penghancuran (meski dalam wilayah yang lebih kecil) di Haeundae. Dampaknya sedikit mengurangi greget 2012. Dan lagi, dalam 2012 tidak ada adegan hujan kontainer layaknya di Haeundae yang amat membekas dalam ingatan.
Untungnya, Rolland Emmerich menyisipkan pesan yang sangat bagus sekali. Kiamat tidaklah hadir ketika bumi mengalami kehancuran namun ketika rasa kemanusiaan hilang dari muka bumi ini.



Durasi yang panjang (158 menit!) bisa merupakan kelemahan sekaligus keunggulan. Panjangnya durasi terasa tidak diperlukan. Perkenalan di awal terlalu lama, dan mungkin terasa membosankan bagi penonton. Begitupun dengan 20 menit terakhir. Durasi yang panjang sukses membuat pantat terasa kebas. Keunggulannya, penonton merasa tidak rugi keluar duit buat bayar tiket. Contohnya, untuk 158 menit, di bioskop tertentu hanya dikenakan tarif Rp. 15.000,00. Jadi, untuk 1 menit-nya, harganya tidak sampai Rp. 100,00. Murah kan hehehehe.....


Kalau tak ada tempat kering di benua Afrika, ending film ini akan mengarahkan kita ke Waterworld. Selamat deh buat Kevin Costner yang dulu banyak dicerca. Hayo...yang merasa mencerca, segera minta maaf :D
2012 memang sebuah film hiburan, namun cukup membangkitkan perenungan. Mari kita menuju jalan yang benar, karena kebetulan dan keberuntungan hanya akan banyak hadir di film. Mari menebar kebaikan, dan tetap berdoa, kalau perlu dengan lengkingan ala Adam Lambert,"it's time for miracles.....yaaaaayy....!!!"2,75/5

13 komentar:

Fariz Razi mengatakan...

setuju banget! hahaha ceritanya lebay dan klise banget, tapi efeknya lumayan mantep. dan pesan tentang kemanusiaannya cukup 'nampol' hehe

swindleroz mengatakan...

hype nya luar biasa, kayaknya semua orang penasaran pengen liat visualisasi kiamat ini deh. US$225 juta man!

ringo mengatakan...

efeknya emang top-notch.
tp gue kirain bumi nya mau bener-bener ancur hehehe.
just another disaster movie lah :)

Bang Mupi mengatakan...

gua tidak mencerca Waterworld. Gua suka Waterworld-nya Costner hehe...

2012, gua cuma suka adegan gempanya doang.

adithiarangga mengatakan...

yup nikmati film ini sebagai sekedar hiburan, toh akan lebih nyaman menonton film yang mengobral efek ini, dan mungkin kita akan sedikit lupa klo cerita film ini begitu dangkal dan klise...hehehe

Hobi Nonton mengatakan...

alow, lam knal... nice review :)
bisa tukeran link? thx be4

semuareview mengatakan...

aku baru dengar wawancara dengan orang MUI di radio. katanya film ini harus dikasih label : INI HANYA FIKSI. jadi jangan dipercaya.

any comment? (sambil menahan tawa)

yusahrizal mengatakan...

^
Haaahhhhh??? Fiksi yah???
Kukira ini sejenis flashforward kejadian di masa depan. waaahhhh, aku hampir percaya deh kalau ini bakalan benar terjadi.... hahahaha..

*lagi keranjingan nonton serial FlashForward*

gilasinema mengatakan...

@hobi nonton : kenal juga

@semua review : orang - orang itu tidak tau kalo Rolandsangat kontra terhadap agama,jadi kayaknya gak kena banget tuduhan soal menjuruskan pada agama tertentu. Dan lagi, berbagai seruan itu justru meragukan kecerdasan dan keimanan para penikmat film yang kalo di Indonesia kebanyakan golongan menengah ke atas. Benar-benar sombong mereka itu.
Mbok mending itu dihujat film HANTU BINAL JEMBATAN SEMANGGI yang penuh eksploitasi tubuh perempuan. Tapi jangan dulun ah, aku pengen nonton soalnya hahahahaha.....

ringo mengatakan...

setres ye emang MUI, kita kaya nggak bisa mikir sendiri gitu ampe mau dibikin label 'Ini hanya fiksi' hahaha...shit!

waw, mau nonton debutnya Okie Agustina ya Om? film2 KK Dheeraj emang jaminan kepuasan haha, jangan2 salah satu anggota vividism di Kaskus nih :D

oiyah, request review 'Lesbian Vampire Killers' udah ada tuh om di blog saya :)

Anonim mengatakan...

film ni keren bgt special effect ny....
tp critany datar abis......q dibikin merinding gara2 kehancuran bumi yg dahsyat.....setuju bgt klo detail kecilny g diperhatiin....jdny g masuk ke ati....cuma lewat di mata aja.....
lumayanlah.......^_^

Anonim mengatakan...

kenapa gak ada yang komen soal kemiripan kisah di film ini dengan Nabi Nuh dan "bahtera"nya yang terkenal ituuuuu yaaaaa????cuman bedanya siiih, orangnya yang selamat di sini lebih banyak,dari berbagai ras pula, ada cina, afrika, amerika (melayu gak ada,xixixixi...)sama jelas, kapalnya jauuuh lebih modern...kupikir di film ini semua manusia dan makhluk di muka bumi ini akan musnah mengingat promo yg digembor2kan, "film kiamat"...eee...ternyata masih ada yg slamet, hu hu hu...

gilasinema mengatakan...

Mungkin semua dah paham dan menyimpa dalam hati :P

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket