Kamis, 12 Februari 2009

LOVE IS AROUND THE WORLD

Kamis, 12 Februari 2009


Cinta itu ada dimana-mana dan selalu menarik untuk dibahas dan dijual. Gilasinema sengaja memilih beberapa judul film yang menyoroti hubungan antar anak manusia, terutama yang melibatkan passion di dalamnya yang berasal dari belahan dunia sebagai alternative tontonan yang selama ini sudah ada. Beberapa judul mempunyai kadar romantisme yang minim dan memuat banyak ketelanjangan.

L’APPARTEMENT (PERANCIS)

Cinta bagimu, sakit bagiku.
Dalam film arahan sutradara Gilles Mimouni yang dirilis tahun 1996 ini kita diajak untuk melihat betapa cinta itu bak labirin yang memusingkan serta menyakitkan. Tokoh-tokoh yang dihadirkan terlibat dalam sebuah hubungan rumit nan kompleks. Mungkin benar apa yang ingin disampaikan oleh film ini. Ketika kita mencintai seseorang, disuatu tempat ada seseorang yang meratap karena patah hati, yang pada akhirnya mendorongnya melakukan tindakan yang membuat semua yang terlibat menjadi terluka.
Akhir cerita yang dihadirkan begitu membuat miris. Namun dari film ini kita belajar untuk lebih peka dengan perasaan orang lain. Film yang dibintangi oleh Monica Belucci dan Vincent Cassel ini, pada tahun 2004 dibuat versi Amerika dengan judul Wicker Park dan dibintangi oleh Josh Harnett dan Diane Kruger.

9 SONGS (INGGRIS)

Cinta dalam nafsu.
Cinta dan seks bagai sebuah satu paket utuh yang tidak bisa dilepaskan dalam sebuah hubungan dua anak manusia beda jenis kelamin. 9 Songs secara gamblang (vulgar?) menyoroti hal ini. Dua insan yang dimabuk cinta dipertemukan dalam sebuah konser. Berdua mereka menjalani hubungan yang disibukkan dengan menonton konser yang satu dengan yang lain, di sela-sela konser, mereka mengisinya dengan “pengenalan” tubuh masing-masing.
Film garapan Michael Winterbottom seakan menyoroti gaya percintaan kaum muda urban (London) yang bebas dan mungkin dinilai oleh sebagian orang sebagai meaningless relationship karena begitu memuja seks dan kesenangan. Absurb. Film ini selain banyak dipuji juga banyak dikecam mengingat muatan ketelanjangan yang begitu frontal layaknya sebuah blue film. Bagi pecinta Brit music, film yang diselingi penampilan Franz Ferdinand, Elbow, The Von Bondies dan grup band lainnya ini mungkin sayang untuk dilewatkan. Begitupun dengan mereka yang terkesan dengan film-film semacam Intimacy atau Killing Me Softly.

THE BUBBLE / HABUAH (ISRAEL)

Cinta yang terlarang.
Palestina dan Israel bagaikan anjing dan kucing. Apa jadinya kalau anjing dan kucing tersebut terjalin rasa cinta? Apa jadinya kalau keduanya ternyata mempunyai kelamin yang sejenis? Tentu saja hasilnya adalah sebuah hubungan yang saaaaaaaaaaaaaaaaaaaangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat terlarang di komunitas tertentu.
Sedikit terkejut setelah menyaksikan film ini, karena ternyata film Israel sangat berani menghadirkan gambar dan cerita yang sangat kental unsure seksnya mengingat Negara tersebut berada di Jazirah Arab. Menjadi maklum, kalau Negara-negara Arab (Islam) sangat mengkawatirkan keberadaan Negara yang satu ini. Kaum mudanya begitu bebas dalam pergaulan (menurut ukuran orang Arab lho). Namun pada akhirnya, diluar masalah seks tadi, tetap saja memunculkan pertanyaan, apakah kekerasan (perang) menjadi satu-satunya jawaban, apalagi kalau bicara soal cinta.

LOVE ME IF YOU DARE / JEUX D’ENFANTS (PERANCIS)

Cinta bukanlah permainan dan dibutuhkan keberanian untuk meraihnya.
Dua anak itu saling kenal sejak usia belia, dan keduanya terlibat sebuah permainan yang menantang keberanian (kenekatan) keduanya. Pada awalnya keusilan hanya menimbulkan kerusakan-kerusakan kecil. Dengan bertambahnya usia keduanya, permainan tersebut semakin kejam dan makin anarkis, yang tidak hanya mengancam hidup orang-orang yang ada disekitar mereka, namun pada akhirnya juga akan mengancam nyawa mereka berdua. Sebuah permainan yang sangat berbahaya.
Keduanya berani melakukan apa saja, kecuali satu yakni saling mencintai. Meski terlihat keduanya mempunyai rasa, namun karena ego mereka, keduanya pantang mengungkapkannya karena tidak mau diposisikan sebagai pihak yang kalah. Untungnya mereka pada akhirnya sadar, dan sebelum semuanya menjadi terlambat, mereka harus mengakhiri permainan penuh bahaya tersebut, dengan menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan rasa mereka. Berhasilkah usaha mereka?
Film ini dikemas dengan gambar-gambar imajinatif yang asyik untuk dilihat. Penggambaran adam dan hawa begitu fresh dan menarik. Perpaduan Marion Cotillard dan Guillaume Canet begitu padu. Humor yang diselipkan sukses memancing tawa. Makin asyik dengan lantunan lagu La Vie en Rose.

JAANE TU … YA JAANE NA / WHETHER YOU KNOW … OR NOT (INDIA)

Cinta terjalin lewat pertemanan.
Muda mudi itu bagaikan kucing dan tikus. Mereka mempunyai panggilan kesayangan “Meow” dan “Rats”. Meski terkesan saling “cakar-cakaran”, orang-orang di sekeliling mereka tahu, kalau mereka berdua saling melengkapi satu sama lain. Sebuah hal tidak disadarai oleh keduanya, dan malah menganggapnya sebagai lelucon. Bahkan keduanya bertekad saling mencarikan pasangan. Hanya waktu dan rasa sakit hati yang pada akhirnya menyadarkan akan rasa cinta diantara keduanya.
Secara cerita mungkin tidaklah istimewa. Banyak film sejenis yang telah dibuat. Namun entah mengapa film ini terasa segar dengan penampilan bintang-bintang muda dari Bolly sana. Film ini sedikit berbeda dengan kebanyakan film remaja produk Bolly lainnya, karena tampil lebih bersahaja. Balutan musik yang agak-agak jazzy serta lagu karya AR Rahman makin menguatkan aroma romantis dari film ini. Paling suka dengan lagu Kabhi Kabhi Aditi Zindagi yang enak banget di kuping.
Film ini disambut meriah di Bolly sana dan dianggap sebagai salah satu film terbaik sepanjang tahun 2008. Tidak mengherankan mengingat ada Aamir Khan yang duduk di kursi produser. Nama yang satu ini selalu menjadi jaminan mutu (ukuran Bolly tentu saja). Film ini juga membuat Imran Khan, yang merupakan keponakan dari Aamir Khan, sebagai The Next Big Thing. Seperti halnya Love Actually, film ini menggambarkan airport sebagi salah satu tempat dimana cinta bertaburan.

GONE WITH THE WOMAN / TATT AV KVINNEN (NORWEGIA)

Cinta itu saling menghormati.
Cowok itu pada awalnya begitu menikmati kesendiriannya. Hidupnya mulai berubah ketika hadir cewek yang secara intens menyambanginya. Perlahan-lahan dia mulai menerima kehadiran cewek tersebut dan memproklamirkan hubungan mereka. Banyak hal berubah dalam hidup si cowok. Pada awalnya dia merasa aneh dan merasa ada beberapa hal yang tidak pas pada tempatnya, namun berusaha menerimanya karena dalam pikirnya, mungkin begitulah cinta.
Makin hari hubungan keduanya makin intim. Namun perlahan si cewek mulai menunjukkan beberapa polah yang menuntut kesabaran si cowok. Berhasilkah si cowok bertahan dalam sebuah hubungan yang makin mengkerdilkan eksistensinya? Haruskah dia meninggalkan cewek yang telah begitu biasa menghiasi hidupnya? Mampukah dia terus berusaha mempertahankan hubungan tersebut meski tidak ada lagi tenggang rasa dari si cewek, sedangkan diluar sana ada cewek lain yang patut dipertimbangkan?
Film ini sangat pas sekali ditonton oleh para cowok untuk lebih memahami hubungannya dengan para ceweknya. Apakah yang ada selama ini sudah merupakan yang terbaik bagimu. Secara halus, film ini menghadirkan sindiran-sindiran mengenai hubungan pria-wanita.

TALK TO HER / HABLE CON ELLA (SPANYOL)


Cinta itu butuh komunikasi.
Sungguh malang nasib kedua cowok itu. Cewek yang mereka cintai menemui nasib yang sama, yakni koma. Demi menunjukkan rasa cinta mereka, keduanya merawat kekasihnya sepenuh hati. Mengajak berkominikasi karena yakin cewek yang mereka cintainya bisa mendengar dan merasakan apa yang mereka kemukakan. Kedua cowok tersebut pada akhirnya terjalin hubungan pertemanan yang akrab karena persamaan nasib yang mereka alami. Hingga suatu hari, salah satu cowok tersebut dicurigai salah “mengkomunikasikan” rasa cintanya.
Sutradara jempolan asal Spanyol, Pedro Almodóvar berhasil menghadirkan sebuah tontonan yang memukau dan indah. Film berjalan dengan kalem namun tidak membosankan. Salah satu film Spanyol terbaik yang pernah Gilasinema lihat. Adegan ketika dua cewek koma tadi disandingkan terasa lucu, namun juga menyedihkan. Sebuah film yang amat sayang dilewatkan. Naskahnya menang di Oscar 2002 lho.

THE CHILD / L’ENFANT (BELGIA)


Cinta itu tanggung jawab
Dua insane itu sedang dimabuk asmara, meski keduanya hidup di jalanan, tanpa rumah dan minim uang. Ditengah-tengah keduanya hadir bayi mungil yang cantik. Sang ayah dituntut untuk lebih serius dalam “bekerja”. Pekerjaannya mulai dari mencuri, mengemis, menjambret dan mencopet. Meski demikian, terlihat keduanya saling mencintai, layaknya Radit dan Jani.
Namun tidak bisa dipungkiri, keduanya masihlah anak-anak yang harus belajar banyak mengenai tanggung jawab. Cinta saja tidaklah cukup. Sebuah kebodohan dilakukan oleh si ayah yang membuatnya terancam kehilangan bayinya dan juga perempuan yang dia cintai. Dengan segala upaya dia berusaha memperbaikii segala kerusakan yang telah ditimbulkannya.
Meski dihasilkan oleh Negara dibelahan Eropa sana, namun film ini sangat aman dikonsumsi oleh kaum muda di sini, malah sangat dianjurkan sebelum mereka salah mengekspresikan rasa cinta mereka. Sebenarnya tidak salah sih, yang menjadi masalah adalah soal kesiapan mereka akan konsekuensi yang bakal datang menghampiri. Tidak mengherankan kalau film ini mendapatkan apresiasi yang sangat positif di ajang Cannes 2005.

HAPPINESS / HAENGBOK (KOREA SELATAN)

Cinta itu menyembuhkan dan membahagiakan.
Kedua insan itu dipertemukan di sebuah panti rehabilitasi. Perbedaan karakter antara keduanya justru saling membuatnya saling melengkapi satu sama lain. Hingga keduanya memutuskan untuk hidup bersama. Seperti kebanyakan pasangan lainnya, keduanya awalnya hidup bahagia sejahtera ditengah ancaman penyakit, masa lalu dan juga kebosanan. Pada akhirnya semua meledak hingga membuat semuanya terluka dan bisa jadi sebuah akhir yang memilukan
Seperti layaknya film drama produk Korea Selatan, film berjalan pelan yang berpotensi membuat penonton jatuh tertidur. Kesedihan yang dihadirkan sangat berpotensi memancing haru kaum hawa. Kekuatan film ini ada pada naskahnya yang terasa realistis. Sekali lagi film ini menyentil masalah cinta dan kebahagiaan. Apakah cinta saja sudah cukup? Jawabannya tergantung pada dirimu sendiri. Apakah kamu termasuk penganut romatisme atau realis?

ONCE (IRLANDIA)

Cinta itu bersahaja
Rasanya tidak perlu banyak komentar tentang film yang satu ini. Menarik menyimak bagaimana dua orang yang sebenarnya saling ada rasa itu berusaha tidak melintasi batas yang ada. Mereka menyikapinya dengan bersahaja dan penuh kedewasaan. Bahkan mereka memanfaatkan energi positif yang terpancar untuk menghasilkan sesuatu yang lebih indah. Lagu-lagu sederhana yang dalam dan membius. Perlahan-lahan membuat kita terbius dan jatuh hati. So romantic hehehe

LEVOTTOMAT / RESTLESS (FINLANDIA)

Cinta itu sebuah pencarian.
Pria yang berprofesi mulia itu mempunyai impian menikah dengan wanita yang dia cintai, membangun rumah tangga yang sakinah serta tidak akan menyakiti perasaan siapapun. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Dirinya takut akan komitmen. Tiap malam tidur dengan cewek yang berbeda-beda. Mulai dari perempuan single hingga yang sudah bersuami.
Hingga dia bertemu dengan perempuan yang mengharapkan lebih dalam hubungan mereka, karena perempuan tadi begitu mencintainya. Bertaubatkah dia dengan petualangannya? Ternyata malah makin parah. Bahkan sahabat dari perempuan yang mencintainya ikut menjadi “santapannya”. Pada akhirnya waktu untuk mengambil keputusan pun tiba. Keputusan apakah yang pada akhirnya akan diambil?
Finlandia, seperti beberapa Negara Eropa lainnya, ternyata cukup bebas dalam menghadirkan film dengan muatan ketelanjangan yang dihadirkan dengan begitu santainya. Hampir sepanjang durasi kita disuguhi kita disuguhi gelinjang tubuh-tubuh polos demi memberi gambaran pencarian seorang lelaki akan hadirnya cinta dalam hidupnya, yang mampu memaksanya untuk berkomitmen dengan hidup orang lain.

BOUND (AMERIKA SERIKAT)

Cinta itu dibutuhkan kesetiaan, kepercayaan dan pengorbanan.
Kedua cewek itu bertemu dan tertarik oleh daya tarik seksual masing-masing. Dengan karakter yang jauh berbeda, keduanya terlibat hubungan nan sensual namun terancam bahaya. Demi membuktikan rasa cinta antara keduanya, disusunlah sebuah aksi yang akan menguji kesetiaan dan rasa saling percaya diantara keduanya. Pada akhirnya kedua hal tersebut menuntut adanya sebuah pengorbanan dengan nyawa sebagai taruhannya.
Tidak bisa dipungkiri, daya tarik utama film garapan Wachowsky Bersaudara ini ada pada Gina Gershon yang gahar dan Jennifer Tilly dengan kemanjaan dan kegenitannya yang dibalut dengan busana seksi serta suaranya yang mendesah. Perpaduan kedua karakter bertolak belakang tersebut sungguh menarik disimak dan chemistry antara keduanya begitu meyakinkan.

ENDURING LOVE (INGGRIS)

Cinta……
Banyak pertanyaan soal cinta yang selalu membuat manusia sibuk mencari jawaban. Sayangnya kebanyakan menemukan jawaban setelah mengalami sebuah peristiwa tragis. Cowok itu menjadi saksi sebuah peristiwa yang merenggut nyawa seseorang di hari yang indah. Setelahnya, peristiwa tersebut sangat menghantuinya hingga membuat hidupnya menjadi lebih kompleks dan berbahaya.
Pada akhirnya cowok itu malah mendapatkan pencerahan akan sebuah CINTA. Kata yang satu ini tidak cukup dipelajari secara teoritis karena banyaknya wajah dan bentuk yang dia punya. Cinta yang menyembuhkan, cinta yang menyakitkan, cinta yang egois, cinta yang memaafkan, cinta yang tabu, cinta sepasang insan, cinta anak dengan orangtua, cinta sesama manusia dan banyak lainnya. Dengan banyaknya hal yang dipunyai cinta, apa yang sebaiknya dilakukan? Just don’t say anything! Karena pada akhirnya kita hanyalah satu titik yang makin lama makin tak terlihat.
Agak sulit menebak apa maunya film yang satu ini. Terlalu banyak bahasa gambar dan dialog yang perlu pemahaman lebih. Muatannya terkesan filosofis. Belum lagi gaya pengambilan gambar seolah-olah sang tokoh (kita?) sedang diamati oleh sesuatu yang “besar” . Intinya sih, dengan banyaknya cinta yang kita miliki, harusnya dunia menjadi tempat yang lebih indah.

6 komentar:

Anonim mengatakan...

Kira2 dari sebanyak itu, film mana yang direkomendasikan nonton di depan monitor CRT, berheadphone :D ?

gilasinema mengatakan...

Hayoo...mo ngapaian :D

Yusahrizal mengatakan...

Kalau liat judul postingannya buat peringatan hari velentine yah boss? hehehe.....

omoshiroi mengatakan...

nyari 9 songs ga dapet-dapet euy..
yg restless dapet tapi VCD, jadinya dah di mutilasi di sana sini. huh!!

gilasinema mengatakan...

@Yusahrizal :
Iya bang. Yaaah...sekedar megninformasikan judul-judul alternatif aja. Sapa tau tertarik :)

@omoshiroi:
9 Song memang sulit banget tuh. Aku aja nemunya dah lamaaa banget pas belum punya player ;)
Kalau yang Restless, dapetnya malah obralan 10rb dapet tiga hehehe...
Dapat sekuelnya juga lho

Anonim mengatakan...

gw punya 9 Song..hayoo barter :D

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket