Senin, 04 Februari 2008

DORORO

Senin, 04 Februari 2008

Dalam hal menciptakan tokoh dengan karakter yang unik, rasanya belum ada yang bisa mengalahkan film produksi Jepang. Keunggulan ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Komik/Manga yang begitu pesat. Kreator komik selalu menghadirkan karakter yang unik, bahkan cenderung ganjil untuk mencuri perhatian para penikmat komik, mengingat banyaknya komik yang diedarkan.
Seperti halnya Hollywood yang sukses mendulang dolar lewat film yang diangkat dari komik semacam Spiderman atau Batman, di Jepang juga banyak film sukses yang diangkat dari komik, salah satunya adalah Dororo. Film ini diangkat dari komik berjudul sama, hasil kreasi Osamu Tezuka, yang sebelumnya sukses menelorkan Atom Boy.
Kisahnya beerpusat pada usaha Hyakimaru (Satoshi Tsumabuki ) dalam mengembalikan 48 anggota tubuhnya yang dipersembahkan oleh Kagemitsu Daigo (Kiichi Nakai ) kepada setan demi ambisinya memperoleh kekuasaan. Sejak kecil, Hyakimaru hidup dengan anggota tubuh hasil “rakitan” Jukai (Yoshio Harada ). Dia tak ubahnya Frankenstein atau mungkin Inspector Gadget. Hal ini membuat hidupnya menjadi tidak normal. Untuk mendapatkan kehidupan yang normal, dia harus memburu ke 48 iblis yang menyandera anggota tubuhnya tadi.


Dalam usahanya tadi, dia bertemu dengan Dororo (Kou Shibasaki ), seorang pencuri perempuan yang merasa dirnya bukan perempuan hanya karena dirinya tidak mempunyai payudara karena suatu peristiwa di masa lalu. Bukan sebuah kelaziman, judul sebuah film diambil dari pemeran pembantu. Karakter Dororo inilah yang membuat film menjadi lebih menarik. Karakternya yang jahil dan banyak omong seakan menjadi katalis bagi karakter Hyakimaru yang dingin. Belum lagi motivasi dia mengikuti Hyakimaru adalah demi sebuah petualangan dan juga pedang yang menjadi tangan Hyakimaru.
Selain interaksi antara dua karakter yang sangat berbeda tadi, satu hal yang asyik dalam film ini adalah ketika kita menebak bagian tubuh mana yang akan “tumbuh” setelah Hyakimaru berhasil membasmi satu iblis. Meskipun kadang terlihat menjijikkkan, namun mampu membangkitkan rasa penasaran.
Diluar cerita yang imajinatif dan karakter yang ganjil dalam efek visual yang kadang terlihat kasar dan juga durasi yang terlalu panjang, film ini sebenarnya mempunyai tema cerita yang simple namun sangat penting, bahwa seorang anak berhak mendapatkan perlakuan yang layak. Anak adalah harta yang paling berharga. Save our children!
Sampai dengan film berakhir, Hyakimaru masih belum komplet sebagai manusia. Tapi jangan khawatir, sutradara Akihiko Shiota masih akan meneruskan petualangan Hyakimaru dan Dororo dalam dua film lagi. 3/5

English

DORORO

In creating a unique character it seem that no one is able to beat Japanese film. The advantage can not separated from the development of manga and comic. The creator of comics is always able to present a unique character and odd to steal the attention of comics lover, considering that so many comics have been release.
Like Hollywood that success take dollars through the film that bring from comics such as Spiderman or Batman, in Japan there are so many success film that bring from comic story, Dororo is the example. The film is taken from Osamu Tezuka’s same titled comic creation, which is success with Atom Boy.
The story is centered on the Hyakimaru’s aim (Satoshi Tsumabuki) in case to regain his 48 body parts which is given by Kagemitsu Daigo (Kiichi Nakai) to the devil for the power sake.
Since little, Hyakimaru lived with artificial body part that made by Jukai (Yoshio Harada). He has no different with Frankenstain or Inspector Gadget. This is make his live not normal, he had to hunt down the 48 devils who take his body parts.
In his way, he meet with Dororo (Kou Shibasaki), a thief girl who feel that she isn’t she just because she has no breast because of something happen in her past. It’s not usual that the title is taken from the assistance role. It’s Dororo’s character that make the film is more interesting. Her sneaky and talk active character seem to be a catalyst of Hyakimaru’s cool character. And her motivation following Hyakimaru is just for an adventure and also a sword that become Hyakimaru’s hand.
Beside the interaction between different two character, one thing that attract in this film is when we will guess which body part of Hyakimaru will grow after Hyakimaru successes demolition a devil. Even sometimes it’s disgusting but it can bring curiosity.
Beside the story and character that imaginative, the visual FX sometimes look so rough and the duration is also too long. The film is particularly have story theme that simple but important also. That a children deserve a proper threat. Children is our most valuable thing. Save our children!
Till the end of the film, Hyakimaru still not has his body completely as a human. But do not worry, the director Akihiko Shiota still continues the Hyakimaru and Dororo’s adventure in two sequel. 3/5

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Hm,
Lumut'en aq nunggu sekuelnya, dah 3 taon tapi cuma desas - desus aja,

Dah nonton Yatterman live action lom bang ?! Bagus lho !!

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket