Selasa, 20 April 2010

CHLOE MORETZ : THE HIT-GIRL

Selasa, 20 April 2010 27

Setelah Dakota Fanning beranjak dewasa, dan Abigail Breslin makin tidak menggemaskan, kini bersiaplah menyambut bintang belia baru yang tampaknya bakal banyak menghiasi kabar dunia hiburan di tahun 2010 ini dengan segala sepak terjangnya. Tampaknya dunia hiburan dewasa ini makin menyukai penampilan mereka yang masih muda belia. Entah hal ini suatu yang positif atau justru wujud eksploitasi. Setelah Taylor Swift meraja lela di Grammy Awards, hadir penyanyi Hanya Dalam Bibir alias Just In Bieber yang menggebrak Billboard Chart. Sebelumnya, Miley Cyrus pun kondang di umur yang masih belia.


Chloe Moretz bisa dibilang aktris cilik paling bersinar sekaligus paling sensasional saat ini berkat pilihan perannya yang beresiko memunculkan kontroversi. Bocah yang pada 10 Februari lalu baru genap berusia 13 tahun ini, di tahun 2010 ini merilis film-film yang cukup menjanjikan dilihat dari segi bisnis. Pertengahan Maret kemarin, Diary of A Wimpy Kid dirilis dan menuai banyak apresiasi positif, selain diterima penonton dengan amat sangat baik. Terbukti perolehan box office-nya yang menembus angka $50 juta. Padahal, budgetnya dikabarkan hanya sekitar $15 juta. Peran Chloe mungkin tidaklah terlalu menonjol, namun kesuksesan film ini paling tidak memberi kredit positif pada filmografinya. O ya, sebelumnya Chloe Moretz tampil sebagai adik Joseph Gordon-Levitt di (500) Days of Summer.


Chloe Moretz menuai sensasi tatkala Kick-Ass dirilis. Perannya sebagai Hit Girl menuai banyak hujatan. Bukan terhadap kualitas aktingnya. Justru sebagian besar memuji keberhasilan Chloe Moretz dalam menghidupkan karakter Hit Girl. Masalahnya ada pada karakterisasi Hit Girl yang digambarkan masih belia namun sangat lihai memainkan senjata dan dengan beringasnya (kata mereka yang sudah menonton) membantai musuh-musuhnya yang jauh lebih tua dan lebih berbobot. Selain itu, Hit Girl juga diberkahi mulut kotor. Banyak yang protes dengan dialog "Okay you cunts, let's see what you can do now" yang keluar dari mulutnya, yang membuat sebuah surat kabar memberi “penghargaan” Hit Girl sebagai
"the foulest mouthed child ever to appear on screen”. Gara – gara aksi Hit Girl ini, kritikus film kondang Roger Ebert hanya memberi rating ¼ dan menyebut Kic-Ass sebagai tayangan yang "morally reprehensible".
Bagaimana Chloe Moretz menyikap segala kritikan terhadap karakter yang dia perankan? Dalam sebuah wawancara dia berkata :
"If I ever uttered one word that I said in Kick-Ass, I would be grounded for years! I'd be stuck in my room until I was 20! I would never in a million years say that. I'm an average, everyday girl."
Bahkan, lanjut Chloe, di depan umum dia tidak akan menyebutkan judul film Kick-Ass ini dan menggunakan kata “the film”. Sedangkan kata Kick-Butt sering dia gunakan di rumah, sebagai kata pengganti.


Meski terkenal liberal, beberapa kalangan di Amerika seringkali mengkritik Holly yang kadang dinilai memberi pengaruh buruk dan tidak pantas dengan menghasilkan atau menggambarkan karakter anak-anak yang terlalu ekstrem. Masih ingat dong dengan awal karir Jodie Foster yang menuai kontroversi berkat peran pelacur belia di Taxi Driver. Atau hujan protes terhadap adegan Dakota Fanning diperkosa dalam film Hounddog, yang membuat filmnya hancur lebur dipasaran. Namun, peran-peran ekstrem justru menjadi incaran para bintang muda. Pasca Taxi Driver, kiprah Jodie Foster semakin tak terbendung dan dia dikenal sebagai salah satu aktris Holly tercerdas. Karir Dakota Fanning bukannya makin surut, justru semakin eksis.


Bagaimana dengan Chloe Moretz? Kritikan terhadap karakter Hit-Girl membuktikan kalau dia mempunyai kualitas akting yang cukup bagus yang berpotensi menghantarkan dirinya sebagai salah satu calon bintang besar. Sensasi Chloe Moretz sebagai bintang muda paling ”nendang” di Holly sekarang ini tampaknya masih bakal berlanjut, karena Oktober nanti dia bakal jadi vampire bocah di Let Me In yang merupakan adaptasi novel Let The Right One In (Di Amerika, novel ini rilis dengan judul Let Me In) karangan John Ajvide Lindqvist. Bagi yang pernah melihat Let The Right One In versi Swedia pasti tahu mengapa peran yang dimainkan Chloe Moretz bakal menghadirkan sensasi. Sebuah peran dengan karakter yang kejam, dingin dan berdarah-darah. Tahun depan, Chloe Moretz bakal merilis film The Invention of Hugo Cabret yang diarahkan….Martin Scorsese!!!
Kontroversi karakter Hit-Girl di film Kick-Ass kembali membangkitkan sebuah pertanyaan klasik. Benarkah adegan kekerasan dalam sebuah film mampu memancing tindak kekerasan pada penonton yang tidak memiliki benteng jiwa yang kuat? Sebuah pertanyaan yang jawabannya tetap akan memunculkan perdebatan panjang. Berkaitan dengan pertanyaan ini, kebetulan Gilasinema menemukan statement dari Chloe Moretz pada sebuah wawancara :

"I knew it was a controversial role, but it was a role I wanted to do," says Moretz earnestly. "A month or so before I got this script, Wanted (like Kick-Ass, based on a comic by Scotland's Millar] came out, and I really, really wanted to be a take-charge action heroine like Angelina Jolie."

Dari statement Chloe Moretz diatas, Gilasinema pikir sudah bisa menjawab pertanyaan seputar pengaruh dari sebuah film terhadap penontonnya.
 
GILA SINEMA. Design by Pocket