Jumat, 04 September 2009

STATE OF PLAY

Jumat, 04 September 2009

Adegan pembuka State of Play mengingatkan ketika kita
membaca sebuah novel criminal. Seorang pria berlari menembus malam, mencoba menghindar dari pemburu yang bakal mencabut nyawanya. Malang benar nasib orang itu
ketika usahanya tetap berbuah kematiannya. Seorang pengantar pizza yang melihat kejadian itu menjadi ikut menjadi korban.
Selanjutnya, dilain watu dan dilain tempat seorang perempuan bernama Sonia Baker meninggal terlintas kereta api dan diduga banyak orang sebagai aksi bunuh diri. Sonia ini ternyata merupakan staf dari anggota konggres, Stephen Collins (Ben Affleck). Belakangan diketahui, Sonia mempunyai hubungan khusus dengan atasannya tersebut. Tentu saja kejadian ini mengancam posisi Stephen, karena telah mempunyai istri, Anne Collins (Robin Wright Penn).


Stephen yang tengah kalut mendatangi temannya yang seorang wartawan, Cal McAffrey (Russel Crowe), untuk menjernihkan suasana. Kebetulan Cal sedang menyelidiki kasus pembunuhan yang melibatkan pengantar pizza. Dalam perkembangannya, Cal mendapati kasus yang dia hadapi ternyata melibatkan perusahaan jasa keamanan besar, PointCorp, yang bisa menyeret orang-orang penting di pemerintahan.


Dibantu asistennya yang masih minim pengalaman, Della Frye (Rachel McAdams), Cal mulai mengurai benang kusut, meski harus berhadapan dengan pembunuh berdarah dingin. Namun masalah menjadi pelik baginya, ketika muncul konflik kepentingan. Disatu sisi dia mencoba membantu temannya, disisi lain dia dikejar dead line oleh atasannya (diperankan Helen Mirren). Belum lagi kehadiran Anne yang dulu sempat menjalin cinta dengannya.


Dalam durasi hampir dua jam penuh, sutradara Kevin MacDonald (The Last King of Scotland) meramu State of Play menjadi tontonan yang padat dan bergerak cepat. Butuh konsentrasi lebih untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, terutama dalam persoalan PointCorp. Beberapa ketegangan dihadirkan dengan cukup memikat untuk menaikkan tensi, terutama adegan di tempat parker. Sayangnya ending yang diharapkan menjadi kejutan, bisa mudah ditebak oleh mereka yang biasa mengkonsumsi tontonan sejenis. Dan rasanya, ending yang dipilih terasa terlalu datar dan mudah.


Selama menyaksikan State of Play, muncul pemikiran, ini film bakalan jauh lebih menarik kalau dijadikan serial TV semacam Damages. Apalagi kalau cerita berfokus pada Cal dan Della, Layaknya Glenn Close dan Rose Byrne di Damages. Dan ternyata, State of Play ini diadaptasi dari seri TV dengan judul sama yang ditayangkan di BBC Inggris. Trio penulis naskah, Matthew Michael Carnahan (Lions for Lambs), Billy Ray (Breach, Flightplan) dan Tony Gilroy (tau dong karya-karyanya) terlihat berusaha keras memeras tontonan 6 seri menjadi tayangan padat selama 2 jam. Akibatnya beberapa bagian terasa terlalu cepat dihadirkan, seperti peran polisi yang cuma hadir tidak sampai dua scene.


Untungnya film ini tetap tidak boleh dilewatkan karena menghadirkan bintang-bintang top. Russel Crowe meski dengan rambut gondrong dan wajah “kotor” yang membuat tidak bergairah, mampu bermain cantik, yang bisa diimbangi dengan manis oleh Rachel McAdams. Khusus untuk Rachel, perannya disini menjadi sebuah transformasi menuju peran-peran yang lebih menantang. Helen Mirren masih sempat menunjukkan kematangannya meski dengan porsi terbatas.


Sedangkan Ben Affleck terlihat aman meski sekali lagi malas bermain dengan bahasa tubuh yang lebih kaya. Andai saja Edward Norton tidak mengikuti Brad Pitt yang mundur dari proyek ini, rasanya karakter Stephen bakal lebih menggigit. Namun dari semua pemeran yang ada, entah mengapa Gilasinema sangat menyukai kehadiran Robin Wright Penn yang terlihat cantik dan berkarakter. Kapan ya dia dapat peran yang pas yang bisa membawanya bersaing di Oscar. State of Play versi TV diarahkan oleh David Yates dan dibintangi bintang-bintang beken dari Inggris seperti David Morrissey, John Simm, Kelly Macdonald, Polly Walker, Bill Nighy, Philip Glenister dan James McAvoy. (3,5/5)




Bagi yang akhir-akhir ini mengikuti berita dunia (USA), State of Play menjadi sebuah tontonan yang actual, yakni kaitannya dengan terangkatnya aksi penyiksaan terhadap tahanan yang dijalankan oleh militer USA. Aksi ini disinyalir melibatkan sebuah perusahaan jasa keamanan, Blackwater (sekarang berganti nama menjadi Xe Services). PointCorp yang dijadikan isu dalam State of Play disebut-sebut merujuk pada Blackwater ini, dimana Dick Cheney dan Donald Rumsfeld terkait didalamnya. Dalam sebuah adegan PointCorp, diceritakan mempunyai peran besar dalam penanggulangan korban badai Katrina, parallel dengan peran Blackwater pasca bencana tersebut.
Pemerintah USA (CIA) membuat kontrak dengan perusahaan ini dengan tugas antara lain menyingkirkan “musuh” USA, terutama di wilayah (Negara) yang tidak mempunyai hubungan diplomatic dengan USA. Teroris bisa dikategorikan dalam kelompok ini. Selain itu, Blackwater mengklaim bisa menjatuhkan atau mendukung orang kuat di Negara lain. Sudah kayak CIA saja, atau malah lebih hebat?


Dalam penerawangan Gilasinema (adooooh….), perusahaan semacam Blackwater ini kedepannya akan makin banyak bermunculan, terutama oleh para pemilik modal besar, yang membuat keberadaan militer seakan tak ada artinya. Sebuah hal yang mengkhawatirkan karena siapa dengan modal melimpah bisa mengontrol keadaan (kecenderungan ini sudah mulai tampak dengan banyaknya pengusaha yang terjun di dunia politik). Takutnya hal ini bisa menciptakan situasi layaknya ketika gangster/mafia/yakuza atau apalah namanya menjalankan sebuah bisnis, yang menuntut upaya pengembangan dan eksistensi dengan cara-cara kekerasan.


Buat yang tertarik dengan film bertema perusahaan jasa keamanan (security service), film Blackline: The Beirut Contract rasanya patut ditungggu. Bukan dihasilkan dari studio besar memang dan dibintangi actor-aktris tidak terkenal, tapi menariknya bakal dibuat menjadi tiga seri (trilogy). Film ini disutradarai oleh Christian Johnston.

3 komentar:

Yusahrizal mengatakan...

Barusan dapet filmnya. Ntar deh komentar kalo udah nonton. Hehehe...

gilasinema mengatakan...

Wah...gimana nih kabarnya Bang Yusah? Lama gak eksis :D

Yusahrizal mengatakan...

Mudik boss, pulang kampung. Hiatus tak resmi selama 3 minggu, hehehehe..........

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket