Jumat, 24 Oktober 2008

DEFINITELY, MAYBE

Jumat, 24 Oktober 2008


Cinta itu misteri, makanya banyak tabir yang harus terbuka sebelum kita bisa menemukannya. Cinta bisa kita temukan sendiri dan bisa juga lewat bantuan pihak lain. Pada intinya yang dibutuhkan hanyalah keyakinan. Yakin ada saatnya kita akan menemukan cinta itu. Mungkin inilah yang ingin disampaikan oleh sutradara dan penulis cerita Adam Brooks. Sineas yang satu ini sebelumnya terlibat dalam dihasilkannya film Wimbledon, French Kiss, Practical Magic maupun Bridget Jones: The Edge of Reason.
Lewat pertanyaan Maya (Abigail Breslin) kepada ayahnya Will (Ryan Reynolds dengan penampilan yang so lovely) seputar kisah asmara anatara ayahnya dengan ibunya. Meski awalnya enggan, Will akhirnya mau bercerita seputar wanita yang pernah masuk dalam hidupnya. Ada Emily (Elizabeth Banks), Summer (Rachel Weisz) dan April (Isla Fisher).
Ketiga perempuan tadi datang silih berganti mengisi hidup Will. Penonton dijamin akan kesulitan siapa sebenarnya yang akan dipilih oleh Will pada akhirnya. Apakah Emily yang memberikannya Maya, Summer perempuan cerdas dan merdeka yang selalu siap bertukar pikiran atau April, teman yang asyik.
Inilah yang membedakan Definitely, Maybe dengan film sejenis. Film ini berhasil menghadirkan kisah cinta dengan balutan misteri. sebuah pendekatan yang segar dan asli. Menyaksikan film ini bak melihat sebuah film tentang misteri pembunuhan, dimana kita dituntut untuk berfikir siapa yang menjadi pelaku. Begitupun dalam film ini Adam Brooks mampu mengecoh penonton beberapa kali. Ketika kita sudah diyakinkan Will akan memilih salah satu dari ketiga perempuan tadi, tiba-tiba datang suatu hal yang mementahkan hal tersebut. Gemes kita yang melihatnya.
Naskah yang segar untungnya didukung dengan penampilan bintang – bintangnya yang juga tampil segar dan santai. Interaksi Ryan Reynolds dan Abigail Breslin terasa meyakinkan dan akrab, Rachel Weisz seperti biasa selau membuat layar tampak lebih cerah dengan kehadirannya. sedang Isla Fisher dengan kemudaannya, ternyata mampu memberikan kontribusi yang meyakinkan lewat aksinya. Namun bagian paling mengasyikkan memang melihat aksi Ryan Reynolds dan Abigail Breslin. Terutama dialog – dialog yang keluar dari mulut Abigail Breslin yang mampu memancing senyum dengan kepolosannya.
Lalu, siapakah akhirnya yang akan dipilih oleh Will? Jawabannya akan kita temui di menit-menit akhir dari film ini, dan rasanya kesabaran penonton terbayar dengan pantas lewat eksekusi cerita yang dipilih. Kelemahan kecil dari film ini adalah durasinya yang agak terlalu panjang. Namun hal itu tidaklah menjadi masalah. Begitupun dengan siapa yang pada akhirnya menjadi pilihan Will, karena Definitely, Maybe mampu mengisi kekosongan pasokan tontonan romantis bermutu tanpa menumpulkan logika. Sangat cocok ditonton bagi mereka sedang kasmaran. Salah satu film romantis terbaik yang bisa dinikmati semua gender. Rasa-rasanya para cowok bakalan bisa menikmati film yang satu ini dibandingkan 27 Dresses atau Made of Honor. Mungkin setelah melihat film ini akan sedikit membantu para cowok memantapkan pilihan mereka
Sekedar pertanyaan, mengapa film ini kurang bergema dibandingkan kedua film tadi mengingat kualitasnya yang jauh lebih baik? Sungguh mengherankan selera penonton itu. 4/5

3 komentar:

Anonim mengatakan...

haha i love this movie !! seger lucu asik

Anonim mengatakan...

"mengapa film ini kurang bergema....."
hehehehe.....iy y.....knp y?
padahal bagus......g maksa....santai.....ky maen puzzle....plus TTS....asik

Ardi Yudha D. mengatakan...

Actually, gue baru nonton ini di januari 2016, gue cowo dan gue kesemsem sama tingkah Maya, konyol nya Will, dewasanya Summer, diem tapi nyakutinnya Emily dan at last seger nya April, yang suka dengan love comedy story, this is higly recomended for you

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket