Minggu, 08 November 2009

PAPAKU HEBATTT!!!

Minggu, 08 November 2009

Gara-gara melihat World’s Greatest Dad, Gilasinema jadi kepikiran tokoh-tokoh ayah dalam sinema. Langsung tertangkap beberapa karakter, yang kebanyakan dari film Holly. Dengan daya ingat yang mulai mengendor, akhirnya dipilih beberapa karakter ayah yang cukup berkesan bagi Gilasinema. Paling sulit ketika mencari sosok ayah terbaik di dunia dari film kreasi dalam negeri. Ternyata, dalam film-film nasional, sosok ayah seringkali digambarkan sebagai sosok yang keras dan old fashioned yang kurang bisa mengekspresikan kasih sayang. Lihat saja film-film karya Rudi Sudjarwo, Upi atau Joko Anwar. Sosok ayah sedikit digambarkan berbeda dalam Bukan Cinta Biasa. Kapan ya film Indonesia bisa menampilkan sosok ayah yang loveable?


Sosok ayah bisa menjadi sosok yang dipuja anaknya, namun juga bisa menjadi sosok pertama yang dituding sebagai penyebab “kerusakan” seorang anak. Namun, rasanya tidak pantas terus menyalahkan ayah(-ibu) kita ketika kita merasa ada yang tidak benar, apalagi kalau umur sudah tidak muda lagi. Secara, sudah gedhe jadi berhenti menyalahkan pihak lain. Kalau kita bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi, itu baru anak yang hebat.

Bryan Mills (Liam Neeson) – TAKEN


I would sacrifice anything for her.

Bangga benar mempunyai ayah seperti Bryan Mills ini. Demi menyelamatkan anaknya, dia bisa membuat kacau sebuah kota dan menerabas berbagai lembaga di negara lain. Belum lagi kemampuannya mengolah fisik, tenaga dan otak. TOP. Bisa jadi Bryan Mills pantas ditasbihkan sebagai papa paling cool sedunia hehehe....
Sama seperti Guido, Bryan memang tidak mempunyai harta berlimpah, namun dia siap berkorban apa saja demi menyelamatkan anaknya. Meski dengan jalan membunuh sekalipun. Yang menjadi nilai minus Bryan selain karakternya yang bisa keras dan kejam, jenis pekerjaan yang dia pilih bisa membawa dampak buruk bagi keluarganya. Mungkin dia bisa jadi ayah yang hebat, namun belum tentu bisa jadi suami yang baik. Tapi Bryan ini bisa lembut juga lho. Usahanya mendapatkan tips demi cita-cita anaknya patut diapresiasi.
PapaMeter : 6/10

Jim’s Dad (Eugene Levy) – AMERICAN PIE


I have to admit, you know, I did the fair bit of masturbating when I was a little younger. I used to call it stroking the salami, yeah, you know, pounding the old pud. I never did it with baked goods, but you know your uncle Mort, he pets the one-eyed snake 5-6 times a day.

Berbeda dengan ayah yang lain. Jim’s Dad bukannya shock dan marah mendapati anaknya bermasturbasi ria, justru malah dengan manisnya berbagi pengalaman dan pengetahuan. Jim’s Dad model ayah yang siap menjawab semua pertanyaan yang keluar dari mulut anaknya, bahkan untuk hal yang paling ekstrem sekalipun.
Jim’s dad juga sosok ayah yang siap mendampingi anaknya kapan saja, bahkan untuk momen paling memalukan sekalipun. Ayah model begini bisa sangat menyenangkan, tetapi juga bisa amat memalukan sekaligus menjengkelkan. Yang paling membahagiakan, dia siap mendampingi anaknya di salah satu momen paling penting.
PapaMeter : 6,5/10

Harry Stamper (Bruce Willis) – ARMAGEDDON


Awalnya, Harry digambarkan bukan sosok ayah ideal. Lingkungan kerja yang keras membentuk wataknya menjadi kurang peka terhadap Grace, anak perempuannya. Keduanya sering berseberangan dan Grace sendiri enggan memanggil Harry dengan panggilan ’Ayah”. Namun, siapa yang tidak bangga ketika melihat ayah kita menjadi pahlawan yang bisa menyelamatkan bumi dari kehancuran?
Harry mungkin bukanlah seorang ayah yang baik, namun sangat menyayangi anaknya. Dia tidak bisa memberikan kasih sayang layaknya ayah kebanyakan. Namun dia ayah yang hebat karena memberikan masa depan yang indah bagi anaknya. Selain berjasa menyelamatkan bumi, dia juga memberi kehidupan bagi pria yang bakal mendampingi anaknya menapaki kehidupan selanjutnya. Atas pergorbanannya tersebut, Harry akhirnya layak mendapatkan penghormatan. ” That is my father up there!”


Pengakuan dari anaknya kadang sudah cukup membuat ayah/ibu bahagia. ” I, um, I lied to you, too, when I told you that I didn't wanna be like you, because I am like you. Everything good that I have inside of me I have from you.” Hmmm….film yang masih saja membuat Gilasinema sesenggukan meski sudah ditonton beberapa kali.
PapaMeter : 7/10

Daniel Hillard / Mrs. Euphegenia Doubtfire (Robin Williams) - MRS. DOUBTFIRE


In regards to my behaviour, I can only plead insanity. Because, ever since my children were born, the moment I looked at them, I was crazy about them. Once I held them, I was hooked. I'm addicted to my children, sir. I love them with all my heart. And the idea of someone telling me I can't be with them, I can't see them every day... It's like someone saying I can't have air. I can't live without air, and I can't live without them. Listen, I would do anything. I just want to be with them. I know I need that, sir. We have a history. And I just... They mean everything to me. And they need me as much as I need them. So, please, don't take my kids away from me. Thank you.
Kalimat diatas sudah menunjukkan betapa sayangnya Daniel terhadap anak-anaknya. Keberaadaan anak yang diumpamakan udara yang dihirup sungguh analogi yang kuat dan tepat. Saking krusialnya keberadaan anak-anaknya, Daniel rela melakukan apa saja, hingga menyamar menjadi perempuan. Daniel model ayah yang kreatif dan menyenangkan dengan kemampuan komunikasi yang hebat. Yang menjadi masalah kalau Daniel terlalu menikmati penyamarannya, yang bisa membuat anak-anaknya menjadi bingung hehehe….
PapaMeter : 8/10

Chris Gardner ( Will Smith) – THE PURSUIT OF HAPPYNESS


I met my father for the first time when I was 28 years old. I made up my mind that when I had children, my children were going to know who their father was.

Kalimat diatas menjadi pegangan Chris Gardner dalam mengasuh anaknya. Meski tidak punya penghasilan yang memadai, selama dia ada untuk anaknya, itu sudah lebih dari cukup. Adegan ketika Chris berseteru dengan pengantre di rumah singgah menjadi bukti usaha Chris Gardner demi penghidupan yang layak bagi anaknya, selain terus berusaha meningkatkan kemampuannya yang menunjukkan kecerdasan yang dia miliki.
Seorang ayah idealnya memang harus cerdas. Tahu bagaimana mengejar mimpinya, yang dalam hal ini Chris memimpikan anaknya hidup layak tanpa harus kehilangan sosok ayah. Resiko mengejar mimpi tersebut, sang anak harus sedikit ikut menderita. Kengototan Chris agar sang anak ikut dirinya, bukannya sang ibu, sedikit membahayakan sang anak karena tidak dimilikinya tempat tinggal. Ada satu nasehat penting yang diberikan Chris kepada anaknya, You got a dream... You gotta protect it. People can't do somethin' themselves, they wanna tell you you can't do it. If you want somethin', go get it. Period.” Kata-kata ini bisa menjadi modal ampuh bagi sang anak kedepannya.
PapaMeter : 8,5/10

Marlin (Albert Brooks/Voice) - FINDING NEMO


Marlin: Where's my son? Where's Nemo?

Di awal, Marlin memang digambarkan sebagai sosok ayah yang sangat membatasi ruang gerak Nemo. Suatu hal yang dapat dimaklumi mengingat Nemo satu-satunya anak yang dapat bertahan meski sedikit cacat. Hal ini membuat Nemo sebal. Mungkin tidak hanya ikan, anak manusiapun kalau mempunyai ayah secerewet Marlin, pasti cenderung memilih menjauhi ayahnya.
Marlin sebenarnya sangat sayang pada Nemo. Lihat saja usaha kerasnya dalam usaha menyelamatkan Nemo. Menempuh ribuan kilometer dengan dihadang berbagai macam bahaya dan masalah. Luar biasa dan tak terlupakan!
Marlin tipe yah yang pintar membesarkan jiwa anaknya dan yang pasti siap berkorban apa saja demi kebahagiaan dan keselamatan anaknya. Yang paling penting, Marlin adalah tipe ayah yang mau mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Jarang sekali ayah seperti ini bukan. Seringkali karena merasa lebih tua, merasa lebih benar hingga tidak mau mendengar suara anaknya.
PapaMeter : 9/10


Guido Orefice (Roberto Benigni) - LA VITA E BELLA / LIFE IS BEAUTIFUL


This is my story. This is the sacrifice my father made. This was his gift to me.

Tidak mudah hidup sebagai Yahudi di jaman NAZI, apalagi buat mereka yang mempunyai keluarga. Guido berusaha sekuat tenaga supaya anaknya mempunyai masa kecil yang menyenangkan di tengah suasana tak menentu dan bisa merenggut keluarganya setiap saat.
Guido ini tipe ayah yang sangat kreatif. Orang kreatif biasanya cerdas. Kemampuan lebih ini, Guido dedikasikan sepenuhnya demi kebahagiaan dan keselamatan anaknya. Tidak mudah memang menjadi papa, hingga dibutuhkan kemampuan berimprovisasi, dan diimbangi kemampuan komunikasi yang mumpuni. Situasi sulit tidak menjadikan Guido kehilangan akal. Meski tidak bergelimang harta dan tidak diberi waktu panjang untuk mencurahkan kasih sayang, Guido selalu berusaha agar Giosué dapat menikmati hidup yang layak. Guido rela berkorban, bahkan dengan nyawanya sekalipun. Ayah seperti ini layak mendapatkan kehormatan tertinggi.
PapaMeter : 10/10

4 komentar:

yusahrizal mengatakan...

Kandidat lain untuk 3 besar
Reda's Father - Mohamed Majd (Le Grand Voyage)
keterangan:
Tipe ayah yg lebih menitik beratkan pada perbuatan untuk menunjukkan kasih sayangnya dari pada kata-kata hangat (seperti tipe ayah yg bang Gila masukkan dalam 3 besar). Tapi bisanya yang tipe seperti ini bikin sang anak salah mengerti dan baru sadar betapa hebat ayahnya setelah beliau tiada.

gilasinema mengatakan...

Makasih Bang tambahannya. Belum diberi kesempatan melihat Le Grand Voyage. Jadi makin kepengen liat
Ayo...ayo...tambah lagi referensinya :D

Anonim mengatakan...

ada juga kandidat film yg pantas diperhitungkan..
John-Q - Denzel Washington.
Filmnya tentang seorang ayah yg rela berbuat apa saja untuk kesembuhan sang anak yg menderita penyakit jantung, sekalipun harus berurusan dengan polisi karena mengambil alih rumah sakit. Film ini memberikan inspirasi untuk menjadi ayah yg bertanggung jawab dan rela berkorban.

Anonim mengatakan...

taken mang film yg top abiz....keren....
g mpe nangis si....cuma mrinding saking harunya.....

Poskan Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket