Sabtu, 05 Juli 2008

THE BANK JOB

Sabtu, 05 Juli 2008



Pada bulan September 1971, Inggris dihebohkan dengan peristiwa perampokan yang terjadi di sebuah bank di kawasan London’s Baker Street. Para perampok berhasil mengambil beberapa safe deposit box yang berisi barang dan surat berharga. Peristiwa tersebut menjadi headline samapai berhari – hari, dan samapi sekarang belum terkuak siapa yang terlibat di balik peristiwa tersebut dan kemana harta yang berhasil dirampas.
Berangkat dari peristiwa tersebut, sutradara Roger Donaldson berusaha menghadirkannya di layar lebar lewat versi cerita yang disusun oleh Dick Clement dan Ian La Frenais. Yang namanya versi cerita, tidak perlu diperdebatkan benar tidaknya cerita yang dihadirkan. Yang lebih penting adalah mamu tidaknya sutradara mengemas tontonan yang menarik tanpa menyakiti logika.
Film dibuka dengan beberapa orang yang sedang berasyik masyuk, tanpa menyadari aksi mereka direkam oleh seseorang. Selanjutnya kita diperkenalkan dengan Terry (Jason Statham) yang mantan perampok dan sedang berusaha membina kehidupan yang lurus dengan mengelola sebuah bengkel. Ketika dihadapkan pada kebangkrutan, datang tawaran dari teman di masa lalu, Martine (Saffron Burrows) untuk merampok sebuah bank. Tanpa berpikir lama, Terry menyetujui usul tersebut dan mulai mengumpulkan orang – orang yang dia percaya dan kompeten untuk memuluskan aksi mereka.
Sejak awal kita diperlihatkan kenyataan bahwa ada pihak yang “menggerakkan” Martine. Terry bukannya tidak mengetahui hal tersebut, dia hanya tidak paham motif di balik orang dibelakang Martine. Dia tetap menjalankan tugasnya dengan professional, dan menyiapkan rencana akhir yang dia simpan sendiri. Perampokan berjalan sukses dengan beberapa gangguan yang lumayan membuat tegang penonton.
Namun masalah sebenarnya muncul setelah perampokan, karena ternyata perampokan tersebut mengancam eksistensi beberapa pihak. Tidak mau beresiko dengan kelangsungan hidup mereka, beberapa pihak tadi mulai memburu dan menghabisi orang – orang yang diajak oleh Terry. Melihat hal tersebut, Terry tidak tinggal diam. Dia mulai menyusun langkah untuk menyelamatkan nyawa teman – temannya sekaligus menjauhkan keluarganya dari bahaya.
Secara keseluruhan, film ini mampu menyajikan tontonan yang memikat. Adegan demi adegan hadir dengan pas dan tidak berlebihan. Para pemainnya mampu menggerakkan film dengan mulus. Jason Statham yang bisa dibilang actor laga paling sibuk saat ini, dalam film ini berhasil menampilkan sosok yang lain dibandingkan peran dia sebelumnya. Bisa dibilang, perannya dalam film ini merupakan peran paling normal dari semua peran yang pernah dia pegang. Tetap sebagai criminal namun dia juga seorang sosok yang cinta istri dan anak. Untungnya peran tersebut tidak dia tampilkan secara berlebihan seperti halnya dalam In The Name of The King. Sedang Saffron Burrows selalu tampil sensual dari semua sudut.
Mungkin sebagian penonton akan merasa sedikit tidak nyaman dengan porsi ketelanjangan dan kekerasan yang lumayan banyak ditampilkan. Namun kalau diperhatikan, adegan – adegan tersebut erat kaitannya dengan cerita, dalam hal ini dengan motif orang – orang yang merasa terancam dengan peristiwa perampokan tadi. Film ini bisa dijadikan pilihan untuk menghilangkan kepenatan. 3/5

1 komentar:

Bang Mupi mengatakan...

Salah satu film yang beda dari Statham. Gua memang suka Roger Donaldson juga.

Posting Komentar

 
GILA SINEMA. Design by Pocket