Minggu, 24 Mei 2009

THE SECERET LIFE OF BEES

Minggu, 24 Mei 2009


“Some things in life, like the color of a house, don't really matter. But lifting someone's heart? Now, that matters.”

Malang benar nasib Lily (Dakota Fanning). Tinggal bersama ayah (Paul Bettany) yang kurang bisa menunjukkan kasih sayang, Lily juga harus hidup dengan kenangan bahwa dirinya penyebab meninggalnya ibunya, meski tidak disengaja. Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika Lily masih balita. Untung masih ada Rosaleen (Jennifer Hudson) yang masih memberikan sedikit perhatian kepadanya.
Sebagai wanita berkulit gelap, Rosaleen hidupnya juga tidak mudah ditengah system yang menempatkan kaum negro di kasta paling bawah. Meski digambarkan pada saat itu (1964) telah dideklarasikan persamaan hak (civil right), namun pada kenyataannya seperti yang Rosaleen bilang “it’s just a piece of paper”. Tidak tahan menghadapi ayahnya, di ulang tahun yang ke-14, Lily mengajak Rosaleen melarikan diri, demi menemukan sepenggal kisah kehidupan ibunya. Pada saat yang sama Rosaleen sedang mendapatkan perlakuan diskriminatif yang mengancam kebebasannya (jiwanya).
Pelarian tersebut menuntun keduanya ke tempat peternakan lebah milik Boatwright bersaudara. Untuk dijamannya, Boatwright Bersaudara termasuk keluarga istimewa dan independen, karena terdiri dari tiga wanita berkulit gelap, dengan rumah pink menyala serta menjalankan usaha yang cukup diakui kualitas produknya. Mereka terdiri dari August (Queen Latifah) yang penuh kasih dan bijaksana, May (Sophie Okonedo) yang penuh cinta hingga tidak mampu mendengarkan hal – hal buruk yang terjadi, serta June (Alicia Keys) yang cantik, namun cenderung keras, terutama menyikapi komitmen yang ditawarkan oleh Neil (Nate Parker)
Berbeda dengan kedua saudaranya, June cenderung sinis menyikapi kehadiran Lily yang berkulit putih. Menjelang akhir, terkuak alasan June bersikap demikian. Di tempat tersebut, Lily mulai belajar banyak mengenai lebah madu di bawah panduan August yang penuh kesabaran. Perlahan, sosok ibunya yang selama ini masih buram mulai terlihat jelas. Di tempat ini pulalah Lily menemukan cinta pertamanya bersama Zach (Tristan Wilds). Sampai sebuah tragedy, membuat Lily menyemburkan kemarahan atas apa yang menimpa hidupnya di tengah dunia yang menurutnya tidak adil.
Seperti kebanyakan film dimana mayoritas bintangnya berkulit gelap, kita disuguhi tontonan berbau rasisme dimana mereka yang berkulit gelap tertindas oleh system yang tidak berpihak pada mereka. Isu persamaan hak makin kental dengan dominannya sosok perempuan dalam film ini, mulai dari barisan castnya, hingga sutradara (Gina Prince-Bythewood) serta penulis bukunya (Sue Monk Kidd). Tak pelak aura feminism amat kuat menyelimuti film ini. Bagi yang tidak terbiasa dengan tontonan sejenis, mungkin akan mengacuhkan film ini, bahkan mereka yang sinis mungkin akan memandang sekumpulan perempuan dalam film ini tak ubahnya anggota sekte terlarang.
Namun, The Secret Life of Bees tidak jatuh pada tontonan yang cengeng dan cerewet, meski kesan mendayu-dayu tidak bisa dielakkan. Justru film terasa menyejukkan dan menghangatkan, terutama dengan dialog yang keluar dari Queen Latifah. Bak ratu lebah, Latifah mampu menampilkan sosok bijak dengan amat sangat meyakinkan dan menjadi sosok sentral yang lovely. Intinya, The Secret Life of Bees pekat dengan aroma cinta yang menghangatkan. Belum lagi balutan sinematografinya yang indah di pandang.


Tidak hanya Queen Latifah, cast lainnya mampu memainkan peran mereka dengan baik, terutama Dakota Fanning. Lewat film ini dia makin menunjukkan kecantikannya serta potensinya menjadi bintang besar kedepannya. Setelah mendapatkan kecupan bibir pertama dan diperkosa di kubangan lumpur dalam Hounddog, Fanning melakukan ciuman pertamanya di The Secret Life of Bees. Alicia Keys yang terlihat sangat cantik di film ini, mampu menunjukkan keseriusannya di dunia acting setelah tampil garang di Smokin’ Aces, sedang Sophie Okonedo terlihat unik dengan karakter yang dia mainkan.
Sayang, Jennifer Hudson kurang mendapatkan porsi yang cukup, hingga kadang timbul kesan karakternya sekedar pelengkap. Untungnya penampilannya tidak mengecewakan. Penampilan Paul Bettany (sekali lagi) sangat meyakinkan sebagai sosok antagonis. Nate Parker yang menurut prediksi Gilasinema bakal melanjutkan kiprah Denzel Washington, cukup memberi warna tersendiri di tengah dominasi karakter cewek.


Ibarat sebuah lagu, The Secret Life of Bees berlirik syahdu dan berisi (Sue Monk Kidd), dilantunkan para diva (Queen Latifah dkk) dan diaransemen dengan terampil (Gina Prince-Bythewood), serta divisualisasikan dengan indah (oleh sinematografer Rogiers Stoffers). Kalau boleh Gilasinema menambahkan lirik (halah….!), di akhir percakapan Lily dengan ayahnya, Lily harusnya berkata “I”ll come for you, Dad”. Ucapan ini sebagai wujud maaf dan cinta Lily terhadap ayahnya, hingga pada akhirnya terasa lebih menyejukkan. 3,75/5

7 komentar:

Yusahrizal mengatakan...

Udah masuk daftar tunggu buat disaksikan.

awyangobrol mengatakan...

wah baru aja beberapa minggu lalu nonton film ini. yup gambar2nya indah bgt. setuju bgt kalo Paul Bettany cocok banget jadi orang jahat...

yg menonjol menurutku sih sophie okenedo...

3.25/5 deh...

gilasinema mengatakan...

Sophie perannya terlalu sedikit bila dibandingkan Latifah dan Fanning misalnya. Namun karena karakternya yang unik memang sedikit mencuri perhatian.

pepito mengatakan...

aduh hampir kelupaan nyatet film ini di waiting list hehe..

Anonim mengatakan...

kelar nonton film ni....cm da 1 kata dlm otakq...'aneh'....

gilasinema mengatakan...

Aneh gimana ya?

Anonim mengatakan...

mmmm....g tau....q ga tau cara ngungkapin scr verbal makna 'aneh',....yg q rasain....cm aneh....
tp q tetep suka ma akting pemain2ny..... n_n;

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket