<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024</id><updated>2012-02-10T16:01:04.642+07:00</updated><category term='INSPIRING'/><category term='THRILLING'/><category term='FRESHING'/><category term='QUIZ'/><category term='DRAMA'/><category term='DOKU'/><category term='EVENT'/><category term='TERBAIK'/><category term='AWARD/LIST'/><category term='FUNNY'/><category term='CURHAT'/><category term='FOREIGN'/><category term='PREVIEW'/><category term='MUSICAL'/><category term='JUST A THOUGHT'/><category term='ASIA'/><category term='INDONESIA'/><title type='text'>GILA SINEMA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>380</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-3243189397243035568</id><published>2010-06-25T14:36:00.005+07:00</published><updated>2010-06-25T15:00:03.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><title type='text'>BERHENTI SEJENAK UNTUK PERUBAHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCRh7u55iAI/AAAAAAAAC7A/0Xl7cmvOWUM/s1600/119498647262611175smiley118.svg.med.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 294px; height: 299px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCRh7u55iAI/AAAAAAAAC7A/0Xl7cmvOWUM/s400/119498647262611175smiley118.svg.med.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486617924875159554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, perubahan itu wajib hukumnya. Perubahan itu wujud kalau kita hidup, karena menandakan sebuah pergerakan, entah itu ke arah yang lebih baik atau sebaliknya. Perubahan terjadi sebagai bentuk adaptasi manusia agar tetap eksis. Siap tidak siap, perubahan harus kita lakukan dan kita hadapi. Berdasarkan hal tersebut, saya akan melakukan perubahan yang cukup besar terhadap blog GILASINEMA sebagai wujud penyesuai terhadap status baru yang akan saya sandang. Status baru membawa konsekuensi penyesuaian demi penyesuaian serta tanggung jawab baru hingga menulis di blog yang sebelumnya menjadi salah satu aktivitas saya yang cukup penting  menjadi kegiatan dengan urutan prioritas yang tidak lagi tinggi. &lt;br /&gt;Perubahan status yang akan menimpa diri saya, menjadi momen yang pas untuk melakukan perubahan pada blog GILASINEMA. Postingan ini adalah postingan terakhir saya sebagai GILASINEMA. Saya masih akan tetap nge-blog namun dengan intensitas yang lebih sedikit dan dengan nama blog yang berbeda. Perubahan nama ini akan terjadi sewaktu-waktu, tergantung kesempatan waktu yang saya miliki. Apabila blog GILASINEMA sudah tidak bisa lagi dibuka, berarti sudah terjadi perubahan nama. Kalau semuanya berjalan lancar, kemungkinan blog GILASINEMA akan berubah nama menjadi CURHATSINEMA. &lt;br /&gt;Ketika niat ini saya sampaikan terhadap salah satu teman yang merupakan fans berat blog GILASINEMA (sok kondang hehehehe…), teman saya tersebut langsung mencak-mencak. Menurut dia, nama GILASINEMA itu sudah sangat catchy dan ikonik. Sebuah pernyataan yang membanggakan. Namun perubahan tetap harus terjadi meski sebenarnya sangat berat. GILASINEMA itu saya rasa sangat mencerminkan diri saya yang suka mengkonsumsi semua jenis film (kecuali bokep yang aneh-aneh), tak peduli kualitas filmnya dan dari Negara mana film tersebut diproduksi. Selain karena faktor status baru yang bakal mengikis sedikit intensitas saya dalam mengkonsumsi sinema, perubahan nama GILASINEMA menjadi CURHATSINEMA disebabkan juga karena ada rasa malu. Setelah mengenal beberapa penggila sinema dengan referensi yang dahsyat, penggunaan GILASINEMA terkesan pongah mengingat banyak sekali yang lebih gila dari saya. Bahkan sudah masuk taraf psycho sinema hehehehe….&lt;br /&gt;Sebelum benar-benar berubah menjadi CURHATSINEMA, perubahan-perubahan kecil sudah saya lakukan. Dimulai dengan perubahan dari sisi fisik (template) yang membawa konsekuensi tampilan banner dengan wajah menjijikkan itu menjadi lebih kecil dan akhirnya hilang sama sekali. Dari segi  isi, kalau diperhatikan, akhir-akhir ini saya tidak lagi menggunakan kata GILASINEMA sebagai kata ganti orang pertama.  Perubahan juga saya lakukan dengan merubah nama akun saya di Facebook dan Twitter. Kalau sebelumnya saya menggunakan akun dengan nama GILASINEMA, satu bulan terakhir ini saya menggunakan nama &lt;a href="http://www.facebook.com/gilasinema" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;SOEBY&lt;/a&gt; untuk akun Facebook, dan &lt;a href="http://twitter.com/soeby79" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;SOEBY79&lt;/a&gt; untuk akun Twitter. Sekedar informasi, saya juga membuat “rumah bayangan” di Wordpress dengan nama &lt;a href="http://curhatsinema.wordpress.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;CURHATSINEMA&lt;/a&gt; . Langkah ini saya ambil gara-gara ada penghapusan blog beberapa waktu lalu oleh Blogger. Di curhatsinema.wordpress.com saya hanya meng-import konten dari blog ini. Dan kalau ada komentar, tidak saya moderasi.&lt;br /&gt;Lebih dari 2,5 menyandang nama GILASINEMA, banyak sekali hal yang saya dapatkan. Saya jadi kenal banyak teman yang menggilai sinema, hingga bisa sAling bertukar ide lewat tulisan. Saya berterima kasih sekali terhadap apresiasi positif teman-teman semua. Ketika memulai blog GILASINEMA, tidak pernah saya membayangkan akan berada pada posisi seperti sekarang ini. Tidak pernah ada dalam benak saya untuk menjadi salah satu blog film yang paling niche seperti yang ditulis oleh Mas &lt;a href="http://ekajazzlover.wordpress.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;EKA NUGRAHA&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://www.ayongeblog.com/2010/01/15/ulasan-4-blog-lokal-niche-review-film/"&gt;AYO NGEBLOG&lt;/a&gt; . Tidak pernah saya berambisi menjadi blog film terbaik seperti yang dianugerahkan oleh &lt;a href="http://labirinfilm.blogspot.com/2010/03/laffest2010-7-pengumuman-penghargaan.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;LABIRIN FILM&lt;/a&gt; . Saya bahkan malu kalau ada yang menyebut saya sebagai sesepuh blog film dan disebut-sebut sebagai salah satu pemicu semaraknya blog film seperti yang disinggung oleh salah satu kontributor di &lt;a href="http://bicarafilm.com/baca/2010/05/07/kritik-film-di-tangan-blogger-indonesia.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;BICARA FILM&lt;/a&gt; , mengingat banyak sekali teman-teman yang memulainya jauh sebelum saya seperti &lt;a href="http://tukangreview.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;TUKANG REVIEW&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://jalangfilm.wordpress.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;JALANG FILM&lt;/a&gt; yang sudah mulai nge-blog sejak tahun 2005 dan teman – teman di &lt;a href="http://www.flickmagazine.net/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;FLICK MAGAZINE&lt;/a&gt; yang sudah banyak berkiprah dunia maya untuk urusan sinema serta masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Meski dari jumlah pengunjung tidak sedahsyat &lt;a href="http://jagoanmovies.blogspot.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;JAGOAN MOVIES&lt;/a&gt; yang kondang itu, saya selalu takjub dengan angka yang menunjukkan pergerakkan jumlah pengunjung perharinya. Terus terang, meski dibaca banyak orang bukanlah tujuan utama, angka tersebut memicu saya untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas tulisan sampai kadang saya merasa telah diperbudak oleh blog hehehehe. Popularitas memang candu! Terima kasih sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya buat teman – teman yang sudi meluangkan waktu untuk berkunjung dan membaca tulisan saya, walau dengan baca cepat sekalipun. Waktu, adalah pemberian terhebat. Terima kasih juga dengan teman-teman semua yang masih setia meluangkan waktu untuk memberikan kepada kita tulisan-tulisan yang bagus, informatif,inspiratif dan menyenangkan. Tidak menyangka banyak diantaranya yang baru lulus SMA! &lt;br /&gt;Selain ucapan terima kasih, tak lupa saya meminta maaf, terutama terhadap pihak-pihak yang merasa tersinggung oleh beberapa tulisan saya. Tak ada kesengajaan sama sekali. TERIMA KASIH, TERIMA KASIH, TERIMA KASIH.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-3243189397243035568?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/3243189397243035568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/berhenti-sejenak-untuk-perubahan.html#comment-form' title='27 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/3243189397243035568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/3243189397243035568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/berhenti-sejenak-untuk-perubahan.html' title='BERHENTI SEJENAK UNTUK PERUBAHAN'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCRh7u55iAI/AAAAAAAAC7A/0Xl7cmvOWUM/s72-c/119498647262611175smiley118.svg.med.png' height='72' width='72'/><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-7737577657147812811</id><published>2010-06-22T16:39:00.014+07:00</published><updated>2010-06-22T17:09:07.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>THE WEDDING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCKIdRcaeI/AAAAAAAAC6w/GatwO-WPk0g/s1600/wedding90.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 311px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCKIdRcaeI/AAAAAAAAC6w/GatwO-WPk0g/s400/wedding90.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485536224038644194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bulan Juni – Juli tidak hanya disemarakkan dengan gempuran film-film heboh dan juga ditandai kesibukan anak sekolah menikmati liburan. Dua bulan ini biasanya juga diwarnai dengan banyaknya undangan menghadiri pesta pernikahan, terutama buat mereka yang berasal dari Jawa. Saya kurang tahu, kapan musim nikah di luar Jawa. Saking banyaknya undangan yang datang, sampai pusing rasanya mengatur pengeluaran. Apalagi buat mereka yang penghasilannya pas-pasan seperti saya. Blog Gilasinema selalu berusaha tidak ketinggalan momen, karenanya akan saya sajikan film – film yang ada kaitannya dengan pernikahan. Tidak kalah seru dengan film tentang sepak bola kok, dan mungkin buat yang mau nikah bisa mengambil inspirasi dari film-film yang bakal saya singgung. Sebelumnya perlu saya tegaskan, tulisan di bawah ini akan sangat dipaksakan (untuk nyambung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCJ45s0nKI/AAAAAAAAC6o/yN28iTURM28/s1600/wedding.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 186px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCJ45s0nKI/AAAAAAAAC6o/yN28iTURM28/s400/wedding.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485535956791762082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan itu umumnya diawali dengan pertemuan dua hati, namun adakalanya karena paksaan juga sih layaknya nasib si Siti Nurbaya. Namun, alangkah baiknya kalau pernikahan itu dilakukan ketika kita sudah matang secara finansial, umur dan emosional serta bukan karena hamil duluan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Married by Accident, Akibat Hamil Muda)&lt;/span&gt;. Jodoh itu bisa ditemukan dimana saja dan kapan saja. Ada kalanya jodoh kita temukan setelah menghadiri 4 pernikahan dan 1 acara pemakaman &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Four Weddings and A Funeral&lt;/span&gt;), atau karena adanya ikatan masa kecil yang terlalu kita anggap serius &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Sweet Home Alabama)&lt;/span&gt;. Tidak masalah sih kapan dan dimana kita bertemu jodoh asal kita bisa menekan ego, kebanggaan dan prasangka serta mau membuka hati &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Bride and Prejudice&lt;/span&gt;). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCJlHf2rdI/AAAAAAAAC6g/a_MF6fFX0V8/s1600/wedding1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCJlHf2rdI/AAAAAAAAC6g/a_MF6fFX0V8/s400/wedding1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485535616898084306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya memastikan beberapa hal agar kesialan dan kekacauan bisa kita hindari. Selidiki secara mendalam apa sebenarnya pekerjaan dari orang yang akan kau pilih mendampingi hidupmu. Bahaya juga kan kalau ternyata dia itu seorang gangster &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(My Wife Is a Gangster)&lt;/span&gt;. Sarankan pada calon pasanganmu untuk menyelesaikan semua masalah di masa lalu. Jangan sampai ketika kamu siap diikat dalam janji pernikahan, datang badai dari masa lalu yang celakanya bisa mencabut nyawamu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Kill Bill)&lt;/span&gt;. Dan yang tak kalah penting adalah memastikan dia benar-benar lajang, hingga menyingkirkan kemungkinan munculnya orang yang mengaku sebagai istri/suaminya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Berbagi Suami)&lt;/span&gt; dengan diiringi lagu Tamu Tak Diundang-nya Iis Dahlia. Selain itu, tak ada salahnya memastikan adakah perselisihan antar orang tua &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Mot Mallineun Gyeolhon / Unstoppable Marriage)&lt;/span&gt;. O iya, khusus buat para cowok, pastikan calon pasangan kita tidak sedang diincar orang yang menggeluti klenik. Tidak lucu kan, saat nanti mau menikmati malam pertama, kita malah ”ditusuk” laba-laba hitam &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Pernikahan Berdarah)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCJIF7d9uI/AAAAAAAAC6Y/86cNaA_yLps/s1600/wedding2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 308px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCJIF7d9uI/AAAAAAAAC6Y/86cNaA_yLps/s400/wedding2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485535118260827874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah mantap dengan seseorang, jangan lupa untuk mendekati keluarganya. Disini perlu kehatian-hatian,  sikap waspada serta buka mata dan hati, agar tidak bernasib sial atau terkejut dengan perilaku keluarga pasangan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Meet the Parents, Meet the Focker)&lt;/span&gt;. Buat para cowok, hati-hati menghadapi ayah yang begitu mencintai putrinya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Father of The Bride)&lt;/span&gt;. Pastikan juga kamu mempunyai teman-teman bermain yang bisa mendukung pilihanmu, bukannya  malah mengacaukannya dan memicu pertempuran antar kampung &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Get Married)&lt;/span&gt;. Dan ini nih yang paling penting, si dia sudah mantap apa belum melangkah ke jenjang pernikahan. Jangan sampai kita sudah siap melakukan akad nikah, si dia malah lari karena takut akan komitmen &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Runaway Bride)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCIv_NyI2I/AAAAAAAAC6Q/-xwh4luRihE/s1600/wedding3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCIv_NyI2I/AAAAAAAAC6Q/-xwh4luRihE/s400/wedding3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485534704141738850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Motif melakukan pernikahan juga penting diketahui lho untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya. Jangan terpesona dengan daya trik seks yang kuat, terutama dengan orang yang baru pertama kali kita lihat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Original Sin)&lt;/span&gt;. Pastikan pernikahan bukan berlandaskan untuk memenuhi ekpsektasi orang tua yang sangat berbeda dengan harapan kita. Gak seru dong ketika misalnya kita senengnya sama sesama jenis, tapi demi membahagiakan orang tua terpaksa menikahi lawan jenis &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(The Wedding Banquet)&lt;/span&gt;. Ada juga yang terpaksa memenuhi lamaran karena terjebak dalam perjanjian yang menyudutkan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(The Proposal, Ngebut Kawin)&lt;/span&gt;. Masih untung kalau ternyata berjodoh, kalau tidak? Tapi ada juga sih yang menikah gara-gara kegilaaan sesaat, seperti mabok di Vegas &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(What Happens in Vegas)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCILZnQUkI/AAAAAAAAC6I/oM4cTJlV5lw/s1600/wedding4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 328px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCILZnQUkI/AAAAAAAAC6I/oM4cTJlV5lw/s400/wedding4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485534075572736578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melangsungkan pernikahan, persiapan demi persiapan wajib dilakukan agar tidak terjadi kekacauan pas hari H nanti. Dan lagi, sebagai momen yang idealnya sekali seumur hidup, pasti ingin pernikahannya berjalan sempurna menurut ukuran masing-masing. Kalau mau gampang sih tinggal cari wedding organizer saja, tapi kalau bisa yang mengurusi jangan sampai menjadi ancaman karena pesona fisiknya bagi pasangan kita &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(The Wedding Planner)&lt;/span&gt;. Perlu juga dipikirkan penyanyi yang bakal melantunkan lagu-lagu kenangan, dan kalau sang penyanyi terpikat dengan pegawai catering ya syukur alhamdulillah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(The Wedding Singer)&lt;/span&gt;. Yakinkan pengiring pengantin yang tepat. Jangan memilih orang yang pada hari yang sama menjadi pengiring pengantin di dua tempat yang berbeda &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(27 Dresses)&lt;/span&gt; atau pengiring pengantin yang justru mengajak pasanganmu melakukan tindak criminal &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Best Man)&lt;/span&gt;. Jangan lupa, komunikasikan tanggal pernikahanmu dengan sahabatmu biar tidak terjadi bentrok yang mengancam persahabatan kamu dengannya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Bride Wars)&lt;/span&gt;. Pilih penghulu yang bener-bener waras dan mempunyai itikad baik menyatukan dua hati, jangan yang egois memikirkan eksistensi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Kawin Laris)&lt;/span&gt;. Ingin pernikahanmu diliput media? Ikut perlombaan pernikahan terunik bisa dijadikan alternative. Tapi ingat, tetap harus berlandaskan cinta, jangan karena nafsu ingin menjadi pemenang justru malah mengacaukan segalanya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Confetti)&lt;/span&gt;.  Toh setiap pernikahan itu menyimpan keunikan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCHut3XijI/AAAAAAAAC6A/k9XFIRFQFng/s1600/wedding5.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 395px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCHut3XijI/AAAAAAAAC6A/k9XFIRFQFng/s400/wedding5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485533582792821298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa – siapa yang bakal diundang juga berpengaruh pada kesuksesan acara. Acara bakal meriah kalau teman-teman terbaik kamu bisa hadir, namun bisa terjadi sebaliknya kalau ada si usil terselip didalamnya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(American Wedding)&lt;/span&gt;. Perlu diwaspadai orang-orang tak dikenal yang menyusup hanya sekedar untuk menggasak hidangan dan mengincar tamu lain yang masih lajang, atau bahkan pasangan orang lain untuk diseret ke ranjang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Wedding Crasher)&lt;/span&gt;. Pertimbangkan masak-masak sebelum mengundang mantan pacar calon suami/istrimu. Bisa jadi dia masih menyimpan rasa cinta dan malah mencoba mensabotase pasanganmu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(My Best Friend’s Wedding)&lt;/span&gt;. Dan jangan terkejut kalau ternyata mantan pasanganmu ternyata satu jenis kelamin &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Kiss the Bride)&lt;/span&gt;. Semua orang punya masa lalu bukan? Minta bantuan saudara atau teman untuk mengedarkan undangan, jangan malah minta bantuan mantan pacar yang membuatmu gamang akan pilihanmu sekarang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Hari Untuk Amanda)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCHFF6CmyI/AAAAAAAAC54/jdDt12eoCJE/s1600/wedding6.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 191px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCHFF6CmyI/AAAAAAAAC54/jdDt12eoCJE/s400/wedding6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485532867691977506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bachelor party? Hmmm…bukan kebiasaan orang sini sih, tapi tak ada salahnya kalau ingin menyelenggarakannya. Pesta bujangan ini bisanya berhubungan dengan keliaran yang diwarnai tarian telanjang dan mabuk – mabukan. Dua- duanya bisa menimbulkan masalah. Mabuk-mabukan dengan campuran zat terlarang bisa membuatmu babak belur ditinju Tyson, hampir di terkam harimau, mendapat “anugerah” bayi dan berurusan dengan mafia tengil &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(The Hangover)&lt;/span&gt;. Jangan terlalu liar mencumbui perempuan yang hadir di pesta bujangan, karena akibatnya bisa berbahaya dan mengacaukan segalanya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Very Bad Things)&lt;/span&gt;. Menyusuri perkebunan anggur bersama sahabat terbaik tampaknya lebih direkomendasikan, dengan syarat sahabatmu tidak melakukan hal-hal nakal &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Sideways)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCGW-OaMoI/AAAAAAAAC5w/XQURHSI8JSE/s1600/wedding7.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 388px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCGW-OaMoI/AAAAAAAAC5w/XQURHSI8JSE/s400/wedding7.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485532075355943554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah melalui proses panjang yang melelahkan, sampailah pada hari besar yang dinantikan. Saatnya semua orang berkumpul bersilaturahmi. Keluarga besar yang terkumpul bisa menghadirkan keceriaan, sekaligus kebingungan buat yang tidak terbiasa terperangkap dalam kemeriahan keluarga besar. Banyak prosesi yang harus dilakoni, tergantung dari budaya mana sang mempelai berasal. Pesta pernikahan bisa jadi kajian budaya yang menarik &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(My Big Fat Greek Wedding, Monsoon Wedding)&lt;/span&gt;. Selain saat yang tepat untuk berkumpulnya seluruh anggota keluarga, pesta pernikahan bisa dijadikan ajang rekonsiliasi atas luka dimasa lalu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Rachel Getting Married, Margot at The Wedding)&lt;/span&gt;. Namun, siap-siap saja akan kejutan demi kejutan, terutama rahasia masa lalu yang bisa membuat kamu limbung &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Monsoon Wedding, After the Wedding)&lt;/span&gt;. Namun, tak peduli apapun yang terjadi di selama pesta penikahan, kedua mempelai berhak mendapatkan perhatian penuh. Menjadi raja dan ratu sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCF3rDKZVI/AAAAAAAAC5o/26I1IZZLRlI/s1600/wedding8.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCF3rDKZVI/AAAAAAAAC5o/26I1IZZLRlI/s400/wedding8.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485531537632552274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedikit saran buat perempuan berumur yang masih sendiri, mengajak male escort ke pernikahan saudara yang lebih muda bisa dipertimbangkan lho. Siapa tahu male escort tersebut justru merupakan jodoh kamu hehehehe…&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(The Wedding Date)&lt;/span&gt;. Ketika orang tua masing-masing mempelai dipusingkan dengan kegiatan setelah pernikahan seperti  membersihkan dan membereskan sisa – sisa pesta, Sang Pengantin menikmati status baru mereka dengan berlibur di sebuah tempat yang indah, namun bukan tidak mungkin  tanpa kekacauan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Just Married)&lt;/span&gt;. Kita doakan saja mereka tidak terjebak di sebuah pulau dimana sepasang pembunuh berantai berkeliaran mengincar pasangan-pasangan baru &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(The Perfect Gateway)&lt;/span&gt;. Dan semoga pernikahan mereka menjadi jembatan sempurna untuk &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Happily Ever After&lt;/span&gt; layaknya dongeng (lama) Disney. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCFX20dmiI/AAAAAAAAC5g/DgeEKeIMRlA/s1600/wedding9.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 292px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCFX20dmiI/AAAAAAAAC5g/DgeEKeIMRlA/s400/wedding9.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485530991036308002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan itu bukanlah hak istimewa orang-orang tertentu saja. Setiap makhluk berhak melakukan pernikahan yang mungkin terkesan ganjil dalam pandangan pihak lain namun justru manis romantis bagi mereka yang menjalaninya. Toh yang terpenting bukan pernikahannya, tapi bagaimana menjalankan “kontrak” sebaik mungkin.  Tidak tertarik atau belum tertarik untuk mengikatkan diri? It’s OK. Semuanya dikembalikan pada pilihan masing-masing individu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-7737577657147812811?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/7737577657147812811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/wedding.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7737577657147812811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7737577657147812811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/wedding.html' title='THE WEDDING'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TCCKIdRcaeI/AAAAAAAAC6w/GatwO-WPk0g/s72-c/wedding90.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-7287851802547369620</id><published>2010-06-19T18:07:00.018+07:00</published><updated>2010-06-19T19:02:02.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>THE REAL MALE MOVIE STAR ON THE LAST DECADE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBywv9VpFRI/AAAAAAAAC5Y/gj1SEhNVsAI/s1600/adam_sandler_caricature.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 293px; height: 350px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBywv9VpFRI/AAAAAAAAC5Y/gj1SEhNVsAI/s400/adam_sandler_caricature.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484452784196097298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalau sebelumnya saya memilih 10 bintang cewek sebagai&lt;/span&gt; &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/real-female-movie-star-on-last-decade.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;THE REAL FEMALE MOVIE STAR ON THE LAST DECADE&lt;/a&gt; , &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kali ini giliran para cowok yang menurut saya pantas masuk THE REAL MALE MOVIE STAR ON THE LAST DECADE. Ukurannya masih sama, pencapaian dolar dan kualitas acting, dalam hal ini Oscar lagi-lagi saya jadikan patokan. Namun, kali ini saya sedikit curang dengan memasukkan satu nama yang belum pernah tersentuh Nominasi Oscar sepanjang tahun 2000 – 2009. Nama tersebut terpaksa saya masukkan, mengingat film-filmnya laris luar biasa. Dan lagi, dalam pengamatan saya, aktingnya tidaklah jelek-jelek amat. Phillip Seymour Hoffman dan Sean Penn terpaksa saya singkirkan dari daftar mengingat film-film keduanya banyak yang kurang sukses dipasaran. Keduanya lebih kuat disisi aktor saja. Lain halnya dengan Adam Sandler dan Ben Stiller yang lebih kuat dari sisi dagang dan belum benar-benar diakui dari segi akting, meski di beberapa film, mereka menampilkan sesuatu yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBywXiHTsYI/AAAAAAAAC5Q/9BMnWBd5iZE/s1600/daniel_radcliffe_606805f.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 350px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBywXiHTsYI/AAAAAAAAC5Q/9BMnWBd5iZE/s400/daniel_radcliffe_606805f.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484452364571357570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada satu nama yang menurut saya pantas mendapatkan penghargaan khusus yakni sebagai bintang muda paling sukses selama tahun 2000 – 2009. Bintang muda tersebut adalah Daniel Radcliffe. Sejak bermain dalam Harry Potter, wajahnya tak henti-hentinya menghiasi berbagai media, padahal sebelumnya tak ada yang mengenal namanya. Daniel Radcliffe sangat diuntungkan dengan franchise Harry Potter yang mempunyai banyak penggemar fanatik. Sepanjang 10 tahun terakhir ini rasanya kita diajak untuk melihat pertumbuhan dari Daniel Radcliffe/Harry Potter. Daniel Radcliffe pastinya akan selalu diingat oleh mereka yang beruntung mencicipi seri Harry Potter sepanjang tahun 2000 – 2009, bahkan kalau Daniel Radcliffe karirnya tenggelam nantinya. 6 seri Harry Potter berhasil memberikan penghasilan kotor sebesar lebih dari 5,4 milyar US dolar. Sebuah pencapaian yang luar biasa.&lt;br /&gt;Ok, langsung saja saya gelar 10 bintang cowok paling berkilau versi saya sepanjang tahun 2000 – 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBysszyZDbI/AAAAAAAAC4Y/ItPEhqqcjRg/s1600/russell_crowe_213855.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 249px; height: 350px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBysszyZDbI/AAAAAAAAC4Y/ItPEhqqcjRg/s400/russell_crowe_213855.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484448332046208434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10.RUSSEL CROWE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gladiator menjadi gerbang kesuksesannya hingga namanya lebih dikenal banyak orang. Sayangnya dia melakukan blunder ketika diberitakan menjalin hubungan dengan Meg Ryan yang saat itu masih berstatus sebagai istri Dennis Quaid yang mengancam kelangsungan karirnya. Untungnya dia kembali menggebrak dengan A Beautiful Mind yang selain sukses di ajang Oscar juga sukses di pasaran. Film-film yang dia bintangi sepanjang tahun 2000 s/d 2009 berhasil mengumpulkan pendapatan lebih dari 1,7 milyar US dolar. Banyak filmnya yang cenderung mengecewakan di tangga box office Holly mengingat film-film yang dia bintang bermodalkan dana yang cukup besar. Namun, namanya masih cukup menjual untuk pasar global.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTING RATE : 7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun berturut-turut mendapatkan nominasi Oscar (2000 – 2002) dan berhasil membawa satu piala bukanlah prestasi sepele. Sayang sekali, paska A Beautiful Mind yang merupakan penampilan terbaiknya setelah The Insider, Russel Crowe belum lagi membuat gebrakan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBywBqj8XAI/AAAAAAAAC5I/4PgJ0fbe2jI/s1600/MattDamon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 286px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBywBqj8XAI/AAAAAAAAC5I/4PgJ0fbe2jI/s400/MattDamon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484451988881824770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9.MATT DAMON&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum seri pertama dari Bourne dirilis dan diluar keikutsertaannya dalam kisah Danny Ocean, rasanya Matt Damon lebih banyak menuai kegagalan dari film-film yang dia rilis dari segi bisnis hingga namanya belumlah terlalu dikenal luas. Sudah dikenal, namun kalah tenar dibanding temannya, Ben Affleck. Namun setelah kesuksesan The Bourne Identity, binar kebintangannya mampu meredupkan pamor Ben Affleck yang disibukkan dengan kisah asmara. Di luar trilogy Ocean, film-film Matt Damon mampu menghasilkan pemasukan total lebih dari 2 milyar US dolar. Nah, kalau ditambahkan dari pendapatan trilogy Ocean, jumlah tersebut membengkak menjadi lebih dari 3 milyar US dolar. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTING RATE : 6,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak dikenal lewat Good Will Hunting dan dilanjutkan dengan penampilan yang memikat di The Talented Mr. Ripley, Matt Damon sudah menunjukkan kepiawaiannya memainkan berbagai peran. Dengan wajah yang terbilang biasa-biasa saja justru menjadi kekuatan baginya dengan membuka banyak sekali peran yang berbeda-beda. Bisa jadi protagonist maupun antagonis dengan sama meyakinkan. Keberhasilannya memerankan Bourne patut diacungi jempol. Dalam The Informant! Matt Damon menyuguhkan peningkatan kualitas acting yang menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6,25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByvZQfjmWI/AAAAAAAAC44/wrhAsSLTU_U/s1600/denzel_washington_530355.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 349px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByvZQfjmWI/AAAAAAAAC44/wrhAsSLTU_U/s400/denzel_washington_530355.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484451294689335650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8.DENZEL WASHINGTON&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film-film Denzel Washington meski tidak mendatangkan hasil luar biasa, ternyata untuk hasil kotornya dari peredaran seluruh dunia selalu melebihi biaya produksinya lho. Bahkan untuk film yang dia sutradarai, Antwone Fisher. Film ini dengan budget $3juta, mampu mendatangkan hasil lebih dari $20 juta. Sedangkan The Great Debaters mampu mendatangkan hasil 2 kali lipat biya produksinya yang sekitar $15 juta. Film-film Denzel Washington, keseluruhan menghasilkan lebih dari 1,3 milyar US dolar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTING RATE : 7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu Piala Oscar lewat Training Day menjadi bukti kepiawaian Denzel Washington dalam berakting, meski penampilannya dalam Training Day bukanlah pencapaian terbaik darinya. Pasca Training Day, Denzel sayangnya jarang sekali muncul dalam film yang dilirik movie award. Tapi kayaknya penampilan dia jarang mendapat penilaian negative ya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByvBv95DOI/AAAAAAAAC4w/r-2bx8fPV6o/s1600/cruiser.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 297px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByvBv95DOI/AAAAAAAAC4w/r-2bx8fPV6o/s400/cruiser.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484450890821209314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7.TOM CRUISE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hmmm…rasanya tidak adil kalau tidak memasukkan nama yang satu ini. Memang selama decade terakhir dia tidak pernah masuk dalam nominasi Oscar. Namun lihatlah pencapaian dolar dari film-filmnya yang melimpah, terutama pra pernikahannya dengan Katie Holmes. Bahkan tanpa tambahan dari pemasukan film Tropic Thunder yang melibatkan dirinya sebagai cameo, 9 film lain yang dia bintangi mampu mengumpulkan pendapatan lebih dari 3 milyar US dolar! Bukti kalau kebintangannya belum benar-benar habis. Hanya sedikit meredup.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTING RATE : 5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Ethan Hunt dia tetap mempesona, tampil meyakinkan sebagai kriminal yang membuat pusing Jamie Foxx dan meski porsinya sedikit, perannya dalam Tropic Thunder sangatlah memorable hingga rencananya bakal dibuatkan kisah tersendiri. Bukti kalau Tom Cruise mempunyai kapasitas akting yang tidak buruk. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBytx0osNGI/AAAAAAAAC4g/o2-5O_iwlNY/s1600/george_clooney_811125.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBytx0osNGI/AAAAAAAAC4g/o2-5O_iwlNY/s400/george_clooney_811125.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484449517684929634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6.GEORGE CLOONEY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan nama-nama lain dalam daftar ini, George Clooney bisa dibilang paling produktif dengan merilis sekitar 20 film sepanjang tahun 2000 – 2009. Diluar 3 seri Danny Ocean, film – film yang dia bintangi sebenarnya tidaklah sukses-sukses amat, bahkan ada yang gagal total seperti The Good German, Welcome to Collinwood dan Leatherheads. Kegagalan beberapa film yang George Clooney bintangi bukan disebabkan karena dia tidak kondang, justru dia sangatlah terkenal dengan seringnya tampil di media. Mungkin karena tema filmnya dianggap kurang begitu menarik. Dari sekitar 20 judul film yang dia bintangi, terkumpul hasil sekitar lebih dari 2,4 milyar US dolar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTING RATE : 7,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali masuk nominasi Oscar dan memenangkannya sekali, merupakan bukti kalau bujang lapuk ini aktingnya mendapatkan apresiasi positif. Tidak dari semua pihak memang, mengingat banyak yang bilang peran-peran yang Clooney pilih bukanlah peran-peran yang (dianggap) berbeda jauh dengan pribadi aslinya. Penampilan dari George Clooney yang saya suka ada di O Brother, Where Art Thou dan Michael Clayton. Sayang sekali saya belum melihat Syriana. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6,75&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByrEy54GqI/AAAAAAAAC4Q/xYI45I1hJZs/s1600/bradpitt1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 305px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByrEy54GqI/AAAAAAAAC4Q/xYI45I1hJZs/s400/bradpitt1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484446545102772898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.BRAD PITT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 7,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cakep, kondang, fisik sempurna dengan pasangan seksi dan bisa acting. Sungguh sebuah perpaduan sempurna untuk menjadi seorang bintang. Semuanya itu melekat pada Brad Pitt hingga memuat Jesse James iri dan membunuhnya hehehehe…. Wajahnya tak henti menghiasi media hiburan apalagi paska Mr and Mrs. Smith. Film-filmnya telah mengumpulkan hasil lebih dari 3 milyar US dolar. Sayangnya, The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford yang menurut saya salah satu film terbaik dia, gagal total di pasaran.  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTING RATE : 7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan perannya cukup baragam. Mulai dari mata-mata, pembunuh bayaran, pelatih gym yang bego hingga tukang kupas kulit kepala para Nazi. Dimata saya sih dia cukup berhasil dengan peran-perannya tersebut. Semoga sebelum dia jadi Presiden USA, dia mendapat Oscar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 7,25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByqLAeOd5I/AAAAAAAAC4I/nlcBmC4EaFc/s1600/tom_hanks_110825.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByqLAeOd5I/AAAAAAAAC4I/nlcBmC4EaFc/s400/tom_hanks_110825.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484445552312481682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.TOM HANKS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 7,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak actor berumur yang masih bisa mejual filmnya. Tom Hanks patut diacungi jempol dengan kejeliannya memilih film. Kejeliannya dibuktikan dengan kenekadannya memerankan Prof Langdon, meski dikritik banyak pihak. Dengan modal fisik yang tidak bisa dibilang mempesona, total pendapatan film yang menghadirkan dirinya mencapai lebih dari 3,3 milyar US dolar. Jumlah tersebut belum ditambahkan dengan pendapatan dari film The Simpsons Movie yang mencapai lebih dari $500 juta lho. Pundi-pundi Tom Hanks makin membengkak dengan makin agresifnya dia memproduseri film-filmnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTING RATE : 7,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari segi acting, penampilan Tom Hanks sepanjang tahun 2000 – 2009 memang tidak segemilang penampilnnya di era 1990 – 1999, era dimana dia meraih 2 Oscar, namun tetap saja diatas rata-rata. Contohnya dalam Cast Away dimana dia menampilkan perubahan fisik yang dramatis dengan beban peran yang amat besar. Panampilannya sebagai anggota mafia dalam Road to Perdition juga cukup meyakinkan. Pokoknya Tom Hanks selalu total dengan peran-perannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 7,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByp4FZRQUI/AAAAAAAAC4A/G9mx44Ph_3s/s1600/star18.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 239px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByp4FZRQUI/AAAAAAAAC4A/G9mx44Ph_3s/s400/star18.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484445227216355650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.WILL SMITH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dipungkiri, Will Smith adalah actor berkulit gelap paling moncer sepanjang 10 tahun terakhir. Jarang sekali film-filmnya gagal di pasaran, bahkan untuk film cinta macam Hitch yang berhasil meraup lebih dari $300 juta untuk peredaran seluruh dunia. Paling hanya The Legend of Bagger Vance dan Ali saja yang hasilnya kurang begitu menggembirakan. Men in Black 2, I, Robot, Shark Tale, Hitch, The Pursuit oh Happyness, I am Legend dan Hancock adalah film-film Will Smith yang berjaya dengan perolehan di atas dari $300 juta. Total pendapatan dari film-film yang melibatkan Will Smith mencapai lebih dari 3 milyar US dolar! Yang membuat Will Smith pantas dikagumi adalah meski dia merupakan A-list Actor, dia bisa menjauhkan keluarganya dari gossip miring. Will Smith akhir-akhir ini juga rajin berperan sebagai produser.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTING RATE : 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Will Smith itu punya kemampuan acting yang bagus, hanya saja potensinya tersebut tertutup oleh kesibukannya bermain dalam film-film “heboh”. Bukti potensi acting Will Smith bisa disaksikan lewat Ali dan The Pursuit of Happyness yang membuahkan nominasi Oscar. Harapannya sih kedepannya dia bermain di film-film yang lebih mengoptimalkan kemampuan aktingnya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 7,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBypdQ_U-tI/AAAAAAAAC34/ZDHwOKJ_KmU/s1600/leonardo_dicaprio_107495.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 249px; height: 350px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBypdQ_U-tI/AAAAAAAAC34/ZDHwOKJ_KmU/s400/leonardo_dicaprio_107495.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484444766472305362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.LEONARDO DICAPRIO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nama yang satu ini termasuk bintang muda yang sangat memilih peran. Sangat beresiko sebenarnya. Saking pemilihnya, sepanjang tahun 2000 s/d 2009, dia merilis tidak sampai 10 judul, termasuk The 11th Hour. Untungnya Leonardo DiCaprio sudah mengumpulkan banyak penggemar pasca kesuksesan luar biasa dari Titanic, hingga film-filmnya cukup menguntungkan dari hitungan bisnis. Yang paling laris tentu saja Catch Me if You Can. Secara keseluruhan, film-filmnya “hanya” mengumpulkan sekitar 1,5 milyar US dolar. Kebintangannya bisa dilihat dengan intensitas berita seputar cewek-cewek yang dekat dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTING RATE : 8,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan film yang ketat tentu saja berimbas pada tantangan acting yang besar. Hebatnya, Leonardo DiCaprio selalu tampil prima dalam setiap filmnya. Paling suka dengan penampilannya di Blood Diamond. Sayangnya saya belum pernah liat aksinya di The Aviator yang dipuji banyak pihak. Suatu saat dia harus dapat Oscar!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 7,75&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByocdN-bQI/AAAAAAAAC3w/UxRLu7CUuXQ/s1600/jd.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 263px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByocdN-bQI/AAAAAAAAC3w/UxRLu7CUuXQ/s400/jd.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484443653063470338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.JHONNY DEPP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jhonny Depp pantas berterima kasih pada Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl, karena gara-gara perannya sebagai Jack Sparrow dalam film tersebut, kebintangannya makin moncer. Sebelum Pirates of the Caribbean rilis, film-film Jhonny Depp sangat sulit diterima pasar, meski tidak rugi-rugi amat. Paling hanya Chocolat yang berhasil menembus $150 juta. Trilogy Pirates of the Caribbean berhasil meraup pendapatan lebih dari 2,6 milyar US dolar. Total pendapatan dari film-film yang dibintangi Jhonny Depp mencapai lebih dari 4 milyar US dolar. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTING RATE : 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sangat jarang Jhonny Depp tampil jelek, meski kadang sedikit bosan dengan peran-peran eksentrik yang dia pilih. Saya paling suka dengan actingnya yang bersahaja di Finding Neverland dan masih menunggu dia mengambil peran-peran manusia biasa yang kadang tak kalah menantang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByn8Wak6EI/AAAAAAAAC3o/QSTi4nWITpg/s1600/levitt.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByn8Wak6EI/AAAAAAAAC3o/QSTi4nWITpg/s400/levitt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484443101481461826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lalu siapakah actor yang bakal bersinar selama 10 tahun kedepan. Hmmm….terus terang sangat sulit memprediksinya mengingat persaingannya sangat ketat. Setiap saat terus saja bermunculan bintang-bintang muda yang diprediksi bakal bersinar. Hal ini makin sulit ketika rotasi untuk para bintang cowok itu tidak secepat pada bintang cewek. Kebintangan pemain film cowok itu ketika makin berumur bukannya meredup justru makin berkilau. Lihat saja kiprah Jhonny Depp dan Tom Hanks. Belum lagi akhir-akhir ini nama-nama seperti Robert Downey, Jr, Christian Bale dan Hugh Jackman makin mengukuhkan taringnya. Tapi kalau boleh menebak, nama-nama bintang muda seperti Jake Gyllenhall, James Franco, Joseph Gordon – Levitt dan Chris Pine rasanya bakal makin bersinar, selain Matt Damon yang tampaknya masih akan tetap bertahan. Di lubuk hati yang paling dalam, saya juga berharap Keanu Reeves dan Jack Black bisa melakukan sebuah come back yang mengejutkan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-7287851802547369620?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/7287851802547369620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/real-male-movie-star-on-last-decade.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7287851802547369620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7287851802547369620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/real-male-movie-star-on-last-decade.html' title='THE REAL MALE MOVIE STAR ON THE LAST DECADE'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBywv9VpFRI/AAAAAAAAC5Y/gj1SEhNVsAI/s72-c/adam_sandler_caricature.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-2247150042934987364</id><published>2010-06-19T17:51:00.007+07:00</published><updated>2010-06-19T18:02:45.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDONESIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DRAMA'/><title type='text'>TANAH AIR BETA : KONSISTENSI ALENIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjvd0XEtI/AAAAAAAAC3Y/J_gkpuvAQDE/s1600/tanah+air+beta5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjvd0XEtI/AAAAAAAAC3Y/J_gkpuvAQDE/s400/tanah+air+beta5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484438482083844818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karena situasi politik, Merry (Griffit Patricia)  harus berpisah dengan kakaknya, Mauro (Marcel Raymond). Demi menuntaskan rindu, Merry seringkali bercakap-cakap dengan bantal yang dibalut kaos kakaknya. Sebagai seorang ibu, Tatiana (Alexandra Gottardo) sangatlah sedih melihat hal tersebut. Setelah beberapa tahun berpisah dan kondisinya lebih kondusif, Tatiana mendapatkan kabar soal anak pertamanya. Sayang, Mauro yang marah karena merasa ditinggalkan di Timor Timur enggan bertemu dengan ibunya. Mengetahui hal ini, Merry bertekad menempuh perjalanan panjang demi bertemu dengan kakaknya. Di tengah perjalanan, dia disusul oleh teman sekolah yang paling dia benci, Carlo (Yahuda Rumbindi). Siapa sangka, Carlo justru banyak membantunya di perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjnWjQBbI/AAAAAAAAC3Q/O0DwcNd5UB4/s1600/main-banner-new.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 197px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjnWjQBbI/AAAAAAAAC3Q/O0DwcNd5UB4/s400/main-banner-new.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484438342694077874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen mendedikasikan hidup mereka dengan konsisten menghadirkan film keluarga setelah sebelumnya merilis Denias, Liburan Seruuu dan King. Setelah balik sejenak ke Jawa, kali ini Alenia kembali ke Timur dan mengangkat kisah persaudaraan yang terkoyak paska jajak pendapat di Timor Timur. Banyak keluarga yang terpisah setelah jajak pendapat tersebut. Mereka yang memilih sebagai WNI memutuskan untuk mengungsi ke Propinsi Nusa Tenggara Timur. Secara sekilas, Alenia menunjukkan betapa masih menyedihkannya kehidupan mereka dan seakan kurang mendapat perhatian yang pantas dari pemerintah. Banyak yang belum melek huruf dan fasilitas kesehatan yang minim. Sedih rasanya mendengar Carlo berkata tidak ingin menjadi dokter karena tidak ada yang bisa menyembuhkan keluarganya ketika mereka sakit dan akhirnya meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjeTmgLGI/AAAAAAAAC3I/C9AjJSiJIm8/s1600/tanah+air+beta1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 383px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjeTmgLGI/AAAAAAAAC3I/C9AjJSiJIm8/s400/tanah+air+beta1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484438187283590242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, jangan harap kita digempur dengan rentetan permasalahan yang terjadi dipengungsian. Penonton yang mengharapkan kisah yang berisi gugatan sosial dan kritikan tajam terhadap politik dan pemerintah, bakal kecewa. Saya sendiri sempat dibuat terganggu dengan minimnya interaksi Tatiana dengan warga lainnya. Dia seolah-olah hidup terpisah dari yang lain. Tanah Air Beta nyatanya lebih mengedepankan kisah Merry yang berusaha menemui kakaknya. Pendekatan ini tampaknya sengaja dipilih oleh Alenia karena ya itu tadi, konsistensi untuk menghasilkan tontonan keluarga. Tontonan yang bisa dikonsumsi semua umur. Karenanya, di pertengahan cerita layar lebih berfokus pada usaha Merry dan Carlo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjHV5NyBI/AAAAAAAAC24/pVsxS08nXjc/s1600/tanah+air+beta.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjHV5NyBI/AAAAAAAAC24/pVsxS08nXjc/s400/tanah+air+beta.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484437792761956370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dengan usaha Merry menemui kakak yang sangat dia sayangi sebagai motor cerita, film ini tidak ada sama sekali visualisasi memori Merry dengan kakaknya. Visualisasi ini menurut saya penting demi meyakinkan penonton akan kuatnya ikatan persaudaraan antara kakak adik tersebut. Dampaknya, secara keseluruhan Tanah Air Beta terkesan main aman dan emosi yang dihadirkan cenderung datar karena minim letupan. Endingnya yang berpotensi menghasilkan sesuatu yang dramatis dihadirkan dengan sangat biasa. Lantunan lagu Kasih Ibu kok terasa kurang pas ya mengingat sebelumnya tidak ada adegan yang menegaskan kalau lagu Kasih Ibu merupakan lagu kenangan antara Merry dan Mauro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjTd5VsHI/AAAAAAAAC3A/bY6Ca3kNjpY/s1600/tanah+air+beta2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 358px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjTd5VsHI/AAAAAAAAC3A/bY6Ca3kNjpY/s400/tanah+air+beta2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484438001068388466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang terlalu datar untungnya dibalut dengan sinematografi yang cantik olahan Ical Tanjung. Gambar-gambarnya cukup indah meski settingnya bisa dikatakan cukup kering. Dan menyaksikan Tanah Air Beta ini saya jadi merasa melihat film dengan setting Afrika. Film ini juga sangat terbantu dengan akting para pemainnya yang bagus. Di paruh pertama saya dibuat terkesan dengan penampilan Alexandra Gottardo yang benar-benar berbeda dengan penampilannya sebelumnya di sinetron. Dengan balutan make-up yang bagus, Alexandra Gottardo melengkapinya dengan logat bicara yang meyakinkan. Di paruh kedua saya dibuat kagum dengan penampilan Griffit Patricia dan Yahuda Rumbindi. Sebagai pemula, keduanya bermain bagus dan natural. Saya suka bagaimana keduanya menciptakan chemistry yang apik. Dari keduanya, kisah persaudaraan terasa lebih kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByi6pReduI/AAAAAAAAC2w/aZdI-2tKcHw/s1600/banner-cast.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByi6pReduI/AAAAAAAAC2w/aZdI-2tKcHw/s400/banner-cast.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484437574625687266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tontonan keluarga, Tanah Air Beta bolehlah dijadikan pilihan di musim liburan ini. Pesan persaudaraan yang di hembuskan oleh Alenia cukup bisa tersampaikan lewat hubungan Merry dengan Carlo. Beberapa selipan humornya mampu membuat tersenyum, terutama adegan-adegan yang menghadirkan Carlo. Sikapi film ini sebagai film keluarga (anak-anak), dan kamu akan lebih bisa menikmatinya. Indonesia Pusaka sebagai lagu penutup mampu membuat saya merinding. Kalau boleh memberi saran kepada Alenia, mungkin kedepannya bisa mengajak tim yang berbeda biar karya-karyanya tidak mudah ketebak. 3,75/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-2247150042934987364?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/2247150042934987364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/tanah-air-beta-konsistensi-alenia.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/2247150042934987364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/2247150042934987364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/tanah-air-beta-konsistensi-alenia.html' title='TANAH AIR BETA : KONSISTENSI ALENIA'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByjvd0XEtI/AAAAAAAAC3Y/J_gkpuvAQDE/s72-c/tanah+air+beta5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-8421778638838493673</id><published>2010-06-19T17:31:00.011+07:00</published><updated>2010-06-19T18:06:56.782+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TERBAIK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOREIGN'/><title type='text'>SHORT REVIEW : HUMANISME DALAM 3 FILM PERANCIS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;L’HUMANITE (1999)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBygKYghS9I/AAAAAAAAC2o/USJukjTpFL0/s1600/l_197569_7e59f700.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBygKYghS9I/AAAAAAAAC2o/USJukjTpFL0/s400/l_197569_7e59f700.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484434546468408274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya sebenarnya sangatlah simple. Seorang polisi, Pharaon De Winter (Emmanuel Schotte), menemukan mayat seorang gadis yang diperkosa dan dengan caranya sendiri, mencoba untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan karakternya yang cenderung lurus dan tampaknya mempunyai tingkat kecerdasan yang di bawah rata-rata, metode yang dia gunakan terlihat mentah. Wajahnya menyiratkan kekosongan, kebingungan, kemarahan, kesedihan maupun harapan. Film ini tampaknya merupakan semacam study of character dari Pharaon. Bagaimana karakternya dihadapkan pada karakter-karakter lain yang cenderung lebih “kasar” di tengah jaman dimana humanisme makin tergerus. Melalui proses yang sangat pelan (film ini berdurasi lebih dari 140 menit), kita bisa merasakan perubahan emosi dari Pharaon paska ditemukannya mayat gadis cilik tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBykvC-KxfI/AAAAAAAAC3g/ONrAbrjMe0A/s1600/lhumanite-1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 172px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBykvC-KxfI/AAAAAAAAC3g/ONrAbrjMe0A/s400/lhumanite-1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484439574388852210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sutradara dan penulis cerita Bruno Dumont tidak menjejali film dengan banyak dialog, namun lebih menyajikan ide-idenya dengan bahasa gambar. Dampaknya, penonton dituntut untuk lebih berpikir lebih keras tentang maksud dari creator. Beberapa adegan bisa kita pahami sebagai wujud berubahnya perilaku manusia, misalnya mobil box merah yang sangat besar yang tiba-tiba melintas di tengah pemukiman, perilaku Domino (Severine Caneele) dan Joseph (Philippe Tullier) yang cenderung mengumbar erotisme atau bagaimana atasan Pharaon menginterogasi dua anak kecil dan masih buaaanyak lagi. Sebuah film yang sangat kontemplatif dan tidak cukup menyaksikannya hanya sekali. Yang tidak saya mengerti adalah ketika di layar tiba-tiba tersaji gambar kelamin perempuan secara frontal dalam durasi yang cukup lama. Apakah ini wujud ketidaksenonohan? Entahlah. Film yang berhasil menggondol Grand Jury Prize, Best Actor dan Best Actress pada Cannes 1999 ini, auranya  mengingatkan saya pada Cache-nya Michael Haneke. 4/5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;THE DREAMLIFE OF ANGELS / LA VIE REVEE DES ANGES (1998)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByfxWCqxdI/AAAAAAAAC2Y/EcWfhbYGXwU/s1600/l_33127_0120449_44c95d59.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 204px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByfxWCqxdI/AAAAAAAAC2Y/EcWfhbYGXwU/s400/l_33127_0120449_44c95d59.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484434116309599698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dua film diatas, film ini lebih bisa dinikmati dengan santai. Apalagi durasinya yang Cuma 113 menit. Dua cewek pekerja  Isa (Élodie Bouchez ) dan Marie (Natacha Régnier) dipertemukan secara tidak sengaja. Keduanya tinggal di sebuah apartemen dimana pemiliknya, Sandrine (Louise Motte) sedang koma di rumah sakit. Awalnya kita melihat Isa dan Marie memiliki kesamaan hingga keduanya terlihat klop. Namun seiring berjalannya waktu, kita melihat betapa keduanya sangatlah berbeda. Ira sangatlah ekspresif, optimis dan realistis terhadap hidupnya. Sedangkan Maria cenderung tertutup, sinis dan mudah meledak serta cenderung apatis terhadap hidupnya. Dalam salah satu adegan, kita diberikan sedikit informasi tentang sejarah keluarga dari Isa dan Marie yang mempengaruhi kepribadian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByfjyI6eTI/AAAAAAAAC2Q/AuIk4L82Fvo/s1600/anges1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByfjyI6eTI/AAAAAAAAC2Q/AuIk4L82Fvo/s400/anges1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484433883333818674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan karakter tersebut lantas membuat keduanya berselisih, terutama ketika Marie bersinggungan dengan Chris (Grégoire Colin) yang cenderung membuat Marie terlena dengan cinta semu. Ketika Marie terbuai dengan mimpi-mimpi, Isa menjalani hidupnya dengan lebih bersahaja. Dia menjalani pekerjaan apapun dengan ceria dan meluangkan waktu untuk menjenguk Sandrine dan menuliskan kisah bagi Sandrine. Dari kunjungan-kunjungan inilah Isa lebih bersyukur kan hidupnya dan juga membuatnya mempunyai harapan untuk bertahan hidup. Harapan yang sayangnya harus berhadapan dengan realita yang kejam dan mengejutkan, Seperti halnya adegan menjelang akhir yang membuat Isa sedih.Namun, hidup harus terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByfN_HEspI/AAAAAAAAC2I/eswfrh2rC4w/s1600/l_120449_1781eab.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 276px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByfN_HEspI/AAAAAAAAC2I/eswfrh2rC4w/s400/l_120449_1781eab.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484433508858638994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sutradara sekaligus penulis cerita Erick Zonca mengemas The Dreamlife of Angels dengan sangat sederhana namun hasilnya adalah sebuah tontonan yang kuat, terasa nyata dan inspiratif. Temanya sangat dekat dengan keseharian kita. Penampilan dua bintang utamanya sangatlah natural dan meyakinkan. Keduanya mendapat predikat Aktris terbaik pada Cannes 1998. Filmnya sendiri berjaya di Cesar Award 1999. The Dreamlife of Angels sangat sayang untuk dilewatkan, terutama buat para cewek. 4,25/5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LA GRAINE ET LE MULET / THE SECRET OF THE GRAIN (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByfBiaLqkI/AAAAAAAAC2A/sUahjv_adho/s1600/l_487419_c7cefafb.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 350px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByfBiaLqkI/AAAAAAAAC2A/sUahjv_adho/s400/l_487419_c7cefafb.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484433294995728962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film arahan Abdellatif Kechiche ini mengisahkan bagaimana usaha Slimane Beiji (Habib Boufares), pria paruh baya berdarah Arab, yang mencoba menegakkan wibawanya ditengah situasi yang menghimpitnya. Mulai dari persoalan pekerjaan hingga persoalan keluarga, dimana  Slimane seakan terbuang dan tidak dipandang oleh anak dan mantan istrinya. Meski sudah mempunyai istri lagi yang begitu pengertian serta anak perempuan yang tak henti menyemangatinya, wajah Slimane senantiasa menyiratkan kelelahan dan kepedihan. Kesempatan memperoleh wibawanya kembali datang ketika Slimane berniat mendirikan restoran keluarga di atas kapal. Pada saat pembukaan demi meyakinkan investor, awalnya semuanya berjalan lancar dan menyiratkan optimisme, namun situasi berubah total saat salah satu anak dari Slimane melakukan kesalahan yang tidak ia sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByejSwFlyI/AAAAAAAAC14/5UDa9dTtHTM/s1600/TheSecretoftheGrain.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 277px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TByejSwFlyI/AAAAAAAAC14/5UDa9dTtHTM/s400/TheSecretoftheGrain.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484432775396562722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan durasi sekitar 150 menit, The Secret of the Grain terasa bertele-tele di 90 menit pertama. Pada bagian ini kita disuguhi adegan yang terkesan biasa saja. Namun tenyata, rentetan adegan-adegan yang terkesan biasa tadi sangat efektif mengikat emosi saya sebagai modal menikmati 60 menit terkahir yang sangat mengesankan. Kita dibuat harap-harap cemas paska kelalaian yang dilakukan oleh salah satu anak dari Slimane. Sesak nafas saya dibuatnya. Hancur lebur hati ini melihat usaha Slimane yang berlari sekuat tenaga, begitupun saat melihat pengorbanan yang dilakukan oleh anak dari istri kedua Slimane. Buat para pecinta film drama keluarga, film ini sangat saya rekomendasikan. Terasa nyata dan amat menguras emosi. Brillian. 4,5/5&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-8421778638838493673?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/8421778638838493673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/short-review-humanisme-dalam-3-film.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/8421778638838493673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/8421778638838493673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/short-review-humanisme-dalam-3-film.html' title='SHORT REVIEW : HUMANISME DALAM 3 FILM PERANCIS'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBygKYghS9I/AAAAAAAAC2o/USJukjTpFL0/s72-c/l_197569_7e59f700.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-4301548565246875063</id><published>2010-06-17T13:58:00.011+07:00</published><updated>2010-06-17T14:21:50.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDONESIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DRAMA'/><title type='text'>MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK : PERSAUDARAAN DI NEGERI SEBERANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnMQgotSaI/AAAAAAAAC1o/OCSlsz3FlAg/s1600/24249_374590369164_117573499164_3503305_3284911_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 289px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnMQgotSaI/AAAAAAAAC1o/OCSlsz3FlAg/s400/24249_374590369164_117573499164_3503305_3284911_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483638605310937506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Victoria Park di setiap hari Minggu dipenuhi dengan Buruh Migran Indonesia (BMI) yang mencari dolar di Hongkong. Disinilah para BMI tadi bisa secara bebas mengekspresikan diri mereka. Sesuatu hal yang mungkin tidak bakal mereka lakukan ketika berada di Tanah Air. Di Victoria Park, kita akan menjumpai berbagai aktifitas, mulai dari sekedar kongkow-kongkow, memadu kasih, pengajian, dakwah agama hingga ekpresi seni. Bahkan, mereka juga pernah melakukan demonstrasi di Victoria Park, mengkritisi kebijakan Pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat, seperti kenaikan harga BBM. Berkumpulnya BMI di Victoria Park bagi Lola Amaria, adalah simbol rekonsiliasi bagi dua tokoh utama dalam filmnya, yakni Mayang (Lola Amaria) dan Sekar (Titi Sjuman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnMBIgr4NI/AAAAAAAAC1g/_Kh7RvhQJDA/s1600/10216_136335249164_117573499164_2402749_6428638_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 289px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnMBIgr4NI/AAAAAAAAC1g/_Kh7RvhQJDA/s400/10216_136335249164_117573499164_2402749_6428638_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483638341136802002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Motor penggerak cerita dalam Minggu Pagi di Victoria Park dalam pandangan saya adalah sibling rivalry dari Sekar dan Mayang. Hubungan keduanya mengingatkan saya pada hubungan Cameron Diaz dan Tony Colette di In Her Shoes. Lewat usaha Mayang yang terpaksa menjadi BMI karena paksaan ayahnya demi menemukan Sekar yang senantiasa membangkitkan rasa iri dihatinya, kita diajak untuk melihat seluk beluk kehidupan BMI di Hongkong. Dengan riset yang cukup, Titien Wattimena menyuguhkan kisah cukup menarik, mulai dari hubungan antar BMI, hubungan BMI dengan majikan  sampai mengulik fenomena hubungan sesama jenis antar BMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnLx7cYzWI/AAAAAAAAC1Y/M7UZaJ7jM7A/s1600/20445_259374184164_117573499164_3145140_4536722_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnLx7cYzWI/AAAAAAAAC1Y/M7UZaJ7jM7A/s400/20445_259374184164_117573499164_3145140_4536722_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483638079931075938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gempuran penggambaran para BMI dalam Minggu Pagi di Victoria Park membuat kita paham betapa sulitnya posisi mereka, mengingat tekanan dari berbagai pihak yang membuat mereka tak ubahnya sapi perahan. Dan tidak hanya terjadi di Terminal 4 lho. Tekanan pertama sebenarnya datang dari rumah. Banyak pandangan di desa kalau bekerja sebagai MBI itu menghasilkan pemasukan yang besar. Kesuksesan seorang MBI dinilai dari perubahan fisik rumah beserta isinya. Pada akhirnya semua bermuara pada prestise orang tua, dimana anak dituntut untuk memenuhi gengsi tersebut tanpa memahami betapa tidak mudahnya mencari uang di negeri orang. Tuntutan inilah yang menyebabkan Sekar serta banyak BMI lainnya terlilit utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnM4HAW2HI/AAAAAAAAC1w/AZKO3IE6faw/s1600/2www.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 255px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnM4HAW2HI/AAAAAAAAC1w/AZKO3IE6faw/s400/2www.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483639285625575538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pola pergaulan yang salah juga bisa mendatangkan kesulitan. Para BMI di Hongkong dikabarkan sering menjalin hubungan dengan pria Nepal ataupun Pakistan yang notabene malah meloroti penghasilan mereka. Bahkan sampai ada yang hamil lho yang sayangnya tidak ditampilkan dalam Minggu Pagi di Victoria Park. Tekanan pekerjaan datang makin menggebu ketika mereka dituntut untuk bekerja dengan sigap dan cepat beradaptasi di lingkungan yang benar-benar baru. Kalau tidak kuat, hal ini bisa membuat diri terlilit keterasingan, yang fatalnya bisa mendorong mereka nekat melakukan aksi bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnLj4azzGI/AAAAAAAAC1Q/QxNlcWgqs7w/s1600/1a.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnLj4azzGI/AAAAAAAAC1Q/QxNlcWgqs7w/s400/1a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483637838600981602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup di negeri orang itu, sekali lagi tidaklah mudah, karenanya dibutuhkan solidaritas antar kaum pendatang. Dengan kebanyakan berjenis kelamin perempuan, tidak mengherankan kalau banyak BMI yang terlibat cinta sejenis hingga ada yang berani melakukan ”pernikahan”. Dari yang saya baca, hubungan sesama jenis ini ternyata banyak yang berawal saat mereka tinggal di tempat pelatihan di Indonesia lho. Kasusnya mungkin sama dengan para pekerja pabrik di dalam negeri yang juga banyak terlibat cinta sesama jenis karena tinggal dalam satu asrama. Penyebab mengapa banyak BMI yang menjalin hubungan sesama jenis, sayangnya kurang tergambarkan dalam Minggu Pagi di Victoria Park.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnLUGvRxsI/AAAAAAAAC1I/bt4gKm5Jn-g/s1600/6568_117575454164_117573499164_2179677_5001602_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnLUGvRxsI/AAAAAAAAC1I/bt4gKm5Jn-g/s400/6568_117575454164_117573499164_2179677_5001602_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483637567567021762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu Pagi di Victoria Park berniat menyampaikan banyak hal seputar MBI di Hongkong, jadi sulit memang untuk menghadirkan kisah yang benar-benar utuh dan mendalam. Meski demikian, film ini tetap enak dinikmati dan yang terpenting tidak melukai logika dengan fatal. Film ini makin menarik berkat topangan akting yang kuat, terutama para pemeran wanitanya. Dalam hal ini bukan hanya Titi Sjuman dan Lola Amaria saja lho, mengingat para pemeran pendukung perempuan yang lain juga tampil tak kalah meyakinkan. Saya awalnya agak terganggu dengan gaya bicara Lola Amaria yang terkesan nanggung, namun pada akhirnya paham kenapa pendekatan ini dia pilih. Mayang itu seorang gadis desa yang terpaksa ke luar negeri dan berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia. Coba deh perhatikan gaya omong orang desa yang jarang berbahasa Indonesia dan belum lama tinggal di kota. Setelah pemahaman ini saya kagum dengan bagaimana Lola Amaria mencoba konsisten dengan gaya bicara yang ”nanggung”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnLIvitzsI/AAAAAAAAC1A/w-gq8bdoMlw/s1600/20445_265820679164_117573499164_3169067_4712183_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnLIvitzsI/AAAAAAAAC1A/w-gq8bdoMlw/s400/20445_265820679164_117573499164_3169067_4712183_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483637372361756354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang merasa terganggu dengan penampilan Donny Damara, namun bagi saya justru kehadiran karakter yang diperankan oleh Donny Alamsyah sangatlah kurang kuat. Saya tidak paham mengapa dia begitu tertarik terlibat dalam usaha menemukan Sekar. Hal ini menyebabkan kehadirannya hanya sebatas pemanis saja. Andai saja dia diberi karakterisasi yang lebih ”kasar” pasti kehadirannya akan lebih meyakinkan. Misalnya saja, Sekar mempunyai hutang yang cukup besar darinya, hingga Vincent (Donny Alamsyah) ikut dalam usaha pencarian dan pada akhirnya ada rasa terhadap Mayang. Kehadiran Gandhi (Donny Damara) yang merepresentasikan pemerintah (atau LSM?) terasa lebih masuk akal, hingga saya bisa agak menerima penampilannya yang cenderung formal dan dramatis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnI9A6a8zI/AAAAAAAAC0w/MtPCd9ZfZxU/s1600/1dd.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 252px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnI9A6a8zI/AAAAAAAAC0w/MtPCd9ZfZxU/s400/1dd.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483634971842900786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu Pagi di Victoria Park secara keseluruhan merupakan tontonan yang bagus, tapi masih bisa lebih bagus lagi. IMO MOI lho. Saya membayangkan andai saja film ini menggunakan hand held camera selama adegan-adegan di Hongkong, kecuali adegan konser diakhir, pasti akan lebih mengikat rasa layaknya 4 Months, 3 Weeks and 2 Days. Eh...ada Novia Kolopaking sebagai Produser Eksekutif lho. 3.75/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-4301548565246875063?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/4301548565246875063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/minggu-pagi-di-victoria-park.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/4301548565246875063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/4301548565246875063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/minggu-pagi-di-victoria-park.html' title='MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK : PERSAUDARAAN DI NEGERI SEBERANG'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBnMQgotSaI/AAAAAAAAC1o/OCSlsz3FlAg/s72-c/24249_374590369164_117573499164_3503305_3284911_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-1037969388894948548</id><published>2010-06-13T18:44:00.014+07:00</published><updated>2010-06-13T19:16:02.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>BOLA! BOLA! BOLA! BOLA!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTJzmMJ0LI/AAAAAAAAC0o/zB4WEJgWTOc/s1600/BolaKuning.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTJzmMJ0LI/AAAAAAAAC0o/zB4WEJgWTOc/s400/BolaKuning.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482228534678769842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saatnya semua atensi diarahkan pada FIFA World Cup 2010. Bagi bola mania event yang satu ini pastinya haram buat dilewatkan. Kalau saya sih menyambut biasa saja pesta akbar olahraga yang katanya paling digemari orang sejagad ini. Tidak membencinya, namun juga tidaklah menyukainya sangat. Dengan waktu 2 jam, saya lebih tertarik untuk menghabiskannya untuk nonton sinema. Paling saya hanya mengikuti berita seputar hasil pertandingan saja.&lt;br /&gt;Dulu saya pernah agak suka dengan sepak bola, tepatnya jaman ketika Zinedine Zidane. Bagi saya, Zidane ini sosok yang sempurna. Kalau ditanya siapakah sosok yang paling saya kagumi di muka bumi ini. Jawabannya adalah Zidane. Dia itu terkenal, hebat dibidangnya, tidak neko-neko dan keluarga yang belum pernah diberitakan mempunyai masalah. Itulah gambaran orang sukses dimata saya. Saya masih menyimpan tabloid olah raga tahun 1998 waktu Perancis menang Piala Dunia lho. Semua ya gara-gara Zidane. Insiden di final Piala Dunia 2006 tidak membuat saya berpaling. Kejadian tersebut justru menyempurnakan sosok Zidane sebagai seorang manusia. Tidak luput dari kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTJoRGF-oI/AAAAAAAAC0g/19V2Zpjpa84/s1600/bola4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 328px; height: 398px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTJoRGF-oI/AAAAAAAAC0g/19V2Zpjpa84/s400/bola4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482228340037646978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sudah ah curhatnya hehehe…Yang namanya penggila sinema, maka saya melahap semua jenis sinema (kecuali bokep yang aneh-aneh). Film tentang sepakbola bukanlah suatu pengecualian. Herannya, meski digelari sebagai olah raga paling digemari, film tentang sepakbola jumlahnya belumlah banyak. Hal ini mungkin karena di Holly sana, sepakbola masih kalah pamor dengan basket misalnya, sehingga film sepakbola dinilai belum menguntungkan secara dagang. Berikut ini beberapa film tentang sepakbola yang pernah saya tonton dan beberapa judul yang berkaitan dengan sepakbola yang sayangnya saya belum ada kesempatan menontonnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTJVF2yDiI/AAAAAAAAC0Y/IbH9r6l8svU/s1600/bola+3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTJVF2yDiI/AAAAAAAAC0Y/IbH9r6l8svU/s400/bola+3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482228010603122210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk menjadi seorang bintang sepakbola layaknya Beckham ataupun Ronaldo itu dibutuhkan suatu proses panjang. Proses ini digambarkan dengan cukup bagus di Goal! The Dream Begins dan Goal! 2: Living the Dream. Perjuangan Santiago Muñez (Kuno Becker) diceritakan dengan cukup runut dan inspiratif. Asyiknya, film yang didukung FIFA ini menghadirkan banyak sekali bintang-bintang sepak bola seperti Zinedine Zidane, David Beckham, Raúl González, Alan Shearer, Frank Lampard, Steven Gerrard, Thierry Henry, Lionel Messi, Cesc Fàbregas, Samuel Eto'o dan masih banyak lagi. Goal 3 belum nonton karena tampaknya kurang menarik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTJAFP1i7I/AAAAAAAAC0Q/ybP9Fd10UlY/s1600/l_1226271_9ceb27c5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 247px; height: 350px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTJAFP1i7I/AAAAAAAAC0Q/ybP9Fd10UlY/s400/l_1226271_9ceb27c5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482227649662520242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selain pelatih, peran manajer dalam sepak bola itu sangatlah krusial. Dialah orang yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pemain agar menjadi satu tim yang solid. Dia tidak hanya harus berhadapan dengan pelatih, pemain, fans fanatik maupun pemilik klub, namun juga harus menghadapi ego diri yang bisa menjerumuskan dirinya dalam jurang keterpurukan. Michael Sheen bermain bagus sekali sebagai Manajer yang pernah membuat Leeds United merasakan puncak kejayaan. Suatu saat harus dibuat film yang mengisahkan Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTIz_uFQMI/AAAAAAAAC0I/Fjb28j_9ov4/s1600/bola.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 191px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTIz_uFQMI/AAAAAAAAC0I/Fjb28j_9ov4/s400/bola.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482227442020335810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sepak bola tidak akan seru tanpa kehadiran supporter dengan segala aneka polah mereka. Looking for Eric mengisahkan seorang pria paruh baya pengagum Eric Cantona dengan segala permasalahannya dan melarikan diri masalah tersebut dengan melakukan percakapan imajiner bersama Eric Cantona. Supoter klub sepak bola dikenal dengan solidaritas tinggi yang kadang terkesan dangkal. Nah, dalam Looking for Eric ini, para suporter bekerja sama membantu menyelesaikan masalah rekannya. Sayang sekali saya belum sempat menonton dua film lainnya, mengingat kaum hooligans ini menjadi fenomena menarik di Eropa sana. Di film Euro Trip, kita diberi sedikit gambaran keliaran para Hooligans.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTIcAiy9kI/AAAAAAAAC0A/SYbGN1zdqQg/s1600/bola1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 291px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTIcAiy9kI/AAAAAAAAC0A/SYbGN1zdqQg/s400/bola1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482227029924574786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masih seputar suporter. Indonesia tidak mau kalah dengan pernah membuat 2 film seputar suporter sepak bola. Kalau The Conductors (belum nonton) menggunakan pendekatan dokumenter dalam menyoroti koordinator suporter yang tak beda jauh dengan konduktor musik, dalam Romeo dan Juliet, sang sutradara mengangkat kisah cinta klasik penuh tragedi antara dua suporter fanatik yang saling bermusuhan. Sang sutradara mengemasnya dengan cepat dan penuh dengan adegan kekerasan, plus selipan salah satu adegan paling ”membara” dalam sejarah film Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTH9V6KWkI/AAAAAAAACz4/ta2iBDOAksk/s1600/77826Gara-Gara.Bola.2008.BBa.cover.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTH9V6KWkI/AAAAAAAACz4/ta2iBDOAksk/s400/77826Gara-Gara.Bola.2008.BBa.cover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482226503083776578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sepak bola bagi sebagian orang akan makin seru kalau diikuti dengan aksi taruhan. Judi olahraga ini nyatanya mampu menyeret orang-orang yang suka melakukannya, terseret ke dalam berbagai masalah, terutama persoalan finansial. Gara-gara kalah taruhan, Winky Wiryawan dan Herjunot Ali terseret ke dalam labirin konflik yang membingungkan dan kacau. Filmnya lumayan seru dan cukup menghibur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTHt1kM20I/AAAAAAAACzw/NvIIdw4CYTg/s1600/garuda_didadaku1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTHt1kM20I/AAAAAAAACzw/NvIIdw4CYTg/s400/garuda_didadaku1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482226236703693634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mempunyai cita-cita menjadi pesepakbola itu bukanlah sesuatu yang buruk. Daripada jadi anggota dewan yang selalu sibuk menggerogoti uang rakyat, ya mending jadi pemain sepakbola. Jadi, kalau ada anak yang ingin megembangkan bakatnya di bidang sepakbola akan lebih baik kalau didukung. Jangan sampai si anak melakukan kebohongan demi kebohongan layaknya  karakter yang diperankan Emir Mahira dalam Garuda di Dadaku. Inilah salah satu film anak-anak terbaik karya anak negeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTHaMiIktI/AAAAAAAACzo/CuwFF6Gcxi0/s1600/bola7.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTHaMiIktI/AAAAAAAACzo/CuwFF6Gcxi0/s400/bola7.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482225899271656146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seperti yang saya sebutkan di atas, Zidane adalah sosok yang sangat saya kagumi, karenanya Zidane : A 21st Century Portrait ini sangat sayang untuk dilewatkan. Menyaksikan film ini memang seperti menyaksikan pertandingan sepakbola biasa, bedanya dalam film ini kamera sangaaaat intens mengikuti pergerakan Zidane. Saya suka!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTHRrAUbVI/AAAAAAAACzg/DHmHI_Xeb04/s1600/bola2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 193px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTHRrAUbVI/AAAAAAAACzg/DHmHI_Xeb04/s400/bola2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482225752832503122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siapa bilang sepak bola itu hanya untuk cowok. Kalau diberi kesempatan, para cewek juga bisa kok. Dan karena jenis kelamin mereka, tantangannya jauh lebih besar. Lihat saja apa yang ditampilkan dalam Bend it Like Beckham. Jesminder "Jess" Bhamra (Parminder Nagra) harus melewati berbagai rintangan sebelum akhirnya ada yang mengakui bakatnya. Dia tidak hanya harus membuktikan kalau jenis kelamin bukanlah penghalang untuk bermain sepakbola, namun juga harus berhadapan dengan kultur yang melingkupinya. Dalam She’s the Man lain lagi. Film ini sebenarnya tidak terlalu mengedepankan sepak bola dan lebih ke kisah cinta remaja, namun film ini cukup banyak menghadirkan gocekan kaki si pemeran utama cewek di tengah kumpulan cowok. Soccer Mom saya belum nonton, begitupun dengan Gracie. Dari judulnya, bisa dibayangkan Soccer Mom berkisah tentang apa. Sedangkan untuk Gracie, saya ingat, saat perilisannya, film ini cukup mendapat apresiasi positif dari para kritikus film. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTGvTOKY3I/AAAAAAAACzY/DYZ_GM47HIw/s1600/bola6.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 189px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTGvTOKY3I/AAAAAAAACzY/DYZ_GM47HIw/s400/bola6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482225162332562290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kisah wanita dan sepak bola biasanya dikaitkan dengan isu gender. Selain Gracie yang berjuang mendapatkan kesempatan yang sama di dunia sepakbola layaknya para pria, dalam Offside diceritakan sekumpulan perempuan Iran yang berusaha menyaksikan pertandingan sepak bola di negara yang terkenal membatasi pergerakan perempuan. Film yang menuai banyak pujian dan berhasil meraih Silver Bear di Berlin International Film Festival 2006 ini dilarang beredar di Iran. Dari trailernya, film ini tampaknya sangat menarik. Sayang, sampai sekarang belum beruntung menemukannya. Her Best Move menyuguhkan kisah pencarian jati diri dari Sara Davis (Leah Pipes) yang mendapatkan peluang bermain di tim  sepak bola nasional USA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTF-vTR9XI/AAAAAAAACzQ/uclv-aa8riE/s1600/bola8.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 187px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTF-vTR9XI/AAAAAAAACzQ/uclv-aa8riE/s400/bola8.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482224328056632690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kisah sepakbola ternyata bisa dikemas dengan sangat menarik dan unbelieveable. Contohnya Shaolin Soccer yang diramu Stephen Chow menjadi film dengan sajian visual yang mengejutkan, ugal-ugalan namun tetap mengangkat semangat fair play. Sebuah film yang sangat menghibur dan tak bosan menontonnya. Stephen Chow berhasil mengawinkan sepakbola dengan kungfu dengan baik. Soccer Dog? Dari judulnya sudah bisa dibayangkan kalau film ini bak Air Bud versi sepak bola dan menyasar penonton belia. Film ini ternyata sangat sukses lho. Dengan dana $700,000, film ini berhasil mendapat pemasukan lebih dari $25 juta dolar untuk peredaran di seluruh dunia hingga dibuatkan sekuel, Soccer Dog: European Cup. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTFz0MA5qI/AAAAAAAACzI/50T8ZR5iEaM/s1600/bola9.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTFz0MA5qI/AAAAAAAACzI/50T8ZR5iEaM/s400/bola9.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482224140389770914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebenarnya masih banyak lagi film seputar sepak bola. Kebetulan banyak yang belum saya tonton. Bolly pernah merilis film tentang sepakbola berjudul Dhan Dhana Dhan Goal (perhatikan tagline-nya yang serupa tagline film Gladiator) yang dirilis tahun 2007. Kabarnya akan ada sekuel film yang dibintangi John Abraham dan Bipasha Basu ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-1037969388894948548?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/1037969388894948548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/bola-bola-bola-bola.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1037969388894948548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1037969388894948548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/bola-bola-bola-bola.html' title='BOLA! BOLA! BOLA! BOLA!'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBTJzmMJ0LI/AAAAAAAAC0o/zB4WEJgWTOc/s72-c/BolaKuning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-4980805045933798404</id><published>2010-06-12T12:35:00.006+07:00</published><updated>2010-06-12T13:01:17.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CURHAT'/><title type='text'>“SEWA BIOSKOP” DEMI MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBMh5B66zeI/AAAAAAAACy4/AgwR4saT4Dc/s1600/cinema+xxv.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 295px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBMh5B66zeI/AAAAAAAACy4/AgwR4saT4Dc/s400/cinema+xxv.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481762435091844578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kali ini saya belum akan kasih reviu film yang saya tonton pada hari Jum’at (11/6) jam 13.00 WIB ini. Saya akan menceritakan pengalaman saya nonton film tersebut. Sebelum menonton film ini, saya mampir ke beberapa blog film tetangga yang kebetulan sudah menonton Minggu Pagi di Victoria Park. Tanggapan mereka sangat positif dan memberi rating yang cukup tinggi. Pertanda film ini layak untuk diperjuangkan ditonton di bioskop. Tidak hanya di blog tetangga, di Twitter juga banyak sekali pihak yang memuji kualitas film Minggu Pagi di Victoria Park, terutama untuk divisi acting.&lt;br /&gt;Namun selain pujian, juga terdapat keprihatinan akan minimnya kursi yang terisi ketika film ini dtayangkan. Teman-teman Twitter yang tinggal di Surabaya, Medan,Bandung dan Jakarta mengabarkan kalau pada saat mereka menonton Minggu Pagi di Victoria Park jumlah penontonnya tidak mencapai sepuluh orang, bahkan ada yang cerita kalau mereka menonton ditemani hanya 2 penonton lain saja! Menyedihkan. Film yang kualitasnya diakui oleh banyak pihak, kurang mendapatkan atensi yang menggembirakan. Yang saya alami ternyata lebih menyedihkan lagi. Begini ceritanya…&lt;br /&gt;Saya menonton film ini di Studio Theatre (di Singosaren Solo) dan tiba di lokasi jam 12.45 sehabis Jum’atan. Meski dengan tata suara biasa saja dan layar yang tidak begitu besar (HTM Rp. 15.000,-), saya suka datang ke bioskop ini karena jam tayangnya cukup bersahabat dengan saya yang karena situasi dan kondisi, lebih nyaman nonton film di bioskop sehabis Sholat Jum’at. Asyiknya lagi, bioskop ini batas minimal jumlah penontonnya cuma 2 orang. Dan karena sulit menyamakan jdwal dengan teman-teman, seringnya saya nonton sendirian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBMg7Un7D3I/AAAAAAAACyo/mpltp1yLbJU/s1600/5pk6whqaa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 228px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBMg7Un7D3I/AAAAAAAACyo/mpltp1yLbJU/s400/5pk6whqaa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481761374960553842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiba di lokasi, tidak terlihat satu orang pun di depan loket. Bioskop yang satu ini memang tidak seramai Grand 21 yang berada di Solo Grand Mall, namun dari pengalaman saya yang beberapa kali melihat pada hari dan jam yang sama, biasanya paling tidak ada 5 – 10 orang pada saat film diputar, contohnya waktu saya nonton Arisan Brondong, Dendam Pocong Mupeng atau Alangkah Lucunya (Negeri) Ini. Meski terlihat lengang, hal tersebut tidak menyurutkan niat saya untuk nonton Minggu Pagi di Victoria Park. Melangkahlah kaki ini menuju loket.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saya Cakep (SC)&lt;/span&gt; : Minggu Pagi di Victoria Park, Mbak. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mbak Penjual Tiket (MPT)&lt;/span&gt; : Wah…belum ada temennya mas&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SC (mulai cemas)&lt;/span&gt; : Minimal dua orang kan Mbak?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MPT&lt;/span&gt; : Iya Mas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SC&lt;/span&gt; : Ya udah Mbak. Nanti saya balik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karena masih ada waktu, saya keluar sebentar untuk sekedar lihat-lihat karena kebetulan bioskop tersebut satu lokasi dengan Matahari Singosaren. 10 menit kemudian saya balik ke depan loket.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SC&lt;/span&gt; : Sudah ada temennya belum Mbak? &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MPT&lt;/span&gt; : Belum Mas. Kayaknya filmnya gak jadi diputar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SC &lt;/span&gt;: Waduh! (membayangkan perjalanan pulang selama 2 jam yang sia-sia)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MPT&lt;/span&gt; : Lihat yang ini saja Mas. Baru tayang juga kok (sambil menunjuk Messengers 2)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SC (dalam hati teriak ”kyaaaa....!)&lt;/span&gt; : Waduh Mbak, kurang suka sama filmnya. Ya udah. Terima kasih Mbak&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjauhi loket dengan kecewa namun diiringi senyum MPT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saya masih enggan meninggalkan bisokop tersebut. Kedepannya kayaknya bakal tidak ada waktu nonton lagi dan sayang perjalanan yang saya tempuh demi nonton Minggu Pagi di Victoria Park di bioskop. Sekedar informasi, untuk sampai ke bioskop tersebut saya butuh waktu sekitar hampir 2 jam. Saya tidak mau pulang dengan tangan hampa dong dan memutuskan kembali ke loket.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SC (dengan tekad membara)&lt;/span&gt; : Mbak, minimal penontonnya 2 orang kan?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MPT&lt;/span&gt; : Iya Mas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SC (dengan penuh pengharapan)&lt;/span&gt; : Kalau misalnya saya beli 2 tiket, filmnya bakal diputar tidak?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MPT (bingung dan ragu-ragu)&lt;/span&gt; : Mmmm....sebentar saya tanyakan dulu ya Mas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mbaknya berlalu sejenak menemui Pak Manajer yang saya tahu orangnya tinggi kurus kering. Tak berapa lama kemudian...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MPT&lt;/span&gt; : Ya Mas. Film bisa kita putar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBMhox5dDwI/AAAAAAAACyw/A0mLp0Xq2WM/s1600/2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBMhox5dDwI/AAAAAAAACyw/A0mLp0Xq2WM/s400/2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481762155912826626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;YESS!!! Meski terbersit rasa miris, timbul rasa lega dan senang luar biasa karena pada akhirnya bisa menyaksikan film Minggu Pagi di Victoria Park. Dengan modal Rp. 30.000,- saya seakan menyewa satu gedung untuk memutar film bagus khusus untuk saya sendiri. Yang paling menggembirakan, pengeluaran tersebut terbayar dengan kepuasan saya menyaksikan filmnya, terutama dengan parade akting memikat dari para pemain perempuan. Tidak hanya Titi Sjuman dan Lola Amaria, para pemain pendukung lainnya (Imelda Soraya , Permatasari Harahap dll) juga tampil memikat. Penampilan mereka mampu mengalihkan saya dari beberapa detail cerita yang kurang tergarap lebih dalam, terutama 2 karakter cowok yang perannya kurang mendapatkan landasan yang kuat. IMO&lt;br /&gt;Saya berharap yang saya alami hanya terjadi pada saya dan berdoa tidak akan terjadi lagi. Mari tonton film Indonesia yang bermutu. Jangan hanya tonton film setan dan komedi seks saja dong. Kalau film Indonesia terlalu dijejali dengan setan dan kemesuman, penonton bisa jenuh dan menjauhi film Indonesia. Takutnya apa yang dibilang Deddy Mizwar pada sebuah tabloid kalau pada tahun 2012 film Indonesia bisa terkapar lagi bakal benar-benar terjadi. Untuk tahun ini saja, sampai akhir Mei, dari puluhan judul yang telah dirilis, katanya hanya film 18+ yang perolehannya menyentuh angka 500ribu penonton, disusul Menculik Miyabi yang sebenarnya tidk mampu memenuhi ekspektasi Produsernya. Mengenaskan. Mungkin penonton benar-benar sudah jenuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBMieBTbfaI/AAAAAAAACzA/wcwQWGqV--Y/s1600/80260_bts_minggu_pagi_di_victoria_park.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 289px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBMieBTbfaI/AAAAAAAACzA/wcwQWGqV--Y/s400/80260_bts_minggu_pagi_di_victoria_park.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481763070581374370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya sebagai penikmat film, sekali lagi hanya bisa mengajak, mari kita tonton film Indonesia yang bermutu. Kalau film-film bagus ditonton banyak penonton, tentu para pekerja film jadi lebih semangat bikin film yang lebih baik. Saya sih maklum kenapa penonton Indonesia lebih suka dengan film-film ringan yang kadang hanya memberikan hiburan sesaat. Dengan kehidupan yang makin keras, mereka masuk ke bioskop itu inginnya sejenak melepaskan kepenatan, bukannya dibawa ke alam serius yang makin menyesakkan rasa. Tapi percayalah, Minggu Pagi di Victoria Park bukanlah tontonan yang depresif lho. Akhir kisah ini memberikan semacam optimisme yang menentramkan. Buruan tonton filmnya sebelum keburu turun!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-4980805045933798404?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/4980805045933798404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/sewa-bioskop-demi-minggu-pagi-di.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/4980805045933798404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/4980805045933798404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/sewa-bioskop-demi-minggu-pagi-di.html' title='“SEWA BIOSKOP” DEMI MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TBMh5B66zeI/AAAAAAAACy4/AgwR4saT4Dc/s72-c/cinema+xxv.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-6137299047605839999</id><published>2010-06-08T14:20:00.025+07:00</published><updated>2010-06-08T15:10:59.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>MY TOP 20  MOVIES OF THE DECADE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA36FS7aUDI/AAAAAAAACyg/uKjFA_3wZ6I/s1600/best+decade.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 343px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA36FS7aUDI/AAAAAAAACyg/uKjFA_3wZ6I/s400/best+decade.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480311290467078194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya daftar 20 film terbaik rilisan 2000 s/d 2009 versi Gilasinema muncul juga. Ada beberapa judul yang sebelumnya tidak muncul di daftar film terbaik per tahun. Hal ini disebabkan film-film tersebut baru sempat saya tonton setelah daftar dibuat. Terpilihnya 3 film karya Coen Brothers adalah sebuah ketidaksengajaan, karena saya tidak pernah begitu fanatic terhadap sutradara tertentu. Apa landasan saya dalam memilih film-film dibawah ini serta urutan nomer 21 s/d 100, bisa dibaca&lt;/span&gt; &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/film-terbaik.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA35-Uf8rgI/AAAAAAAACyY/ruZIyXOabtE/s1600/title_elephant_blu-ray.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 232px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA35-Uf8rgI/AAAAAAAACyY/ruZIyXOabtE/s400/title_elephant_blu-ray.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480311170629676546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;20.ELEPHANT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rekonstruksi tragedi yang yang ciamik. Hand held camera yang selalu setia membuntuti para pemeran, efektif mengikat penonton untuk menjadi saksi mata sebuah peristiwa tragis dan membuat saya kagum karena pastinya dibutuhkan persiapan sangat matang dalam pembuatannya. Dialog dan ilustrasi musik yang minim efektif menghadirkan aura mencekam dan penonton dibuat was-was akan hadirnya monster  yang pada akhirnya melakukan aksi pembantaian membabi buta nan berdarah-darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA35kWywSzI/AAAAAAAACyQ/NFlV8moxXhQ/s1600/happy_purple.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 245px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA35kWywSzI/AAAAAAAACyQ/NFlV8moxXhQ/s400/happy_purple.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480310724568828722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;19. &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2009/01/happy-go-lucky.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;HAPPY – GO – LUCKY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan Happy-Go-Lucky, terasa sangat menyegarkan, apalagi di tengah gempuran film-film yang beraura negative. Setelah menyaksikan film ini rasanya timbul semacam perasaan optimis, bahwa hidup akan menuju kearah yang lebih baik kalau kita menyikapinya dengan positif. Film ini mengajak penonton untuk melihat Poppy yang diperankan dengan sangat memikat oleh Sally Hawkins, sebagai karakter yang dihadapkan dengan berbagai karakter yang bertolak belakang dengannya. Konfrontasi antar karakter inilah yang menuntun cerita, hingga mencapai puncaknya ketika Scott mengalami ledakan emosional akibat tidak tahan dengan karakter Poppy. Mike Leigh sangat berhasil menampilkan sebuah konfrontasi karakter tadi hingga menjadi sebuah tontonan yang bernas, lincah, menghibur serta menyentil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA35K2GlAMI/AAAAAAAACyI/IhdhjtM9TEM/s1600/diving-bell-butterfly.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA35K2GlAMI/AAAAAAAACyI/IhdhjtM9TEM/s400/diving-bell-butterfly.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480310286296875202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;18. &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2008/03/le-scaphandre-et-le-papillon-diving.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;THE DIVING BELL AND THE BUTTERFLY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam film ini kamera berperan sebagai actor yang berinteraksi dengan tokoh – tokoh yang ada dengan Bauby (Mathieu Amalric). Sebuah pendekatan yang menakjubkan. Untungnya Julian Schnabel tidak menyajikan pendekatan tersebut sepanjang durasi film. Sutradara tahu benar kapan menempatkan kamera sebagai actor dan kapan kamera berperan sebagai kamera, sehingga film tidak terasa melelahkan dan membosankan. Lewat pendekatan ini kita diajak untuk menyelami apa yang dilihat, dirasakan dan imajinasi dari Bauby. Film ini juga mempunyai pesan yang sangat bagus. Malu rasanya melihat semangat yang dimilik oleh Bauby, meskipun untuk menuju ke tahap itu butuh perjuangan yang kadang membuat putus asa dan ingin mati saja. Beruntung Bauby dikelilingi oleh orang – orang yang menyayanginya. Meski pada akhirnya Bauby meninggal dunia, namun dia meninggalkan sesuatu yang bernilai bagi kehidupan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA344fuu0eI/AAAAAAAACyA/ZQWXexIanco/s1600/shake3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 372px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA344fuu0eI/AAAAAAAACyA/ZQWXexIanco/s400/shake3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480309971053629922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;17.THE WIND THAT SHAKES THE BARLEY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ken Loach dengan pendekatannya yang sederhana (seperti biasa) berhasil dengan baik menggambarkan bagaimana perang merubah karakter seseorang yang awalnya berencana menyelamatkan kehidupan menjadi sosok yang terlalu idealis dan dingin dalam memperjuangkan apa yang diyakininya benar. Kekerasan dan kebencian senantiasa melahirkan monster berbahaya. Cillian Murphy mampu mempresentasikan karakter ini dengan bagus sekali. Adegan hukuman tembak di penghujung kisah sungguh periiiiih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA34amAoRTI/AAAAAAAACx4/-wDbH2RLQQc/s1600/photo_02_hires.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA34amAoRTI/AAAAAAAACx4/-wDbH2RLQQc/s400/photo_02_hires.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480309457343235378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;16.THE BARBARIAN INVASIONS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa Gilasinema sangat menyukai film ini dan telah menontonnya sekitar 3X. Ada semacam kehangatan di dalam film ini. Meski awalnya kita diperlihatkan gesekan antar karakter karena perbedaan pandangan dan juga lahir di era yang saling berbeda, namun pada akhirnya karakter-karakter yang dihadirkan dapat saling menerima hingga terjalin interaksi yang manis dan hangat. Humor-humor dan perilaku gila namun juga kritis membuat film ini makin enak dinikmati, meski untuk otak saya yang cekak ini naskahnya terkesan terlalu cerdas dengan dimasukkannya beberapa referensi seni dan teori yang masih asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA337FfP3tI/AAAAAAAACxw/gFnDYAP8nwE/s1600/ChildrenOfMenBunnyDojo.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 399px; height: 304px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA337FfP3tI/AAAAAAAACxw/gFnDYAP8nwE/s400/ChildrenOfMenBunnyDojo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480308916037344978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;15. CHILDREN OF MEN&lt;br /&gt;Bagi saya, film ini merupakan sebuah kisah jahilliyah di era modern. Era dimana manusia tidak dihargai sebagaimana mestinya. Dan di tengah kekacauan selalu menghadirkan nabi baru. Ditangan Alfonso Cuarón, kekacauan tersebut disajikan dengan indah dalam tensi yang tinggi. Sebuah film yang kaya referensi hingga bisa menjadi bahan diskusi yang amat menarik. Menonton Children of Men adalah sebuah pengalaman sinematik yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA33veWCzTI/AAAAAAAACxo/9TnerKzGBZw/s1600/l_148056_0180093_e1e9afc2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 285px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA33veWCzTI/AAAAAAAACxo/9TnerKzGBZw/s400/l_148056_0180093_e1e9afc2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480308716551195954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;15.REQUIEM FOR A DREAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah film tentang mimpi yang disajikan dengan sangat brutal hingga terasa depresif karena tidak menyisakan ruang bagi penonton untuk bernapas. Film ini dipenuhi orang yang berusaha meraih mimpi secara instant hingga membuat mereka hancur lebur. Mengenaskan! Visualisasinya terasa mengesankan sekaligus mengejutkan. Barisan cast-nya semua bermain prima, terutama Ellen Burstyn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA33gWosA8I/AAAAAAAACxg/B3NL2N7A5IQ/s1600/b10374887.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA33gWosA8I/AAAAAAAACxg/B3NL2N7A5IQ/s400/b10374887.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480308456783872962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;14.ETERNAL SUNSHINE OF THE SPOTLESS MIND&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa banyak judul yang mengangkat persoalan cinta, namun setiap saat masih saja muncul kisah cinta yang dituturkan dengan cara berbeda hingga mampu meninggalkan kesan mendalam. Eternal Sunshine of the Spotless Mind sungguh sebuah kisah cinta yang cerdas dan orisinil, meski tema soal memori cinta telah banyak diangkat sebelumnya. Itulah bukti jeniusnya Charlie Kauffman. Selain emosi kita diaduk-aduk sedemikian rupa, kita juga diajak memasuki pengalaman visual yang imajinatif, namun tidak sekedar gaya-gayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA33Ixd4VDI/AAAAAAAACxY/O1SdY-Tb_OA/s1600/four_months_three_weeks_and_two_days_ver7.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA33Ixd4VDI/AAAAAAAACxY/O1SdY-Tb_OA/s400/four_months_three_weeks_and_two_days_ver7.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480308051669439538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2008/01/4-luni-3-saptamani-si-2-zile-4-months-3.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;4 MONTHS, 3 WEEKS AND 2 DAYS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan film ini sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan sekaligus tidak menyenangkan. Menyenangkan karena film ini benar – benar sebuah film yang bagus dari semua segi, mulai dari cerita, penyutradaraan, acting pemain sampai dengan sinematografinya. Di sisi lain film ini menimbulkan efek yang tidak menyenangkan bahkan cenderung mengerikan dengan apa yang disajikan. Saya sampai sesak nafas ketika pertama kali menyaksikannya. Benar – benar menampilkan horor dalam arti yang sebenarnya. Apa yang dihadirkan di layar begitu menekan perasaan dan pikiran. Cristian Mungiu tahu benar bagaimana menghadirkan suasana ngeri sekaligus menyesakkan. Disamping banyaknya penggunaan ruang-ruang sempit dan cahaya minimalis ( sekaligus realis ), penggunaan efek suara juga mempertajam suasana menyesakkan tadi. Belum lagi ketika proses aborsi telah dimulai. &lt;br /&gt;Film ini juga makin kelam berkat tidak adanya iringan musik dalam film ini, kecuali musik di acara perkawinan. Sutradara lebih mengandalkan suara latar semacam langkah kaki, suara air keran atau suara orang bercakap – cakap dalam membangun suasana yang depresif. Bahkan, suara sobekan kertas sekalipun mampu secara efektif membangun suasana miris. Hebatnya, walau menggunakan pendekatan yang minimalis sekaligus kelam, sutradara mampu menghadirkan tontonan yang mampu membuat penonton bertahan untuk mengikuti sampai akhir cerita. Kita dibuat penasaran apa yang akan terjadi pada nasib kedua gadis dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA32fpvZmAI/AAAAAAAACxQ/Nh0E_qFrMYw/s1600/live1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA32fpvZmAI/AAAAAAAACxQ/Nh0E_qFrMYw/s400/live1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480307345220802562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2007/11/das-leben-der-anderen-lives-of-others.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;THE LIVES OF OTHERS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film yang secara baik sekali menerjemahkan kalimat bijak “Tak kenal maka tak sayang”. Andai manusia mau memfungsikan telinganya sebanyak memfungsikan mulut, tentu kekacauan bisa diminimalisir. Menyaksikan film ini ibarat menyaksikan Avatar di era dua Jerman. Saya  sukaaaaaaaaa sekali dengan endingnya. Subhanallah….itulah wujud kebahagiaan. Jangan lupakan acting memikat dari Ulrich Mühe. Menarik mengamati perkembangan dari karakter Hauptmann ini yang dimainkan secara gemilang olehnya. Dia berhasil mengubah ekspresi dinginnya di awal film menjadi lebih hidup di akhir film karena kebaikan yang telah dia buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA31VtlEobI/AAAAAAAACxI/tPHETYbKs4I/s1600/NoCountryOldMen.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA31VtlEobI/AAAAAAAACxI/tPHETYbKs4I/s400/NoCountryOldMen.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480306074940907954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2008/05/no-country-for-old-men.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;NO COUNTRY FOR OLD MEN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film No Country for Old Men sebenarnya tidak berbeda jauh dari karya Coen Bersaudara sebelumnya semacam, Fargo, The Ladykillers, The Big Lebowsky atau O Brother, Where Art Thou. Yang membedakan adalah, bisa dibilang No Country for Old Men merupakan karya yang paling berdarah dan paling keras dari mereka. Namun seperti film – film sebelumnya, film ini tetap menghadirkan sindiran – sindiran terhadap sisi kelam manusia dan kali ini sindiran itu disampaikan dengan bungkus kekerasan.&lt;br /&gt;Meskipun di layar kita disuguhi adegan kekerasan secara simultan, sebenarnya Coen Bersaudara mencoba untuk menggugat kekerasan itu sendiri. Terkesan ironis memang, mengingat penggambaran eksekusi beberapa tokohnya. Film ini mencoba menyoroti berbagai kekerasan yang terjadi dewasa ini, yang kadang hadir demi alasan yang absurd. Betapa manusia sudah dibutakan oleh hal – hal yang bersifat materi. Betapa nilai – nilai lama (kebijakan dan kebajikan) tidak lagi mempunyai tempat di dunia yang makin keras ini. Adegan dimana Chigurh memberi uang kepada seorang anak remaja rasa – rasanya menjadi salah satu adegan terpenting dan kuat dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA31AAP-c3I/AAAAAAAACxA/UuR9R5UmaWo/s1600/wall_e_pod_hires.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 186px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA31AAP-c3I/AAAAAAAACxA/UuR9R5UmaWo/s400/wall_e_pod_hires.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480305701995574130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10.WALL- E&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak film yang mampu membuat saya menyunggingkan senyum hampir di sepanjang durasi. Wall – E merupakan salah satu dari sedikit film yang berhasil membuat saya terus menyunggingkan senyum. Kisah para mesin di film ini hebatnya jauuuuh lebih humanis dibandingkan film-film dengan pemeran manusia asli. Naskahnya sungguh dahsyat. Pixar kembali berhasil mengawinkan teknologi dengan kedalaman cerita yang mengesankan, meski minim dialog. Sebuah kisah cinta yang mempesona yang akan tetap mantap disantap sepanjang masa. Cinta pada bumi, cinta Wall – E dan Eve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA30e2Fk1pI/AAAAAAAACw4/GYp6rMCPY1U/s1600/coen.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 159px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA30e2Fk1pI/AAAAAAAACw4/GYp6rMCPY1U/s400/coen.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480305132331914898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8/9. O BROTHER, WHERE ART THOU? &amp; A SERIOUS MAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meski mengangkat dua agama yang berbeda, saya menangkap satu kesamaan dari dua film karya Duo Coen tersebut. Keduanya mengulik soal kepercayaan terhadap Tuhan. Pencarian akan keyakinan. Kedua film tersebut bermodalkan naskah yang  cerdas, kritis, lucu namun juga terasa pahit. Dan seperti kebanyakan film Coen Brothers, dua film ini juga menyinggung soal moralitas yang disajikan dengan nyinyir dan mengusik hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA30NU-GZ0I/AAAAAAAACww/0V8fzQGWgYg/s1600/gosford_park2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA30NU-GZ0I/AAAAAAAACww/0V8fzQGWgYg/s400/gosford_park2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480304831384414018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7.GOSFORD PARK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan film dengan ensamble cast yang melimpah, Robert Altman merupakan salah satu jagonya. Dengan ruang terbatas dan banyak pemain, Robert Altman berhasil membuat Gosford Park menjadi sebuah drama kemanusiaan yang mengesankan. Intrik berbalut misteri sanggup membuat penonton untuk bertahan menyimak  sampai akhir cerita yang digulirkan. Isu stratifikasi social dan kemunafikan manusia dihembuskan dengan begitu tajam sepanjang durasi lewat bahasa gambar dan juga bahasa tubuh para pemerannya.  Rasanya film ini bagus ditonton bagi mereka yang tertarik mempelajari soal tingkatan sosial (Sosiologi lagi hehehehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3z_lRba1I/AAAAAAAACwo/-2e_5XLGbtA/s1600/the-fall-2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 288px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3z_lRba1I/AAAAAAAACwo/-2e_5XLGbtA/s400/the-fall-2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480304595242281810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2009/01/fall.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;THE FALL&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak film yang mampu menghadirkan hiburan yang tidak menyakiti logika, dikemas dengan kemasan visual yang cantik sekaligus “berisi” serta memberikan semacam pencerahan tanpa terkesan menggurui. The Fall termasuk sedikit dari sekian banyak film yang mampu memuaskan semua keinginan tadi. Film ini ringan menghibur, meski mempunyai muatan yang filosofis dan dibalut dengan sinematografi yang mempesona, serta mampu memancing hasrat untuk mengupas isinya secara lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3zuexbeKI/AAAAAAAACwg/ILlpTIqGkgE/s1600/syndromes+and+a+century+(2007)+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 289px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3zuexbeKI/AAAAAAAACwg/ILlpTIqGkgE/s400/syndromes+and+a+century+(2007)+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480304301439678626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/syndromes-and-century-sang-sattawat.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;SYNDROMES AND A CENTURY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syndromes and A Century bagi saya merupakan sebuah sajian komparasi yang tajam, dan dituturkan dengan amat indah. Sebagai seorang anak desa yang pernah mencicipi hidup di kota (yang  tidak terlalu besar) saya bisa dengan mudah masuk ke dalam Syndromes and A Century. Apalagi ketika kuliah saya mendapatkan (sedikit) ilmu seputar Sosiologi Perkotaan maupun Sosiologi Pedesaan yang sangat membantu saya dalam menerima film ini sebagai hasil dari memori dan pengamatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3y9m-7ibI/AAAAAAAACwY/zGnJR8rH1Go/s1600/dogvillea.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 248px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3y9m-7ibI/AAAAAAAACwY/zGnJR8rH1Go/s400/dogvillea.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480303461830199730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.DOGVILLE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang menilai film ini sangat anti Amerika, namun bagi saya yang orang desa, kisah yang dihadirkan dalam Dogville jamak terjadi diberbagai tempat. Meski sangat eksperimental, Dogville secara akurat menelanjangi masyarakat yang diselimuti kemunafikan meski mempunyai control social yang amat ketat. Gus van Sant memang liar, namun dalam keliarannya dia mampu menyajikan tontonan yang kuat secara sosiologis. Dan lewat film ini Nicole Kidman menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang aktris. Adegan dia di paksa melakukan hubungan badan ungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3yQUf65yI/AAAAAAAACwQ/ngYhw-_oHy8/s1600/SpiritedAway_by_cls.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 235px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3yQUf65yI/AAAAAAAACwQ/ngYhw-_oHy8/s400/SpiritedAway_by_cls.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480302683774183202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.SPIRITED AWAY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak ada yang memungkiri kualitas dari film ini. Saya  sangat terkesan dengan bagaimana Sang Kreator menghadirkan begitu buuuaaanyak pesan, baik soal lingkungan maupun budi pekerti, dan juga sindiran akan ketamakan manusia di tengah gempuran visual yang luar biasa memikat. TOP!TOP!TOP! Dan untuk urusan animasi dengan tokoh utama perempuan, sekali lagi Studio Ghibli patut diacungi jempol. Tidak seperti Pixar yang belum berani melakukan hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3xIZP-shI/AAAAAAAACwA/G0WBpKK7zD8/s1600/there-will-be-blood-baptism.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3xIZP-shI/AAAAAAAACwA/G0WBpKK7zD8/s400/there-will-be-blood-baptism.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480301448098918930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2008/05/there-will-be-blood.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;THERE WILL BE BLOOD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film There Will Be Blood menjadi salah satu film paling actual di di decade terakhir. Berbagai konflik yang terjadi di dunia, banyak yang bermuara pada persoalan minyak. Lewat film yang diangkat dari novel OIL! karya Upton Sinclair ini kita diajak betapa berpengaruhnya minyak terhadap kehidupan manusia, terutama dalam hidup tokoh utama dari film ini, Daniel Plainview (Daniel Day-Lewis). Dari nobody yang tidak punya apa-apa, berkat kerja keras yang tiada henti serta otak cerdasnya menjadi somebody yang menguasai sumber daya, baik sumber daya alam, modal maupun sumber daya manusia. There Will Be Blood menunjukkan kepada kita contoh betapa minyak mampu merubah manusia menjadi sosok iblis yang kejam serta serakah hingga mengingkari Tuhan. Ketika hati manusia sudah tercemar, maka akan sulit untuk dibersihkan, bahkan oleh air suci sekalipun. &lt;br /&gt;Kekuatan film ini selain terletak pada kekuatan acting dari Daniel Day-Lewis (paling suka dengan ekspresi dia ketika dibaptis) , juga ada pada sinematografinya yang kuat. Sutradara Paul Thomas Anderson, memang termasuk jago dalam mengolah adegan dengan menghadirkan gambar – gambar sarat makna. Dalam There Will Be Blood dia banyak menampilkan gambar – gambar yang selain indah sekaligus menarik minat penonton untuk menganalisa gambar yang dihadirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3xkJhl1SI/AAAAAAAACwI/9KdJ6-Wev4U/s1600/cache1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 397px; height: 396px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3xkJhl1SI/AAAAAAAACwI/9KdJ6-Wev4U/s400/cache1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480301924914156834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. CACHE ( HIDDEN )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wow! Wow! Wow! Itulah reaksi Gilasinema setelah menyaksikan Caché untuk kali kedua. Seperti judulnya, film yang terkesan biasa secara visual ini menyimpan sebuah cerita yang dahsyat dan tajam, serta beberapa adegan yang mengejutkan. Film ini menghadirkan sindiran sekaligus olok-olok terhadap para manusia yang tidak dibekali kematangan emosional meski secara intelektualitas sudah sangat maju. Pendidikan sebatas aksesoris. Bagaimana kebanggaan dan prasangka yang tak terkendali membuat manusia menjadi berkepala batu, hingga susah untuk disadarkan. Bahkan dengan kekejaman yang sangat frontal di depan mata sekalipun tidak mampu meruntuhkan ego manusia. Konflik masa kecil kalau tidak disikapi secara bijaksana nyatanya mampu menjelma menjadi sebuah konflik besar yang bisa merusak peradaban. Bagai api dalam sekam. Menyaksikan film ini saya jadi membayangkan, mungkinkah berbagai konflik besar di dunia ini diawali dari sebuah permusuhan dua anak kecil? Setelah menyaksikan film ini kita akan melihat betapa konyolnya kemarahan, dendam, perselisihan, perang atau apapun itu wujudnya yang sejenis. Film ini selain menyoroti kepongahan orang-orang berpendidikan juga menyoroti bagaimana media berperan dalam konflik dengan menyebarkan informasi yang tidak utuh dan apa adanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-6137299047605839999?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/6137299047605839999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/my-top-20-movies-of-decade.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/6137299047605839999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/6137299047605839999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/my-top-20-movies-of-decade.html' title='MY TOP 20  MOVIES OF THE DECADE'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA36FS7aUDI/AAAAAAAACyg/uKjFA_3wZ6I/s72-c/best+decade.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-5434770435598320883</id><published>2010-06-08T14:05:00.005+07:00</published><updated>2010-06-08T14:20:05.831+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>FILM TERBAIK ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3s16R3c3I/AAAAAAAACvo/lSHYCS0CcMc/s1600/Thumbs_up_by_Wakalani.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 366px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3s16R3c3I/AAAAAAAACvo/lSHYCS0CcMc/s400/Thumbs_up_by_Wakalani.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480296732501177202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan ini lazim muncul ketika melihat sebuah daftar film terbaik yang banyak dirilis para kritikus film atau juga muncul pada nominasi film terbaik sebuah movie award. Kenapa film terbaik versi Cannes seringkali tidak dilirik Oscar, begitupun sebaliknya, kenapa film yang menang di Oscar, sebelumnya tidak berbicara banyak di Cannes? Kenapa sebuah film dipuji habis-habisan oleh sebagian orang, namun oleh pihak lain mendapatkan penilaian yang sebaliknya? Dari pertanyaan tersebut memunculkan kesimpulan, film bagus itu amatlah relative, sehingga masing-masing pihak berhak membuat versinya masing-masing. Tidak suka dengan pilihan mereka? Buat saja versi kamu sendiri.&lt;br /&gt;Bagi Gilasinema,  ada beberapa hal dalam menentukan bagus tidaknya sebuah film. Sekali lagi, bagi Gilasinema. Yang paling penting bagi saya adalah cerita, cerita dan cerita! Film yang bagus harus bermodalkan cerita yang kuat, mendasarkan pada hukum sebab akibat yang meyakinkan, memberikan wawasan baru serta menghadirkan inspirasi yang mencerahkan. Orisinalitas dan aktualitas cerita? Akan menjadi sebuah bonus yang bagus. Cerita yang dihadirkan juga harus enjoyable. Maksudnya, tidak menghadirkan rasa bosan meski sudah berulang kali menonton film tersebut serta setiap kali kita menontonnya lagi, kita mendapati hal-hal baru yang belum didapat sebelumnya.  Dan kalau bisa, cerita yang dihadirkan tidak terlalu membuat pusing penontonnya. Buat apa kita menyukai film yang sangat tidak kita pahami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3tyvCMquI/AAAAAAAACv4/mhVUfZ8KCR4/s1600/thumbs-up1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 290px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3tyvCMquI/AAAAAAAACv4/mhVUfZ8KCR4/s400/thumbs-up1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480297777454688994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa unsur kualitas cerita diatas sangatlah relative. Masing-masing orang tidaklah sama dalam memberikan penilaian terhadap kekuatan cerita. Sebuah kisah terasa menghibur bagiku, tapi belum tentu buat yang lain. Sebuah film dinilai terlalu menggurui dengan penyampaian pesan layaknya khotbah, namun bagi sebagian penonton yang lain, film tersebut bisa jadi sangatlah inspiratif. Pengetahuan dan pengalaman dari si penonton sangat mempengaruhi penerimaan pada sebuah film. Contohnya Gilasinema sendiri. Dengan latar belakang pendidikan Sosiologi, maka sering melihat film dari sudut pandang ilmu social. Apalagi waktu kuliah dulu, setiap hari kita “dipaksa” untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang Sosiologi karena adanya mata kuliah Sosiologi Perkotaan, Sosiologi Perdesaan, Sosiologi Kesehatan, Sosiologi Keluarga hingga Sosiologi Pariwisata! Mungkin kalau Gilasinema seorang pelajar seni atau tehnik, akan sangat berbeda film yang dipilih sebagai yang terbaik. Selain latar belakang pendidikan dan pengetahuan, pengalaman juga sangat berpengaruh akan penerimaan terhadap sebuah film. Pemahaman film dari orang yang sudah berkeluarga bisa jadi akan sangat berbeda dengan pemahaman film dari seorang remaja yang sedang dimabuk asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3tgjE2GZI/AAAAAAAACvw/ybhSv6Dc9PA/s1600/Front_Cover_100.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 349px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3tgjE2GZI/AAAAAAAACvw/ybhSv6Dc9PA/s400/Front_Cover_100.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480297465006922130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang juga mempengaruhi penilaian akan kualitas film adalah masalah selera. Ada yang tergila-gila dengan film horor, namun ada juga yang memandang film horor itu sebatas hiburan semata. Ada yang berselera dengan film sci-fi, dan ada yang lebih intens mengikuti film drama bersahaja. Bagi saya, film-film dengan tema pembalasan dendam dengan membabi buta sulit untuk masuk list, begitupun dengan kisah cinta yang super mellow yang bagi sebagian orang terasa romantis, namun bagi saya sangatlah menyiksa rasa. Itulah beberapa hal yang menjadi pedoman saya ketika membuat list film-film terbaik versi saya sepanjang tahun 2000 hingga 2009. Bagaimana dengan kamu? &lt;br /&gt;Berikut ini daftar film yang saya anggap terbaik rilisan 2000 s/d 2009 dari urutan 21 s/d 100. Untuk 20 besar akan ditampilkan di posting-an selanjutnya. Daftar ini sangatlah dinamis dan bisa berubah setiap waktu. Selain karena ada beberapa judul yang katanya bagus namun belum sempat ditonton, juga bisa jadi setelah menyaksikan lagi film-film yang masuk daftar terjadi kenaikan ataupun penurunan kesan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3snR8wCqI/AAAAAAAACvg/ztkJhFpL52k/s1600/B000YY674U.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3snR8wCqI/AAAAAAAACvg/ztkJhFpL52k/s400/B000YY674U.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480296481157024418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;21.TALK TO HER &lt;br /&gt;22.CROUCHING TIGER, HIDDEN DRAGON&lt;br /&gt;23.FAR FROM HEAVEN&lt;br /&gt;24.THE LORD OF THE RINGS TRILOGY&lt;br /&gt;25.TEN CANOES&lt;br /&gt;26.ENRON : THE SMARTEST GUYS IN THE ROOM&lt;br /&gt;27.AMELIE&lt;br /&gt;28.NO MAN’S LAND &lt;br /&gt;29.BROKEBACK MOUNTAIN&lt;br /&gt;30.FINDING NEMO&lt;br /&gt;31.THE VISITOR &lt;br /&gt;32.DEPARTURES &lt;br /&gt;33.UP IN THE AIR&lt;br /&gt;34.THE CLASS  &lt;br /&gt;35.HUNGER&lt;br /&gt;36.MARY AND MAX&lt;br /&gt;37.THE HURT LOCKER &lt;br /&gt;38.ME AND YOU AND EVERYONE WE KNOW&lt;br /&gt;39.ONCE &lt;br /&gt;40.SAMSON AND DELILAH&lt;br /&gt;41.WALTZ WITH BASHIR &lt;br /&gt;42.VOLVER&lt;br /&gt;43.RED ROAD&lt;br /&gt;44.LITTLE MISS SUNSHINE&lt;br /&gt;45.THE SEA INSIDE (MAR ADENTRO)&lt;br /&gt;46.SIDEWAYS&lt;br /&gt;47.FAHRENHEIT 9/11&lt;br /&gt;48.CHICAGO&lt;br /&gt;49.ADAPTATION&lt;br /&gt;50.MEMENTO&lt;br /&gt;51.LOST IN TRANSLATION&lt;br /&gt;52.BOWLING FOR COLUMBINE&lt;br /&gt;53.IN THE BED ROOM&lt;br /&gt;54.ALMOST FAMOUS&lt;br /&gt;55.NOWHERE IN AFRICA (NIRGWENDO IN AFRICA)&lt;br /&gt;56.GODBYE LENIN!&lt;br /&gt;57.NOBODY KNOWS (DARE MO SHIRANAI )&lt;br /&gt;58.THE INCREDIBLES&lt;br /&gt;59.BABEL&lt;br /&gt;60.PAN’S LABYRINTH&lt;br /&gt;61.MOON &lt;br /&gt;62.ZODIAC &lt;br /&gt;63.THE CHILD (L’ENFANT)&lt;br /&gt;64.MOULIN ROUGE!&lt;br /&gt;65.MULHOLLAND DRIVE&lt;br /&gt;66.THE HOURS&lt;br /&gt;67.ATONEMENT &lt;br /&gt;68.CRASH&lt;br /&gt;69.DOWNFALL&lt;br /&gt;70.THE NEW  WORLD&lt;br /&gt;71.CAST AWAY&lt;br /&gt;72.TRAFFIC&lt;br /&gt;73.KILL BILL VOLUME 1&lt;br /&gt;74.FROST/NIXON &lt;br /&gt;75.THE DARK KNIGHT  &lt;br /&gt;76.GRAN TORINO &lt;br /&gt;77.BATTLE ROYALE&lt;br /&gt;78.KANDAHAR&lt;br /&gt;79.DOUBT &lt;br /&gt;80.REVOLUTIONARY ROAD  &lt;br /&gt;81.THE WRESTLER &lt;br /&gt;82.SLUMDOG MILLIONAIRE &lt;br /&gt;83.SUGAR &lt;br /&gt;84.GOMORRAH  &lt;br /&gt;85.THE DEPARTED&lt;br /&gt;86.Y TU MAMA TAMBIEN&lt;br /&gt;87.UNITED 93 &lt;br /&gt;88.PERSEPOLIS &lt;br /&gt;89.THE HOST &lt;br /&gt;90.DISTRICT 9&lt;br /&gt;91.WATCHMEN  &lt;br /&gt;92.AVATAR&lt;br /&gt;93.BEFORE NIGHT FALLS&lt;br /&gt;94.A BEAUTIFUL MIND&lt;br /&gt;95.MICHAEL CLAYTON   &lt;br /&gt;96.BRIDGET JONES’S DIARY&lt;br /&gt;97.MONSOON WEDDING&lt;br /&gt;98.SIN CITY&lt;br /&gt;99.SAW&lt;br /&gt;100.SHREK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-5434770435598320883?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/5434770435598320883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/film-terbaik.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/5434770435598320883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/5434770435598320883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/film-terbaik.html' title='FILM TERBAIK ?'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TA3s16R3c3I/AAAAAAAACvo/lSHYCS0CcMc/s72-c/Thumbs_up_by_Wakalani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-4899419640950716643</id><published>2010-06-04T12:38:00.011+07:00</published><updated>2010-06-04T13:11:00.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><title type='text'>KICK – ASS &amp; DEFENDOR : 3 PERSPEKTIF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiWIE2da-I/AAAAAAAACvI/p5FVj9dFMU0/s1600/kick+defendor.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 257px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiWIE2da-I/AAAAAAAACvI/p5FVj9dFMU0/s400/kick+defendor.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478794012181490658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Secara berturut – turut saya menyaksikan dua film, Kick-Ass dan Defendor,  yang kalau dicermati mempunyai kemiripan garis cerita. Tokoh utama di dua film tersebut terobsesi menjadi superhero, selain karena sering menjadi korban kekerasan juga karena terinspirasi komik superhero. Keduanya tidak dibekali senjata canggih, kostum keren dan kemampuan bertarung yang bagus. Kemiripan kedua film tersebut makin kentara dengan hadirnya sosok cewek yang membuat keduanya terseret dalam lingkaran kekerasan. Ketika Dave Lizewski (Aaron Johnson) jera sebagai Kick-Ass, datang keluhan dari cewek pujaan hati, Katie (Lyndsy Fonseca). Sedangkan, Arthur Poppington (Woody Harrelson) babak belur setelah terpengaruh omongan perempuan nakal, Kat Debrofkowitz (Kat Dennings).&lt;br /&gt;Menyaksikan dua film tersebut, ada beberapa hal yang menarik untuk jadi bahan pemikiran bagi saya. Beberapa diantaranya yang menurut pandangan saya cukup menonjol, akan saya ungkap di bawah ini. Sekali lagi, menurut pandangan saya. IMO. MOI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiX_FOm86I/AAAAAAAACvQ/eAl2b3C0Ymw/s1600/defendor2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 253px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiX_FOm86I/AAAAAAAACvQ/eAl2b3C0Ymw/s400/defendor2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478796056687211426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SUPERHERO WANNABE&lt;br /&gt;Dave Lizewski dan Arthur Poppington merupakan gambaran orang-orang yang merindukan kedamaian dan anti kekerasan. Sebuah dunia yang lebih baik. Kebetulan keduanya mengkonsumsi kisah superhero sejak kecil sehingga berpengaruh terhadap definisi “pahlawan” di mata mereka. Keinginan mereka menjadi superhero bisa jadi merupakan reaksi terhadap ketidakpercayaan mereka terhadap penegak hukum yang kadang malah berkoalisi dengan criminal. Lihat saja di Defendor ada oknum polisi yang bukannya melindungi masyarakat, justru melindungi kepentingan pelaku criminal. Dalam Kick-Ass, ketidakpuasan terhadap penegak hukum hadir lewat sikap Big Daddy (Nicholas Cage) yang memberantas criminal dengan caranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiYsCtDCeI/AAAAAAAACvY/N_fxGmo0b2Q/s1600/kickass-bigdaddy.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 189px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiYsCtDCeI/AAAAAAAACvY/N_fxGmo0b2Q/s400/kickass-bigdaddy.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478796829103688162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kalimat yang cukup dalam dihadirkan dalam Kick-Ass &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Come on, be honest with yourself. At some point in our lives, we all wanna be a superhero”.&lt;/span&gt; Yup, bener sekali. Bohong kalau kita tidak pernah membayangkan diri kita menjadi seorang pahlawan. Apapun wujudnya. Contohnya, pernah seorang teman saya yang berandai-andai bertemu dengan cewek idaman setelah melalui kejadian pencopetan atau penjambretan dimana teman tersebut menjadi sosok yang melumpuhkan si pelaku. Banyaknya orang yang terjun dunia politik bisa juga dilihat sebagai superhero wannabe. Coba tanya mereka yang secara instant terjun di kancah politik, apa motivasi mereka. Dengan idealisnya, mereka (kebanyakan) akan menjawab “Saya ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat, memaksimalkan potensi yang selama ini belum tergali”. WOW!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiVfkunVnI/AAAAAAAACvA/HNM3Tbh4bTA/s1600/kick+defendor1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 372px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiVfkunVnI/AAAAAAAACvA/HNM3Tbh4bTA/s400/kick+defendor1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478793316363884146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, mereka tidak mempunyai bekal yang cukup dan banyak yang hanya bermodalkan popularitas dan dukungan semu. Tidak ada bedanya kan mereka itu dengan Dave Lizewski dan Arthur Poppington. Niat sih boleh baik dan mulia, tapi akan lebih ideal kalau dilandasi dengan kesadaran akan kemampuan mereka. Toh, banyak jalan menjadi superhero. Tidak perlu melakukan hal-hal yang (terlihat) besar. Hal-hal kecil, seperti buang sampah pada tempatnya, rasanya sebuah perbuatan yang tak kalah heroic. Seperti apa yang diutarakan oleh Paul Carter (Michael Kelly) dalam Defendor :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Do you remember when you saved Jack's life? I'll never forget what you did that day. You were just a regular guy doing something remarkable. You don't need a costume. Ordinary people, they do extraordinary things all the time. You're always going to be that hero, Arthur, just by being yourself.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiUk1MmedI/AAAAAAAACuw/Ar1T_q4VSmY/s1600/kick+ass3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiUk1MmedI/AAAAAAAACuw/Ar1T_q4VSmY/s400/kick+ass3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478792307172342226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HIT (THE) GIRL, KICK (HIS) ASS&lt;br /&gt;Aksi The Hit Girl dalam Kick Ass lebih banyak disorot dibandingkan si tokoh utama. Banyak yang terhibur dengan kemampuan The Hit Girl namun tak sedikit pula yang mengecamnya. Saya pribadi pada satu sisi merasa terhibur, terutama dengan kemampuan acting pemeran The Hit Girl, Chloe Moretz, namun di sisi lain saya dibuat miris dengan berbagai macam aksi tarung yang dia peragakan dan berdoa semoga kelak kalau dikarunia anak, entah cowok atau cewek, tidak memanfaatkan kemampuan bela diri yang dimiliki layaknya The Hit Girl. Berbeda dengan Defendor yang minim akan visualisasi kekerasan dan tokoh utamanya yang anti pistol sebagai pernyataan sikap anti kekerasan, Kick-Ass menurut saya gagal dalam menyampaikan pesan ini. Dave Lizewski yang bertransformasi menjadi Kisc-Ass bagi saya merupakan wujud dari sikap anti kekerasan. Kick-Ass merupakan sajian penuh sindiran akan kekerasan. Sayangnya, dengan menampilkan adegan kekerasan yang terlihat keren dan dilakukan oleh anak kecil, pesan anti kekerasan menjadi terkaburkan. Aksi The Hit Girl dinilai sebagai aksi yang mengagumkan ketimbang melihatnya sebagai sebuah anomaly. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiVIa9wo0I/AAAAAAAACu4/LmSsV64ZSEQ/s1600/defendor4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiVIa9wo0I/AAAAAAAACu4/LmSsV64ZSEQ/s400/defendor4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478792918606062402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak bahasan yang mengulas pengaruh media terhadap perilaku kekerasan. Kreator Kick-Ass terlihat sadar sepenuhnya akan hal ini yang dihadirkan di menit-menit awal yakni ketika seorang anak mencoba beraksi ala tokoh komik superhero. Pada adegan-adegan selanjutnya, dihadirkan visualisasi bagaimana kekerasan menjadi konsumsi public, bukannya ditanggulangi. Kekerasan sudah menjadi semacam santapan sehari-hari, terutama di Indonesia dan menjadi sesuatu yang lumrah. Tayangan sinetron yang penuh aksi licik dan melegalkan segala cara serta reality show yang dipenuhi orang-orang saling teriak sangatlah digemari disini. Bahkan, tayangan komedi pun dipenuhi dengan kekerasan, baik verbal maupun fisik. Tayangan kekerasan itu laku dijual layaknya seks. Ketika Kick-Ass disambut dengan gempita, kiprah Defendor yang minim visual kekerasan, tidak terdengar sama sekali. Lewat ending yang ditampilkan dalam Kick-Ass dan Defendor, kekerasan terbukti tidak pernah bisa menyelesaikan masalah, justru akan melahirkan kesedihan dan kekerasan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiTrexT0pI/AAAAAAAACug/_bROgQ-T8f0/s1600/kick+ass1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 254px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiTrexT0pI/AAAAAAAACug/_bROgQ-T8f0/s400/kick+ass1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478791321899750034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BIG (BAD) DADDY&lt;br /&gt;Seperti yang telah saya singgung sebelumnya, bagi saya kekerasan yang dilakukan oleh The Hit Girl itu adalah sebuah hal yang menyedihkan dibandingkan sebagai sesuatu yang keren. Bagi saya, The Hit Girl itu korban dari ambisi dendam Big Daddy. Bocah yang harusnya menikmati masa kecilnya dengan bermain, namun secara menyedihkan diprogram Big Daddy menjadi mesin pembunuh dan hidup dalam bayang-bayang amarah dan dendam. Satu kalimat The Hit Girl yang membuat saya sedih yaitu sesaat sebelum menyerang Frank D'Amico (Mark Strong), dia berucap&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“I *never* "play".&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalimat ini bisa jadi merupakan pernyataan The Hit Girl akan keseriusannya menghabisi musuhnya, namun bagi saya, itu merupakan ungkapan miskinnya masa kanak-kanak dari The Hit Girl. Kata “bermain” bagi The Hit Girl mempunyai definisi yang tidak umum, seperti yang dia ungkapkan dalam salah satu adegan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“So, you wanna play?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiTJQtxvFI/AAAAAAAACuY/XAd_Z6EGHfY/s1600/kick+ass2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiTJQtxvFI/AAAAAAAACuY/XAd_Z6EGHfY/s400/kick+ass2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478790734011284562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari hubungan The Hit Girl dengan Big Daddy, saya jadi tertarik memahami perilaku Dave/Kick-Ass dan Chris/Red Mist  (Christopher Mintz-Plasse) dilihat hubungannya dengan ayah mereka. Mengapa? Kalau kamu rajin melahap materi yang berkaitan dengan psikologi anak, banyak penelitian yang menyimpulkan pentingnya peran ayah bagi perkembangan jiwa si anak. Bukan bermaksud mengecilkan peran ibu lho. Hanya saja dalam konteks film Kick-Ass dan Defendor, peran ibu sangatlah kecil. Idealnya sih, peran ayah ibu sama-sama maksimal seperti yang ditunjukkan dalam salah satu adegan di Defendor yakni adegan di rumah sakit ketika seorang anak ditanya ibunya soal pelajaran apa yang bisa dipetik dari peristiwa kekerasan yang menimpa Defendor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiUDtay9GI/AAAAAAAACuo/Glet1_DhchE/s1600/defendor3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 279px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiUDtay9GI/AAAAAAAACuo/Glet1_DhchE/s400/defendor3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478791738148713570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi Defendor, sosok ibu adalah sosok yang sangat dia cintai, namun obsesinya akan Captain Industry tidak bisa dilepaskan dari dogma yang ditancapkan oleh kakeknya yang berperan sebagai ayah baginya, mengingat tidak jelas siapa ayah dia yang sebenarnya. (ada sedikit indikasi Captain Industri itu ayah Defendor. Bener gak sih?) Bagaimana dengan Kick Ass dan Red Mist? Kick Ass sejak kecil ditinggalkan ibunya dan tumbuh dengan ayah yang digambarkan sedikit acuh. Sikap ayahnya ini bisa jadi yang membuat Dave Lizewski menjadi sosok remaja tanggung dan terkesan pecundang. Kalau saja komunikasi antara Dave Lizewski dengan ayahnya terjalin dengan baik, rasanya Dave Lizewski tidak akan melakukan aksi yang aneh-aneh. Chris D'Amico di satu sisi justru sangat dekat dengan ayahnya, hanya saja ayahnya mengarahkan pada jalan yang keliru layaknya Big Daddy membentuk The Hit Girl. Frank D'Amico cenderung memanjakan Chris D'Amico dan membiarkan anaknya mengetahui aksi kriminalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KICK - ASS : 3,75/5&lt;br /&gt;DEFENDOR: 4/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-4899419640950716643?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/4899419640950716643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/kick-ass-defendor-3-perspektif.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/4899419640950716643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/4899419640950716643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/06/kick-ass-defendor-3-perspektif.html' title='KICK – ASS &amp; DEFENDOR : 3 PERSPEKTIF'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TAiWIE2da-I/AAAAAAAACvI/p5FVj9dFMU0/s72-c/kick+defendor.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-775346614717390775</id><published>2010-05-29T17:01:00.009+07:00</published><updated>2010-05-29T17:52:43.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><title type='text'>ST. TRINIAN’S 2 : THE LEGEND OF FRITTON’S GOLD : PETUALANGAN CEWEK – CEWEK  BENGAL ALA DA VINCI CODE DAN NATIONAL TREASURE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADnhnd_3mI/AAAAAAAACuQ/Ori09ddXlI4/s1600/trinian+2e.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADnhnd_3mI/AAAAAAAACuQ/Ori09ddXlI4/s400/trinian+2e.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476631711599025762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Roxy:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Don't you think this whole idea is a wee bit unfeasible?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Annabelle Fritton:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;This is St. Trinian's. We don't know the meaning of the word, unfeasible.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahun 2007 kemarin saya lumayan terhibur dengan&lt;/span&gt; &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2008/05/st-trinians.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;St. Trinian's&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;yang menghadirkan aksi para cewek Bengal nan kreatif dalam menyelamatkan sekolah mereka. Bagi saya, kisah cewek-cewek lincah selalu menghadirkan hiburan tersendiri, meski kualitas filmnya tidaklah istimewa. Saat gelaran Cannes 2008, diumumkan kalau St. Trinians 2 bakal dirilis 18 Desember 2009. Waah…langsung St. Trinian's 2 masuk dalam daftar film yang saya tunggu. Berbekal sub judul The Legend of Fritton's Gold, St. Trinian's 2 menjanjikan sajian yang lebih seru dan lebih gila-gilaan dibandingkan seri pertamanya. Pendekatan ini seringkali dipakai di banyak sekuel macam Transformer 2 atau Iron Man 2. Muncul kekhawatiran, akankah unsure fun-nya bakal berkurang seperti film sekuel lainnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADnVwAMc9I/AAAAAAAACuI/9Ax-21TETuY/s1600/trinian2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 106px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADnVwAMc9I/AAAAAAAACuI/9Ax-21TETuY/s400/trinian2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476631507731510226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalau di seri pertama, Annabelle Fritton (Talulah Riley) disibukkan dengan usahanya menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, kali ini dia harus menyesuaikan diri dengan posisi barunya sebagai Ketua OSIS. Bukan perkara mudah mengingat karakter anak-anak St. Trinian yang cenderung tidak lazim di mata masyarakat. Belum lagi, Annabelle merasa tidak punya kemampuan sehebat pendahulunya, Kelly Jones (Gemma Arterton) yang sedang sibuk dengan tugas barunya setelah lulus dari St. Trinian. Gesekan – gesekan kecil terjadi antar kelompok murid, namun semuanya wajib bekerja sama ketika terjadi insiden penyerbuan setelah anak-anak menemukan cincin dan Annabelle enggan melepaskannya dengan harga yang ditawarkan oleh Pomfrey (David Tennant).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADnNxctXzI/AAAAAAAACuA/vIKMX42eJN4/s1600/trinian2a.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 106px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADnNxctXzI/AAAAAAAACuA/vIKMX42eJN4/s400/trinian2a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476631370680590130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film yang awalnya dibuka dengan adegan yang mengingatkan pada Pirates of The Caribbean ini selanjutnya menyajikan berbagai aksi anak-anak St. Trinian dalam mencari pasangan cincin yang mereka temukan di ruang perpustakaan. Kalau dua cincin tersebut dipersatukan, akan  mengungkapkan lokasi dimana tersimpan harta karun yang bakal mengguncang dunia sastra.  Kenapa dunia sastra? Tunggu saja jawabannya di akhir film yang bakal membuat dirimu terkejut sekaligus tersenyum atau bahkan tertawa, meski terkesan maksa. Proses penyatuan dua cincin tersebut tak kalah seru dengan aksi Robert Langdon (The Da Vinci Code) atau Benjamin Franklin Gates (National Treasure). Dikemas dengan balutan komedi tentu saja. Kepala sekolah, Miss Camilla Fritton (Rupert Everett) sang inisiator pencarian cincin juga tidak tinggal diam dan ikut membantu dengan mendekati mantan kekasihnya,  Geoffrey Thwaites (Colin Firth).  Yang terpenting, Annabelle berhasil menunjukkan kemampuannya sebagai pemimpin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADnFiZF8OI/AAAAAAAACt4/XLRPIsWARIU/s1600/trinian2b.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADnFiZF8OI/AAAAAAAACt4/XLRPIsWARIU/s400/trinian2b.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476631229199937762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Timbul sedikit kekecewaan setelah menyaksikan St. Trinian's 2 : The Legend of Fritton's Gold ini. Filmnya sih masih seru, namun sensasi fun-nya mengalami pengendoran, begitupun dengan sensasi ketegangannya. Di seri pertama, kita sebagai penonton di buat tegang karena usaha para penghuni St. Trinian ditujukan demi kelangsungan hidup sekolah mereka. Lha kalau di seri kedua ini, usaha pengungkapan harta karun lebih terasa unsure main-mainnya. Bukan sebuah kesalahan, hanya saja sedikit mengurangi nilai perjuangan mereka. Di seri pertama, greget perlawanan terhadap system lebih terasa. Nah, kalau seri keduanya ini lebih pada perjuangan yang terkesan seksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADmqUU6iaI/AAAAAAAACto/V9tjrpOoLJM/s1600/trinian2c.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 362px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADmqUU6iaI/AAAAAAAACto/V9tjrpOoLJM/s400/trinian2c.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476630761567848866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi saya kelemahan seperti yang diungkap diatas tetap tidak menghalangi saya untuk menantikan seri ketiganya yang rencananya bakal dirilis tahun ini (St. Trinian's 2 dirilis resmi di Inggris pada akhir tahun 2009). Mengapa? Film-film model beginian selalu menghadirkan cewek-cewek asyik yang polah tingkahnya cukup menghibur bagi saya hehehe…. Talulah Riley yang sebelumnya juga hadir di The Boat That Rocked masih terlihat cantik. Dia ternyata juga ikut nimbrung di Inception lho. Tampaknya karir dia bisa makin bersinar kedepannya. St. Trinians 2 juga menghadirkan Sarah Harding pentolan Girls Aloud. Meski sekilas, penampilan Gemma Arterton cukup ok juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADm0vbRmuI/AAAAAAAACtw/ZsuX6WdHhDA/s1600/trinian2d.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 355px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADm0vbRmuI/AAAAAAAACtw/ZsuX6WdHhDA/s400/trinian2d.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476630940640975586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya para cowok, penonton cewek pun pastinya bakal suka dengan gerombolan St. Trinian yang pemberontak dengan dandanan aneh-aneh yang terlihat keren dan unik. Bisa dicontoh tuh. Harta karun yang ditemukan bisa jadi membuat sebagian penonton cewek bertepuk tangan. Seperti seri pertamanya, St. Trinian's 2 juga menghadirkan musik-musik asyik khas British. Nikmati juga dialog-dialognya yang nakal dengan dialek British yang asyik di kuping. St. Trinian's 2 ditangani oleh duo Oliver Parker dan Barnaby Thompson yang juga mengarahkan seri pertamanya. Sekedar informasi, Oliver Parker ini adalah orang yang menghasilkan Othello (1995),  An Ideal Husband (1999),  The Importance of Being Earnest (2002), Dorian Gray (2009) dan yang akan rilis tahun depan, Johnny English 2 (2011). 2,5/5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Zoe:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;There's no reason to be scared of death. 'Cause death is, you know, like life, but all of the crap gets taken out. Like poverty and fascism and Miley Cyrus.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-775346614717390775?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/775346614717390775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/st-trinians-2-legend-of-frittons-gold.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/775346614717390775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/775346614717390775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/st-trinians-2-legend-of-frittons-gold.html' title='ST. TRINIAN’S 2 : THE LEGEND OF FRITTON’S GOLD : PETUALANGAN CEWEK – CEWEK  BENGAL ALA DA VINCI CODE DAN NATIONAL TREASURE'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/TADnhnd_3mI/AAAAAAAACuQ/Ori09ddXlI4/s72-c/trinian+2e.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-2957612432922259799</id><published>2010-05-28T16:04:00.005+07:00</published><updated>2010-05-28T16:11:26.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNNY'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DRAMA'/><title type='text'>ALICE DOESN’T LIVE HERE ANYMORE : PERSEMBAHAN TERMANIS MARTIN SCORSESE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-ITV_cNWI/AAAAAAAACtg/AaZ4rUnzr6I/s1600/alice3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-ITV_cNWI/AAAAAAAACtg/AaZ4rUnzr6I/s400/alice3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476245537807938914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Martin Scorsese selama ini banyak menghasilkan film seputar dunia lelaki, hingga kesan keras senantiasa hadir dalam film-filmnya. Tidak banyak yang tahu kalau diawal karirnya sebagai sutradara, Martin Scorsese pernah menghasilkan film yang sangat perempuan dan bahkan mendapatkan banyak apresiasi positif, baik dari para kritikus film maupun dari beberapa festival film, termasuk Cannes! Judul film yang dimaksud adalah Alice Doesn't Live Here Anymore yang dirilis akhir tahun 1974. Martin Scorsese rasanya pantas berterima kasih pada Francis Coppola karena gara-gara rekomendasinya, Ellen Burstyn yang diberi kuasa oleh Warner Bros untuk memilih sutradara yang tepat, menunjuk Martin Scorsese setelah menyaksikan Mean Streets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-IOMGmMLI/AAAAAAAACtY/4LderMVrXC8/s1600/alice2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-IOMGmMLI/AAAAAAAACtY/4LderMVrXC8/s400/alice2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476245449254252722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alice Doesn't Live Here Anymore mempunyai kisah yang sederhana. Alice Hyatt (Ellen Burstyn) terpaksa harus kembali ke kampung halaman ketika secara tiba-tiba, suaminya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Sepeninggal suaminya, Alice hanya mempunyai sedikit dana dan masih harus mengurusi  anak semata wayangnya, Tommy (Alfred Lutter). Menempuh perjalanan yang panjang, Alice berhenti sejenak di beberapa kota untuk mendapatkan uang. Sejak kecil Alice bercita-cita sebagai penyanyi. Cita-cita tersebut sempat terlupakan ketika Alice menikah. Kini dia berusaha meraih cita-cita tersebut. Masalahnya, kehidupan itu kadang tidak mudah dan kenyataan tidak seindah impian. Ada saja hambatan yang menghampiri. Ditengah usahanya tersebut, Alice bertemu dengan pria-pria yang sedikit mempersulit langkah dan membebaninya dengan pilihan yang bisa menghancurkan mimpinya dan janji terhadap ana yang sangat dia cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-HehLeenI/AAAAAAAACtA/ofcvx0aW_D8/s1600/alice5.GIF"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 280px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-HehLeenI/AAAAAAAACtA/ofcvx0aW_D8/s400/alice5.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476244630278142578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meski terkesan sangat sederhana, Alice Doesn't Live Here Anymore cukup berhasil menghadirkan sosok perempuan di masa dimana gerakan perempuan akan persamaan hak mulai menggejala di mana-mana. Hal tersebut diwakili dengan apik dengan karakterisasi dari si Alice. Sosok Alice digambarkan sedikit teatrikal, namun bertenaga serta berani mangambil pilihan sendiri. Jiwa bebas dari Alice digambarkan lewat sikap optimis dan tidak terseret kedukaan serta kalimat-kalimat lugas yang meluncur bebas dari mulutnya. Meski demikian, sosok Alice tidak digambarkan radikal karena ada sang anak sebagai katalis aksinya. Selain itu, Alice juga digambarkan layaknya manusia kebanyakan, tanpa memandang jenis kelamin, yang membutuhkan cinta dalam hidupnya. Resikonya, ending yang dipilih terkesan kompromis dan cenderung terlalu cepat. Namun, rasanya pilihan endingnya sudah cukup bijaksana dan menggambarkan salah satu alternative pilihan ideal dan manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-H_5VzebI/AAAAAAAACtQ/tWtg2PxVEX0/s1600/alice4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 296px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-H_5VzebI/AAAAAAAACtQ/tWtg2PxVEX0/s400/alice4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476245203699595698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Daya tarik film ini menurut saya, selain karakter Alice yang loveable, juga berkat hubungan Alice dan Tommy, sang anak, yang begitu cair dan tanpa batas. Interaksi keduanya senantiasa menghadirkan senyum dan tawa. Lihat saja bagaimana Alice mengusili Tommy, begitupun sebaliknya. Perdebatan diantara keduanya kadang terkesan kurang ajar dan menabrak batas-batas kelaziman hubungan ibu dan anak. Sebagai seorang pemain baru, penampilan Alfred Lutter yang didapat setelah mengaudisi lebih dari 300 anak sungguh sangat mengesankan. O iya, selain itu ada Jodie Foster lho. Disini dia terlihat ganteng dan tokoh yang dia perankan, mulutnya tidak kalah lugas dengan mulut si Alice. Bahkan, dalam salah satu adegan, kata-kata yang keluar dari mulut Audrey yang diperankan oleh Jodie Foster tersebut membuat Alice terperangah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-H1obFoPI/AAAAAAAACtI/BFWsCD5WC1k/s1600/alice.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 298px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-H1obFoPI/AAAAAAAACtI/BFWsCD5WC1k/s400/alice.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476245027359662322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film tentang perempuan seringkali menempatkan sosok pria sebagai si brengsek. Tidak demikian dengan Alice Doesn't Live Here Anymore. Memang ada sosok pria yang kasar dan keras terhadap perempuan seperti Ben (Harvey Keitel) yang mengejar Alice meski sudah beristri, namun film ini juga ada David (Kris Kristofferson) yang tidak egois dengan berani minta maaf serta ada juga Mel (Vic Tayback) pria pemilik restoran yang sangat toleran, bahkan tidak berdaya menghadapi salah satu pegawainya, Flo (Diane Ladd). Sosok Flo ini mewakili citra perempuan seksi namun independen. Dengan karakter yang sama-sama bebas, Flo bisa menjadi teman terbaik bagi Alice. Perempuan memang idealnya saling dukung satu sama lain. 4/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-2957612432922259799?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/2957612432922259799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/alice-doesnt-live-here-anymore.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/2957612432922259799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/2957612432922259799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/alice-doesnt-live-here-anymore.html' title='ALICE DOESN’T LIVE HERE ANYMORE : PERSEMBAHAN TERMANIS MARTIN SCORSESE'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_-ITV_cNWI/AAAAAAAACtg/AaZ4rUnzr6I/s72-c/alice3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-436647216659558426</id><published>2010-05-25T16:16:00.006+07:00</published><updated>2010-05-25T16:23:17.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TERBAIK'/><title type='text'>THE GRUFFALO : KESETIAAN ADAPTASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uW1FAT8mI/AAAAAAAACs4/U8wPpg39EAA/s1600/grufflo3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uW1FAT8mI/AAAAAAAACs4/U8wPpg39EAA/s400/grufflo3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475135610619687522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Demi menenangkan kedua anaknya, seekor induk tupai (Helena Bonham Carter) menceritakan sebuah kisah tikus (James Corden) yang sedang berjalan-jalan di dalam hutan. Dalam rantai makanan, tikus termasuk ke dalam mata rantai terbawah hingga tidak mengherankan kalau perjalanan tersebut terasa sangat membahayakan nyawa si tikus. Benar saja, belum jauh perjalanan si tikus, dia sudah harus berhadapan dengan rubah (Tom Wilkinson). Demi bertahan hidup, tikus mengarang cerita kalau dia akan bertemu dengan sosok yang dari penggambarannya, mampu membuat si rubah segan untuk melahap si tikus. Cara serupa tikus pakai ketika bertemu dengan burung hantu (John Hurt) dan ular (Rob Brydon). Ketika merasa sudah merasa terbebas dan aman, tikus dikejutkan sosok yang wujudnya persis dengan ilustrasi kebohongan sebelumnya (disuarakan Robbie Coltrane)! Kelangsungan hidup tikus makin terancam ketika ketiga makhluk pemangsa yang dia temui sepanjang perjalanan menyadari mereka telah dikelabui. Cara apa yang akan dipakai tikus untuk bisa bertahan hidup? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uWjG3szxI/AAAAAAAACso/mvOr5Fhk7cc/s1600/gruffalo6.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uWjG3szxI/AAAAAAAACso/mvOr5Fhk7cc/s400/gruffalo6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475135301882793746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita The Gruffalo sangatlah pendek dan singkat mengingat materi aslinya berupa buku anak-anak yang hanya terdiri dari sekitar 700 kata kreasi Julia Donaldson dan Axel Scheffler. Ceritanya sangat sederhana dan menghadirkan pengulangan-pengulangan dialog. Maklum, buku The Gruffalo ditujukan untuk anak usia di bawah lima tahun.  Dengan durasi hanya sekitar 30 menit, duo Max Lang dan Jakob Schuh berusaha untuk setia dengan materi aslinya. Pendekatan ini mungkin dimaksudkan agar The Gruffalo bisa dinikmati oleh anak-anak, terutama oleh mereka yang merupakan penggemar fanatik. Jumlahnya tidak main-main lho. Bukunya mampu menyihir lebih dari 10 juta pembaca dan juga diedarkan di lebih dari 31 negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uWsqSaFgI/AAAAAAAACsw/d1TwPHbvEXc/s1600/gruffalo5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uWsqSaFgI/AAAAAAAACsw/d1TwPHbvEXc/s400/gruffalo5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475135466008876546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain dibuat versi animasi, kisah The Gruffalo juga dibuatkan pertunjukkan musikal dan pernak-pernik yang menampilkan figur Gruffalo. Saat ditayangkan tepat pada perayaan Natal 2009 di BBC, The Gruffalo ditonton lebih dari 8 juta penonton/rumah/televisi. The Gruffalo juga sukses menjadi salah satu unggulan dalam BAFTA Film Award 2010 untuk kategori Best Short Animation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uWZoJn9NI/AAAAAAAACsg/t8sAWt_OTAc/s1600/Gruffalo2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uWZoJn9NI/AAAAAAAACsg/t8sAWt_OTAc/s400/Gruffalo2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475135139017651410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan para kreator The Gruffalo terhadap materi aslinya patut di apresiasi positif karena kadang sebuah improvisasi bisa merusak kekuatan materi asli. Namun disatu sisi, hal tersebut bisa dilihat sebagai ketakutan melakukan langkah-langkah kreatif, yakni bagaimana menjadikan materi asli yang sudah bagus menjadi semakin berkilau. Spike Jonze saya anggap berhasil ketika menjabarkan Where the Wild Things Are menjadi kisah panjang yang menarik dengan tetap menjaga roh cerita asli didalamnya. Kisah dalam buku The Gruffalo meski singkat dan padat, membuka banyak kemungkinan menarik dalam pengembangan cerita. Perjalanan si tikus di dalam hutan belantara menjanjikan petualangan seru yang mendebarkan sekaligus kaya nilai. Setelah menyaksikan film ini, saya mengharapkan kedepannya bakal ada The Gruffalo versi panjang layaknya Where the Wild Things Are. Kayaknya khayalan ini suatu saat bisa terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uWO684bnI/AAAAAAAACsY/dJZEoSz1ZKw/s1600/gruffalo1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uWO684bnI/AAAAAAAACsY/dJZEoSz1ZKw/s400/gruffalo1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475134955085917810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara, nikmati saja dulu The Gruffalo versi pendek ini. Nikmati sumbangan suara aktor/aktris beken dari Inggris, terutama suara Helena Bonham Carter yang sangat menyejukkan. Kalau kamu punya kerabat bocah (anak/ponakan/cucu dll), The Gruffalo bisa dipilih sebagai tontonan buat mereka. Aman dan menghibur. Meski tidak sehalus garapan Pixar, para animator di Magic Light Pictures rasanya cukup berhasil menghadirkan tampilan visual yang memikat. Pemilihan warnanya sangat nyaman di mata. Telinga kita juga bakal dibuai oleh musik yang diaransemen oleh René Aubry. Sebagai bonus, ada behind the scenes yang sedikit mengupas proses produksi. 4/5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uWG91pQ4I/AAAAAAAACsQ/_pfUXONICrY/s1600/gruffalo4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 319px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uWG91pQ4I/AAAAAAAACsQ/_pfUXONICrY/s400/gruffalo4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475134818421916546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sebelum menerima hujatan, perlu saya tegaskan kalau saya tidak tahu sama sekali tikus menjadi tokoh utama dalam film animasi pendek ini. Tertarik nonton karena cover terlihat memikat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-436647216659558426?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/436647216659558426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/gruffalo-kesetiaan-adaptasi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/436647216659558426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/436647216659558426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/gruffalo-kesetiaan-adaptasi.html' title='THE GRUFFALO : KESETIAAN ADAPTASI'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_uW1FAT8mI/AAAAAAAACs4/U8wPpg39EAA/s72-c/grufflo3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-5416939155603870074</id><published>2010-05-23T17:32:00.010+07:00</published><updated>2010-05-24T18:00:44.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DRAMA'/><title type='text'>MAO’S LAST DANCER : CITA CINTA CUNXIN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pblMFUHWI/AAAAAAAACsI/aRmgimYu4Fg/s1600/mao4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 282px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pblMFUHWI/AAAAAAAACsI/aRmgimYu4Fg/s400/mao4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474788991479061858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Once upon a time…inside a deep, dark well, there live a frog&lt;br /&gt;This frog could only see the opening of the well.&lt;br /&gt;One day, a toad arrived at the top of the well &lt;br /&gt;The toad saw the frog and said to the frog&lt;br /&gt;“Come up and have a look. The world up here is huge and bright”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pbSqz9_FI/AAAAAAAACsA/AIZ66W1pFBA/s1600/mao1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pbSqz9_FI/AAAAAAAACsA/AIZ66W1pFBA/s400/mao1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474788673310293074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Li Cunxin (Chi Cao) sejak kecil tidak pernah menyadari kalau dirinya mempunyai bakat menjadi seorang penari balet. Bahkan, ketika ditanya akan menjadi apa nantinya, dengan polos dan bangganya, bocah desa ini menjawab ingin menjadi tentara bagi Cina. Namun, di luar kuasanya, pintu demi pintu yang mengarahkannya untuk menjadi salah satu penari balet terbaik di dunia terbuka bagi dirinya. Tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya, Li Cunxin terpilih untuk melakukan seleksi di Beijing dan berhasil menyisihkan buanyak anak lain. Selanjutnya, meski bukanlah yang terbaik, Li Cunxin terpilih untuk mewakili China dalam memperdalam balet di Amerika dan tinggal menunggu waktu untuk baginya menjadi seorang bintang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pbJ7t1mgI/AAAAAAAACr4/ZzdCUIFHdDw/s1600/mao5.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pbJ7t1mgI/AAAAAAAACr4/ZzdCUIFHdDw/s400/mao5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474788523229157890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Li Cunxin bukannya tanpa aral. Seperti halnya film dengan tema from zero to hero lainnya, sang tokoh utama harus melewati beberapa ujian. Dalam Mao’s Last Dancer, ujian terbesar yang menghampiri Li Cunxin hadir ketika dia harus melawan negaranya gara-gara jatuh cinta dengan cewek keturunan Amerika. Kisah cinta tersebut menjadi masalah besar mengingat perbedaan pandangan politik yang sangat kontras antara Cina dengan Amerika Serikat. Pilihan yang menghampiri Li Cunxin tidaklah mudah karena ada hubungannya dengan nasib orang tuanya yang lama tidak ditemuinya.&lt;br /&gt;Menyaksikan film yang diangkat dari kisah orang kondang yang sukses kadang terasa sangat inspiratif, namun kalau tidak digarap dengan apik bisa-bisa malah akan terkesan biasa-biasa saja karena polanya sudah bisa ditebak. Sutradara Bruce Beresford yang sebelumnya membuat Double Joepardy dan Driving Miss Daisy, sayangnya mengemas Mao’s Last Dancer dengan biasa saja hingga filmnya terasa datar. Kisahnya sebenarnya mengandung potensi konflik yang cukup menjanjikan, mulai dari bagaimana usaha Li Cunxin agar bisa menari balet dengan bagus hingga persoalan politis yang menghadangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pbAL0gtbI/AAAAAAAACrw/VRUse44Uw8c/s1600/mao3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pbAL0gtbI/AAAAAAAACrw/VRUse44Uw8c/s400/mao3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474788355753424306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konflik batin Li Cunxin kurang tereskpos secara dramatis. Atau hal ini untuk menunjukkan kalau hidup harus jalan terus? Adegan penyanderaan Li Cunxin terkesan biasa-biasa saja dan proses “perlawanan’ Li Cunxin  terhadap Negara asalnya juga terkesan kurang gigih. Kegagapan Li Cunxin yang harus hidup di Negara bebas setelah sebelumnya hidup dengan doktrin-doktrin sosialisme juga tidak disajikan secara mendalam. Dampaknya, penonton (saya) susah untuk ikut bersimpati pada beban berat yang menghampiri si tokoh utama. Rasanya kok kisah Li Cunxin jadi kurang menarik untuk dijadikan sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pa2p09fyI/AAAAAAAACro/DGGdnn1OyZE/s1600/mao.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pa2p09fyI/AAAAAAAACro/DGGdnn1OyZE/s400/mao.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474788192009682722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain penampilan Chi Cao dan Bruce Greenwood, barisan cast pendukung bermain jauh dari kesan istimewa. Saya terkesan dengan penampilan Bruce Greenwood yang secara mengejutkan mampu tampil gemulai. Diluar tidak istimewanya film ini, untungnya kita bisa sedikit dimanjakan dengan sajian tarian balet dengan iringan musik cantik yang meski bisa dihadirkan dengan angle-angle yang lebih variatif, divisualkan dengan cukup memikat. Itupun kalau kamu bisa menikmati balet dan tidak terganggu dengan pria bercelana ketat. Tarian di bawah gunung di akhir film justru menjadi adegan termanis bagi saya. Salah satu pelajaran penting dari film ini adalah kadang kita butuh orang lain untuk membantu kita mengenali dan mengembangkan bakat kita. Jadi, jangan sia-siakan tawaran menarik yang menghampiri kita. Siapa tahu itu menjadi gerbang kesuksesan bagi kita kedepannya. Tentu saja harus juga diimbangi semangat juang yang tinggi dari diri kita sendiri serta keterbukaan dalam menerima hal-hal baru yang positif. 3,5/5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_kEv_x0P-I/AAAAAAAACrY/0pbEi2KY-dk/s1600/mao2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_kEv_x0P-I/AAAAAAAACrY/0pbEi2KY-dk/s400/mao2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474412044666290146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-5416939155603870074?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/5416939155603870074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/maos-last-dancer-cita-cinta-cunxin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/5416939155603870074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/5416939155603870074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/maos-last-dancer-cita-cinta-cunxin.html' title='MAO’S LAST DANCER : CITA CINTA CUNXIN'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_pblMFUHWI/AAAAAAAACsI/aRmgimYu4Fg/s72-c/mao4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-7594486690381059305</id><published>2010-05-22T14:16:00.006+07:00</published><updated>2010-05-22T14:28:00.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='THRILLING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOREIGN'/><title type='text'>MAN SOM HATAR KVINNOR ( THE GIRL WITH THE DRAGON TATTOO ) : KETIKA JUDUL BERKHIANAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eHRzieSqI/AAAAAAAACrQ/kpg51wYpUUU/s1600/l_1132620_13c1dae7a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eHRzieSqI/AAAAAAAACrQ/kpg51wYpUUU/s400/l_1132620_13c1dae7a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473992612054452898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa yang ada di benak kamu saat membaca sebuah judul film? Pastinya langsung membayangkan apa gerangan isi dari film tersebut. Judul film itu idealnya dibuat semenarik mungkin, namun tanpa melakukan penipuan terhadap penonton. Tidak harus tepat sesuai dengan bayangan penonton, namun patut dicatat, rasanya akan terasa sebagai sebuah pengkhianatan kalau judul yang dicantumkan di poster tidak mencerminkan keseluruhan isi filmnya. Kasus termutakhir adalah Menculik Miyabi yang hanya menampilkan sekelumit Miyabi dan dari premis ceritanya, akan lebih tepat kalau di beri judul Salah Culik. Sebelumnya, Inglorious Basterds melakukan hal serupa demi hitungan bisnis. Kalau dicermati, Inglorious Basterds rasanya lebih tepat diberi judul Once Upon A Time ...  In Nazi Occupied France yang malah dijadikan judul salah satu bab didalamnya. Judul adalah elemen pertama yang akan memandu penonton dalam memahami isi sebuah film. Ketidaktepatan pemilihan judul, selalu membuat saya kecewa hingga menurunkan kualitas film yang dimaksud di mata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eGmwuFajI/AAAAAAAACrI/Qs4Q6Zwyfxw/s1600/dragon+tattoo.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 274px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eGmwuFajI/AAAAAAAACrI/Qs4Q6Zwyfxw/s400/dragon+tattoo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473991872563472946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Män Som Hatar Kvinnor dirilis untuk pasar internasional dengan judul The Girl with The Dragon Tattoo. Ada alasan kenapa saya lebih suka menggunakan judul aslinya. Män Som Hatar Kvinnor mengisahkan sepak terjang Mikael Blomkvist (Michael Nyqvist) dan Lisbeth Salander (Noomi Rapace) dalam mengungkap misteri hilangnya salah satu anggota keluarga terpandang 40 tahun yang lalu. Keduanya sebenarnya tidaklah bekerja sama, bahkan Lisbeth awalnya diberi tugas untuk melakukan penelitian terhadap kehidupan Mikael Blomkvist, namun entah mengapa pada perkembangannya Lisbeth tertarik untuk membantu Mikael Blomkvist. Keduanya mempunyai persamaan, yakni mempunyai satu peristiwa yang menyulitkan gerak mereka. Kalau Mikail direpotkan dengan aksi membongkar penyimpangan dana, Lisbeth yang dinilai mempunyai masalah kejiwaan, harus menghadapi pengawasnya yang memanfaatkannya secara seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eGTWjxgKI/AAAAAAAACrA/6V-r06W4vPk/s1600/dragon+tattoo1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 399px; height: 386px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eGTWjxgKI/AAAAAAAACrA/6V-r06W4vPk/s400/dragon+tattoo1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473991539123388578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, Män Som Hatar Kvinnor sangatlah asyik buat dinikmati, terutama buat mereka pecinta kisah misteri. Materi cerita yang berasal dari novel karangan Stieg Larsson menghadirkan beberapa unsure yang lazim hadir dalam kisah misteri seperti pembunuhan para wanita dengan sadis serta perilaku seks menyimpang. Hmmm...terdengar seperti B Movie? Mungkin. Namun, rasanya sutradara Niels Arden Oplev cukup berhasil menjaga irama cerita hingga kisahnya lumayan asyik diikuti meski endingnya sangatlah klise. Kenikmatan saya ketika menonton film ini terganggu ketika di otak saya terpatri judul The Girl with the Dragon Tattoo. Dengan judul seperti itu, saya mengharapkan sebuah penampilan yang dominan dari si pemeran wanita, terutama dalam hal penggalian karakter. Kenyataannya, kehadiran Lisbeth tidaklah lebih banyak dari karakter Mikail, meski Lisbeth selalu datang sebagai penyelamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eGAw05MDI/AAAAAAAACq4/Pz1SoLyVWGE/s1600/dragon+tattoo2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 314px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eGAw05MDI/AAAAAAAACq4/Pz1SoLyVWGE/s400/dragon+tattoo2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473991219757002802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya heran, dengan judul The Girl with the Dragon Tattto harusnya kisahnya lebih banyak berpusat pada si Lisbeth, terutama mengenai latar belakang kehidupannya. Lisbeth dikisahkan melakukan kekerasan terhadap ayahnya, namun tidak ada visualisasi kekerasan sang ayah demi meyakinkan penonton untuk bersimpati hingga orientasi seksual dari Lisbeth terasa hambar. Selain itu, tidak ada penjelasan yang memuaskan tentang bagaimana dia bisa begitu hebat sebagai seorang hacker, kecuali interaksinya dengan hacker lain yang juga tidak jelas bagaimana keduanya bisa bekerja sama. Yang paling fatal, dengan judul The Girl with the Dragon Tattoo, tidak ada satupun adegan yang menguatkan kenapa dia mempunyai tato naga dipunggungnya dan berpenampilan ala anak punk. Tatonya sendiri juga jarang sekali disorot kamera. Jadi, dalam pandangan saya, judul The Girl with the Dragon Tatto dipakai hanya demi terlihat lebih keren dan menjual. Pemilihan judul The Girl with the Dragon Tattoo yang tidak mencerminkan isi filmnya, membuat saya tidak bisa dibuat kagum dengan aksi Naomi Rapace yang dipuji banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eFgHPCvoI/AAAAAAAACqw/oMgKVmH6axA/s1600/dragon+tattoo4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 202px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eFgHPCvoI/AAAAAAAACqw/oMgKVmH6axA/s400/dragon+tattoo4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473990658836577922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih bisa menerima film ini ketika dipakaikan judul Män Som Hatar Kvinnor yang artinya, didapat dari Mbak Wiki tentu saja, adalah Men Who Hate Women. Kasus yang coba diungkap oleh Mikail dan Lisbeth ada kaitannya dengan kekerasan pria terhadap wanita. Selain itu, hidup dari Lisbeth juga dikelilingi oleh pria-pria yang keras terhadap para wanita. Dengan judul Män Som Hatar Kvinnor/ Men Who Hate Women saya lebih bisa memahami mengapa Lisbeth menjalin hubungan dengan perempuan, mengapa Lisbeth terasa begitu emosional terhadap si pelaku pembunuhan berantai dan mengapa Lisbeth pada suatu malam mengangkangi Mikail.  Selipan isu Nazi dipakai buat mengacaukan tebakan penonton, serta kasus Mikail melawan perusahaan besar, hadir masih sebatas di permukaan. Soal kasus Mikail ini, mungkin akan digali lebih dalam di film selanjutnya. Män Som Hatar Kvinnor memang merupakan bagian pertama dari Millenium Trilogy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eFUkTT1JI/AAAAAAAACqo/0VRhVL7lexc/s1600/girl-with-the-dragon-tattoo-trailer-title-still-0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eFUkTT1JI/AAAAAAAACqo/0VRhVL7lexc/s400/girl-with-the-dragon-tattoo-trailer-title-still-0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473990460480672914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang suka kisah misteri ala Agatha Christie, Män Som Hatar Kvinnor tentu sayang untuk dilewatkan. Ketika menyaksikan film ini, terus terang saya seakan menyaksikan sebuah kisah yang diadaptasi dari novel karangan penulis yang paling saya gilai tersebut. Bagaimana Mikail menganalisa kasus serta melakukan investigasi di lokasi, mengingatkan pada gaya Poirot. Suka juga dengan Crimson Rivers? Meski tidak terlalu menegangkan, Män Som Hatar Kvinnor tidak kalah asyik dengan film yang menampilkan Jean Reno tersebut. Dengan karakterisasi serta dandanan yang terlihat keren, para cewek ada kemungkinan terpikat dengan aksi Noomi Rapace. Kalau boleh menyarankan, jangan terpaku dengan judul The Girl with the Dragon Tattoo ketika menyaksikan film ini dan alangkah lebih baik kalau berpegangan pada judul aslinya. Pendekatan serupa juga disarankan ketika menikmati dua kisah Lisbeth selanjutnya. 3,75 (dengan judul The Girl with The Dragon Tattoo : 3,25/5) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita bertato naga juga ada di :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://labirinfilm.blogspot.com/2010/04/review-girl-with-dragon-tattoo.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;LABIRIN FILM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/04/30/review-the-girl-with-the-dragon-tattoo-2009/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;AT THE MOVIES&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-7594486690381059305?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/7594486690381059305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/man-som-hatar-kvinnor-girl-with-dragon.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7594486690381059305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7594486690381059305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/man-som-hatar-kvinnor-girl-with-dragon.html' title='MAN SOM HATAR KVINNOR ( THE GIRL WITH THE DRAGON TATTOO ) : KETIKA JUDUL BERKHIANAT'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_eHRzieSqI/AAAAAAAACrQ/kpg51wYpUUU/s72-c/l_1132620_13c1dae7a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-8912022778466620014</id><published>2010-05-20T14:00:00.006+07:00</published><updated>2010-05-22T14:16:23.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DRAMA'/><title type='text'>WISH : KENAKALAN ITU SEBUAH PROSES</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_TfyU3GYQI/AAAAAAAACqg/3osP_6JBFqI/s1600/wish7okt.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 268px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_TfyU3GYQI/AAAAAAAACqg/3osP_6JBFqI/s400/wish7okt.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473245502848262402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menyaksikan Wish arahan Lee Seong-han sedikit mengingatkan saya pada Mean Girls-nya Lindsay Lohan. Seperti halnya karakter yang diperankan oleh Lindsay Lohan, Jjang-gu seakan memasuki sebuah dunia asing ketika memasuki SMA khusus cowok. Untung bagi Jjang-gu, ternyata ada wajah yang dia kenal hingga tidak menjadi obyek arogansi senior. Yang namanya sekolah khusus cowok, tidak seru kalau tidak ada gank yang berkuasa di sekolah. Mereka biasanya menerapkan aturan yang  wajib dipatuhi oleh semua, terutama mereka para siswa baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_Tfe5BkMFI/AAAAAAAACqY/ayyMcdsbcgs/s1600/wish1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_Tfe5BkMFI/AAAAAAAACqY/ayyMcdsbcgs/s400/wish1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473245168958451794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jjang-gu digambarkan tidak terlalu berminat masuk gank tersebut. Namun, secara perlahan dan seakan merupakan sebuah proses alamiah, Jjang-gu bergabung dengan gank tersebut. Dalam prosesnya, Jjang-gu terlibat dengan berbagai masalah yang membuatnya mendapat peringatan dan hukuman dari sekolah. Bahkan, Jjang-gu sempat mendekam dalam tahanan. Sebenarnya Jjang-gu bukanlah berasal dari keluarga berantakan seperti umumnya penggambaran anak nakal di film remaja bermasalah. Jjang-gu  mempunyai ayah yang cenderung diam melihat berbagai aksinya serta ibu yang sangat perhatian. &lt;br /&gt;Lalu kenapa Jjang-gu  bisa terlibat dengan berbagai masalah? Selain lingkungan keluarga, lingkungan pertemanan sangatlah berpengaruh dalam membentuk pribadi anak, apalagi di usia yang masih muda dan labil. Lingkup pergaulan itu bisa sangat menyenangkan, namun bisa juga amat menekan. Masuknya Jjang-gu  dalam gank bisa jadi merupakan sebuah bentuk adaptasi demi bisa bertahan dan eksis. Perilaku Jjang-gu  bukan lagi merupakan perilaku individu tapi lebih pada perilaku kelompok yang mendewakan solidaritas. Masih ingat dengan film Virgin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_TfOqse6KI/AAAAAAAACqQ/dM5W3DdR2WY/s1600/wish.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 186px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_TfOqse6KI/AAAAAAAACqQ/dM5W3DdR2WY/s400/wish.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473244890234022050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masuknya Jjang-gu  ke dalam gank bisa juga disebabkan minimnya sarana aktualisasi diri. Dalam Wish, tidak terlihat kegiatan Jjang-gu  di luar sekolah yang bersifat positif. Bahkan, Jjang-gu  dengan ekspresi datarnya terlihat tidak mempunyai minat apapun. Selain itu, meski tidak digambarkan dengan gamblang, saya merasakan kefrustasian Jjang-gu  akibat tidak bisa menjadi anak yang tidak menyusahkan orang tuanya seperti kakak-kakaknya. Rasa frustasi seperti ini kadang bisa mendorong seorang remaja nekat menerjunkan diri ke dalam masalah. Sutradara Lee Seong-han tidak lantas memberi label buruk terhadap para remaja yang bergabung dalam sebuah gank. Lee Seong-han lebih melihat hal tersebut sebagai sebuah proses yang lazim dilalui oleh para remaja. Meninggalnya ayah Jjang-gu tidak membuat Jjang-gu menarik diri dari pergaulan, hanya saja dia menyikapinya dengan lebih bertanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_Te_aLXT2I/AAAAAAAACqI/ff8XHaDRmXw/s1600/410113Wish1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 279px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_Te_aLXT2I/AAAAAAAACqI/ff8XHaDRmXw/s400/410113Wish1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473244628102106978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi banyak penonton, Wish akan terasa sangat membosankan. Proses Lee Seong-han menjadi anak gank disajikan dengan sangat halus, dan dihiasi humor yang sulit memancing senyum. Saya sendiri merasa aneh dengan hampir tidak adanya adegan kekerasan, mengingat tema gank senantiasa identik dengan bentrok fisik. Mungkin ada pesan anti kekerasan yang ingin disampaikan oleh Lee Seong-han. Entahlah. Namun, Wish ini bisa jadi sebuah tontonan yang bisa menginspirasi para remaja (cowok) agar lebih bijaksana dalam bertindak. Dan seperti kebanyakan film Korea, diselipkan adegan yang cukup mampu membangkitkan rasa haru yang untungnya tidak berlebihan. 3,5/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-8912022778466620014?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/8912022778466620014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/wish.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/8912022778466620014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/8912022778466620014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/wish.html' title='WISH : KENAKALAN ITU SEBUAH PROSES'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S_TfyU3GYQI/AAAAAAAACqg/3osP_6JBFqI/s72-c/wish7okt.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-979514960042647148</id><published>2010-05-07T17:27:00.010+07:00</published><updated>2010-05-08T11:17:55.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TERBAIK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOREIGN'/><title type='text'>A PROPHET ( UN PROPHETE )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Pt3j0bxNI/AAAAAAAACp4/YpGxRwqcfjI/s1600/aprophet_movie_poster.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Pt3j0bxNI/AAAAAAAACp4/YpGxRwqcfjI/s400/aprophet_movie_poster.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468475911321666770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Belum genap berusia 2 dekade, Malik El Djebena (Tahar Rahim) dihadapkan pada kenyataan harus hidup di dalam penjara selama 6 tahun. Di dalam lingkungan yang cenderung membentuk kelompok agar bisa bertahan hidup, Malik dengan polosnya cenderung menyendiri. Kehidupannya dalam penjara mengalami perubahan saat seorang pimpinan mafia keturunan Korsika, César Luciani (Niels Arestrup) memanfaatkan dirinya yang merupakan keturunan Arab untuk melakukan sebuah misi kejam. Sebagai imbalan, Malik akan mendapatkan perlindungan selama di penjara. Rasa aman di dalam penjara merupakan sesuatu yang mahal, mengingat sipir penjara kalah berkuasa dengan para criminal besar yang memiliki banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-PtLYdaf5I/AAAAAAAACpo/iISakxSJUnM/s1600/prophet1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 369px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-PtLYdaf5I/AAAAAAAACpo/iISakxSJUnM/s400/prophet1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468475152358080402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meski dihinggapi rasa bersalah, Malik terpaksa melaksanakan misi tersebut yang diawali dengan pelatihan yang akan membuat mulut penonton berdesir. Eksekusi dari misi tersebut juga terlihat mengejutkan. Setelahnya, Malik menjadi semacam antek dari Luciani. Kesempatan besar datang ketika orang-orang yang berada di sekitar Luciani memperoleh kebebasan. Kesempatan demi kesempatan bagus menghampiri Malik yang untungnya bisa dia manfaatkan dengan bagus. Pada berkembangannya Malik justru mempunyai kemampuan lebih dibandingkan Luciani terutama dalam merangkul mafia dari berbagai ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-PtjuNHTxI/AAAAAAAACpw/ig-tTLiWlYc/s1600/l_1235166_a2784210.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 114px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-PtjuNHTxI/AAAAAAAACpw/ig-tTLiWlYc/s400/l_1235166_a2784210.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468475570512154386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama, seorang nabi itu adalah seorang yang dipilih oleh Tuhan untuk menyebarkan ajaran kebaikan dan menyatukan semua umat untuk selalu dalam jalan Tuhan. Konsep penyatuan inilah yang mungkin dipakai dasar Jacques Audiard dalam pemilihan judul A Prophet. Namun, Bagi Gilasinema, Malik lebih tepat disebut sebagai seorang entrepreneur ketimbang seorang nabi. Tapi gak lucu kali ya kalau film ini dikasih judul ENTREPRENEUR atau WIRAUSAHAWAN. Kenapa Malik itu seorang wirausahawan? Karena tanpa dia sadari dia telah menerapkan prinsip-prinsip seorang wirausahawan. Beberapa Ciri-ciri seorang wirausahawan yang unggul adalah mampu memanfaatkan setiap kesempatan serta mampu berimprovisasi setiap kali ada masalah.Langkah-langkah Malik terencana dengan baik, memiliki kemampuan negosiasi yang prima, mampu membaca situasi serta selalu mau belajar demi meningkatkan kemampuan. Dan yang paling penting, karena Malik berusaha di lahan yang sangat berbahaya, dia harus berani mengambil resiko apapun. Dengan menerapkan prinsip-prinsip diatas, tidak mengherankan kalau Malik mampu menuai “kesuksesan”. Kalau diibaratkan, dia memulainya sebagai pekerja magang dan dalam perkembangannya mampu mempunyai usaha sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-PuSb3LjAI/AAAAAAAACqA/GmJzNgm7vU0/s1600/prophet1a.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 335px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-PuSb3LjAI/AAAAAAAACqA/GmJzNgm7vU0/s400/prophet1a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468476373042170882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;A Prophet sebenarnya mempunyai pola cerita layaknya kisah from zero to hero. Ada naik turunnya, sebelum akhirnya dia keluar sebagai pemenang. Kisah Malik dalam A Prophet di satu sisi, tidak jauh berbeda dengan kisah Nur (Acha Septriasa) di Menebus Impian. Namun karena Malik berkecimpung di dunia hitam, sensasi yang dihadirkan terasa lebih kasar, keras dan liar serta mengejutkan. Kisah dalam A Prophet juga membuktikan kebenaran dari petuah bijak jangan campurkan apel segar dengan apel busuk karena pencampuran tersebut akan berdampak buruk pada apel yang masih segar tadi. Lihat saja perubahan yang terjadi pada Malik gara-gara masuk penjara, meski perubahan tersebut sebenarnya merupakan bentuk proses beradaptasi demi bertahan di lingkungan baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Psn20JB6I/AAAAAAAACpY/IyVExAsLfCo/s1600/prophet-2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Psn20JB6I/AAAAAAAACpY/IyVExAsLfCo/s400/prophet-2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468474542031177634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lewat proses adaptasi inilah kita disuguhi sebuah perkembangan karakter yang menarik dan dipresentasikan oleh Tahar Rahim dengan luar biasa apik, mengingat filmografinya masihlah minim. Ketika pertama kali masuk penjara, dia mampu menampilkan wajah muda naif untuk kemudian secara perlahan berubah menjadi makin keras dan cerdas. Tidak munculnya ”hantu” korban pertamanya merupakan wujud dari transformasi kekejaman dalam diri Malik. Tak ada lagi rasa bersalah ketika dia harus mencabut nyawa orang lain. Peran Niels Arestrup sebagai César Luciani juga tidak bisa dianggap remeh. Niels Arestrup mampu menampilkan sosok gembong mafia yang disegani. Meski sudah dimakan usia, masih terlihat aura penguasa, dan bahkan masih bisa menghadirkan kekejaman. Melihat aksi Niels Arestrup, Gilasinema membayangkan, apa jadinya ya kalau karakter César Luciani ini bertemu dengan karakter yang diperankan Jack Nicholson dalam The Departed. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Pse8C_YwI/AAAAAAAACpQ/hhTiHkx9cLc/s1600/prophet1b.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 282px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Pse8C_YwI/AAAAAAAACpQ/hhTiHkx9cLc/s400/prophet1b.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468474388816814850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambaran kondisi penjara di A Prophet ternyata tidak jauh berbeda dengan penjara di Indonesia. Seorang kriminal besar ternyata lebih berpengaruh dibandingkan dengan para pengelola penjara, bahkan mereka juga punya kuasa terhadap mereka-mereka yang mempunyai kedudukan di luar penjara. Berkat dana yang melimpah dan para pengikut yang loyal nan kejam, seorang kriminal bisa mengendalikan semuanya dari dalam penjara. Yang membedakan dengan penjara di Indonesia, kondisi penjara yang dihadirkan di A Prophet terlihat lebih bersih dan fasilitasnya terlihat lebih komplet. Lewat A Prophet, kita juga bisa meyaksikan wajah lain dari orang keturunan Arab. Rasanya baru kali ini Gilasinema menyaksikan film produksi non-negara Arab yang menampilkan orang Arab sebagai seorang mafia. Jagoan lagi. Dalam kebanyakan film (Holly), orang Arab seringkali digambarkan kalau tidak sebagai teroris ya sebagai sosok yang taat beragama serta cenderung kaku dan picik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-PsQ0ym5yI/AAAAAAAACpI/daM6AHcAoAg/s1600/l_1235166_7f6dc75.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 375px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-PsQ0ym5yI/AAAAAAAACpI/daM6AHcAoAg/s400/l_1235166_7f6dc75.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468474146350884642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jacques Audiard, lewat A Prophet berhasil menyajikan sebuah sajian yang mengasyikkan. Tidak terlalu ringan, namun juga tidaklah terlalu memberatkan pikiran. Irama cerita berjalan cukup cepat, hingga durasi 2 jam lebih tidaklah terasa melelahkan. Sangat sayang untuk dilewatkan dan jadilah saksi aksi menawan dari Tahar Rahim yang wajahnya kadang mirip Antonio Banderas, kadang mirip Reza Rahadian. A Prophet merupakan salah satu film terbaik yang menggunakan setting penjara. 4/5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANG NABI JUGA ADA DI :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kritikpenonton.wordpress.com/2010/05/01/un-prophete-a-prophet/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;KRITIK PENONTON&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://yusahrizal.wordpress.com/2009/09/19/un-prophete/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;YUSAHRIZAL&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-979514960042647148?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/979514960042647148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/prophet-un-prophete.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/979514960042647148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/979514960042647148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/prophet-un-prophete.html' title='A PROPHET ( UN PROPHETE )'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Pt3j0bxNI/AAAAAAAACp4/YpGxRwqcfjI/s72-c/aprophet_movie_poster.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-7529476897830118989</id><published>2010-05-06T13:50:00.013+07:00</published><updated>2010-05-06T18:10:42.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PREVIEW'/><title type='text'>BOLLY DI TAHUN 2010 PART 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Kjez8DesI/AAAAAAAACpA/pDQ02SViikM/s1600/housefull-4e.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Kjez8DesI/AAAAAAAACpA/pDQ02SViikM/s400/housefull-4e.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468112647314700994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhir tahun 2009 dan awal tahun 2010 kemarin kita sempat dibuat heboh dengan kehadiran 2 film Bolly yakni 3 Idiots dan My Name is Khan. Bahkan, untuk My Name is Khan masih tayang di beberapa kota dan film ini menjadi film Bolly terlaris sepanjang masa untuk hasil dari peredarannya di seluruh dunia. Untuk hasil peredaran di India sendiri, 3 Idiots masih unggul dibandingkan My Name is Khan yang belum masuk 5 besar. Namun, setelah kehebohan 2 film tersebut, tampaknya Bolly kembali diacuhkan. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi seputar film Bolly dari media yang berbahasa Indonesia. Kalau ditelusuri, kesuksesan 3 Idiots dan My Name is Khan juga bukan karena pemberitaan media, tapi lebih karena mulut ke mulut atau dari jejaring social di internet. Kalau boleh sombong, jauh sebelum 3 Idiots dirilis, Gilasinema sudah koar-koar di Facebook kalau film ini pantas untuk ditonton *gak penting*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-KjXlRIcqI/AAAAAAAACo4/S2shA2TqJqg/s1600/teen-patti-amitabh-bachchan-ben-kingsley.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 386px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-KjXlRIcqI/AAAAAAAACo4/S2shA2TqJqg/s400/teen-patti-amitabh-bachchan-ben-kingsley.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468112523117490850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah, buat mereka yang tidak anti film Bolly dan tertarik untuk mengkonsumsi film Bolly, Gilasinema mencoba membantu dengan menghadirkan beberapa film Bolly yang rasanya cukup pantas dikonsumsi. Mungkin tidak tayang disini, namun bisa dijadikan panduan berburu versi ora-nya hehehehe….Info ini mungkin terlambat, namun untungnya, sampai akhir April Kemarin, belum banyak film Bolly yang benar-benar booming, kecuali My Name Is Khan. Menunggu perkembangan Housefull yang langsung nangkring di posisi dua dalam best opening sepanjang masa di bawah 3 Idiots. Tanggal rilis merupakan waktu perilisan di Bolly sana dan ada kemungkinan mengalami perubahan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-KigiT3RnI/AAAAAAAACow/fzRlSGNfiR0/s1600/bum-bum-bole-wallpaper.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-KigiT3RnI/AAAAAAAACow/fzRlSGNfiR0/s400/bum-bum-bole-wallpaper.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468111577430836850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BUM BUM BOLE ( 7 Mei 2010 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat dengan film Iran berjudul Children of Heaven? Film ini merupakan salah satu film favorit Gilasinema dan salah satu film keluarga terbaik yang pernah Gilasinema saksikan. Bum Bum Bole merupakan versi Bolly dari film Children of Heaven tersebut. Sudah menjadi rahasia umum kalau Bolly sering sekali mencomot ide film yang sudah jadi, dan piawai membuatnya menjadi jauh lebih dramatis. Judul film ini juga merujuk pada salah satu lagu di film hits Taare Zameen Par dimana pemeran utamanya juga berperan dalam Bum Bum Bole yakni Darsheel Safary. Melihat aksinya yang gemilang di Taare Zameen Par, membuat Gilasinema penasaran dengan film ini selain faktor Children of Heaven. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-KiW2Tb2SI/AAAAAAAACoo/S-Zpduv6uQc/s1600/2517_2066.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-KiW2Tb2SI/AAAAAAAACoo/S-Zpduv6uQc/s400/2517_2066.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468111410999056674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IT’S A WONDERFUL AFTERLIFE (7 Mei 2010 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu terkesan dengan Bend it Like Beckham, rasanya film ini pantas ditunggu mengingat sutradaranya sama, Gurinder Chadha. Judulnya juga sangat menggelitik karena sedikit membelokkan salah satu judul film yang paling sering diputar di TV Amerika yakni What A Wonderful Life. Sally Hawkins yang tampil mengesankan di Happy-Go-Lucky kabarnya bakalan tampil didalamnya lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-KiOYhgTFI/AAAAAAAACog/LFpJ--xx7ws/s1600/hrithik_roshan_kites_photos-1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 280px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-KiOYhgTFI/AAAAAAAACog/LFpJ--xx7ws/s400/hrithik_roshan_kites_photos-1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468111265566051410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KITES (21 Mei 2010 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini tampaknya bakal menjadi tahunnya Hrithik Roshan dengan dirilisnya beberapa judul yang dia bintangi yang berpotensi mengeruk banyak keuntungan. Gilasinema sendiri sebenarnya bukanlah penggemar film-filmnya, mengingat dia sering berlebihan dalam memamerkan body kekarnya, namun biasanya film-film dia disambut heboh di Bolly sana. Apalagi, akhir-akhir ini dia terlihat pilih-pilih peran. Film yang dibuat dengan budget yang amat besar untuk ukuran Bolly ini rencananya bakal dirilis serentak di lebih dari 60 negara pada 21 Mei nanti! Bintang telenovela nan jelita, Barbara Mori, bakal menghadirkan sesuatu yang berbeda selain lanskap gurun di Meksiko. Ada kemungkinan film ini akan ada tarian, mengingat kemampuan menari Hrithik Roshan yang jauh diatas actor Bolly lainnya. Semoga kisahnya tidak lebay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-KiEOt1xeI/AAAAAAAACoY/kqk3VqJaESI/s1600/raajneeti1s.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 399px; height: 389px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-KiEOt1xeI/AAAAAAAACoY/kqk3VqJaESI/s400/raajneeti1s.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468111091134744034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RAAJNEETI ( 4 Juni 2010 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Katrina kaif yang amat cantik menjadi alasan mengapa Gilasinema merekomendasikan film ini, selain genre political thriller yang lumayan jarang disentuh. Kabarnya kisahnya didasarkan pada kisah Mahabarata namun dengan setting masa sekarang. Hmmm…cukup menjanjikan. Buat pecinta Arjun Rampal, film ini sayang untuk dilewatkan. Dan biasanya kehadiran Ajay Devgan bisa mendongkrak kualitas filmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Kh7XrzYrI/AAAAAAAACoQ/VsY-pIv2JJM/s1600/raavan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 212px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Kh7XrzYrI/AAAAAAAACoQ/VsY-pIv2JJM/s400/raavan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468110938923295410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RAAVAN ( 18 Juni 2010 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau Raajneeti berlandaskan pada kisah Mahabarata, Raavan ini kabarnya berpondasikan kisah Ramayana. Yang menarik, Mani Ratman bakal menghadirkan twist yang pastinya membuat penasaran. Mani Ratman? Ini dia salah satu sutradara paling disegani di Bolly sana. Karyanya yang berjudul Nayagan,masuk TIME Magazine's All-Time 100 Greatest Movies. Dia juga yang membuat Dil Se dimana adegan tari dengan lagu Chaiyya Chaiyya di atas kereta api yang berjalan merupakan salah satu adegan tari paling dikenang. Bahkan, ada klip dangdut yang ikut-ikutan menghadirkan visualisasi menari di atas kereta api. Lewat Raavan, Mani Ratman kembali mengajak AR Rahman untuk menggarap musiknya. Untuk bintang utama, dipilih pasangan suami istri, Abhisek Bachchan dan Aiswarya Rai. WOW!!! Pantas ditunggu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Khs4lqPvI/AAAAAAAACoI/Z3_YMYxJ0sQ/s1600/guzaarish.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 276px; height: 369px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Khs4lqPvI/AAAAAAAACoI/Z3_YMYxJ0sQ/s400/guzaarish.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468110690057862898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;GUZAARISH ( 16 Juli 2010 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yeahh…salah satu sutradara Bolly favorit Gilasinema kembali merilis film. Sanjay Leela Bhansali selalu menghadirkan perpaduan warna yang menarik dalam film-filmnya. Lihat saja Hum Dil De Chuke Sanam dan Devdas Guzaarish ini bisa dibilang proyek unggulan, karena selain Bhansali, ada AR Rahman, Hrithik Roshan dan Aiswarya Rai. Sinergi keempatnya diharapkan menghasilkan sebuah film yang dahsyat. Chemistry Hrithik dan Aiswarya sudah teruji lewat Dhoom 2 dan Jodhaa Akbar yang super laris. Kabarnya keduanya bakal menyanyikan sebuah lagu. Dan kalau tidak keliru, kisahnya bakal mengangkat soal Euthanasia. Hmmm…The Sea Inside versi Bolly?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Khj7c_QBI/AAAAAAAACoA/Zpxur5KWT5M/s1600/action-replay.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Khj7c_QBI/AAAAAAAACoA/Zpxur5KWT5M/s400/action-replay.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468110536207974418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ACTION REPLAY (13 Agustus 2010 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film ini menghadirkan duo Vipul Shah dan Akhsay Kumar yang sebelumnya sukses gila-gilaan dengan  Singh Is Kinng . Premis ceritanya sih sepertinya menghadirkan adegan aksi yang seru, seperti umumnya film dari Akhsay Kumar lainnya. Film ini bisa jadi kurang menarik mengingat Akhsay yang terlalu sering merilis film dengan kualitas yang tidak bisa menyenangkan kritikus film di Bolly sana. Semoga kehadiran Aiswarya Rai bisa memberi sentuhan yang lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-7529476897830118989?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/7529476897830118989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/bolly-di-tahun-2010-part-1.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7529476897830118989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7529476897830118989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/bolly-di-tahun-2010-part-1.html' title='BOLLY DI TAHUN 2010 PART 1'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S-Kjez8DesI/AAAAAAAACpA/pDQ02SViikM/s72-c/housefull-4e.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-7375198532856668832</id><published>2010-05-04T14:11:00.005+07:00</published><updated>2010-05-04T14:17:36.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='THRILLING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOREIGN'/><title type='text'>VERTIGE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9_J8ICWoZI/AAAAAAAACn4/nTUlFfvwohk/s1600/vertige.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 399px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9_J8ICWoZI/AAAAAAAACn4/nTUlFfvwohk/s400/vertige.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467310507437760914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekumpulan pemuda, 3 cowok dan 2 cewek, memutuskan mengisi liburan dengan melakukan pendakian di sebuah tebing di daerah Kroasia. Tanpa banyak basa-basi layaknya Opera van Java, kita diajak langsung menuju TKP dengan sedikit pengenalan karakter. Diantara lima pemuda tersebut, ada satu orang yang sebenarnya tidak mempunyai pengalaman dalam pemanjatan tebing. Keikutsertaannya lebih karena ceweknya suka dengan aktivitas tersebut dan si cewek kebetulan sedang dirundung trauma gara-gara salah satu pasiennya meninggal di depan matanya. Dan lagi, dalam pemanjatan tersebut ada mantan cowok si cewek yang tampaknya masih memendam rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9_Jm1XcwBI/AAAAAAAACnw/8Fik7-os_so/s1600/vertige1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 239px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9_Jm1XcwBI/AAAAAAAACnw/8Fik7-os_so/s400/vertige1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467310141648715794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah ada peringatan kalau lokasi pemanjatan sedang ditutup untuk perbaikan, mereka nekat meneruskan aksi mereka. Rintangan pertama bisa dilalui dengan cukup mulus, namun ketika sampai pada rintangan kedua, salah satu pemudi hampir celaka. Sampai disini, penonton sukses dicekam ketegangan dengan setting ketinggian yang membuat berdesir, serta tangan dan kaki menjadi basah. Masalah kemudian muncul ketika si amatir mulai mengalami kesulitan meneruskan perjalanan yang dampaknya bisa membahayakan keselamatn yang lain. Dua orang memisahkan diri untuk melakukan aksi penyelamatan. Tak disangka, hadir ancaman dalam bentuk lain yang siap merampas nyawa mereka berlima. Mampukah mereka bertahan dan selamat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9_JQ53bMVI/AAAAAAAACno/iK4z8QaAIes/s1600/vertige2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 382px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9_JQ53bMVI/AAAAAAAACno/iK4z8QaAIes/s400/vertige2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467309764899451218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Premis kisahnya sedikit mengingatkan pada The Descent, bedanya kali ini nuansanya lebih cerah karena berada di atas tanah dan lebih banyak menyorot aksi kelima pemuda tadi di siang hari. Pendekatan ini mampu memberikan bonus tersendiri pada penonton dengan tampilan alam yang cukup indah. Bagi Gilasinema, adegan-adegan pemanjatan diawal menjanjikan sebuah tontonan yang segar dan menegangkan mengingat jarangnya film yang mengangkat soal pemanjatan tebing. Namun, ketika kelima tokoh tadi dipertemukan dengan satu makhluk gila, Vertige menjadi tontonan yang membosankan. Tiba-tiba saja film ini berbelok arah menuju kisah slasher yang klise. Ibaratnya, saat sudah siap melakukan penetrasi, ada orang yang mengetuk pintu. Gak jadi deh asyiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9_JDUOMesI/AAAAAAAACng/F1ZvzIp9ZjI/s1600/vertige3.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 399px; height: 329px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9_JDUOMesI/AAAAAAAACng/F1ZvzIp9ZjI/s400/vertige3.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467309531456109250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Parahnya lagi, kesadisan yang dihadirkan sangatlah tanggung dan cenderung ”ramah”. Film ini makin membosankan ketika tak ada eksploitasi raga wanita pirang layaknya slasher kebanyakan, padahal ”potensi” yang dimiliki oleh salah satu pemainnya cukup menggoda. Statistik yang diungkap di akhir kisah juga mempunyai korelasi yang lemah dengan isi cerita. Gilasinema membayangkan, andai saja film ini lebih mengedepankan aksi pemanjatan tebing yang membahayakan, pasti film ini bakal jauh lebih menarik dan inovatif. Kehadiran makhluk gila sah-sah saja asal konsisten dalam penggambaran pemanjatan tebing. Membayangkan, kejar-kejaran sambil memanjat tebing yang tinggi saja sudah membuat hati berdesir. Sayang sekali....2/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-7375198532856668832?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/7375198532856668832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/vertige.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7375198532856668832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7375198532856668832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/vertige.html' title='VERTIGE'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9_J8ICWoZI/AAAAAAAACn4/nTUlFfvwohk/s72-c/vertige.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-1733461065190355379</id><published>2010-05-02T18:33:00.009+07:00</published><updated>2010-05-04T14:11:12.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DRAMA'/><title type='text'>A SINGLE MAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91l2fWJL3I/AAAAAAAACmg/PChlv2pt7Ew/s1600/p_A_Single_Man_Colin_Firth.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91l2fWJL3I/AAAAAAAACmg/PChlv2pt7Ew/s400/p_A_Single_Man_Colin_Firth.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466637509499367282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"For the first time in my life I can't see my future. Everyday goes by in a haze, but today I have decided will be different."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Orang jatuh cinta dan orang putus cinta itu kadang bisa jadi orang paling egois sedunia. Kalau sedang jatuh cinta saja, dunia seakan milik berdua. Kemana-mana berdua dan kalau cerita, seputar dia dan pasangannya melulu. Nah, kalau putus cinta, seakan ada tuntutan tidak tertulis kalau dia paling pantas mendapatkan perhatian penuh, Merasa paling menderita sedunia. Makanya, mereka merasa ratapan mereka pantas didengar dan dimaklumi. Jatuh cinta dan putus cinta itu idealnya disikapi secara bersahaja dan tak perlu over dramatisasi yang malah menjengkelkan. Lagian, segala sesuatu yang terlalu kan memang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91ljjkUizI/AAAAAAAACmY/QNDy1o8-X00/s1600/a+single+man3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 396px; height: 359px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91ljjkUizI/AAAAAAAACmY/QNDy1o8-X00/s400/a+single+man3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466637184215059250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan pola pikir seperti diatas, terus terang Gilasinema kurang bisa menikmati A Single Man. Kesedihan George Carlyle Falconer (Colin Firth) yang ditinggal mati kekasihnya, Jim (Matthew Goode) disajikan dengan amat mendayu-dayu dengan pergerakan kamera yang pelan dan halus serta beberapa slow motion. Kisahnya berlangsung selama satu hari. Dimulai dengan terbangunnya George dari mimpi buruk hingga fajar menjelang kembali. Berprofesi sebagai dosen, George menjalani hidupnya seperti biasa. Hari tersebut menjadi hari luar biasa bagi George karena dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya setelah merasa berduka dan kesepian sejak kematian Jim. Di sela-sela persiapan bunuh diri tersebut, George bersinggungan dengan beberapa sosok. Mulai dari tetangganya, sahabatnya (Julianne Moore) hingga salah satu muridnya yang ternyata menyimpan rasa terhadapnya. Untuk meyakinkan penonton, kita juga disuguhi rangkaian kenangan keintiman George dengan Jim. Apakah George tetap akan melanjutkan niat mengakhiri hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91laCGExRI/AAAAAAAACmQ/AVAFYjX4lOo/s1600/asingleman.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 344px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91laCGExRI/AAAAAAAACmQ/AVAFYjX4lOo/s400/asingleman.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466637020611003666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Puyeng rasanya melihat A Single Man. Oleh Tom Ford kita dibawa memasuki dunia sendu dari George dan sesekali layar terlihat lebih berwarna ketika menghadirkan momen yang membahagiakan bagi George. Ya, Tom Ford menggunakan pewarnaan yang berbeda untuk menggambarkan emosi George. Ketika George tidak berkoneksi dengan lingkungan sekitarnya, visual terlihat kelabu yang akan berubah terang dan cerah ketika Geroge merasa bahagia. Misalnya ketika George melihat anjing atau ketika bertemu dengan anak perempuan. Dan tentu saja, ketika dia sreg dengan cowok yang mendekatinya. Selain sendu, A Single Man juga terasa datar karena minimnya letupan konflik. Yang mengherankan, selain meromantisasi kesedihan, film ini diselipi lumayan banyak perbincangan berbau filosofis. Untungnya, ada adegan George mencari tempat dan posisi enak untuk bunuh diri yang terlihat lucu sekaligus menyedihkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91lMdbNOyI/AAAAAAAACmI/cm4z_uYVidQ/s1600/a+single+man1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 383px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91lMdbNOyI/AAAAAAAACmI/cm4z_uYVidQ/s400/a+single+man1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466636787429227298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;A Single Man is so gay. Bukan dalam pengertian yang buruk. Maksudnya adalah kamera diposisikan seolah-olah mata dari seorang pria pecinta sesama jenis. Keindahan fisik itu penting bagi mereka, hingga kamera bekerja dengan detail dalam menangkap keindahan ragawi. Tidak hanya pria, namun juga wanita. Dan jangan mengharap mendapati adegan persenggamaan antar pria. Meski menampilkan beberapa scene pria telanjang, Tom Ford tampaknya berusaha mengeksploitasinya secara elegan dan … indah mungkin? Untuk soal keindahan ini, kinerja divisi artistic serta make-up/kostum patut diacungi jempol. Menyaksikan A Single Man kadang seperti menyaksikan sebuah fashion photo shot di majalah. Mungkin sedikit terpengaruhi dengan pengalaman kerja Tom Ford di dunia fashion. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91lDKi7BcI/AAAAAAAACmA/IbJHLsVR0sM/s1600/a+single+man2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 339px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91lDKi7BcI/AAAAAAAACmA/IbJHLsVR0sM/s400/a+single+man2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466636627742492098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lewat perannya sebagai George, Colin Firth menuai banyak pujian. Dan memang, lewat A Single Man, Colin Firth berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai actor dengan keberhasilannya menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan peran sebelumnya yang sering mengharuskannya bersikap ala pria aristocrat. Sebagai sosok George yang gay, yang pertama terlihat oleh mata, Colin Firth menggunakan tata rambut yang rapi jali dan tidak ikat seperti biasanya. Goerge juga berbalut busana berkelas yang tampak licin. Dan kalau kamu perhatikan, tubuhnya terlebih liat dan mulus. Colin Firth juga piawai menghadirkan bahasa tubuh seorang pria gay yang berkelas dan intelek. Lihat saja bagaimana posisi dia berdiri atau duduk. Meski lebih sering memancarkan kesenduan, mata Colin Firth pada satu kesempatan mengerling menggoda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91kvRg_18I/AAAAAAAACl4/-Q8BxDNN-Uc/s1600/a+single+man.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 327px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91kvRg_18I/AAAAAAAACl4/-Q8BxDNN-Uc/s400/a+single+man.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466636286016083906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Julianne Moore menjadi scene stealer lewat vitalitas peran yang dia bawakan. Setiap kehadirannya yang sayangnya tidak begitu banyak, entah mengapa suasana jadi lebih punya greget. Ah…kapan ya aktris hebat ini bisa dapat Oscar?! Performa Colin Firth dan Julianne Moore yang prima inilah yang sanggup membuat Gilasinema bertahan dengan ke-mellow-an serta dramatisasi yang bagi Gilasinema sedikit berlebihan. Kurang tahu ya mengapa Gilasinema kurang begitu suka dengan kisah jatuh cinta serta putus cinta yang terlalu didramatisasi dan diromantisir. Untuk semua jenis kelamin. Mungkin masalah peradigma saja. Sebagai sebuah debut dan minimnya pengalaman di dunia sinema, hasil yang ditunjukkan oleh Tom Ford berdasar kisah novel tulisan Christopher Isherwood ini sangatlah pantas diacungi jempol. Tidak terlihat kalau A Single Man adalah sebuah karya perdana.Tapi ... oh tapi, mengapa endingnya seperti itu! 3,5/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-1733461065190355379?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/1733461065190355379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/single-man.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1733461065190355379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1733461065190355379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/single-man.html' title='A SINGLE MAN'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91l2fWJL3I/AAAAAAAACmg/PChlv2pt7Ew/s72-c/p_A_Single_Man_Colin_Firth.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-7531573455758651000</id><published>2010-05-02T18:16:00.005+07:00</published><updated>2010-05-02T18:48:18.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>INDONESIAN MOVIE AWARD 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91ghAbfwsI/AAAAAAAAClw/mbVC3umwY40/s1600/ima_277_225.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 277px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91ghAbfwsI/AAAAAAAAClw/mbVC3umwY40/s400/ima_277_225.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466631642864927426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gilasinema sering sekali membayangkan di Indonesia ini ada movie award season seperti halnya Holly. Disini kan ada FFI, FFB dan IMA. Bahkan, dulu ada MIMA persembahan MTV. Gilasinema membayangkan, alangkah serunya kalau berbagai movie award yang ada itu diselenggarakan di bulan Maret, dan sebagai puncaknya FFI digelar tepat pada Hari Film Nasional. Ada keuntungannya lho buat FFI. Pertama, film yang berkompetisi merupakan film yang dirilis pada 1 Januari – 31 Desember tahun sebelumnya. Jadi, benar-benar sebuah malam puncak bagi insan sinema selama 1 tahun bukannya 2 tahun. Kedua, karena waktunya sudah bisa dipastikan, tidak ada alasan buat mereka yang dinominasikan untuk tidak hadir. Pasti bakal semarak. Masak kalah wibawa sama Panasonic Award.&lt;br /&gt;Indonesian Movie Award yang digelar RCTI tampaknya makin punya tempat dengan masih digelarnya ajang ini. IMA ini bolahlah disebut sebagai SAG Award-nya Indonesia karena piala diberikan pada aktris/actor. Bedanya, penilaian diserahkan sepenuhnya pada pemerhati sinema Indonesia. Eh…tapi kalau tidak salah, ada pemenang pilihan juri juga kan. Namun di era yang serba internet ini, cara pilih menggunakan SMS rasanya so last decade deh. Terlalu terkesan gak mau rugi. Mbok seperti Panasonic Award kemarin yang ada vote versi online. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91gRV8K5PI/AAAAAAAAClo/7epWVCpaYrg/s1600/22475_263162292344_729612344_4275868_5683027_n.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91gRV8K5PI/AAAAAAAAClo/7epWVCpaYrg/s400/22475_263162292344_729612344_4275868_5683027_n.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466631373761209586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggara sudah menjanjikan semua pemenang akan disiarkan secara langsung. Bagus banget nih. Namun kalau dilihat dari kebiasan stasiun TV tersebut yang kurang bisa membuat acara dengan durasi lebih bersahabat, takutnya acaranya bakal berlangsung lamaaaaaa dan terlalu banyak nyanyi-nyanyi. Ah….sudahlah, toh kita yang megang remote kok. Berikut nominasi IMA 2010 beserta prediksi pemenang ala Gilasinema (cetak tebal) yang sering salah hehehehe. Sepertinya sih Hari Untuk Amanda bakal bawa pulang lebih dari 2 piala. Apalagi, kalau Gilasinema boleh nebak, Hari untuk Amanda ini kedepannya bakal tayang di RCTI. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEMERAN UTAMA PRIA TERFAVORIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Didi Petet (Jermal)&lt;br /&gt;Mamiek Prakoso (King)&lt;br /&gt;Mathias Muchus (Sang Pemimpi)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oka Antara (Hati Untuk Amanda)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tio Pakusadewo (Identitas)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oka Antara berhasil memecah dominasi para bintang pria yang cukup senior. Posisi ini sebenarnya cukup menguntungkan Oka Antara, mengingat mereka yang mengirim sms bisa jadi kebanyakan berusia di bawah 30 tahun. Apalagi aktingnya di Hari untuk Amanda cukup bagus. Namun jangan remehkan Mathias Muchus yang diuntungkan dengan kelarisan Sang Pemimpi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEMERAN UTAMA WANITA TERFAVORIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Atiqah Hasiholan (Jamila dan Sang Presiden)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aty Kanser (Emak Ingin Naik Haji)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fanny Fabriana (Hari Untuk Amanda)&lt;br /&gt;Leony VH (Identitas)&lt;br /&gt;Tika Putri (Queen Bee)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aty Kanser saja ya. Dia ok banget mainnya. Ancaman terberat sepertinya datang dari Atiqah Hasiholan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENDATANG BARU PRIA TERFAVORIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Chairil A. Dalimunthe (Jermal)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Iko Uwais (Merantau)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kholidi Asadil Salam (Ketika Cinta Bertasbih)&lt;br /&gt;Nazril Irham (Sang Pemimpi)&lt;br /&gt;Yayan Ruhian (Merantau)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nazril Ilham sangat diuntungkan dengan banyaknya penggemar, tapi gak rela kalau dia menang. Munculnya dikit doang. Merantau yang diputar RCTI bisa jadi mengangkat pamor Iko Uwais. Lagian Iko kan aktingnya lumayan juga untuk seorang pendatang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENDATANG BARU WANITA TERFAVORIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meyda Sefira (Ketika Cinta Bertasbih)&lt;br /&gt;Oki Setiana Dewi (Ketika Cinta Bertasbih)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Olivia Lubis Jensen (Bukan Cinta Biasa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rahi Nurullina (Ketika Cinta Bertasbih)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Paling banyak beredar si Olivia itu dibandingkan dengan nominator yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PASANGAN FAVORIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Didi Petet &amp; Iqbal S. Manurung (Jermal)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oka Antara &amp; Fanny Fabriana (Hari Untuk Amanda)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tio Pakusadewo &amp; Rachel Amanda (Kata Maaf Terakhir)&lt;br /&gt;Vino G Bastian &amp; Reza Pahlevi (Serigala Terakhir)&lt;br /&gt;Yama Carlos &amp; Atiqah Hasiholan (Ruma Maida)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kata Maaf Terakhir, Serigala Terakhir dan Ruma Maida belum nonton. Didi Petet dan Iqbal memang cukup lancar interaksinya, namun yang vote sudah pada nonton filmnya belum? Gak bakal mengejutkan kalau yang menang Oka Antara dan Fanny Fabriana di hari untuk Amanda mengingat chemistry keduanya cukup padu dan enak ditonton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SOUNDTRACK FAVORIT&lt;br /&gt;Bukan Cinta Biasa (Afgan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Garuda di Dadaku (Netral)&lt;br /&gt;Ketika Cinta Bertasbih (Melly &amp; Amee)&lt;br /&gt;Main Serong (The Chancuters)&lt;br /&gt;Sang Pemimpi (Gigi)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garuda di Dadaku dan Bukan Cinta Biasa punya kans kuat untuk menang. Bingung juga harus memilih salah satu. Pamor Afgan yang masih moncer merupakan kekuatan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FILM FAVORIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;King&lt;br /&gt;Emak Ingin Naik Haji&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garuda di Dadaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Get Married&lt;br /&gt;Identitas&lt;br /&gt;Jamila dan Sang Presiden&lt;br /&gt;Jermal&lt;br /&gt;Ketika Cinta Bertasbih&lt;br /&gt;Ruma Maida&lt;br /&gt;Sang Pemimpi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garuda di Dadaku menjadi pilihan Gilasinema, karena selain faktor larisnya film ini juga karena film ini bisa dinikmati semua umat. Namun Sang Pemimpi juga punya kans kuat buat menang karena faktor film sebelumnya (Laskar Pelangi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa nonton IMA 2010 tanggal 5 Mei 2010 nanti&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-7531573455758651000?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/7531573455758651000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/indonesian-movie-award-2010.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7531573455758651000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7531573455758651000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/05/indonesian-movie-award-2010.html' title='INDONESIAN MOVIE AWARD 2010'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S91ghAbfwsI/AAAAAAAAClw/mbVC3umwY40/s72-c/ima_277_225.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-2937267894191541739</id><published>2010-04-29T14:10:00.019+07:00</published><updated>2010-04-30T08:39:25.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>THE REAL FEMALE MOVIE STAR ON THE LAST DECADE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k3io-8wsI/AAAAAAAAClQ/Ai3LhFJjUcA/s1600/female+star1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 148px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k3io-8wsI/AAAAAAAAClQ/Ai3LhFJjUcA/s400/female+star1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465460691047334594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap era selalu menghadirkan bintang-bintang yang bersinar benderang. Dalam kurun waktu 1990 – 1999 nama – nama seperti Julia Roberts, Demi Moore, Gwyneth Paltrow dan Meg Ryan adalah nama – nama yang pantas masuk dalam jajaran bintang paling bersinar. Bagaimana untuk kurun waktu 2000 – 2009? Melalui riset yang melelahkan (halah!), Gilasinema memilih 10 nama yang rasanya cukup pantas menyandang The Real Female Movie Star. Ukurannya apa? Gilasinema memakai ukuran Oscar dan perolehan box office.  Yang namanya Bintang Film, ya harus bisa acting. Karena berbicara soal “bintang” maka mata tertuju pada Holly, mengingat dominasinya yang sangat kuat. Oscar dijadikan ukuran karena inilah puncak segala pesta yang ada Holly dan disaksikan oleh mata dari berbagai penjuru dunia. Oscar menjadi salah satu momen yang menghargai pencapaian insan film, dalam hal ini para aktis. Nama-nama yang Gilasinema pilih harus pernah masuk Oscar, minimal sebagai nominasi. Dalam hal ini, maaf sekali harus menyingkirkan Drew Barrymore dan Jennifer Anniston yang filmnya banyak yang laris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k3WR2nQ-I/AAAAAAAAClI/rO_ZGto1wxA/s1600/female+star.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 352px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k3WR2nQ-I/AAAAAAAAClI/rO_ZGto1wxA/s400/female+star.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465460478679925730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang bintang tidak cukup bermodalkan kualitas acting yang bagus. Dia juga harus bisa “menjual” filmnya dan membuat produser tersenyum lebar. Laris atau tidaknya film yang dia bintangi bisa dipakai untuk mengukur tingkat kepopuleran aktris tersebut, karena bintang identik dengan popularitas. Gara-gara standar ini, Gilasinema terpaksa harus menyingkirkan Julianne Moore, Cate Blanchett dan Charlize Theron. Untuk Cate Blanchett, dia memang berperan dalam Trilogi LOTR yang super laris dan Indiana Jones 4, namun dia tidak mempunyai daya yang kuat untuk melariskan film yang memajangnya sebagai bintang utama. Tingkat kebintangan seorang aktris juga bisa dilihat dari tampilan poster yang dia bintangi. Semakin dia terlihat menonjol, semakin moncer kadar kebintangannya. Intensitas pemberitaan juga menjadi pertimbangan pemberian penilaian, selain kepercayaan produsen terhadap seorang aktris untuk mengiklankan produk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k3ETgdUvI/AAAAAAAAClA/_qD9sHmD2bc/s1600/keira_knightley46.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k3ETgdUvI/AAAAAAAAClA/_qD9sHmD2bc/s400/keira_knightley46.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465460169886225138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10.KEIRA KNIGHTLEY&lt;br /&gt;ACTING RATE : 6,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah aktris termuda yang masuk dalam list ini. Usianya saat ini baru 25 tahun, namun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, banyak prestasi yang telah dia torehkan, termasuk nominasi Oscar. Dikenal luas lewat Bend It Like Beckham, dan membuat banyak cowok jatuh hati lewat Love Actually. Kualitas aktingnya dipuji lewat film-film yang mengharuskannya menggunakan korset seperti Pride and Prejudice, Atonement dan The Duchess. Namun, Keira tidak takuit mencoba peran yang berbeda lewat Domino dan The Jacket.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trilogy Pirates of The Caribbean mampu mengeruk lebih dari 2,5 milyar dolar. Keberhasilan film ini mungkin karena faktor Jhonny Depp, namun peran Keira dalam film ini bukanlah tempelan semata. Apalagi, untuk dua seri awalnya, wajah Keira terpampang jelas dalam posternya. Bukti kalau dia dijadikan salah satu daya tarik trilogy tersebut. Perolehan Atonement, Pride $ Prejudice dan The Duchess juga tidaklah jelek. Ketiga film tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari $250 juta. Untuk masalah pemberitaan, Keira cukup sering menghiasi berbagai media. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6,25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k2RqX-IMI/AAAAAAAACk4/xGJoQoyUjX0/s1600/kate-a.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k2RqX-IMI/AAAAAAAACk4/xGJoQoyUjX0/s400/kate-a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465459299851313346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9.KATE WINSLET&lt;br /&gt;ACTING RATE : 9,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktris yang paling sering masuk nominasi Oscar sepanjang 10 tahun terakhir. Padahal usianya tahun ini baru 35 tahun! Tak ada yang menyangkal kualitas aktingnya. Dialah calon penerus Meryl Streep. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Kate Winslet masih harus banyak belajar dari Meryl Streep bagaimana memilih peran bagus dalam sebuah film yang berpotensi laris. Film-film yang dia rilis sepanjang tahun 2000 – 2009 hanya mengumpulkan sekitar 1 milyar dolar lebih sedikit untuk lebih dari 20 film. Banyak yang kurang begitu bagus perolehannya seperti Quills, Enigma, Iris dan Little Children. Film yang berhasil meraup pendapatan diatas $100 juta hanyalah Finding Neverland, Flushed Away. The Holiday dan The Reader yang dalam posternya dia berbagi penampakan dengan bintang lain. Kate Winslet jarang sekali tampil sendirian dalam poster film yang dia bintangi. Dengan rentang karis yang masih lama, kalau dikasih umur panjang, Kate Winslet masih bisa memperkilau kadar kebintangannya. Kalau bisa sih memilih peran-peran yang lebih cerah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6,25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k17t2inGI/AAAAAAAACkw/DtdQOjHc054/s1600/halle-berry-closer-to-home-01-af.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 308px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k17t2inGI/AAAAAAAACkw/DtdQOjHc054/s400/halle-berry-closer-to-home-01-af.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465458922827717730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8.HALLE BERRY&lt;br /&gt;ACTING RATE : 5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maaf kalau ada yang protes dengan pemberian angka 5 untuk kualitas acting dari Halle Berry. Dia memang pernah meraih Oscar, namun selain Monster’s Ball, dia tidak menunjukkan penampilan yang istimewa di film-film yang lain. Bisa dimaklumi mengingat dia lebih banyak bermain dalam film-film hiburan (baca : aksi). Penampilannya sebagai Catwoman yang dinilai sebagai salah satu penampilan terburuk sepanjang 10 tahun terakhir juga menjadi salah satu yang mengurangi poin. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pesona fisiknya digilai banyak pria dan membuat banyak wanita mengidolakannya. Tak heran kalau dia sering masuk daftar perempuan tercantik atau perempuan terseksi. Banyak produk yang memilihnya sebagai bintang iklan dan Halle Berry juga cukup rajin menghiasi sampul majalah. Poster film yang dia bintangi senantiasa memajang wajahnya. Bahkan untuk seri X-Men yang menampilkan banyak bintang, dia tetap ditonjolkan sebagai salah satu daya pikat. Dan tahukah kamu, kalau Gothika yang dibuat dengan budget sekitar $40 juta ternyata menghasilkan lebih dari $140 juta dalam peredarannya di seluruh dunia? Kalau ditotal, film-film yang menghadirkan Halle berry dengan penampilan yang bukan sekedar tempelan, menghasilkan lebih dari 2 milyar dolar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k1weJhS4I/AAAAAAAACko/Dm9fVFQQkN4/s1600/reese-witherspoon-wallpapers_2010_1600.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k1weJhS4I/AAAAAAAACko/Dm9fVFQQkN4/s400/reese-witherspoon-wallpapers_2010_1600.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465458729633794946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7.REESE WITHERSPOON&lt;br /&gt;ACTING RATE : 6,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya punya kualitas acting yang bagus, namun entah mengapa potensinya tersebut belum sepenuhnya keluar, bahkan dalam Walk the Line sekalipun yang membuatnya berhasil menggondol Oscar. Penampilan terbaiknya tetap ada pada Election. Dan dibandingkan dalam Walk The Line, penampilannya dalam Legally Blonde justru lebih membekas dalam ingatan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 6,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Paska Legally Blonde, jarang sekali film Reese Witherspoon yang gagal di pasaran. Hanya Vanity Fair, Penelope, Rendition dan The Importance of Being Earnest yang kurang begitu berhasil meraup dolar. Kalau ditotal, film-filmnya meraup lebih dari 1,4 milyar dolar. Lewat Legally Blonde 1 &amp; 2, Sweet Home Alabama dan Four Christmases saja dia berhasil mengumpulkan lebih dari $600 juta. Penampilannya dalam poster film juga cukup dominant. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k1f9ijgDI/AAAAAAAACkg/msQi_RmwusA/s1600/Renee+Zellweger+1920X1200+22855+Sexy+Wallpaper.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k1f9ijgDI/AAAAAAAACkg/msQi_RmwusA/s400/Renee+Zellweger+1920X1200+22855+Sexy+Wallpaper.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465458446002520114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6.RENEE ZELLWEGER&lt;br /&gt;ACTING RATE : 7,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meski akhir-akhir ini karirnya merosot tajam, Masuk nominasi Oscar untuk tiga tahun berturut-turut lewat Bridget Jones's Diary (2001), Chicago (2002) dan Cold Mountain (2003) adalah prestasi yang sulit disamai aktris lain. Masih ingat bagaimana dia membungkam banyak pihak yang memprotes pemilihan dirinya sebagai Bridget Jones lewat penampilan yang brillian. Di The Cold Mountain dia memberikan penampilan yang sangat mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film – film yang dia bintangi dan dia isi suara menghasilkan lebih dari 2 milyar dolar. Film-filmnya yang menghasilkan lebih dari $250 juta diantaranya Bridget Jones 1 &amp; 2, Chicago, The Cold Mountain, Shark Tale, Bee Movie dan Monsters vs. Aliens. Sayangnya akhir-akhir ini, pamor kebintangan Renee makin merosot saja. Meski sudah menampilkan sosoknya dengan cukup jelas dalam setiap poster filmnya, hasil perdarannyaya tidaklah membuat produser tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6,75&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k1V46jsBI/AAAAAAAACkY/qBTfZLNZ9VE/s1600/juliaroberts.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 364px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k1V46jsBI/AAAAAAAACkY/qBTfZLNZ9VE/s400/juliaroberts.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465458272962326546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.JULIA ROBERTS&lt;br /&gt;ACTING RATE : 7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ok, paska Erin Brokovich, Julia Roberts memang tidak begitu berkilau dari segi acting, namun bukan berarti penampilannya jelek, mengingat jarang reviu yang mencemooh penampilannya. Erin Brokovich membuat Julia Roberts menjadi aktris yang diprediksi meraih Oscar jauh sebelum malam penganugerahan. Penampilannya dalam Closer dan Duplicity juga cukup memikat. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 6,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diluar Ocean’s Eleven dan Ocean’s Twelve yang membuatnya seperti pajangan semata, film-film Julia Roberts berhasil mengumpulkan pendapatan hampir 1 milyar dolar. Daya jualnya tetaplah tinggi untuk pasar internasional. Kehidupan pribadi Julia Roberts juga tetap banyak hadir di berbagai media. Dan tampaknya, Julia Roberts kini siap untuk kembali bersinar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 6,75&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k0rnhhnwI/AAAAAAAACkQ/-O0tl99A54k/s1600/sandra-bullock.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k0rnhhnwI/AAAAAAAACkQ/-O0tl99A54k/s400/sandra-bullock.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465457546739425026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.SANDRA BULLOCK&lt;br /&gt;ACTING RATE : 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hmmm…mungkin banyak yang bilang kalau acting dia tidaklah istimewa, tapi bukan berarti aktingnya buruk kan. Dia memang pernah mendapat Razzie, tapi bukankah aktris sekelas Angelina Jolie dan Nicole Kidman pun juga pernah bersinggungan dengan Razzie. Penampilannya dalam Miss Congeniality begitu membekas, dan dia berani suguhkan sesuatu yang sedikit berbeda lewat Crash, Divine Secrets of the Ya-Ya Sisterhood, dan tentu saja The Blind Side. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ditahun 2009, Sandra Bullock menghasilkan lebih dari $600 juta lewat The Proposal, All About Steve dan The Blind Side. Ketiganya sangat menjual performa Bullock. Bahkan, The Blind Side membuat Sandra Bullock menjadi aktris pertama yang meraup lebih dari $200 juta untuk peredaran domestik untuk film yang menempatkan bintang perempuan sebagai bintang utama. Film-film Sandra Bullock yang dirilis tahun 2000 – 2009 jarang yang merugi. Paling hanya Gun Shy dan Infamous yang hasilnya jauh dari harapan. Sandra Bullock memang loveable.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k0gpag6vI/AAAAAAAACkI/ZtmkZbxaqYc/s1600/meryl-streep-w-magazine.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k0gpag6vI/AAAAAAAACkI/ZtmkZbxaqYc/s400/meryl-streep-w-magazine.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465457358268328690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.MERYL STREEP&lt;br /&gt;ACTING RATE : 9,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tak ada yang menyangkal eksistensi si legenda hidup ini. Bener-bener makin tua makin menjadi. Berbagai peran dia mainkan, dan hampir semuanya menuai pujian. Adaptation, The Hours, The Devil Wears Prada, Doubt dan Julie and Julia membuktikan kualitas aktingnya yang mumpuni. Bahkan, ketika dia membintangi Angels In America untuk konsumsi TV, Meryl Streep tetap tampil prima. Tidak hanya beracting, Meryl juga bisa menghidupkan suara karakter lewat sumbangan suaranya di A.I. : Artificial Intelligence, The Ant Bully dan Fantastic Mr. Fox. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE : 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, Meryl Streep tidak hanya berjaya dari segi acting. Beberapa filmnya cukup laris dipasaran seperti Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events, The Devil Wears Prada, It's Complicated dan yang paling laris, Mamma Mia! Kalau ditotal, film-film yang dia bintangi sepanjang 2000-2009 mengumpulkan tak kurang dari 2 milyar dollar. Tidak semuanya sukses memang. Prime, A Prairie Home Companion, The Ant Bully, Dark Matter, Evening dan Fantastic Mr. Fox adalah beberapa judul yang bisa dibilang tidak berhasil dipasaran. Dan ternyata, Meryl Streep jarang nampang di poster sendirian. Hal ini membuktikan, dia mempunyai daya jual yang tidak begitu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 7,75&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k0HheyZPI/AAAAAAAACkA/OtU2q2y2Hyg/s1600/433576131_a81230f6b2_o.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 316px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k0HheyZPI/AAAAAAAACkA/OtU2q2y2Hyg/s400/433576131_a81230f6b2_o.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465456926642038002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.ANGELINA JOLIE&lt;br /&gt;ACTING RATE: 7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angelina Jolie adalah aktris yang tidak hanya bisa bermain apik di film drama namun juga  sangat ciamik bermain dalam film action. Angelina Jolie adalah aktris yang bisa menonjolkan sensualitas sekaligus kualitas acting yang bagus. Tidak banyak aktris yang seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE: 9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditotal, film-film yang Angelina Jolie bintangi atau dia sumbang suara menghasilkan lebih dari 2,5 milyar dolar. Wanted, Kungfu Panda, Mr. &amp; Mrs. Smith, Gone In 60 Seconds, Lara Croft: Tomb Raider dan Shark Tale adalah film-film yang menghasilkan lebih dari $200 juta dalam peredarannya diseluruh dunia. Daya jual Angelina Jolie sangatlah kuat hingga tampil sangat dominant dalam poster film yang dia bintangi. Lihat saja poster film Wanted yang menonjolkan dirinya, meski James McAvoy lah si pemeran utama. Tidak semua film Angelina Jolie sukses memang karena Beyond Borders, Alexander, The Good Shepherd dan Sky Captain and the World of Tomorrow bisa dibilang gagal total. Kadar kebintangan Angelina Jolie yang sangat kuat dibuktikan dengan konsistennya berita seputar kehidupan pribadinya menghiasi berbagai media. Saking kuatnya, rasanya dia jarang banget berkolaborasi dengan aktris tenar lainnya dalam filmnya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9kz02cYzAI/AAAAAAAACj4/EGqO3lYdyfQ/s1600/nicole_kidman262.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9kz02cYzAI/AAAAAAAACj4/EGqO3lYdyfQ/s400/nicole_kidman262.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465456605851601922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.NICOLE KIDMAN&lt;br /&gt;ACTING RATE : 8,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kualitas acting Nicole Kidman banyak tereksploitasi maksimal lewat film-film yang dirilis pada awal 2000-an. Moulin Rouge!, The Others, Dogville, Birth, The Human Stain dan puncaknya ada pada The Hours yang membuahkannya Piala Oscar. Namun entah mengapa setelahnya dia seperti salah mengambil peran hingga menerima banyak kritikan. Nicole Kidman justru banyak menghiasi media dengan berita-berita seputar kehidupan pribadinya. Namun, kedepannya Nicole Kidman tampaknya akan kembali bangkit dengan merilis film-film yang cukup menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$ RATE: 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu keunggulan Nicole Kidman dibandingkan Meryl Streep adalah, Nicole tampil lebih menonjol di setiap poster film yang dia bintangi. Meski tidak semua filmnya sukses di pasaran, namun wajahnya selalu terpampang di poster. Daya jualnya tampaknya masih dianggap cukup kuat, terutama untuk pasar internasional. Kalau ditotal, film-film yang Nicole Kidman bintangi, mengumpulkan lebih dari 1,8 milyar dolar. Moulin Rouge!, The Others, Cold Mountain, The Interpreter, Happy Feet, The Golden Compass dan Australia adalah film-filmnya yang meraup lebih dari $150 juta untuk peredaran seluruh dunia. Nine dan The invasion adalah dua filmnya yang gagal total di pasaran. Selain Happy Feet, ternyata Nicole Kidman juga menyumbang suara di Panic Room lho.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STAR RATE : 8,25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9kznU4LxWI/AAAAAAAACjw/UrZTQqQQY3g/s1600/female+star3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9kznU4LxWI/AAAAAAAACjw/UrZTQqQQY3g/s400/female+star3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465456373503083874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapakah yang bakalan menggeser dominasi nama-nama diatas untuk kurun waktu 10 tahun mendatang? Selain Keira Knightley yang karirnya bisa lebih cemerlang, Gilasinema memilih 4 nama lain yang Gilasinema prediksi bakal makin bersinar. Mereka adalah Natalie Portman, Anne Hathaway, Rachel McAdams dan Zoe Saldna. Sebenarnya ingin memasukkan salah satu bintang muda yang sangat Gilasinema cintai, Kristen Dunst. Namun, akhir-akhir ini karirnya tidak begitu bagus. Kabarnya sih dia siap bangkit. Semoga saja dia bisa dan makin bersinar kedepannya. Natalie Portman selain dimodali wajah rupawan dan otak yang cerdas juga memiliki potensi acting yang cukup bagus. Hal ini dia buktikan lewat Closer yang membuahkan Nominasi Oscar. Beberapa judul yang akan dia bintangi tampak cukup menjanjikan. Kalau boleh memberi saran, dia harusnya juga lebih banyak bermain dalam film-film yang lebih cerah, namun menampilkan karakter yang menantang, jangan melulu main film yang dpresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9o0fPl_vaI/AAAAAAAAClY/v2L3kPjzjV0/s1600/female+star2a.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9o0fPl_vaI/AAAAAAAAClY/v2L3kPjzjV0/s400/female+star2a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465738809134005666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anna Hathaway? Ini dia The Next America’s Sweetheart. Berbeda dengan Natalie Portman, Anne Hathaway terlihat lebih berani dalam memilih peran. Dia juga terlihat lebih total dalam berakting yang ditunjukkan dengan keberaniannya beradegan panas. Natalie Portman mana berani beginian. Penampilan mengejutkan lewat Rachel Getting Married patut dia pertahankan. Anna Hathaway juga terlihat lebih rileks ketika terlibat dalam popcorn movie. Sedangkan untuk Rachel McAdams, Gilasinema terkesan dengan perkembangan karirnya yang cenderung bergerak ke atas. Kabarnya, dia bakal berkolaborasi dengan Woody Allen dan Terrence Malik. Zoe Saldana akan bisa menyajikan paduan kecantikan, keseksian, ketangguhan dan kekuatan acting layaknya Angelina Jolie, hanya saja dengan kulit lebih gelap. Zoe akan mengisi minimnya aktris yang jgo berkelahi namun juga piawai bermain drama. Kita tunggu saja kiprah Keira Knightley, Natalie Portman, Anne Hathaway, Rachel McAdams dan Zoe Saldana (serta Kristen Dunst) kedepannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-2937267894191541739?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/2937267894191541739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/real-female-movie-star-on-last-decade.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/2937267894191541739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/2937267894191541739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/real-female-movie-star-on-last-decade.html' title='THE REAL FEMALE MOVIE STAR ON THE LAST DECADE'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9k3io-8wsI/AAAAAAAAClQ/Ai3LhFJjUcA/s72-c/female+star1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-7810771044079004358</id><published>2010-04-26T18:36:00.005+07:00</published><updated>2010-04-26T18:47:11.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TERBAIK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASIA'/><title type='text'>SYNDROMES AND A CENTURY (SANG SATTAWAT)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V8dpfTaoI/AAAAAAAACjI/K658gxPR7f8/s1600/syndromes.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 187px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V8dpfTaoI/AAAAAAAACjI/K658gxPR7f8/s400/syndromes.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464410571679165058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mmmm…bagaimana ya enaknya menceritakan kembali kisah yang dihadirkan oleh Apichatpong Weerasethakul. Kita seakan menyaksikan dua kisah yang sama, dan hanya dibedakan oleh tempat dan waktu. Karena berbeda ruang dan waktu, pada akhirnya kisah tersebut memiliki jalinan kisah yang berbeda. Seperti sungai yang mempunyai satu muara, namun dalam alirannya membentuk cabang-cabang tersendiri untuk kemudian bertemu lagi pada satu muara. Begitulah  Syndromes and A Century disajikan. Kedua kisah dimulai dengan adegan yang hampir serupa. Dr. Toey (Nantarat Sawaddikul) dan Dr. Nohng (Jaruchai Iamaram) yang berbeda kelamin menggiring kita pada kisah yang berbeda, yang membuat Syndromes and A Century tak ubahnya sebuah sajian komparatif. Yang satu berlatar belakang desa (tradisional), satunya lagi mengambil Kota (modern) sebagai latar belakang cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V79DZ4LwI/AAAAAAAACjA/B4-cRjZk3Xw/s1600/syndromes1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 348px; height: 385px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V79DZ4LwI/AAAAAAAACjA/B4-cRjZk3Xw/s400/syndromes1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464410011700047618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Apichatpong Weerasethakul tidak bermaksud membuat perbandingan, namun dari apa yang disajikan dilayar, kita sebagai penonton tak pelak membuat kesimpulan. Paruh pertama kita melihat sajian visual yang indah alami, hijau, meditatif dan menyejukkan. Ada keintiman antara orang-orang yang tampil di layar. Ada interaksi pria-wanita yang serba canggung namun tersirat keintiman antara keduanya. Pada bagian ini, jarang sekali kamera menyoroti dengan dekat para pemerannya. Mereka diletakkan ditengah seakan menegaskan posisi mereka terhadap alam lingkungan di mana mereka tinggal. Manusia hidup dengan udara segar. Kisah kedua ditempatkan pada tempat dimana warna putih begitu mendominasi. Selain terlihat indah, juga menghadirkan sesuatu yang dingin. Hadirnya beberapa warna terang terasa mengejutkan indera. Di tempat yang teknologinya makin canggih ini, keintiman interaksi antar manusia terasa tergerus, dan nyatanya perkembangan teknologi tidak membuat pekerjaan lebih efisien. Interaksi pria-wanita terasa lebih vulgar dibandingkan kisah yang pertama. Terasa kurang pantas, begitupun dengan aksi beberapa tokoh lainnya. Dan manusia, diselubungi racun yang mengancam kesehatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V7imwYPGI/AAAAAAAACi4/q_9yrkQ44b0/s1600/Syndromes-01.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 258px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V7imwYPGI/AAAAAAAACi4/q_9yrkQ44b0/s400/Syndromes-01.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464409557333195874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Making a film is like your relationship with memories, or writing a diary," begitu penjelasan dari Apichatpong Weerasethakul dalam sebuah wawancara. Yang namanya memori itu terkait erat dengan ingatan hasil sebuah pengamatan. Syndromes and A Century membuktikan kalau Apichatpong Weerasethakul adalah seorang pengamat yang sangat detail (ayah ibunya adalah seorang dokter). Hasilnya, Syndromes and A Century adalah sebuah sajian komparasi yang tajam, dan dituturkan dengan amat indah. Latar belakang pendidikan arsitektur tampaknya mempertajam kemampuan Apichatpong Weerasethakul dalam hal komposisi gambar hingga apa yang tersaji sangat enak dan nyaman di mata. Film ini juga terasa lucu, terutama ketika terjadi pertemuan pola pikir desa (tradisional) dengan kota (modern). Dengan berlatar belakang kisah di dunia medis, film ini menghadirkan ide soal karma dan reinkarnasi. Dua hal yang nyatanya masih sangat dipercayai oleh Apichatpong Weerasethakul. "I believe in karma, reincarnation. You can't prove it but something is there for you, signs that affect your mind and heart."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V7P_9ZA0I/AAAAAAAACiw/qVuKjLNXTTs/s1600/syndromes3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 347px; height: 392px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V7P_9ZA0I/AAAAAAAACiw/qVuKjLNXTTs/s400/syndromes3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464409237681144642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya film nyeni kebanyakan, Syndromes and A Century memunculkan banyak interpretasi yang bisa membangkitkan sebuah diskusi yang menarik. Meski cukup enak dinikmati (satu keunggulan film ini dibandingkan film nyeni lainnya), ada beberapa bagian yang masih membuat Gilasinema bertanya-tanya, seperti ibu-ibu yang menatap kamera ketika orang-orang disekitarnya saling bercakap-cakap atau ending film ini. Menariknya film seperti ini adalah kadang jawabannya akan kita temukan suatu saat nanti. Atau mungkin ada yang bisa membantu? 4,5/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-7810771044079004358?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/7810771044079004358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/syndromes-and-century-sang-sattawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7810771044079004358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/7810771044079004358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/syndromes-and-century-sang-sattawat.html' title='SYNDROMES AND A CENTURY (SANG SATTAWAT)'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V8dpfTaoI/AAAAAAAACjI/K658gxPR7f8/s72-c/syndromes.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-937200603352647188</id><published>2010-04-26T18:19:00.008+07:00</published><updated>2010-04-26T18:34:52.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNNY'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASIA'/><title type='text'>BANGKOK TRAFFIC (LOVE) STORY (ROT FAI FAA … MAHA NA TER)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V477Cpu1I/AAAAAAAACio/PsPN1Kv56oY/s1600/poster2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V477Cpu1I/AAAAAAAACio/PsPN1Kv56oY/s400/poster2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464406693740395346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagi sebagian penonton, Bangkok Traffic (Love) Story / BT(L)S mungkin hanya kisah cinta biasa dengan formula yang lazim digunakan dalam film – film jenis rom com. Bagaimana seorang perempuan biasa menemukan pangerannya dan bagaimana pertemuan keduanya dimulai dengan kebetulan. Dimalam setelah menghadiri  pernikahan sahabatnya, Li (Sirin Horwang) yang dalam keadaan mabuk bertemu Lung (Theeradej Wongpuapan). Keduanya bagai siang dan malam. Kalau Li digambarkan mempunyai karakter yang ekspresif dan cenderung ceroboh serta bekerja di siang hari, Lung orangnya santun dan bekerja di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V37QsAk4I/AAAAAAAACiQ/-rX8hoCqRZ4/s1600/bangkok3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 206px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V37QsAk4I/AAAAAAAACiQ/-rX8hoCqRZ4/s400/bangkok3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464405582859506562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang yang bertolak belakang, penulis cerita, Benjamaporn Srabua dengan cerdiknya menciptakan situasi yang menyebabkan keduanya bisa berinteraksi secara intens. Kecerobohan dan kejenakaan Li, nyatanya tidak mengganggu Lung sama sekali. Meski tidak terucap kata cinta, kesabaran Lung menghadapi Li yang menyebabkan barang-barangnya rusak sudah cukup membuktikan hal tersebut. Kisah cinta tidak akan menarik kalau tidak hadirnya gangguan, dalam hal ini kehadiran teman Li, Plern (Unsumalin Sirasakpatharamaetha) cukup membuat gemas dan sedikit membuat penonton paham mengapa di usianya yang kepala 3, Li tak kunjung mendapatkan cowok seperti teman-temannya yang lain. Ketika hubungan Li dan Lung makin dekat, datang suatu hal yang mengancam kebersamaan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V3qDGALCI/AAAAAAAACiI/cDEi6El4svo/s1600/bangkok.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 351px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V3qDGALCI/AAAAAAAACiI/cDEi6El4svo/s400/bangkok.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464405287152659490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikemukakan diatas, BT(L)S menggunakan formula yang tidak istimewa, namun entah mengapa BT(L)S sangat mengena di hati Gilasinema. Mungkin karena dimasukkannya humor-humor norak (yang mungkin berarti Gilasinema juga norak hehehehe...), terutama dengan perilaku Li. Film baru berjalan 5 menit saja, Gilasinema tidak bisa berhenti tertawa. Sayangnya, kejenakaan film ini sangat mengendur di paruh akhir dan lebih kental nuansa dramanya. Kekuatan film ini juga terletak pada eksekusi cerita yang berbeda dengan dengan rom com kebanyakan. Ada semacam edukasi disini, terutama buat kaum muda. Mau mengejar mimpi terlebih dahulu atau mempertahankan cinta. Meraih mimpi dan merengkuh cinta, seperti yang dialami banyak orang, adalah dua hal sangat tidak mudah untuk diraih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V3XllugqI/AAAAAAAACiA/iCJXMh_6Vjg/s1600/bangkok5.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V3XllugqI/AAAAAAAACiA/iCJXMh_6Vjg/s400/bangkok5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464404969995010722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang sosial ekonomi para tokohnya membuat penonton terasa dekat dengan kisah yang dihadirkan, karena mereka berasal dari keluarga kelas menengah secara ekonomi. Yang juga membuat BT(L)S menarik adalah setelah menyaksikan film ini, Gilasinema baru tahu kalau pada beberapa hal, budaya yang ada di Thailand tidak jauh beda dengan budaya Indonesia. Kondisi jalan dan perilaku pengguna jalan di Bangkok katanya tidak berbeda jauh dengan Jakarta ya? Budaya menonton sinetron yang penuh amarah dan umpatan tampaknya juga melanda Thailand yang dalam BT(L)S digambarkan dengan agak berlebihan namun sangat lucu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V4vAOfopI/AAAAAAAACig/FOFyjoa89-E/s1600/bangkok1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 317px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V4vAOfopI/AAAAAAAACig/FOFyjoa89-E/s400/bangkok1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464406471793943186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Li yang sudah berkepala 3, yang senantiasa dirongrong keluarganya untuk segera menikah, bahkan sampai dicomblangin, rasanya juga banyak dialami para perempuan di negeri kita ini. Tokoh Li sendiri bisa jadi merupakan refleksi perempuan masa kini yang lebih memprioritaskan eksistensi diri ketimbang cinta (menikah). Tapi, ada juga sih tak kunjung menikah gara-gara selalu (suka) jatuh cinta pada orang yang tidak tepat dan terlalu terpenjara oleh sosok ideal dalam pikiran mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V3FPbFi1I/AAAAAAAACh4/42oNK45WuOY/s1600/bangkok2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 189px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V3FPbFi1I/AAAAAAAACh4/42oNK45WuOY/s400/bangkok2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464404654807157586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesamaan di atas tak pelak memancing Gilasinema untuk membayangkan BT(L)S versi Jakarta. Lalu Lintasnya gak kalah “seru” kan dengan Bangkok. Bisa diberi judul Busway Traffic (Love) Story atau Jakarta Traffic (Love) Story. Banyak romantika angkutan umum yang belum disajikan mendalam di Bangkok Tokyo (Love) Story seperti pencopetan, pembiusan, pelecehan atau etika dalam memanfaatkan sarana transportasi missal. Meski tidak tinggal di ibukota, selama lebih dari 20 tahun Gilasinema memanfaatkan sarana angkutan massal dan Gilasinema melihat ada banyak hal kejadian menarik yang menghadirkan romantika tersendiri. Ada emosi lucu, marah, tegang, sensual dan emosi-emosi lainnya. Kalau ada yang tertarik mengangkat versi Jakarta, Awi yang sebelumnya sukses dengan Claudia/Jasmine bisa dipilih untuk mengarahkan filmnya atau Hanung Bramantyo yang suka menghadirkan visual hiruk pikuk ibu kota. Untuk aktris, kayaknya seru juga kalau Shanty, Ladya Cheryl, Fanny Fabriana atau Shareefa dijadikan kandidat. Kalau mau filmnya terasa lebih segar, sekalian saja pakai bintang-bintang baru. Eh…tapi kalau bener-bener dibikin, kira-kira syutingnya bakal bikin jalan makin macet gak ya :P 3,75/5 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH LI DAN LUNG BISA JUGA DIBACA DI :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jagoanmovies.blogspot.com/2010/04/review-bangkok-traffic-love-story.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;JAGOAN MOVIES&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://labirinfilm.blogspot.com/2010/04/review-bangkok-traffic-love-story.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;LABIRIN FILM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-937200603352647188?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/937200603352647188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/bangkok-traffic-love-story-rot-fai-faa.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/937200603352647188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/937200603352647188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/bangkok-traffic-love-story-rot-fai-faa.html' title='BANGKOK TRAFFIC (LOVE) STORY (ROT FAI FAA … MAHA NA TER)'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V477Cpu1I/AAAAAAAACio/PsPN1Kv56oY/s72-c/poster2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-849280799205936747</id><published>2010-04-26T18:10:00.005+07:00</published><updated>2010-04-26T18:18:53.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOREIGN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASIA'/><title type='text'>MY EX ( FAN KAO )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V2hBOdctI/AAAAAAAAChw/CdxH_Je2at4/s1600/fankao-poster02.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V2hBOdctI/AAAAAAAAChw/CdxH_Je2at4/s400/fankao-poster02.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464404032520811218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ken (Chakhrit Yamnam) adalah seorang seleb yang tentu saja mempunyai pesona ragawi nan menawan. Namun, dengan anugrah keindahan fisik tersebut, tidak membuat Ken mempunyai perilaku yang indah, terutama dalam hal percintaan. Dia gampang sekali berganti-ganti cewek. Bahkan, dalam satu kesempatan dia mengencani lebih dari satu cewek. Ken tidak menyadari akibat fatal dari perilakuinya tersebut sampai terror demi terror menghampiri dirinya dan mengancam nyawanya selain orang-orang yang ada disekitarnya, termasuk cewek yang sedang menjadi gandengannya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V1xZcLviI/AAAAAAAAChg/DRpgWNMAzaA/s1600/my+ex2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 353px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V1xZcLviI/AAAAAAAAChg/DRpgWNMAzaA/s400/my+ex2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464403214387101218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;My Ex kabarnya menjadi salah satu film yang laris di Thailand sana. Apa sih istimewanya film ini? Kalau kamu rajin mengikuti perkembangan I-Horror, My Ex sangatlah tidak istimewa. Jalinan kisahnya mirip dengan kebanyakan I-Horror. Hantu cewek yang menteror mantan cowoknya yang tidak mampu mengontrol “pergerakan” kelaminnya. Hantu cewek tersebut juga banci tampil dengan muncul disetiap tempat, di setiap waktu. Karena telalu banyak nampang, tak ada kejutan dan kengerian dalam My Ex ini. Adegan berdarah-darahnya mengingatkan pada film horror garapan Nayato. My Ex semakin tidak bisa dibedakan dengan I-Horror dengan hadirnya beberapa adegan sensual (yang sayangnya disensor). Buat penonton cewek, pesona Chakhrit Yamnam yang pernah mendampingi Nicholas Cage di Bangkok Dangerous bisa memberikan kesegaran tersendiri. Buat yang sebal dengan karakter Ken, jangan kuatir, karena dalam film ini dia dibuat mati berkali-kali. Kasihan itu cowok, namun sepadan kali ya sebagai balasannya biar jera. (jera kok nunggu mati!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V1e2QMMII/AAAAAAAAChY/t_PP1n3I_BE/s1600/my+ex.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 397px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V1e2QMMII/AAAAAAAAChY/t_PP1n3I_BE/s400/my+ex.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464402895703912578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat Gilasinema heran dan bosan dengan formula film horor adalah mengapa sih cewek yang patah hati harus mati dan menghantui. Sekali-kali cowok kek yang patah hati dan jadi setan. Makanya kalau pacaran jangan main kelamin dong. Baru pacaran gitu. Kalau gak kuat nahan nafsu, pakai pengaman atau lebih bagus kalau bertanggung jawab menerima akibatnya dan tidak meraung-raung minta pertanggungjawaban. Lha kemaren ngelakuinnya suka sama suka kan, kecuali kalau kamu diperkosa. Percaya deh, kalau cowok kamu bener-bener cinta, harusnya minta begituan kalau sudah berani bersumpah di hadapan Tuhan dengan saksi keluarga. Saling menjaga gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V1EdckL-I/AAAAAAAAChQ/H7oYBK0QhPs/s1600/my+ex1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 287px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V1EdckL-I/AAAAAAAAChQ/H7oYBK0QhPs/s400/my+ex1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464402442368331746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...akhir-akhir ini seringkali ngelantur. Kesimpulannya, tak ada yang baru yang dihadirkan dalam My Ex. Hanya I-Horror yang dikemas dengan tampilan visual yang lebih rapi. Kehadiran bunga Kamboja sedikt memberi sentuhan yang berbeda. Sedikiiiiit...Buat cowok, jaga pergerakan kelamin kalian. Cewek yang kamu khianati bisa saja membahayakan dan menghancurkan hidupmu. 1,75/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-849280799205936747?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/849280799205936747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/my-ex-fan-kao.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/849280799205936747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/849280799205936747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/my-ex-fan-kao.html' title='MY EX ( FAN KAO )'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9V2hBOdctI/AAAAAAAAChw/CdxH_Je2at4/s72-c/fankao-poster02.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-1262251329711732337</id><published>2010-04-24T14:42:00.008+07:00</published><updated>2010-04-24T14:53:15.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><title type='text'>PARA PEREMPUAN HEBAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KjRr_2FBI/AAAAAAAAChI/lepcoIUSoS4/s1600/super+woman.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 292px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KjRr_2FBI/AAAAAAAAChI/lepcoIUSoS4/s400/super+woman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463608822217446418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masih membicarakan para perempuan yang semoga belum membuat bosan. Kali ini Gilasinema menyajikan para perempuan yang punya kekuatan di dunia sinema. Kalau beberapa waktu lalu Gilasinema menampilkan 3 sutradara yang mempunyai kontribusi penting di dunia sinema Indonesia, kali ini Gilasinema menampilkan 3 sosok perempuan yang mempunyai kontribusi tak kalah penting dari 3 sutradara pria tadi. Para perempuan Indonesia patut berbangga, karena dibandingkan di Holly, peran sineas perempuan di dunia sinema nasional sangatlah menojol. Masih ingat kan dengan FFI 2008, dimana dari 5 nama yang masuk nominasi Sutradara Terbaik, 4 diantaranya berjenis kelamin. Bandingkan dengan Holly yang baru di Oscar 2010 berkenan memberikan gelar Sutradara Terbaik kepada perempuan. &lt;br /&gt;Gilasinema tidak akan memperdebatkan karya dari jenis kelamin mana yang lebih baik, mengingat tidak semua perempuan bisa menyajikan keindahan perempuan seperti Pedro Almodovar atau karya Kathryn Bigelow yang terlihat jauh lebih laki dibandingkan karya beberapa sutradara pria. Gilasinema paling tidak suka dengan pemikiran lelaki harus begini, perempuan harus begitu. Lelaki lebih ini perempuan lebih itu dan bukan sesuatu yang kodrati. Lho ... kok malah curhat. Udah ah. Berikut para perempuan hebat di dunia sinema Indonesia dalam pandangan Gilasinema.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KjI4OsEuI/AAAAAAAAChA/Q5ND1TfpCBA/s1600/mira.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 297px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KjI4OsEuI/AAAAAAAAChA/Q5ND1TfpCBA/s400/mira.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463608670882108130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MIRA LESMANA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang menyangkal peran Mira Lesmana dalam kebangkitan sinema Indonesia yang sempat mengalami pingsan. Dedikasi Mira Lesmana terhadap kemajuan sinema Indonesia dimulai dengan ikut andil dalam proyek Kuldesak. Selanjutnya dia membuat kejutan dengan memproduseri film anak-anak, Petualangan Sherina, yang ternyata sangat laris manis sekaligus melejitkan nama Sherina. Ada Apa Dengan Cinta kembali mengejutkan banyak pihak dengan kualitas dan pencapaian komersialnya. Lewat film ini, Mira Lesmana ”mengangkat” Rudy Soedjarwo, Nicholas Saputra dan beberapa bintang muda lainnya. Eliana,Eliana, Rumah Ketujuh, Gie dan Garasi merupakan beberapa proyek Mira Lesmana yang sayangnya kurang disambut penonton dengan baik meski tidak berkualitas buruk.&lt;br /&gt;Bersama Riri Reza, yang bisa disebut sebagai soulmate-nya, Mira Lesmana dengan Laskar Pelangi yang mencetak rekor penonton terbanyak untuk film nasional. Laskar Pelangi juga sukses mendapatkan apresiasi positif dari beberapa award di luar negeri. Sang Pemimpi meski tidak sesukses Laskar Pelangi, kembali membuktikan Mira Lesmana sebagai sosok yang sangat konsisten menghasilkan tontonan sekaligus tuntunan. Sebagai produser, Mira Lesmana tidak hanya memikirkan cara melariskan film yang dia danai namun juga memikirkan dampaknya pada penontonnya. Suatu sikap yang patut dicontoh oleh produser yang lain. Btw, Kapan ya Mira Lemana duduk di kursi sutradara lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9Kix9GtfII/AAAAAAAACg4/CG9-JI9gSfk/s1600/7bf4427040b6c6fb60b08476e2188990.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 201px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9Kix9GtfII/AAAAAAAACg4/CG9-JI9gSfk/s400/7bf4427040b6c6fb60b08476e2188990.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463608277053832322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NIA DINATA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah sosok yang konsisten mengangkat tema perempuan dalam setiap karya yang mendapat sentuhannya, entah sebagai produser ataupun sebagai sutradara. Karyanya sebagai sutradara memang belum banyak. Kiprah perempuan bernama lengkap Nia Iskandar Dinata ini dimulai dengan Ca Bau Kan yang diangkat dari novel Remy Sylado yang sukses di berbagai festival film internasional. Arisan! menjadi pembuktian Nia selanjutnya yang berlanjut pada Berbagi Suami yang amat nyinyir menyoroti poligami. Selanjutnya Nia memproduseri Perempuan Punya Cerita sekaligus menyutradarai salah satu segmen cerita didalamnya (Cerita dari Cibinong).&lt;br /&gt;Biola Tak Berdawai, Janji Joni, Long Road to Heaven, Quickie Express, Gara-Gara Bola dan Pertaruhan merupakan judul-judul yang dia produseri. Nia Dinata juga terlibat dalam penulisan naskah film animasi Meraih Mimpi. Nia Dinata juga mempunyai peran dalam mengangkat beberapa nama potensial di dunia sinema Indonesia seperti Melissa Karim, Joko Anwar, Tora Sudiro, Dominique, Sandra Dewi, Laura Basuki dan masih banyak lagi. Kalau tidak salah, Nia Dinata bakal merilis Madam X sebentar lagi. Gilasinema sering berandai-andai, kapan ya Nia Dinata berkolaborasi dengan Mira Lesmana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9Kic6szarI/AAAAAAAACgw/83HJ-zrlXks/s1600/arvinozulkaGambarBeritaKoranJakarta20091205182704.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 262px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9Kic6szarI/AAAAAAAACgw/83HJ-zrlXks/s400/arvinozulkaGambarBeritaKoranJakarta20091205182704.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463607915631045298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SANTY HARMAYN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang belum familiar dengan nama yang satu ini. Padahal, inilah dia salah satu penggagas Jakarta International Film Festival atau JiFFest. Satu event yang memanjakan penikmat sinema di Jakarta dan sebagian keciiiiil penonton di luar Jakarta. Pertama digelar tahun 1999, festival ini di tahun 2009 kemarin masih sukses digelar dengan raihan penonton yang makin meningkat tiap tahun. Berkat Santy Harmayn, Indonesia punya festival film layaknya Negara-negara lain. Jadi, berterima kasihlah padanya.&lt;br /&gt;Santy Harmayn ternyata juga terlibat dalam film-film keren sebagai produser. Wanita yang sangat mencintai film ini berada di balik layar film Pasir Berbisik, Banyu Biru, Impian Kemarau, The Photograph dan yang paling sukses dengan raihan lebih dari 1 juta penonton, Garuda Di Dadaku. Kabarnya, Santy tengah menyiapkan beberapa film yang amat sangat menjanjikan. Pertama, sebuah film keluarga, tentang kegigihan anak-anak dari berbagai suku dan latar belakang sosial ekonomi berjuang dalam tim olimpiade fisika. Film ini selain didukung Mizan juga didukung Prof Yohanes Surya. Satu lagi, Santy sedang mempersiapkan film yang diangkat dari novel Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk. WOW!!! Pengembangan naskah sudah dimulai sejak tahun 2008 dengan melibatkan Salman Aristo dan Ifa Ifansyah serta mendapatkan sokongan dana dari Hongkong Asia Film Financing Forum. Dua persembahan Santy Harmayn yang amat sangat pantas ditunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KiSXE-6qI/AAAAAAAACgo/YKGly7g4DWM/s1600/bg_mm.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 235px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KiSXE-6qI/AAAAAAAACgo/YKGly7g4DWM/s400/bg_mm.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463607734270093986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PARA PEREMPUAN OSCAR&lt;br /&gt;Sekedar tambahan, Gilasinema menampilkan tiga perempuan hebat yang punya pengaruh besar di dunia Oscar. Reputasi ketiganya sudah diakui oleh para petinggi Holly dan kebetulan ketiganya tergabung dalam satu perusahan, yakni 42 West. Pekerjaan ketiganya adalah memikirkan strategi bagaimana sebuah film akan dipasarkan dan juga strategi bagaimana sebuah film supaya bisa berjaya di sebuah movie Award, khususnya Oscar. Sudah jadi rahasia umum, kalau kemenangan sebuah film dan segala perangkatnya (aktor, aktris, sutradara, penulis dll) kadang bukanlah karena benar-benar yang terbaik, tetapi karena faktor kampanye yang tepat. Jadi, kalau ingin membuat prediksi siapa yang bakal menang Oscar, ada baiknya mengintip pihak mana yang mengkampanyekan sebuah film. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KiJJ-ZIJI/AAAAAAAACgg/a7DD4xYiuWQ/s1600/CynthiaSwartz.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 189px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KiJJ-ZIJI/AAAAAAAACgg/a7DD4xYiuWQ/s400/CynthiaSwartz.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463607576133968018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CYNTHIA SWARTZ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bergabung dengan 42 West sejak tahun 2005, Chintya dikenal sebagai dedengkot di dunia kampanye sinema. Sebelumnya dia bekerja di Miramax sebagai executive vice president of publicity. Berkat kinerjanya, film-film Miramax menghasilkan lebih dari 150 nominasi dari berbagai ajang penghargaan, diantaranya untuk Pulp Fiction, The English Patient, Shakespeare in Love, Chicago, Gangs of New York, Cold Mountain, The Aviator dan Finding Neverland. Kemenangan The Hurt Locker di Oscar 2010 tidak bisa dilepaskan dari strateginya yang mengirimkan DVD The Hurt Locker pada para voters jauh sebelum nominasi diumumkan. Dia bahkan mengirimkan naskah The Hurt Locker pada para anggota WGA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9Kh8PpRFnI/AAAAAAAACgY/yZ1I10hawv8/s1600/LesleeDart.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 189px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9Kh8PpRFnI/AAAAAAAACgY/yZ1I10hawv8/s400/LesleeDart.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463607354317674098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LESLEE DART&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merupakan pendiri dari 42 West di tahun 2004. Dia memimpin kampanye/promosi lebih dari 300 film dan beberapa diantaranya sukses menggondol Oscar seperti No Country for Old Men dan The Departed. There Will Be Blood juga pernah menjadi proyek kampanye yang dia pimpin. Kalau tidak salah, kemenangan Crash juga berkat kampanye yang dia pimpin. Berkat tangan dinginnya, baru 2,5 tahun beroperasi, telah menghasilkan lebih dari 100 nominasi Oscar! Tidak hanya mengkampanyekan film, Leslee Dart juga mengkampanyekan actor/aktris yang terlibat di dalam film unggulan seperti Meryl Streep, Charlize Theron, Kate Winslet dan masih banyak lagi serta beberapa sutradara semacam Woody Allen, Jonathan Dammed an Stephen Daldry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KhjelcpZI/AAAAAAAACgQ/guvAsz-X4VQ/s1600/AmandaLundberg.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 189px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KhjelcpZI/AAAAAAAACgQ/guvAsz-X4VQ/s400/AmandaLundberg.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463606928831456658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AMANDA LUNDBERG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Chintia Swartz, Amanda Lundberg juga sebelum bergabung di 42 West, bekerja di Miramax sebagai head of Public Relations. Jadi, dia juga terlibat dalam kampanye film-film seperti Chicago, Gangs of New York, Cold Mountain, The Aviator dan Finding Neverland, selain Kill Bill Volume 1 &amp; 2, Sex, Lies and Videotape dan Cinema Paradiso. Dia juga pernah menjabat sebagai Senior Vice President of Worldwide Publicity di MGM dan bertanggung jawab dalam promosi seri James Bond era Pierce Brosnan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-1262251329711732337?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/1262251329711732337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/para-perempuan-hebat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1262251329711732337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1262251329711732337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/para-perempuan-hebat.html' title='PARA PEREMPUAN HEBAT'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9KjRr_2FBI/AAAAAAAAChI/lepcoIUSoS4/s72-c/super+woman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-3648156028327580983</id><published>2010-04-23T18:12:00.010+07:00</published><updated>2010-04-23T18:24:03.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>MY FAVOURITE FEMALE PERFORMANCES ON THE LAST DECADE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GDKxrz7sI/AAAAAAAACgI/20Ra-1m9kC0/s1600/favourite+actress.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 197px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GDKxrz7sI/AAAAAAAACgI/20Ra-1m9kC0/s400/favourite+actress.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463292044136148674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam kurun waktu 2000 – 2009 banyak sekali performa menakjubkan dari para aktris di layar. Susah rasanya harus memilih 10 diantaranya. Alasan digunakannya kata “favorit” bukannya “terbaik” merujuk pada memorable tidaknya penampilan seorang aktris bagi Gilasinema. Tentu saja sebagai konsekuensinya, daftar yang tersusun akan sangat personal, karena memorable bagiku belum tentu memorable bagimu. Penampilan yang mengejutkan menjadi nilai positif tersendiri yang Gilasinema pakai dalam mempertimbangkan mengapa mereka terpilih. Berikut penampilan aktris favorit Gilasinema sepanjang 2000 – 2009 :&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GC6Sx3TOI/AAAAAAAACf4/lzh8slB6Hvo/s1600/happy.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GC6Sx3TOI/AAAAAAAACf4/lzh8slB6Hvo/s400/happy.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463291760962129122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10.SALLY HAWKINS - Pauline "Poppy" Cross ( HAPPY-GO-LUCKY )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peran Poppy Cross bagi Gilasinema merupakan salah satu peran yang paling unik, dan Sally Hawkins mampu memerankan sosok Poppy dengan amat baik hingga selain unik sosok Poppy juga terlihat segar. Masih ingat bagaimana reaksi Poppy ketika kehilangan sepeda, berkomunikasi dengan orang gila dan konfrontasi di dalam mobil dengan Eddie Marsan. Sikap positif dan kejenakaan Poppy berhasil mencerahkan penonton. Dampak ini tidak akan tercipta kalau sosok Poppy tidak diperankan dengan baik oleh aktris yang berkualitas. Dan Sally Hawkins memenuhi criteria ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GDCpNZ3kI/AAAAAAAACgA/VLz1oKPCNrY/s1600/rachel.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 183px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GDCpNZ3kI/AAAAAAAACgA/VLz1oKPCNrY/s400/rachel.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463291904422174274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9.ANNA HATHAWAY – Kym ( RACHEL GETTING MARRIED )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gilasinema selalu suka dengan aktris yang berani mengambil resiko dengan memilih peran-peran yang diluar dugaan. Keberanian Anna Hathaway memilih peran Kym yang penuh dengan masalah mengejutkan Gilasinema karena dia bisa memerankannya dengan sangat memikat. Sama terkejutnya ketika dia dengan beraninya copot baju di Havov. Sorot mata marah dan putus asa, dikuatkan dengan gesture yang seolah selalu gelisah. Kym juga menyimpan rasa sakit dan rasa cemburu serta dihantui rasa bersalah akibat peristiwa di masa lampau. Sebuah peran yang sangat kompleks dan Anna Hathaway bisa menularkan berbagai emosi tersebut kepada penonton yang membangkitkan simpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GCxsKjYGI/AAAAAAAACfw/taCt9VV2xcQ/s1600/kill+bill.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 149px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GCxsKjYGI/AAAAAAAACfw/taCt9VV2xcQ/s400/kill+bill.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463291613157744738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8.UMA THURMAN - Beatrix Kiddo / The Bride / Black Mamba ( KILL BILL 1 &amp; 2 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meski tak dilirik Oscar, banyak pihak mengakui kalau penampilan Uma Thurman dalam Kill Bill sangat tepat dan susah dilupakan. Tidak semua aktris bisa memerankan karakter yang komikal sekaligus dramatis. Dan tidak semua aktris bagus bermain drama sekaligus lihai berkelahi. Uma Thurman lewat Kill Bill berhasil menunjukkan kelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GCpi7xJaI/AAAAAAAACfo/q4RLxJoez4A/s1600/amelie1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 253px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GCpi7xJaI/AAAAAAAACfo/q4RLxJoez4A/s400/amelie1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463291473240860066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7.AUDREY TAUTOU - Amélie Poulain ( AMELIA )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan sorot mata bak anak kecil tanpa dosanya, Audrey Tautou berhasil menghidupkan karakter Amelie yang loveable tanpa harus terlihat kekanak-kanakan ataupun komikal. Kamera yang sering menyoroti raut wajahnya dari jarak dekat tidak membuatnya gentar, justru Audrey Tautou menampilkan banyak emosi yang membuat penonton terpikat dan gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GChKFlPaI/AAAAAAAACfg/USprK5uBb1Q/s1600/bridget+jones.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 174px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GChKFlPaI/AAAAAAAACfg/USprK5uBb1Q/s400/bridget+jones.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463291329132182946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6.RENEE ZELLWEGER – Bridget Jones ( BRIDGET JONES’S DIARY )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Awalnya banyak yang meragukan, bahkan marah atas pemilihan Renée Zellweger sebagai Bridget Jones. Namun segala keraguan dan kemarahan tersebut sanggup dibungkam berkat penampilan Renée Zellweger yang total dan segar. Renee rela tubuhnya membengkak serta bekerja keras untuk menampilkan logat British yang meyakinkan. Dan yang membuat kagum, Renee berani melakonkan adegn-adegan memalukan dengan tanpa beban hingga banyak sekali aksi-aksinya yang membekas dalam ingatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GCYs0b1xI/AAAAAAAACfY/kVYCCy-lwYU/s1600/volver.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 352px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GCYs0b1xI/AAAAAAAACfY/kVYCCy-lwYU/s400/volver.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463291183836682002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.PENELOPE CRUZ – Raimunda ( VOLVER )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menyaksikan Volver, Gilasinema seringkali sinis dengan film-film Penelope Cruz dan menganggapnya hanya mengandalkan pesona fisik semata. Namun lewat Volver, Penelope Cruz berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai seorang aktris. Penampilannya begitu kuat dan bertenaga. Adegan ketika dia bernyanyi, meski bukan suaranya terlihat meyakinkan dan sangat susah untuk dilupakan. Mantappp!!! Dengan menampilkan olahan akting yang mumpuni, entah mengapa pesona fisiknya semakin terlihat mempesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GCMDmdOJI/AAAAAAAACfQ/iTYzDRApL3M/s1600/DevilWearsPradaMerylStreep.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GCMDmdOJI/AAAAAAAACfQ/iTYzDRApL3M/s400/DevilWearsPradaMerylStreep.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463290966613768338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.MERYL STREEP - Miranda Priestly ( THE DEVIL WEARS PRADA )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Susah untuk memilih di film apa yang menampilkan aksi terbaik dari Meryl Streep di sepanjang 10 tahun terakhir. Aktris yang satu ini selalu menampilkan performa diatas rata-rata. Seorang legenda hidup yang nampaknya susah untuk disaingi. The Devil Wears Prada merupakan pembuktian Meryl Streep akan kekuatan aktingnya, bahkan untuk sebuah film yang nge-pop sekalipun. Meryl Streep piawai mengolah wajah yang membangkitkan rasa benci sekaligus kagum. Rambut yang diberi warna putih kelabu makin menegaskan kesan iblis nan kejam. Meski demikian, Meryl tetap bisa menghadirkan rasa iba ketika karakter yang dia perankan menerima ”pukulan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GCEI9155I/AAAAAAAACfI/wxMDuE3Dvno/s1600/monster1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 138px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GCEI9155I/AAAAAAAACfI/wxMDuE3Dvno/s400/monster1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463290830615078802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.CHARLIZE THERON - Aileen Wuornos  ( MONSTER )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lewat perannya ini, Charlize Theron menyabet Oscar, Golden Globe dan SAG Awards. Sebuah kemenangan yang tidak akan pernah digugat. Tidak sia-sia Theron menaikkan bobotnya hingga 15 kg dan wajah cantiknya rela di “permak” habis-habisan hingga hilang sudah sosok seorang Charlize Theron. Kita seakan melihat wajah yang masih asing, yang memancarkan kemarahan, kekuatan, kekejaman dan sosok teraniaya nan menghibakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GB56Otp_I/AAAAAAAACfA/41r6_IO2O5k/s1600/transamerica.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 376px; height: 280px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GB56Otp_I/AAAAAAAACfA/41r6_IO2O5k/s400/transamerica.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463290654860617714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.FELICITY HUFFMAN - Sabrina 'Bree' Osbourne ( TRANSAMERICA )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi Gilasinema, peran Sabrina yang Felicity Huffman mainkan merupakan sebuah peran yang sangat unik. Bayangkan, seorang perempuan harus memerankan seorang laki-laki yang feminim dan berniat ganti kelamin menjadi perempuan. Memang, Felicity diuntungkan dengan struktur tubuh dan wajah yang ”gagah”, namun bagaimana dia mengolah bahasa tubuh sebagai seorang transgender sungguh membuat Gilasinema terpukau. Berkat performanya, sosok Sabrina terlihat menggelikan  sekaligus menyedihkan layaknya kebanyakan nasib kaum transgender. Dilema peran yang sangat menantang yang untungnya bisa diterjemahkan dengan baik oleh Felicity Huffman. Saluuutttt...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GByTGuTUI/AAAAAAAACe4/tj55pQqPCAs/s1600/la+vie+en+rose.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 162px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GByTGuTUI/AAAAAAAACe4/tj55pQqPCAs/s400/la+vie+en+rose.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463290524099038530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.MARION COTILLARD – Edith Piaf ( LA VIE EN ROSE )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Marion Cotillard dalam memerankan Edith Piaf sedikit diuntungkan dengan pamor Marion yang belum mendunia. Tak heran ketika dia muncul, banyak yang terperangah dengan penampilannya. Meski tidak menyanyikan sendiri lagu-lagunya dan belum pernah melihat seperti apa aksi Edith Piaf yang sesungguhnya ketika di panggung, penampilan Marion ketika bernyanyi seperti kerasukan roh dari Edith Piaf. Polesan make-up makin mengikis habis sosok Marion yang aslinya cantik itu. Marion juga terampil mengolah bahasa tubuh. Lihat saja ketika hadir penggambaran Edith Piaf yang mulai merapuh kondisi fisiknya. Brillian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-3648156028327580983?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/3648156028327580983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/my-favourite-female-performances-on.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/3648156028327580983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/3648156028327580983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/my-favourite-female-performances-on.html' title='MY FAVOURITE FEMALE PERFORMANCES ON THE LAST DECADE'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S9GDKxrz7sI/AAAAAAAACgI/20Ra-1m9kC0/s72-c/favourite+actress.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-4506319380117642015</id><published>2010-04-21T06:57:00.012+07:00</published><updated>2010-04-21T07:17:18.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><title type='text'>MOST BEAUTIFUL PERSON ON SCREEN : MARION COTILLARD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85BJQgeJ4I/AAAAAAAACeY/QqRotplhzAQ/s1600/marion3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 245px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85BJQgeJ4I/AAAAAAAACeY/QqRotplhzAQ/s400/marion3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462375025352779650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seperti halnya setahun yang lalu, kali ini Gilasinema kembali memilih satu wajah paling menawan di jagad perfilman. Kalau tahun lalu&lt;/span&gt; &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2009/04/most-beautiful-person-on-screen-katrina.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;Katrina Kaif&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;menjadi pilihan Gilasinema, kali ini Gilasinema memilih Marion Cotillard. Bukannya tanpa alasan aktris yang lahir tanggal 30 September 1975 ini Gilasinema pilih sebagai sosok paling rupawan. Cantik? Pastilah. Kalau tidak, mana mungkin dia menjadi Lady Dior dan wajahnya menghiasi banyak sampul majalah. Kecantikan Cotillard bagi Gilasinema terlihat klasik dan alami. Wajahnya sangat berkarakter meski kadang ada pancaran kelembutan dan kerapuhan (seakan tahu saja hehehehe…). Makanya dia pas sekali ketika memerankan Billie di Public Enemies dan Luisa Contini di Nine yang  tabah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85AnIkx3CI/AAAAAAAACeI/48OCqVW2aSY/s1600/marion4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 366px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85AnIkx3CI/AAAAAAAACeI/48OCqVW2aSY/s400/marion4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462374439107812386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selain kecantikan ragawi, Marion Cotillard juga diberkahi dengan kualitas acting yang jempolan. Tidak mengherankan mengingat dirinya dibesarkan dalam keluarga yang anggotanya berkecimpung di dunia seni. Marion Cotillard mungkin baru menghentak dunia lewat penampilannya yang luar biasa meyakinkan sebagai Edith Piaf dalam La Vie En Rose. Padahal, di Perancis, namanya sudah dikenal sejak lama. Namanya mulai dikenal sejak membintangi trilogy Taxi dan juga A Very Long Engagement yang membuahkan Piala Cesar pertama baginya. Jangan lewatkan aksinya yang menggemaskan di Love Me If You Dare. Big Fish menjadi aksi pertamanya di jagad Holly, dan disambung dengan A Good Year mendampingi Russel Crowe di bawah arahan Ridley Scott!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85A5NOc3QI/AAAAAAAACeQ/ePlJzX97sss/s1600/marion5.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85A5NOc3QI/AAAAAAAACeQ/ePlJzX97sss/s400/marion5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462374749593984258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasca La Vie en Rose yang membuat dirinya menjadi aktris pertama yang memperoleh Oscar lewat film yang berbahasa Perancis, Marion Cotillard mendapat pujian ketika ikut dalam film yang dipenuhi para lelaki, Public Enemies. Dan meski bertaburan bintang serta filmnya babak belur di tangga box office, pesona Marion Cotillard tetap benderang dalam Nine. Bahkan, dia mendapat kehormatan menyanyikan 2 lagu. Bandingkan dengan Daniel Day-Lewis yang hanya dapat jatah 1 lagu. Patut ditunggu aksi Cotillard selanjutnya di Inception yang akan menyemarakkan musim panas nanti. Di film arahan Christopher Nolan Ini, Cotillard akan beradu akting dengan Leonardo DiCaprio,Joseph Gordon-Levitt, Cillian Murphy dan Ellen Page. Tahun depan, Cotillard akan hadir dalam Contagion arahan Steven Soderberg. Selain Cotillard, Contagion juga menghadirkan Gwyneth Paltrow, Jude Law, Kate Winslet dan Matt Damon. WOW!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85AYarEaJI/AAAAAAAACeA/_-1jpS3vhk0/s1600/marion2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85AYarEaJI/AAAAAAAACeA/_-1jpS3vhk0/s400/marion2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462374186267994258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain cantik dan mempunyai kualitas akting yang bagus, Cotillard juga cinta lingkungan. Hal ini dari perannya dalam Greenpeace. Dia terlibat dalam buku Dessins pour le climat (Drawings for the Climate) yang diterbitkan oleh Greenpeace yang bertujuan mengumpulkan dana. Cotillard juga dikenal mempunyai suara yang cukup bagus dan akrab dengan beberapa musisi seperti The Franz Ferdinand dan Hawksley Workman. Marion Cotillard dikenal sebagai sosok yang bersahaja. Dia bersama kekasihnya, Guillaume Canet, sering didapati menikmati waktu santai di café atau belanja di Paris. Whattt??? Sudah punya cowok?! DAMN!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S84_-hXjSFI/AAAAAAAACd4/_-IQEf9MH0M/s1600/marion6.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S84_-hXjSFI/AAAAAAAACd4/_-IQEf9MH0M/s400/marion6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462373741388580946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dengan segala sisi positif yang dimiliki, rasanya cukup pantas kalau Marion Cotillard Gilasinema pilih sebagai MOST BEAUTIFUL PERSON ON SCREEN. Meski tidak bisa menyentuhnya (mulai lebay deh), cukup puas hanya dengan memandangi wajahnya :P &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85Co1nYDXI/AAAAAAAACew/XxK-W9z76uQ/s1600/marion1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 383px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85Co1nYDXI/AAAAAAAACew/XxK-W9z76uQ/s400/marion1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462376667401424242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85CHJHetiI/AAAAAAAACeo/UUMqB-o7nF0/s1600/marion.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85CHJHetiI/AAAAAAAACeo/UUMqB-o7nF0/s400/marion.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462376088520799778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85ByKenu6I/AAAAAAAACeg/7s8RmTiAUqI/s1600/marion7.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 303px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85ByKenu6I/AAAAAAAACeg/7s8RmTiAUqI/s400/marion7.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462375728109042594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-4506319380117642015?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/4506319380117642015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/most-beautiful-person-on-screen-marion.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/4506319380117642015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/4506319380117642015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/most-beautiful-person-on-screen-marion.html' title='MOST BEAUTIFUL PERSON ON SCREEN : MARION COTILLARD'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S85BJQgeJ4I/AAAAAAAACeY/QqRotplhzAQ/s72-c/marion3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-5638168764285690151</id><published>2010-04-20T07:15:00.005+07:00</published><updated>2010-04-20T07:22:30.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><title type='text'>CHLOE MORETZ : THE HIT-GIRL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zzHfAA2jI/AAAAAAAACdg/S9dSbmGEdW0/s1600/l_1250777_30e5c422.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 296px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zzHfAA2jI/AAAAAAAACdg/S9dSbmGEdW0/s400/l_1250777_30e5c422.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462007757999757874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Setelah Dakota Fanning beranjak dewasa, dan Abigail Breslin makin tidak menggemaskan, kini bersiaplah menyambut bintang belia baru yang tampaknya bakal banyak menghiasi kabar dunia hiburan di tahun 2010 ini dengan segala sepak terjangnya. Tampaknya dunia hiburan dewasa ini makin menyukai penampilan mereka yang masih muda belia. Entah hal ini suatu yang positif atau justru wujud eksploitasi.  Setelah Taylor Swift meraja lela di Grammy Awards, hadir penyanyi Hanya Dalam Bibir alias Just In Bieber yang menggebrak Billboard Chart. Sebelumnya, Miley Cyrus pun kondang di umur yang masih belia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zzh4hOG2I/AAAAAAAACdw/zWFGjNBB6hE/s1600/hit+girl1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 197px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zzh4hOG2I/AAAAAAAACdw/zWFGjNBB6hE/s400/hit+girl1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462008211526523746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Chloe Moretz bisa dibilang aktris cilik paling bersinar sekaligus paling sensasional saat ini berkat pilihan perannya yang beresiko memunculkan kontroversi. Bocah yang pada 10 Februari lalu baru genap berusia 13 tahun ini, di tahun 2010 ini merilis film-film yang  cukup menjanjikan dilihat dari segi bisnis. Pertengahan Maret kemarin, Diary of A Wimpy Kid dirilis dan menuai banyak apresiasi positif, selain diterima penonton dengan amat sangat baik. Terbukti perolehan box office-nya yang menembus angka $50 juta. Padahal, budgetnya dikabarkan hanya sekitar $15 juta. Peran Chloe mungkin tidaklah terlalu menonjol, namun kesuksesan film ini paling tidak memberi kredit positif pada filmografinya. O ya, sebelumnya Chloe Moretz tampil sebagai adik Joseph Gordon-Levitt di (500) Days of Summer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zzUhHoa6I/AAAAAAAACdo/gkSvekRGXpg/s1600/hit+girl.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 202px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zzUhHoa6I/AAAAAAAACdo/gkSvekRGXpg/s400/hit+girl.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462007981906881442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Chloe Moretz menuai sensasi tatkala Kick-Ass dirilis. Perannya sebagai Hit Girl menuai banyak hujatan. Bukan terhadap kualitas aktingnya. Justru sebagian besar memuji keberhasilan Chloe Moretz dalam menghidupkan karakter Hit Girl. Masalahnya ada pada karakterisasi Hit Girl yang digambarkan masih belia namun sangat lihai memainkan senjata dan dengan beringasnya (kata mereka yang sudah menonton) membantai musuh-musuhnya yang jauh lebih tua dan lebih berbobot. Selain itu, Hit Girl juga diberkahi mulut kotor. Banyak yang protes dengan dialog "Okay you cunts, let's see what you can do now" yang keluar dari mulutnya, yang membuat sebuah surat kabar memberi “penghargaan” Hit Girl sebagai&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"the foulest mouthed child ever to appear on screen”.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gara – gara aksi Hit Girl ini, kritikus film kondang Roger Ebert hanya memberi rating ¼ dan menyebut Kic-Ass sebagai tayangan yang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"morally reprehensible".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana Chloe Moretz menyikap segala kritikan terhadap karakter yang dia perankan? Dalam sebuah wawancara dia berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"If I ever uttered one word that I said in Kick-Ass, I would be grounded for years! I'd be stuck in my room until I was 20! I would never in a million years say that. I'm an average, everyday girl."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahkan, lanjut Chloe, di depan umum dia tidak akan menyebutkan judul film Kick-Ass ini dan menggunakan kata “the film”. Sedangkan kata Kick-Butt sering dia gunakan di rumah, sebagai kata pengganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zy55fYOuI/AAAAAAAACdY/PR_OrWW_Gi4/s1600/hit+girl3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 281px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zy55fYOuI/AAAAAAAACdY/PR_OrWW_Gi4/s400/hit+girl3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462007524592466658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meski terkenal liberal, beberapa kalangan di Amerika seringkali mengkritik Holly yang kadang dinilai memberi pengaruh buruk dan tidak pantas dengan menghasilkan atau menggambarkan karakter anak-anak yang terlalu ekstrem. Masih ingat dong dengan awal karir Jodie Foster yang menuai kontroversi berkat peran pelacur belia di Taxi Driver. Atau hujan protes terhadap adegan Dakota Fanning diperkosa dalam film Hounddog, yang membuat filmnya hancur lebur dipasaran. Namun, peran-peran ekstrem justru menjadi incaran para bintang muda. Pasca Taxi Driver, kiprah Jodie Foster semakin tak terbendung dan dia dikenal sebagai salah satu aktris Holly tercerdas. Karir Dakota Fanning bukannya makin surut, justru semakin eksis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zysdCb4sI/AAAAAAAACdQ/yphMorGyCgA/s1600/hit+girl2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zysdCb4sI/AAAAAAAACdQ/yphMorGyCgA/s400/hit+girl2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462007293616579266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Chloe Moretz? Kritikan terhadap karakter Hit-Girl membuktikan kalau dia mempunyai kualitas akting yang cukup bagus yang berpotensi menghantarkan dirinya  sebagai salah satu calon bintang besar. Sensasi Chloe Moretz sebagai bintang muda paling ”nendang” di Holly sekarang ini tampaknya masih bakal berlanjut, karena Oktober nanti dia bakal jadi vampire bocah di Let Me In yang merupakan adaptasi novel Let The Right One In (Di Amerika, novel ini rilis dengan judul Let Me In) karangan John Ajvide Lindqvist. Bagi yang pernah melihat Let The Right One In versi Swedia pasti tahu mengapa peran yang dimainkan Chloe Moretz bakal menghadirkan sensasi. Sebuah peran dengan karakter yang kejam, dingin dan berdarah-darah. Tahun depan, Chloe Moretz bakal merilis film The Invention of Hugo Cabret yang diarahkan….Martin Scorsese!!!&lt;br /&gt;Kontroversi karakter Hit-Girl di film Kick-Ass kembali membangkitkan sebuah pertanyaan klasik. Benarkah adegan kekerasan dalam sebuah film mampu memancing tindak kekerasan pada penonton yang tidak memiliki benteng jiwa yang kuat? Sebuah pertanyaan yang jawabannya tetap akan memunculkan perdebatan panjang.  Berkaitan dengan pertanyaan ini, kebetulan Gilasinema menemukan statement dari Chloe Moretz pada sebuah wawancara : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt; "I knew it was a controversial role, but it was a role I wanted to do," says Moretz earnestly. "A month or so before I got this script, Wanted (like Kick-Ass, based on a comic by Scotland's Millar] came out, and I really, really wanted to be a take-charge action heroine like Angelina Jolie."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari statement Chloe Moretz diatas, Gilasinema pikir sudah bisa menjawab pertanyaan seputar pengaruh dari sebuah film terhadap penontonnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-5638168764285690151?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/5638168764285690151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/chloe-moretz-hit-girl.html#comment-form' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/5638168764285690151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/5638168764285690151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/chloe-moretz-hit-girl.html' title='CHLOE MORETZ : THE HIT-GIRL'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8zzHfAA2jI/AAAAAAAACdg/S9dSbmGEdW0/s72-c/l_1250777_30e5c422.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-6721717958624273327</id><published>2010-04-18T19:01:00.008+07:00</published><updated>2010-04-18T19:13:44.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TERBAIK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDONESIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNNY'/><title type='text'>ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r3P8-nzvI/AAAAAAAACdI/6vmyRMmCvXU/s1600/20979_264252706898_259169071898_3784973_2046948_n.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 251px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r3P8-nzvI/AAAAAAAACdI/6vmyRMmCvXU/s400/20979_264252706898_259169071898_3784973_2046948_n.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461449351579029234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Pendidikan itu penting. Kalau ingin jadi koruptor, ya harus sekolah”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, harusnya bisa menghasilkan sebuah sinergi besar bagi negeri Indonesia demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Kenyataannya, rakyat miskin masih saja banyak, pengangguran dimana-mana, tingkat kriminalitas meningkat, serta masih banyaknya anak-anak yang belum bisa menikmati pendidikan sebagaimana mestinya. Yang makin menyedihkan, ketika jurang antara yang kaya dan miskin makin menganga, ketidakadilan semakin meraja lela dimana mereka dengan modal kecil yang harus selalu dikalahkan. Koruptor bisa tebar pesona menikmati hasil jarahan besar uang rakyat, di sisi lain pencopet dengan hasil jarahan yang jauh lebih kecil seringkali mendapatkan hukuman yang bisa sangat mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r2yLGDKZI/AAAAAAAACdA/GUZVPnVXwMI/s1600/alangkah-head.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 386px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r2yLGDKZI/AAAAAAAACdA/GUZVPnVXwMI/s400/alangkah-head.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461448839972202898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendapati banyaknya pencopet belia, Muluk (Reza Rahadian) dengan berbekal sarjana di bidang manajemen, berusaha mengentaskan para pencopet belia yang dikelola oleh Jarot (Tio Pakusadewo). Meski sudah mempunyai gelar sarjana, Muluk ini sudah dua tahun menganggur. Sempat terpikirkan beternak cacing, namun dia mundur ketika ada pihak-pihak yang mentertawakan niat tersebut. Program yang ditawarkan oleh Muluk, terkesan sangat muluk-muluk, namun berkat bantuan dua temannya, Pipit (Ratu Tika Bravani) dan Samsul (Asrul Dahlan) yang juga menganggur meski berpendidikan tinggi, perlahan-lahan program Muluk mulai mendapatkan hasil. Ketiganya bahu-membahu membangun mental positif anak-anak dengan pelajaran agama, budi pekerti serta kewarganegaraan.&lt;br /&gt;Sebuah program, tentu akan bisa berjalan kalau ada sokongan dana. Minta pada ayahnya (Deddy Mizwar) sangatlah tidak mungkin. Maka dilontarkanlah ide semacam management fee sebesar 10% dari hasil mencopet. Dana yang terkumpul, kedepannya akan dijadikan sebagai modal bagi anak-anak untuk beralih profesi yang lebih halal. Ketika segalanya terlihat sesuai dengan apa yang diharapkan, muncul gugatan yang dilematis yakni ketika ayah Muluk, Pak Makbul (Deddy Mizwar) dan ayah Pipit (Slamet Rahardjo) yang sangat relijius, murka mendapati anak-anak mereka menikmati uang haram. Apa langkah Muluk dkk selanjutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r2loGbm6I/AAAAAAAACc4/79zHRZPJ6EI/s1600/alangkah+lucunya.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r2loGbm6I/AAAAAAAACc4/79zHRZPJ6EI/s400/alangkah+lucunya.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461448624420133794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah digempur puluhan film horor dan drama percintaan, kehadiran Alangkah Lucunya (Negeri Ini)/ALNI memberikan kesegaran tersendiri bagi dunia sinema nasional. Seperti karya Deddy Mizwar sebelumnya, ALNI memasukkan banyak kritikan, terutama kepada kebijakan pemerintah, isu nasionalisme dan balutan dakwah agama yang cukup kental. Bagi Gilasinema, Deddy Mizwar adalah seorang pengkhotbah yang asyik, karena banyak sekali bermain diwilayah abu-abu. Deddy Mizwar tidak menghujani penonton dengan dogma-dogma. Dia hanya membeberkan suatu realita yang pada akhirnya memaksa penonton untuk melakukan semacam pengkajian dan pemahaman sendiri. Solusi diserahkan pada masing-masing individu. Dalam ALNI, kecuali pemerintah, tidak ada yang benar-benar salah atau benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r2cLpURvI/AAAAAAAACcw/zn9PoXpzQGg/s1600/20979_269155366898_259169071898_3801853_155372_n.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r2cLpURvI/AAAAAAAACcw/zn9PoXpzQGg/s400/20979_269155366898_259169071898_3801853_155372_n.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461448462163003122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya? ALNI menjadi sebuah tontonan yang sangat berat karena meninggalkan semacam PR bagi penontonnya. Tidak mudah, mengingat Deddy Mizwar memberikan banyak PR yang dilematis. Apakah langkah yang ditempuh oleh Muluk dkk harus dihentikan gara-gara bertentangan dengan ajaran agama? Padahal, tujuan mereka sangatlah baik dan menunjukkan hasil, meski mungkin kalau kisah berlanjut akan mengalami gugatan baru perihal pekerja di bawah umur. Aksi mereka itu ibarat antitesis dari kondisi riil negeri ini. Banyak orang cerdas di negeri ini yang mengalami kemerosotan moral. Bandingkan dengan para anak-anak pencopet yang mengalami peningkatan moral berkat aksi Muluk dkk. Muluk memanfaatkan uang haram untuk tujuan yang baik, sedangkan para koruptor memanfaatkan hasil jarahan demi kepentingan diri sendiri. Menyedihkan, ketika ilmu dan kecerdasan hanya dimanfaatkan demi ambisi pribadi (materi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r2KTGqx8I/AAAAAAAACco/eHZ5WO-7AG0/s1600/Cast+Lengkap.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 319px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r2KTGqx8I/AAAAAAAACco/eHZ5WO-7AG0/s400/Cast+Lengkap.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461448154927515586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Duo Deddy Mizwar dan Aria Kusumadewa yang lewat Identitas menyoroti soal carut marutnya pelayanan kesehatan, dalam ALNI mencoba membeberkan kegagalan sistem pendidikan yang tidak mampu menyentuh semua kalangan dan juga belum berhasil mengentaskan kemiskinan. Dengan alokasi 20% dari APBN untuk pendidikan, mengapa belum juga terlihat adanya peningkatan kualitas hidup. Program BOS yang harusnya mensukseskan Program Wajib Belajar 9 Tahun justru mendorong banyak SD dan SMP untuk meningkatkan standar menjadi RSBI yang bisa melegalkan berbagai pungutan. Pendidikan Dasar makin mahal dari sebelum adanya BOS dan sekolah terbaik hanya bisa diakses oleh mereka yang mampu. Nilai berupa angka menjadi ukuran kecerdasan anak (UAN), tanpa melihat potensi anak di bidang yang lain.&lt;br /&gt;Tapi bukan hanya salah pemerintah juga lho. Pentingnya pendidikan belum disadari oleh semua lapisan masyarakat. Sebagai contoh, tempat dimana Gilasinema tinggal. Keberhasilan seseorang tidak diukur dari tingkat pendidikan, tapi dari apa yang dia hasilkan dari pekerjaannya yang bisa dilihat oleh mata telanjang seperti kendaraan atau rumah. Dan kalau ada iuran kampung atau bantuan dari pemerintah, tujuannya untuk apa? Pembangunan jalan yang sebenarnya tidak terlalu mendesak untuk diperbaiki. Gilasinema membayangkan, ada baiknya kali ya kalau suatu kampung itu ada iuran demi pendidikan anak-anak berprestasi dan berpotensi di suatu bidang, dan sebagai balasannya, ketika si anak ini berhasil bisa membangun kampungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r2Dr4dZpI/AAAAAAAACcg/uQ4jVf_7FK8/s1600/Cast+Lengkap1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 357px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r2Dr4dZpI/AAAAAAAACcg/uQ4jVf_7FK8/s400/Cast+Lengkap1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461448041319720594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aduuuh...jadi ngelantur. Kesimpulannya, ALNI adalah sebuah film yang komplet dan cerdas. Lucu sekaligus pahit, terutama endingnya yang sukses membuat tangis. Dan seperti halnya Naga Bonar(Jadi) 2, ALNI juga menghadirkan gesekan antar generasi. Kehadiran beberapa produk mungkin terasa mengganggu, namun naskah olahan Musfar Yasin sangat rapat dan menghadirkan banyak quote-qoute segar, tajam dan cerdas. Gilasinema suka sekali dengan dialog pas Rina Hasyim sedang mengisi TTS :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rina Hasyim :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yang nentuin haram atau halal siapa Beh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Slamet Rahardjo :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;MUI!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rina Hasyim :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lima kotak Beh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ratu Tika Bravani :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah ... Nyak!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gilasinema juga dibuat terhenyak dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”amien”&lt;/span&gt; setelah lagu Indonesia Raya. Iya ya, Lagu Indonesia itu kan ibarat doa, namun kita lupa untuk mengamininya. Brillian!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r12plFyDI/AAAAAAAACcY/peBOb1qUYD4/s1600/20379_286081016898_259169071898_3864539_8184965_n.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r12plFyDI/AAAAAAAACcY/peBOb1qUYD4/s400/20379_286081016898_259169071898_3864539_8184965_n.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461447817363310642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain kekuatan naskahnya, yang dari Gilasinema baca idenya sudah ada sejak 9 tahun yang lalu, ALNI sangat tertopang dengan penampilan para pemainnya yang padu dan prima. Untuk barisan pemain senior, sudahlah gak usah dibahas. Mereka selalu tampil jauh dari mengecewakan. Reza Rahadian kembali menunjukkan potensinya sebagai calon bintang besar. Penampilan aktor yang sudah Gilasinema sukai sejak tampil di Film Horor ini terlihat matang dan dewasa serta bisa mengimbangi para pemain senior. Ekspresinya di penghujung film benar-benar mantap. Kalau boleh berpesan, Mas Reza ini jangan nglakuin hal-hal yang macam-macam ya. Sayang sekali dengan potensi besar yang kau miliki (sok banget ya hehehe). Asrul Dahlan yang aksi bagusnya di King kurang dilirik, juga pantas diberi tepuk tangan. Sedangkan untuk Ratu Tika Bravani, dia pantas diberi lebih banyak kesempatan untuk tampil. Para anak-anak jalanan juga tampil bagus dan natural. Tidak sia-sia mereka digodok selama dua bulan. Alangkah Lucunya (Negeri) Ini adalah sebuah film yang wajib tonton, dan setelahnya kamu bakalan dibuat yakin ALANGKAH TIDAK LUCUNYA NEGERI INI! 4/5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Kalau ingin cepat kaya, jangan ternak cacing. Lebih baik ternak cicak, buaya atau gurita”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-6721717958624273327?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/6721717958624273327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/alangkah-lucunya-negeri-ini.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/6721717958624273327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/6721717958624273327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/alangkah-lucunya-negeri-ini.html' title='ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI)'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8r3P8-nzvI/AAAAAAAACdI/6vmyRMmCvXU/s72-c/20979_264252706898_259169071898_3784973_2046948_n.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-3201693593319384956</id><published>2010-04-17T18:33:00.005+07:00</published><updated>2010-04-17T18:41:31.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDONESIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DRAMA'/><title type='text'>MENEBUS IMPIAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mdbI466pI/AAAAAAAACbo/qeXO1b0ycfE/s1600/19944_241791728913_241753503913_3195783_1213070_n.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mdbI466pI/AAAAAAAACbo/qeXO1b0ycfE/s400/19944_241791728913_241753503913_3195783_1213070_n.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461069112731691666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Impian. Orang hidup itu harus dan pasti punya impian, apapun wujud impian tersebut. Masing-masing orang tidaklah sama. Impianlah yang membuat hidup manusia terasa lebih hidup, karena impian membuat manusia merancang, membuat dan mewujudkan aksi demi mewujudkan impian tersebut. Tidak semua orang bisa mewujudkan mimpinya. Karena selain keberuntungan, dibutuhkan kerja keras serta kesabaran dalam mewujudkan impian. Ketika impian terasa mustahil untuk diwujudkan, rasa putus asa datang menghampiri. Kalau sudah begini, kehancuran bisa mengancam, kecuali kalau dia bisa bangkit dan berusaha lebih keras atau mengganti impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mdUbe2tII/AAAAAAAACbg/IQeBwthgyM8/s1600/Cast.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mdUbe2tII/AAAAAAAACbg/IQeBwthgyM8/s400/Cast.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461068997463553154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi Nur (Acha Septriasa) kebahagiaan ibunya (Ayu Diah Pasha) adalah impian terbesarnya. Namun, hidup seakan tidak adil bagi Nur. Sejak kecil, ayahnya pergi entah kemana dan Nur harus menjadi saksi kerja keras ibunya demi memberikan kehidupan yang layak bagi Nur. Pada saat Nur dipusingkan dengan biaya kuliah yang naik, mesin cuci yang merupakan penopang keuangan mengalami kerusakan. Belum cukup, ibunya Nur didiagnosa ada ayag salah dengan otaknya dan membutuhkan biaya besar untuk operasi. Pada saat situasi makin tidak menentu dan ditambah sulitnya mencari pekerjaan, Nur dipetemukan dengan Dian (Fedi Nuril). Pemuda ini mengenalkan Nur dengan bisnis MLM.&lt;br /&gt;Awalnya Nur sempat memandang remeh bisnis tersebut dan memilih bekerja sebagai pramusaji di sebuah bar. Namun berkat dorongan Dian, Nur mencoba lebih keras dalam usaha MLM tersebut dan secara perlahan, seberkas sinar mulai menerangi kehidupannya. Ketika cahaya hidup Nur mulai sedikit agak terang, datang cobaan yang membuatnya meredup kembali. Lagi-lagi Dian datang sebagai dewa penolong yang membuat Nur kembali bersinar. Kali ini dengan binar yang lebih terang, karena pada akhirnya Nur bisa mewujudkan mimpinya, membahagiakan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mdKosDLQI/AAAAAAAACbY/-SsGajV1VBc/s1600/Menebus+Impian.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mdKosDLQI/AAAAAAAACbY/-SsGajV1VBc/s400/Menebus+Impian.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461068829209865474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah tak terhitung lagi film-film yang berkisah tentang usaha meraih mimpi. Kebanyakan mempunyai pola cerita yang sama yakni bagaimana seseorang yang awalnya nobody, setelah bekerja keras, sukses menjadi somebody. From zero to hero. Menebus Impian tidak berbeda jauh dengan film soal mimpi lainnya, bahkan terkesan sangat klise. Tokoh Nur yang bak sudah jatuh tertimpa tangga misalnya, lazim ada pada film/sinetron Indonesia. Sudah miskin, sakit-sakitan lagi. Kesan klise pada Menebus Impian makin kentara dengan hadirnya kebetulan yang menghampiri hidup Nur. Kebetulan dia bertemu dengan Dian diwarung Jaja Miharja. Kebetulan Dian dekat dengan petinggi MLM yang diperankan Deddy Soetomo. Kebetulan yang menyelamatkan Nur dari sergapan lelaki hidung belang dan kebetulan Dian menemukan buku catatan Nur yang dibuang di tengah jalan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8meTYkakoI/AAAAAAAACbw/YiiLLQBPHMA/s1600/Menebus+Impian+-+Fedi+Baca+Naskah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8meTYkakoI/AAAAAAAACbw/YiiLLQBPHMA/s400/Menebus+Impian+-+Fedi+Baca+Naskah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461070079013327490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan demi kebetulan serta kisah klise tadi tak pelak sedikit mengganggu kenikmatan Gilasinema dalam menonton Menebus Impian ini. Gilasinema makin jengah ketika Gilasinema merasa ada motif propaganda bisnis MLM dalam film ini. Mungkin hanya perasaan Gilasinema saja. Tapi ketika ada adegan yang menegaskan MLM jauh lebih baik ketimbang money games menguatkan kecurigaan Gilasinema. Bisnis MLM terlalu diposisikan sebagai dewa penolong dalam film ini. Butuh dana untuk biaya pengobatan? MLM lah solusinya. Ingin keluar dari kemiskinan? MLM bisa kamu jadikan sarana mengentaskan kemiskinan. Pencapaian mobil dan rumah mewah makin menguatkan kesan propaganda ini. Ah...mungkin kesan ini muncul karena mobil dan rumah mewah bukanlah impian Gilasinema. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mc3KFjMUI/AAAAAAAACbQ/CITuP2Hg3eo/s1600/menebus-head.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 239px; height: 350px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mc3KFjMUI/AAAAAAAACbQ/CITuP2Hg3eo/s400/menebus-head.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461068494577807682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau mau berpikir positif, Menebus Impian menawarkan spirit yang bagus layaknya film tentang impian lainnya, yakni semangat untuk bekerja keras. Kalau ingin berhasil ya harus berusaha keras dan tak mudah putus asa. Menebus Impian itu ibarat visualisasi dari buku-buku motivasi yang banyak dijumpai di toko buku. Bagi mereka yang bermimpi mempunyai mobil dan rumah mewah, Menebus Impian mungkin bisa memberikan modal semangat. Menebus Impian juga memberikan gambaran yang bagus kalau manusia itu tidak bakalan bisa sukses tanpa adanya manusia lain. Dan kalau kamu dibuat jengah dengan propaganda bisnis MLM dalam film ini, ucapkan terima kasih pada Tya Satrio yang berkat olahan musiknya, untungnya mampu mengangkat mood hingga kisahnya lebih mengikat emosi selain penampilan Acha Septriasa yang cukup ok. Adegan dipinggir rel menjadi adegan favorit Gilasinema. Selain menghadirkan emosi yang cukup tinggi, adegan ini menurut Gilasinema merupakan adegan yang sulit karena berlatarkan kereta yang berseliweran. Sebagai penutup, jangan takut bermimpi. 3,25/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-3201693593319384956?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/3201693593319384956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/menebus-impian.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/3201693593319384956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/3201693593319384956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/menebus-impian.html' title='MENEBUS IMPIAN'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mdbI466pI/AAAAAAAACbo/qeXO1b0ycfE/s72-c/19944_241791728913_241753503913_3195783_1213070_n.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-1334457682150515025</id><published>2010-04-17T18:08:00.009+07:00</published><updated>2010-04-20T07:29:42.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>20 DI TAHUN 2007,2008,2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mZ4OAvAfI/AAAAAAAACbI/XB-pHkFODwY/s1600/wall-e-bento.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mZ4OAvAfI/AAAAAAAACbI/XB-pHkFODwY/s400/wall-e-bento.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461065214276338162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhirnya, sampai juga di posting terakhir 20 DI TAHUN …. Untuk kali ini, langsung Gilasinema sajikan sekaligus untuk tahun&lt;/span&gt; &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2008/01/gila-sinema-award.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;2007&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2009/01/gilasinema-award-2008-20-film-terbaik.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;2008&lt;/a&gt; , &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2010/01/gilasinema-award-2009-top-20-movies.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;2009&lt;/a&gt; . &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa? Karena selain malas, dulu Gilasinema telah menyusun list untuk di tahun&lt;/span&gt; &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2008/01/gila-sinema-award.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;2007&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2009/01/gilasinema-award-2008-20-film-terbaik.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;2008&lt;/a&gt; , &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2010/01/gilasinema-award-2009-top-20-movies.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;2009&lt;/a&gt; .  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kali ini merupakan versi revisi dan pergeseran didasarkan pada tahun perilisannya, seperti No Country for Old Men yang ditarik ke tahun 2007. Perubahan peringkat terjadi karena ada beberapa film yang terasa lebih hebat ketika ditonton untuk kedua kalinya. Namun ada juga film yang bernasib sebaliknya, setelah ditonton lagi, gregetnya terasa berkurang.&lt;br /&gt;Kalau ada yang bertanya , apa sih pentingnya bikin list beginian? Jawabannya, tergantung. Bagi Gilasinema, list beginian penting buat semacam dokumentasi pribadi akan film-film yang pernah membuat Gilasinema terkesan, mengingat kinerja otak yang cenderung menurun. Nanti kalau sudah tuwir, kalau ingin bernostalgia, tinggal melihat list-list ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mZP92O5QI/AAAAAAAACa4/PJDPJdplGp4/s1600/no-country-for-old-men.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mZP92O5QI/AAAAAAAACa4/PJDPJdplGp4/s400/no-country-for-old-men.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461064522742555906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;20 DI TAHUN 2007&lt;br /&gt;Pada daftar&lt;/span&gt; &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2009/01/gilasinema-award-2008-20-film-terbaik.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;2008&lt;/a&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;There Will Be Blood berada di bawah No Country for Old Men, namun lewat sebuah pergulatan panjang, akhirnya keduanya harus bergeser posisi. Untuk tahun 2007 ini, lumayan susah menentukan posisi puncaknya. Sangat menyukai 4 Months, 3 Weeks, 2 Days yang hitam pekat dan The Diving Bell and The Butterfly yang inovatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.THERE WILL BE BLOOD  &lt;br /&gt;2.NO COUNTRY FOR OLD MEN &lt;br /&gt;3.4 MONTHS, 3 WEEKS, 2 DAYS &lt;br /&gt;4.THE DIVING BELL AND THE BUTTERFLY &lt;br /&gt;5.ONCE &lt;br /&gt;6.ATONEMENT &lt;br /&gt;7.THE HOST &lt;br /&gt;8.MICHAEL CLAYTON   &lt;br /&gt;9.ZODIAC &lt;br /&gt;10.PERSEPOLIS &lt;br /&gt;11.THE SIMPSONS MOVIE   &lt;br /&gt;12.JUNO   &lt;br /&gt;13.ACROSS THE UNIVERSE  &lt;br /&gt;14.THE ASSASSINATION OF JESSE JAMES BY THE COWARD ROBERT FORD &lt;br /&gt;15.SECRET SUNSHINE &lt;br /&gt;16.SICKO   &lt;br /&gt;17.WAITRESS  &lt;br /&gt;18.EASTERN PROMISES   &lt;br /&gt;19.I’M NOT THERE &lt;br /&gt;20.GRINDHOUSE &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mZpJeJ93I/AAAAAAAACbA/KwMsYz6jrs8/s1600/fall-poster.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mZpJeJ93I/AAAAAAAACbA/KwMsYz6jrs8/s400/fall-poster.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461064955359524722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;20 DI TAHUN 2008&lt;br /&gt;Untuk tahun ini, tidak ada perubahan berarti. The Fall tetap memberikan sensasi visual yang menakjubkan bagi Gilasinema meski sudah menontonnya sekali lagi. Bagusnya, The Fall juga menyimpan pesan yang tak kalah bagus. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.THE FALL  &lt;br /&gt;2.WALL-E  &lt;br /&gt;3.HAPPY – GO - LUCKY &lt;br /&gt;4.THE VISITOR &lt;br /&gt;5.HUNGER&lt;br /&gt;6.WALTZ WITH BASHIR &lt;br /&gt;7.FROST/NIXON &lt;br /&gt;8.THE DARK KNIGHT  &lt;br /&gt;9.IRON MAN  &lt;br /&gt;10.GRAN TORINO  &lt;br /&gt;11.DOUBT &lt;br /&gt;12.REVOLUTIONARY ROAD  &lt;br /&gt;13.SLUMDOG MILLIONAIRE &lt;br /&gt;14.THE WRESTLER &lt;br /&gt;15.THE READER  &lt;br /&gt;16.MILK &lt;br /&gt;17.RACHEL GETTING MARRIED  &lt;br /&gt;18.IN BRUGES  &lt;br /&gt;19.I’VE LOVED YOU SO LONG  &lt;br /&gt;20.LET THE RIGHT ONE IN  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mYw5lPWfI/AAAAAAAACaw/z5ydMIGoNEs/s1600/a_serious_man_web.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mYw5lPWfI/AAAAAAAACaw/z5ydMIGoNEs/s400/a_serious_man_web.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461063989021596146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;20 DI TAHUN 2009&lt;br /&gt;Banyak yang tidak ngeh dengan apa yang sebenarnya ingin disampaikan Coen Brothers lewat A Serious Man. Justru inilah yang menurut Gilasinema merupakan kekuatan dari A Serious Man ini. Coen Brothers sekali lagi memasuki ranah religi. Tema yang sebenarnya selalu ada dalam setiap film-filmnya. Hanya saja A Serious Man terasa lebih kental muatan religinya. A Serious Man terasa sangat menantang hingga menarik untuk disimak berkali-kali untuk lebih memahami isinya, sama seperti ketika kita memahami agama. Dan lagi, selera humor Coen Brothers yang asyik membuat A Serious Man pantas disimak. The Hurt Locker terpaksa turun peringkat karena setelah menonton sekali lagi, entah mengapa sensasinya banyak berkurang. Tapi, The Hurt Locker tetap sebuah kisah seorang petarung yang digarap dengan bagus. An Education mengalami nasib serupa dengan The Hurt Locker yang makin lama makin kurang istimewa bagi Gilasinema. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.A SERIOUS MAN&lt;br /&gt;2.DEPARTURES &lt;br /&gt;3.UP IN THE AIR&lt;br /&gt;4.THE CLASS  &lt;br /&gt;5.MARY AND MAX&lt;br /&gt;6.THE HURT LOCKER &lt;br /&gt;7.SAMSON AND DELILAH&lt;br /&gt;8.SUGAR &lt;br /&gt;9.MOON &lt;br /&gt;10.GOMORRAH  &lt;br /&gt;11.DISTRICT 9&lt;br /&gt;12.WATCHMEN  &lt;br /&gt;13.AN EDUCATION&lt;br /&gt;14.AVATAR&lt;br /&gt;15.CORALINE&lt;br /&gt;16.JERMAL &lt;br /&gt;17.THE ROAD&lt;br /&gt;18.LOVE EXPOSURE &lt;br /&gt;19.THE MESSENGER &lt;br /&gt;20.WHERE THE WILD THINGS ARE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Itu tadi daftar film pilihan Gilasinema untuk tahun&lt;/span&gt; &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2008/01/gila-sinema-award.html/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;2007&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2009/01/gilasinema-award-2008-20-film-terbaik.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;2008&lt;/a&gt; , dan &lt;a href="http://gilasinema.blogspot.com/2009/01/gilasinema-award-2009-15-film-paling.html/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;2009&lt;/a&gt; . &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saatnya bersemedi untuk menyaring 200 film menjadi 20 film sebagai 20 Film Pilihan Gilasinema 2000 – 2009.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-1334457682150515025?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/1334457682150515025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/20-di-tahun-200720082009.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1334457682150515025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1334457682150515025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/20-di-tahun-200720082009.html' title='20 DI TAHUN 2007,2008,2009'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8mZ4OAvAfI/AAAAAAAACbI/XB-pHkFODwY/s72-c/wall-e-bento.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-1418777671988065583</id><published>2010-04-11T14:25:00.008+07:00</published><updated>2010-04-11T14:35:01.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='THRILLING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOREIGN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASIA'/><title type='text'>RANN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F7bGr7kAI/AAAAAAAACX4/vqZ4tLNL9VM/s1600/rann2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 243px; height: 330px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F7bGr7kAI/AAAAAAAACX4/vqZ4tLNL9VM/s400/rann2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458779928931307522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“A filmmaker is like a journalist. The point is that a filmmaker is like a journalist in projecting reality in the true sense of the word. Only thing is he dramatically packages it to make more effect."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Ram Gopal Varma)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dua televisi berita saling bersaing. India 24/7 yang dipimpin Vijay Malik (Amitabh Bachchan) dan H24 pimpinan Amrish Kakkar (Mohnish Behl) yang dulunya bekerja di India 24/7. Kalau Vijay Malik menjalankan televisinya dengan idealisme tinggi, Amrish Kakkar menghalalkan segala cara untuk menjadi nomor satu. Menariknya, Amrish Kakkar ditopang dana dari menantu Vijay Malik yang seorang pengusaha, Naveen Shankalya (Rajat Kapoor). Di tengah persaingan yang ketat, rating dari India 24/7 cenderung turun mengingat H24 yang lebih agresif serta mempunyai mata-mata di India 24/7 hingga senantiasa berhasil mensabotase setiap program baru yang akan diluncurkan India 24/7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F7QTpMx0I/AAAAAAAACXw/aNiW-J7jHEs/s1600/rann03.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F7QTpMx0I/AAAAAAAACXw/aNiW-J7jHEs/s400/rann03.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458779743430952770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan ayahnya yang terlihat lebih tenang menghadapi ancaman kehancuran India 24/7,  Jai (Sudeep) cenderung menyikapinya dengan amat emosional. Berbekal ilmu yang diperoleh dari sekolah di USA, Jai menjadi pribadi yang angkuh dan mempunyai ambisi besar untuk menjadi nomer satu. Ketika berada di puncak frustasi akibat program yang dia rancang didahului TV tetangga, datang tawaran menarik dari Mohan Pandey (Paresh Rawal), seorang politikus busuk yang berusaha menggoyang Perdana Menteri yang tengah menjabat. Ternyata Mohan Pandey ini berkolusi dengan Naveen Shankalya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F7GkXevqI/AAAAAAAACXo/5C7sA6y8REY/s1600/rann05.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 190px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F7GkXevqI/AAAAAAAACXo/5C7sA6y8REY/s400/rann05.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458779576121343650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah bergelut dalam dilema, akhirnya Jai tunduk dalam rencana busuk dari Mohan Pandey. Disusunlah rencana yang bakal membuat Mohan Pandey menjadi Perdana Menteri, Naveen Shankalya sebagai pengusaha nomer satu, dan tentu saja India 24/7 berjaya memuncaki rating. Di tengah persaingan dua stasiun televisi tersebut, hadir Purab (Ritesh Deshmukh), jurnalis muda yang idealis dan memuja Vijay Malik. Sebagai orang baru, dia merasa ada yang tidak beres dan berusaha membongkar hal tersebut yang pada akhirnya menjatuhkan semua pihak yang terlibat, termasuk orang yang dipujanya yang terseret kebohongan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F6upDveII/AAAAAAAACXg/7memD5t8i3o/s1600/rann_wallpaper05.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 190px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F6upDveII/AAAAAAAACXg/7memD5t8i3o/s400/rann_wallpaper05.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458779165063870594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini dunia pertelevisian kita digemparkan dengan berita dugaan manipulasi narasumber yang dilakukan oleh salah satu TV Berita Nasional. Meski kebenarannya masih perlu pembuktian, tak pelak hal tersebut memunculkan pertanyaan seputar independensi sebuah media berita. Apalagi kalau owner-nya adalah seorang politikus yang juga pengusaha kelas wahid. Tidak bisa dipungkiri, media seringkali dijadikan sarana untuk memperkuat atau meraih kekuasaan. Orang yang berkuasa adalah orang yang bisa menguasai media karena hal tersebut berkaitan dengan kekuatan dalam mengendalikan pengetahuan dan persepsi orang banyak. Persatuan pemilik media dengan politikus dan pengusaha menghasilkan sebuah kekuatan dahsyat yang kalau berlandaskan meraih kepentingan individu atau golongan tertentu bisa sangat berbahaya. Media berita yang harusnya mengabarkan, justru membuat kabar. Kebenaran dipermainkan. Memporak-porandakan batas antara fiksi dan realita. Mengerikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F6lCbXhSI/AAAAAAAACXY/58vlb5rwnK8/s1600/rann_wallpaper03.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F6lCbXhSI/AAAAAAAACXY/58vlb5rwnK8/s400/rann_wallpaper03.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458779000075158818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rann sangat pantas disaksikan karena terasa amat aktual dengan kondisi pertelevisian nasional terkini di negara kita. Karena ini produk Bolly, maka jangan heran kalau digarap dengan gaya bertutur yang mungkin terasa berlebihan, layaknya musik dalam film ini yang terdengar agak terlalu keras di kuping. Banyak narasi khotbah didalamnnya, terutama pada endingnya ketika Vijay Malik membongkar konspirasi yang melibatkan stasiun TV miliknya. Meski demikian, Rann terasa asyik dinikmati berkat kecepatan bercerita dari Ram Gopal Varma (RGV). Apalagi durasinya cuma sekitar 2 jam saja. Tanpa basa-basi, RGV langsung ke inti persoalan. Beberapa adegan mempunyai ketegangan yang cukup memikat. Rann juga ditopang desain produksi yang mantap. Warna-warna hitam, putih dan abu-abu tampil sangat dominan hingga menghasilkan konsep visual yang kuat dan nyaman dimata. Sayangnya, kecepatan bercerita ini mempengaruhi kualitas cerita yang terkesan dipaksakan. Bagaimana mungkin pemilihan Perdana Menteri bisa diselenggarakan secepat itu? Langkah Vijay Malik yang menayangkan video aspal terasa terlalu gegabah dilakukan oleh seorang yang idealis dan berpengalamam puluhan tahun di dunia pertelevisian. Selipan isu seputar agama terasa nanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F6YfvLIgI/AAAAAAAACXQ/WlGESPARf8g/s1600/rann10.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 191px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F6YfvLIgI/AAAAAAAACXQ/WlGESPARf8g/s400/rann10.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458778784604561922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi Amitabh Bachchan menunjukkan kelasnya sebagai actor hebat yang rasanya belum bisa dikalahkan actor Bolly lainnya. Setelah ”merampas” semua gelar aktor terbaik di berbagai ajang movie award lewat PAA, Amitabh Bachchan kembali menuai pujian lewat perannya sebagai Vijay Malik yang karismatik. Rasanya tidak ada aktor lain yang bisa lebih baik memerankan tokoh tersebut. Paresh Rawal sekali lagi membuktikan keahliannya berperan antagonis yang banyak dia lakoni sejak era 1980-an. Aktor satu ini telah membintagi 200 judul lebih lho. Dia pernah tampil dalam Paa (2009), De Dana Dan (2009), Jaane Tu... Ya Jaane Na (2008), Bhool Bhulaiyaa (2007), Cheeni Kum (2007), Garam Masala (2005), Dil Ka Rishta (2003), Awara Paagal Deewana (2002), Nayak: The Real Hero (2001) yang merupakan film Bolly favorit Gilasinema, Har Dil Jo Pyar Karega (2000), Phir Bhi Dil Hai Hindustani (2000) dan masih banyak lagi.  Sudeep yang filmografinya belum begitu banyak tampaknya punya potensi bagus untuk meneruskan kiprah Paresh Rawal. Ritesh Deshmukh yang banyak dipuji lewat Masti (2004) sayangnya tampil terlalu datar. Rann terkesan meminggirkan peran perempuan di dunia media hingga penampilan para aktrisnya kurang tergarap. Satu karakter perempuan mempunyai peran cukup penting, itupun dengan karakterisasi yang tidak simpatik. Meski tidak sedahsyat Wag the Dog, Rann sangat Gilasinema rekomendasikan. 3,25/5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F6NIYIezI/AAAAAAAACXI/jD8MH4Dc8pk/s1600/2832744334.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 263px; height: 333px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F6NIYIezI/AAAAAAAACXI/jD8MH4Dc8pk/s400/2832744334.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458778589355342642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEDIKIT TENTANG RAM GOPAL VARMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain karena temanya yang aktual, Rann sayang untuk dilewatkan karena film ini merupakan karya dari Ram Gopal Varma. Pria berusia 48 tahun pada tanggal 7 April kemarin ini termasuk sineas yang sangat disegani di Bolly sana. Sekolah di jurusan mesin, dia berhasil di bidang penyutradaraan dengan hanya belajar dari banyak film yang dia tonton di waktu mudanya. Potensinya dikenali lewat Rangeela (1995) yang dibintangi Aamir Khan, Jackie Shroff dan Urmila Matondkar sukses besar di pasaran. Kiprah RGV makin tak terbendung ketika sukses dengan trilogy Satya (1998), Company (2002) dan D (2005) yang mengangkat tema gangster. Danny Boyle mengaku terinspirasi Satya dan Company ketika menggarap Slumdog Millionaire. Sarkar (2005) dan Sarkar Raj (2008) merupakan dwilogy, dimana untuk Sarkar merupakan adaptasi dari novel The Godfather. Sukses RGV berlanjut dengan Bhoot, sebuah thriller psikologis yang sukses besar dan diakui RGV sebagai karya terbaiknya. RGV selalu menghadirkan film dengan pace cepat dan memacu adrenalin. Setelah Rann yang jeblok di pasaran, RGV sedang siap-siap merilis Phoonk 2 yang merupakan sekuel dari Phoonk (2008). Dalam Phoonk 2, RGV kembali mengajak Sudeep. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Making love is an emotional experience which makes you feel a high about your love and yourself. Fucking is an intense experience which borders on a feeling of wanting to conquer or achieve. And having sex is a necessity like to sneeze or to cough."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Ram Gopal Varma)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-1418777671988065583?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/1418777671988065583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/rann.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1418777671988065583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1418777671988065583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/rann.html' title='RANN'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S8F7bGr7kAI/AAAAAAAACX4/vqZ4tLNL9VM/s72-c/rann2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-851966754247088988</id><published>2010-04-10T07:05:00.008+07:00</published><updated>2010-04-10T07:19:56.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDONESIA'/><title type='text'>BEBEK BELUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_DHSlvP4I/AAAAAAAACW4/EZYaPDFv8tw/s1600/022041416.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_DHSlvP4I/AAAAAAAACW4/EZYaPDFv8tw/s400/022041416.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458295803412955010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Didi Petet, Slamet Rahardjo, Torro Margens, Joshua Pandelaki, Ully Artha, Rima Melati, Ida Kusumah, Jajang C. Noer, Nungki Kusumastuti,  Nana S. Patah dan Sigit Hardadi adalah nama – nama yang hadir di film Bebek Belur arahan Adrianto Sinaga. Performa mereka di layar rasanya tidak perlu dipertanyakan lagi. Barisan pemain muda seperti  Bajaj Grup (Melki, Aden dan Isa), Valentino, Thessa Kaunang, Ade Firman Hakim, Mario Irwinsyah dan Rini Yulianti tidak mau kalah dengan ikutan nimbrung didalamnya. Belum cukup? Dengan suntikan dana yang tampaknya cukup besar, produser film ini menghadirkan Deddy Mizwar, Sam Bimbo, George Kamarullah, Laila Sari dan GIGI (serta GUSI)! &lt;br /&gt;Belum lama ini, Hollywood merilis Valentine’s Day yang dibintangi bintang-bintang top. Namun, nyatanya Valentine’s Day menuai banyak respon negative dari para kritikus film. Bahkan, Love Actually yang juga memasang deretan aktor/aktris ternama dan banyak disukai penonton sekalipun tak luput dari kritikan. Mengapa? Dengan deretan cast yang melimpah, biasanya berakibat pada kurang fokusnya cerita yang dihadirkan karena hasrat memberi porsi yang sepadan bagi masing-masing actor/aktris. Dengan hadirnya banyak sosok beken, bagaimana hasil akhir dari Bebek Belur? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_CyUO1URI/AAAAAAAACWw/d7wcHLTJIk0/s1600/022041420.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 350px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_CyUO1URI/AAAAAAAACWw/d7wcHLTJIk0/s400/022041420.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458295443076501778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bebek Belur berkisah tentang aksi penghuni dua desa yang berdekatan. Ada Sari (Rini Yulianti), kembang desa Cibulu yang menjalin cinta dengan Dadang (Mario Irwinsyah) yang dinilai oleh ibu Sari (Ully Artha) tidak mempunyai masa depan yang menjanjikan. Ibu Sari tidak ingin nasib anaknya seperti dirinya yang hidup pas-pasan akibat menikah berlandaskan cinta sehingga menentang hubungan keduanya. Datang kesempatan untuk merubah nasib, ketika Pak Torro/Mas Sugi (Torro Margens) dari Desa Cibebek terpikat oleh kecantikan Asri. Pak Torro/Mas Sugi ini ternyata telah mempunyai istri (Rima Melati) yang senantiasa setia menanti di rumah di Desa Cibebek. &lt;br /&gt;Dadang yang kecewa lamarannya ditolak ibunya Sari, curhat di radio yang ada di Desa Cibebek. Dari curhat inilah muncul aksi solidaritas dari Valentino, Melki, Aden dan Isa yang berusaha menggagalkan usaha Pak Torro/Mas Sugi mengawini Sari. Dibantu Pak Slamet (Slamet Rahardjo), mereka menyusun strategi. Puncaknya, terjadi kekacauan di pesta pernikahan Sari namun untungnya film ditutup dengan ending yang damai tanpa ada pihak yang merasa tersakiti. Sari dan Dadang bisa bersanding di pelaminan, Pak Torro/Mas Sugi tidak terbongkar kebusukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_CXC91ucI/AAAAAAAACWo/qvcKzGnf9P4/s1600/bebek-head.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 395px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_CXC91ucI/AAAAAAAACWo/qvcKzGnf9P4/s400/bebek-head.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458294974585354690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lumayan susah merangkum kisah Bebek Belur mengingat banyaknya sub plot didalamnya. Kuantitas sub plot ini hadir untuk mengakomodasi banyaknya pemain yang berpartispasi. Dengan rakusnya, pihak sponsor tampaknya ingin semua bintang iklan yang mempromosikan produk mereka bisa tampil. Itupun masih ditambah nama-nama yang tidak hadir dalam iklan produk mereka. Akibatnya, ceritanya mengalir dengan sangat terpaksa dan tersendat-sendat serta mubazirnya beberapa nama hingga terkesan tempelan semata. Apa coba kontribusi Didi Petet, Ida Kusumah, Nungki Kusumastuti, Isa dan Aden? Karakterisasi yang kurang meyakinkan membuat Joshua Pandelaki seakan terpasung tak berdaya, George Kamarullah hanya nampang doang dan peran Deddy Mizwar yang minim bisa dimaklumi mengingat statusnya sebagai bintang tamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_B7UXvtmI/AAAAAAAACWg/jn4WOO7np6E/s1600/022041415.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_B7UXvtmI/AAAAAAAACWg/jn4WOO7np6E/s400/022041415.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458294498221078114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, dengan porsi yang sedikit, aksi GIGI (dan GUSI) tidak terlihat memalukan dan kehadiran Laila Sari sukses memancing tawa. Ully Artha dan Torro Margens dengan porsi yang lebih banyak,meski klise sukses membuat penonton sebal. Pasangan Rini Yulianti dan Mario Irwinsyah bermain aman. Adegan ketika Rini menyapu, sungguh membuat hati berdebar-debar. Jajang C. Noer dan Slamet Raharjo menampilkan kualitas acting yang bagus, seperti biasa. Suka sekali melihat penampilan Slamet Rahardjo yang terlihat nyaman bermain komedi. Yang mengejutkan,  Valentino dan Sigit Hardadi mampu mencuri perhatian dan mampu membangkitkan senyum lewat aksi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_BgGVj3HI/AAAAAAAACWY/tBitSpDuf3g/s1600/022055675.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_BgGVj3HI/AAAAAAAACWY/tBitSpDuf3g/s400/022055675.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458294030597348466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Skenario sekali lagi menjadi titik lemah film Indonesia. Meski digarap 4 orang sekaligus, Bebek Belur benar-benar kehilangan arah. Mungkin hal ini terpengaruh soal banyaknya pemain tadi. Diakui, tidak mudah memang membuat naskah dengan banyak pemain didalamnya. Karena harus menceritakan banyak hal dalam durasi terbatas, banyak detail yang kurang tergarap, seperti soal kepulangan anak dari Pak Torro/Mas Sugi (diperankan cukup bagus oleh Ade Firman Hakim) dari Malaysia. Kenapa dia tidak menghubungi langsung ke hp Bapaknya? Pemasangan poster konser musik juga terlalu mengada-ada. Bebek Belur juga mengalami kebingungan dalam bentuk penyajiannya. Dibilang drama kok kurang tepat dan kurang kuat. Komedi? Hmmm...tertawa sih, tapi paling cuman 30 %.  Jadinya malah kayak orang anyang-nyangan gara-gara minum air dingin dan air panas. Sayang sekali film ini kehilangan arah (seperti teaser posternya yang tidak mencerminkan isi film), padahal film ini mempunyai opening title yang menjanjikan. Agak terganggu juga dengan kontinyuitas gambar yang terlihat kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_Dt5bgmeI/AAAAAAAACXA/jk62Pxkc5TQ/s1600/022041417.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_Dt5bgmeI/AAAAAAAACXA/jk62Pxkc5TQ/s400/022041417.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458296466674063842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ditengah gempuran film-film horor erotis, kehadiran Bebek Belur pantas diapresiasi positif. Sebagai sponsor utama, Yamaha tidak banci jualan. Sebuah trik dagang yang elegan. Secara keseluruhan, Bebek Belur sangat layak tonton untuk ukuran film Indonesia. Kehadiran Laila Sari, Valentino dan Sigit Hardadi sangat sayang untuk dilewatkan. Dan meskipun tidak penting, kehadiran Didi Petet cukup luculah. Jangan lewatkan adegan tiga sekawan (Deddy Mizwar, Didi Petet dan Slamet Rahardjo) yang matang dan kompak saat closing title bergulir. 3/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-851966754247088988?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/851966754247088988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/bebek-belur.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/851966754247088988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/851966754247088988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/bebek-belur.html' title='BEBEK BELUR'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7_DHSlvP4I/AAAAAAAACW4/EZYaPDFv8tw/s72-c/022041416.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-156824739845850058</id><published>2010-04-08T18:33:00.008+07:00</published><updated>2010-04-08T18:42:48.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='THRILLING'/><title type='text'>HIT AND RUN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S73AtPAiTSI/AAAAAAAACWA/g_GYlBH9qKY/s1600/hit+and+runs.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 262px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S73AtPAiTSI/AAAAAAAACWA/g_GYlBH9qKY/s400/hit+and+runs.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457730206798335266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selepas berkumpul bersama teman-temannya, Mary (Laura Breckenridge) memutuskan untuk pulang sendiri, meski harus menempuh jarak yang cukup jauh. Perjalanan cukup lancar, sampai sebuah benda di tengah jalan membuatnya harus melintas ke pinggir jalan. Setelah yakin tidak ada yang tidak beres, Mary segera melanjutkan perjalanan pulang. Sesampai dirumah, Mary mendapati kedua orangtuanya sedang ada acara di luar kota selama akhir pekan. Ketika tidur, Mary terbangun oleh suara yang mencurigakan. Hal tersebut menggiringnya menuju garasi dan mendapati sosok pria tersangkut di bagian depan mobilnya. Tidak ingin terlibat masalah lebih jauh, setelah memukul pria tersebut, Mary membungkusnya dengan selimut dan membawanya ke hutan untuk mengubur pria tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S73AY54L3wI/AAAAAAAACVw/1oJ5Y3G-_mk/s1600/hit+and+run1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 360px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S73AY54L3wI/AAAAAAAACVw/1oJ5Y3G-_mk/s400/hit+and+run1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457729857528782594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sehari kemudian, Mary mendapati berita tentang orang hilang yang ciri-cirinya serupa dengan pria yang tersangkut di mobilnya. Pria tersebut adalah seorang guru bernama Emser (Kevin Corrigan). Mary kemudian menyadari kalau dia belum mengambil lagi selimut yang dipakai untuk membungkus pria tersebut. Segera Mary meminta bantuan teman cowoknya, Rick (Christopher Shand) untuk menemaninya di hutan. Sesampainya di hutan, Mary mendapati Rick telah terkubur di tempat Mary mengubur Emser sehari sebelumnya. Emser menghilang! Dan terror mulai menghampiri Mary sesampainya dirumah. Saat pembalasanpun tiba. Mampukah Mary bertahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S73AIOYBG7I/AAAAAAAACVo/j75VUPnQjsw/s1600/hit+and+run.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S73AIOYBG7I/AAAAAAAACVo/j75VUPnQjsw/s400/hit+and+run.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457729570973227954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hit and Run adalah sebuah film kecil persembahan perdana dari Enda McCallion dan dibintangi oleh actor/aktris belum punya nama. Mungkin hanya Kevin Corrigan yang mempunyai filmografi yang cukup meyakinkan. Meski peran kecil, dia pernah terlibat dalam The Departed, Pineapple Express, Superbad dan Definitely,Maybe. Laura Breckenridge? Aktris berusia 26 tahun ini belum banyak dikenal, namun penampilannya sebagai Mary tidaklah buruk, meski juga tidak bisa dibilang bagus. Dengan jatah yang dominan, penampilan Laura Breckenridge tidaklah memalukan. Buat para pemuja raga seksi, rasanya juga tidak begitu peduli dengan kualitas aktingnya. Pada salah satu adegan, Laura Breckenridge mengenakan pakaian minim, basah-basahan dan…main Lumpur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S73AjRtEcVI/AAAAAAAACV4/AfiiDzRktME/s1600/hit+and+run2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 393px; height: 362px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S73AjRtEcVI/AAAAAAAACV4/AfiiDzRktME/s400/hit+and+run2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457730035723301202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi cerita, Hit and run tidaklah istimewa. Klise. Orang tua pergi keluar kota, lokasi rumah yang terpencil dan cowok yang hanya mempedulikan tubuh ceweknya dibandingkan keselamatan ceweknya, lazim dijumpai di film-film sejenis. Cerita yang klise ini , parahnya didukung dengan jalinan cerita yang banyak bolongnya dan mengusik logika. Kenapa tanah di dalam hutan begitu cepat kering dan mengapa tidak ada yang peduli dengan Mary ketika “diarak” sepanjang jalan, adalah beberapa pertanyaan yang cukup mengganggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S72_8JVfLNI/AAAAAAAACVg/lEFHn9sgjHQ/s1600/hit+and+run3a.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 155px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S72_8JVfLNI/AAAAAAAACVg/lEFHn9sgjHQ/s400/hit+and+run3a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457729363462008018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi jujur, Gilasinema cukup terhibur dengan film ini. Mungkin karena Gilasinema tidak berbekal ekspektasi yang berlebihan. Sejak awal, niat Gilasinema memang mencari sebuah tontonan yang ringan menghibur. Hit and Run cukup berhasil memberikan hal tersebut. Selain aksi dari Laura Breckenridge, Hit and Run menghadirkan beberapa adegan yang cukup memacu adrenalin dan sutradara Enda McCallion menyajikan gambar-gambar yang cukup atraktif, terutama adegan-adegan di jalan raya. Apalagi pas opening title. Beberapa adegan gory juga dihadirkan. Bukan kelas berat sih. Kalau kamu suka film model The Hitcher atau I Know What You Did Last Summer, mungkin Hit and Run bisa kamu pertimbangkan. Namun, jangan mengharap lebih dan jangan mengemudi setelah menenggak minuman beralkohol. 2,25/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-156824739845850058?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/156824739845850058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/hit-and-run.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/156824739845850058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/156824739845850058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/hit-and-run.html' title='HIT AND RUN'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S73AtPAiTSI/AAAAAAAACWA/g_GYlBH9qKY/s72-c/hit+and+runs.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-8099188307690121443</id><published>2010-04-07T06:57:00.012+07:00</published><updated>2010-04-07T07:18:45.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DRAMA'/><title type='text'>THE COVE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vNipRMQ3I/AAAAAAAACVQ/AjQ4cWcYWOo/s1600/l_1313104_8a25debb.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 350px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vNipRMQ3I/AAAAAAAACVQ/AjQ4cWcYWOo/s400/l_1313104_8a25debb.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457181368566694770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sapi dan lumba-lumba itu sama-sama mamalia yang bisa dikonsumsi dagingnya. Selain mempunyai sejarah sebagai bahan konsumsi yang sangat puanjang hingga menimbulkan kebiasaan dan kewajaran, sapi (dibuat) legal untuk dibantai dan dikonsumsi massal mengingat ada peternakan yang menjamin sapi tidak akan mengalami kepunahan. Bagaimana dengan lumba-lumba? Tidak semua orang bisa dan mau makan lumba-lumba. Lumba-lumba terlihat lebih lucu dan menggemaskan dibandingkan sapi. Bahkan, lumba-lumba bisa diajak bermain layaknya anjing. Ketidakbiasaan makan lumba-lumba dan tidak adanya peternakan lumba-lumba menjadi pendorong gerakan pengharaman perburuan lumba-lumba selain factor kelucuan nan menggemaskan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vM_89MFWI/AAAAAAAACVI/TYvfS3Ue8oc/s1600/cove1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vM_89MFWI/AAAAAAAACVI/TYvfS3Ue8oc/s400/cove1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457180772556084578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena citra lumba-lumba yang terkesan lebih “bersih” dibandingkan sapi seperti tersebut diatas, dijamin memunculkan kemarahan sekaligus kepedihan setelah menyaksikan The Cove. Duo Ric O'Barry dan Louie Psihoyos berhasil menyajikan sebuah tontonan yang amat sangat provokatif dan dituturkan dengan sangat menarik. Menyaksikan The Cove menghadirkan keasyikan tersendiri karena kita seakan menyaksikan film sejenis Ocean’s Eleven ataupun Mission : Impossible. Kisahnya sederhana. Ric O'Barry yang dulu kondang sebagai pelatih lumba-lumba di film Flipper, berniat mengabadikan aksi pembantaian lumba-lumba nan kejam di daerah Taiji, Jepang. Apa maksud dari Ric O'Barry tersebut? Selain masalah eksistensi lumba-lumba yang dikhawatirkan mengalami penyusutan jumlah, dalam kesimpulan Gilasinema, Ric O'Barry seakan berusaha menebus dosa karena dia punya andil dalam perkembangan perdagangan lumba-lumba. Ini yang Gilasinema tangkap lho. Mohon dikoreksi apabila ada kekeliruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vMfLYl2GI/AAAAAAAACVA/8m40AavGNG0/s1600/the_cove_poster_small.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vMfLYl2GI/AAAAAAAACVA/8m40AavGNG0/s400/the_cove_poster_small.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457180209493432418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penebusan dosa ini ditunjukkan dengan berbagai aksi Ric O'Barry yang kadang membuatnya berurusan dengan pihak keamanan dan dibenci banyak pihak. Kenapa Taiji yang dipilih? Menurut data yang disampaikan Ric O'Barry, di Taiji inilah ribuan lumba-lumba dibanti setiap tahunnya. Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Ric O'Barry tadi dirasa kurang ampuh untuk mencapai tujuan. Disini, Ric O'Barry tampaknya (mulai) menyadari kekuatan dari media dalam menggugah kesadaran akan kenyataan kejam yang berlangsung di Taiji. Dimulailah usahanya dalam mendapatkan gambar-gambar pembantaian yang tidak bisa dipungkiri mampu membangkitkan kemarahan dan kesedihan. Ric O'Barry menebus perasaan berdosanya dengan jari telunjuk mengarah pada Taiji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vMFbqaYQI/AAAAAAAACU4/njeTq4OQIV4/s1600/120_THE_COVE_poster.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vMFbqaYQI/AAAAAAAACU4/njeTq4OQIV4/s400/120_THE_COVE_poster.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457179767186546946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Efektifkah usaha dari Ric O'Barry? Bagi Gilasinema, pengungkapan pembantaian lumba-lumba yang berdarah-darah tidak bisa dipungkiri sangat menghentak rasa, namun tidak cukup efektif untuk menekan perburuan dan pembantaian lumba-lumba. Bagi Gilasinema, isu kandungan merkuri yang tinggi pada lumba-lumba akan jauh lebih efektif untuk menekan perburuan dn pembantaian lumba-lumba. Mengapa? Karena, menilik sifat manusia yang cenderung egois, isu merkuri ini akan lebih menakutkan bagi mereka pengkonsumsi lumba-lumba karena berhubungan langsung dengan kesehatan raga mereka. Karena ketakutan tubuhnya tercemar merkuri, bisa jadi permintaan akan daging lumba-lumba akan menurun. By the way, Negara mana sih yang mengimpor daging lumba-lumba dalam jumlah besar? Dalam The Cove, tidak diungkapkan dengan jelas ke Negara mana saja daging lumba-lumba dijual. Keperluan local? Perlu sebanyak itukah? Kalau untuk keperluan taman hiburan, apa memang perlu memburu hingga lebih dari 20.000 ribu ekor? O iya, Soal merkuri, Pemerintah Jepang sudah mengeluarkan peringatan sejak tahun 2003 lho. Perburuan dan pembantaian lumba-lumba dalam jumlah besar tidak hnya terjadi di Taiji, karena hal yang sama juga terjadi di Pulau Faroe. Kira-kira, alasan apa ya yang mendasari Ric O'Barry  tidak melakukan hal yang sama di Pulau Faroe?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vLz00Mo4I/AAAAAAAACUw/cNSe3gc_Yxo/s1600/877555-the-cove.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 309px; height: 228px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vLz00Mo4I/AAAAAAAACUw/cNSe3gc_Yxo/s400/877555-the-cove.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457179464700830594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gilasinema bukannya mendukung pembantaian lumba-lumba lho, apalagi dengan cara-cara yang tidak berperikelumba-lumbaan seperti yang dipraktekkan di Taiji. Hanya saja, The Cove terlalu menyudutkan Taiji (Jepang) tanpa mempertimbangkan aspek social, ekonomi dan budaya. Langkah Ric O'Barry mungkin akan terlihat lebih elegan kalau dia mengusulkan solusi semacam peternakan lumba-lumba misalnya. (Eh…bisa gak sih?). Butuh dana yang besar memang, tapi bukan berarti tidak bisa dikembangkan kan?  Toh, tanpa diimbangi dengan kampanye akan kebersihan lingkungan, suatu saat lumba-lumba dan makhluk laut lainnya serta ekologi laut bisa terancam punah dan rusak oleh limbah dan polutan. Selain perburuan dan pembantaian, pestisida, plastic, logam berat dan sejenisnya mempunyai peran yang tak kalah besar dalam rusak dan punahnya kehidupan di laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vLeL6RUPI/AAAAAAAACUo/UkgLON8Zi5U/s1600/cove.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 351px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vLeL6RUPI/AAAAAAAACUo/UkgLON8Zi5U/s400/cove.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457179092943196402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lewat The Cove, Ric O'Barry seakan menegaskan untuk segera diambil langkah-langkah untuk menghentikan perburuan dan pembantaian lumba-lumba., hingga dia lupa menyisipkan sisi positif dari penangkapan lumba-lumba. Beberapa penelitian menemukan fakta menarik bahwa lumba-lumba bisa sangat berguna bagi dunia kesehatan. Saat ini sudah makin banyak dikembangkan terapi lumba-lumba.  Terapi ini dikembangkan oleh seorang psikolog bernama DR.DAVE NATHANSON di Ocean World, Fort, Lavderdale, Florida tahun 1978. Terapi ini berguna untuk kasus anak-anak dengan kebutuhan khusus antara lain Autisme (ADD &amp; ADHD), CP (Celebral Palsy), kesulitan belajar, kurang konsentrasi, gangguan bicara dan bahasa, Down Syndrome, Sensory Integrastion disorder (SID), keterampilan pertumbuhan dan gangguan tumbuh kembang. Pada kasus orang dewasa sendiri antara lain : Stroke, LBP (Low Back Pain/Sakit Pinggang Bawah), HNP, Stress/depresi. Di Indonesia, terapi lumba-lumba bisa ditemui terutama di Jakarta dan di Bali. Namun tampaknya terapi ini baru bisa dinikmati oleh segelintir orang saja. 3,75/5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah perburuan dan pembantaian lumba-lumba bisa juga dibaca di :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/03/02/review-the-cove-2009/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;AT THE MOVIES&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://labirinfilm.blogspot.com/2010/02/directed-by-louie-psihoyos-written-by.html" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;LABIRIN FILM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-8099188307690121443?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/8099188307690121443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/cove.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/8099188307690121443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/8099188307690121443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/cove.html' title='THE COVE'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7vNipRMQ3I/AAAAAAAACVQ/AjQ4cWcYWOo/s72-c/l_1313104_8a25debb.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-2329776939788154435</id><published>2010-04-03T20:07:00.007+07:00</published><updated>2010-04-03T20:20:10.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FRESHING'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TERBAIK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASIA'/><title type='text'>LOVE EXPOSURE ( AI NO MUKIDASHI )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c_u2QGQ5I/AAAAAAAACUg/BE8rr7j2B44/s1600/love_exposure_ver2%5B4%5D.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 350px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c_u2QGQ5I/AAAAAAAACUg/BE8rr7j2B44/s400/love_exposure_ver2%5B4%5D.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455899547652211602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"And now faith, hope, and love abide, these three; and the greatest of these is love." (I Corinthians 13 : 13 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seandainya aku lahir di Bali, apakah aku akan memilih Hindu sebagai agamaku? Seandainya aku terlahir sebagai orang Iran, akankah Islam menjadi agama yang aku yakini? Seandainya orang tuaku bukan penganut agama Islam, apakah suatu dosa ketika aku menganut agama lain? Kalau aku terlahir di Negara yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani dan aku dibesarkan dalam keluarga yang mengajarkan dan mengamalkan Budha, apakah itu suatu kesalahan dan dosa? Pemeluk agama yang fanatic senantiasa memandang para penganut agama/kepercayaan yang berbeda sebagai pendosa. Tetapi, bukankah dosa itu urusannya Tuhan? Dan katanya setiap manusia terlahir suci dan tidak bisa memilih dia lahir di mana.l&lt;br /&gt;Pertanyaan yang lama terpendam ini kembali menggelitik setelah Gilasinema menyaksikan Love Exposure ini. Dalam pandangan Gilasinema, ada tiga hal besar yang menaungi kisah sepanjang hampir 4 jam garapan Sion Sono ini. 4 jam?! Ya, film ini berdurasi 237 menit. Bahkan, menurut informasi, durasi awal film ini mencapai 6 jam! Keluarga, Cinta dan Agama adalah 3 hal besar yang coba ingin disampaikan oleh sutradara penghasil Exte: Hair Extensions (sebuah film yang menjijikkan dan membuat merinding) dan Suicide Club ini. Ketiganya saling terkait dan membuat ketiga karakter utamanya menjalani hidup yang lebih rumit daripada seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c_hDihy0I/AAAAAAAACUY/PD2kkHMw16g/s1600/love+exposure1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 344px; height: 366px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c_hDihy0I/AAAAAAAACUY/PD2kkHMw16g/s400/love+exposure1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455899310701005634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yu Tsunoda (Takahiro Nishijima) sejak kecil dididik dengan ajaran Kristen. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, ibu Yu berpengharapan semoga kedepannya Yu akan menemukan sosok Perawan Maria sebagai asosiasi sebagai cinta. Ayahnya memutuskan menjadi pendeta setelah ibu Yu meninggal dunia. Ayah Yu mengharapkan Yu melakukan pengakuan dosa setiap harinya. Sekecil apapun dosa kesalahan yang Yu perbuat. Gara-gara harapan dan permintaan kedua orangtuanya ini, Yu mulai bereksperimen dengan dosa. Puncaknya adalah ketika dia berperan sebagai 'panty shot' photographer. Di segmen ini kita bisa dibuat tertawa namun ada kemungkinan muak dengan berbagai “trik cantik” dari Yu dalam menghasilkan sebuah “karya” masterpiece. &lt;br /&gt;Pencarian Yu berhenti ketika dia bertemu dengan Yoko (Hikari Mitsushima). Dalam Yoko, Yu melihat Perawan Maria. Buktinya? Dari sekian banyak panty shot, hanya Yoko yang bisa membuat Yu ereksi! Masalahnya, Yoko bertemu dengan Yu dan jatuh cinta padanya saat Yu berperan sebagai Miss Scorpion. Biar masalah makin rumit (sekaligus membuat durasinya mengalami hiper ereksi), dihadirkan Aya Koike yang sangat manipulatif sekaligus kejam. Nyatanya, Aya inilah yang membuat Yu dan Yoko bertemu tanpa disadari keduanya. Tindakan Aya ini didasari motif untuk menggaet keluarga Yu agar masuk ke dalam gereja aliran agama yang Aya anut. Dengan masuknya ayah Yu, diharapkan akan diikuti oleh para jemaah gereja yang dikelola oleh Ayah Yu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c--U6uWyI/AAAAAAAACUI/8spFlXhnICY/s1600/love+exposure.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 297px; height: 309px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c--U6uWyI/AAAAAAAACUI/8spFlXhnICY/s400/love+exposure.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455898714070473506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan agama itu mempunyai banyak kesamaan. Keduanya membutuhkan apa yang namanya KEYAKINAN yang mendasari orang dalam memilih orang yang akan dicintainya atau agama yang akan dianut. Keyakinan juga yang membuat cinta dan agama bisa tegak berdiri tidak mudah goyah ketika badai datang menghadang (dooooh…). Dalam Love Exposure, keluarga digambarkan mempunyai peran penting dalam membentuk keyakinan seseorang karena keluargalah tempat pertama seseorang belajar akan nilai yang akan membentuk karakter. Dengan meminggirkan peran ibu, Love Exposure sedikit timpang dengan penggambaran sosok ayah yang brengsek. Karakter ketiga tokoh utama dalam Love Exposure tidak bisa dilepaskan dari latar belakang mereka. Yu hidup dalam keluarga yang sangat dogmatis, kekerasan selalu menghampiri Yoko dan Aya senantiasa dibayangi pelecehan. Selain keluarga, keyakinan didapatkan lewat sebuah proses yang bisa singkat, namun bisa juga sepanjang hayat. Butuh waktu panjang bagi Yoko untuk yakin kalau Yu benar-benar mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c_O09Dm0I/AAAAAAAACUQ/6CHDMgThXMg/s1600/love-exposure.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c_O09Dm0I/AAAAAAAACUQ/6CHDMgThXMg/s400/love-exposure.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455898997548096322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan durasi yang panjang, sutradara Sion Sono menghadirkan banyak sekali emosi yang sukses mengaduk-aduk perasaan penonton (yang sanggup bertahan). Dalam Love Exposure ada manis, pahit, tawa, tangis, dendam, maaf, kemarahan, kesabaran. Humor-humornya terasa lucu, seru, kadang memuakkan namun berhasil menyentil sisi terdalam manusia. Belum lagi pendekatan komikal yang mengingatkan pada gaya bertutur pada anime atau manga. Masuknya hal-hal berbau seksual, bisa saja terlihat menghibur, namun tak pelak mampu membuat malu penonton. Cabul! Untuk menuju akhir kisah yang dramatis kita diajak terlebih dahulu menikmati sajian dramatis nan tragis. Belum cukup, sang sutradara menghadirkan beberapa scene sadis seperti penghancuran kelamin dan pertarungan yang berdarah-darah. Fuih…ibarat masakan, semua bumbu masuk yang kalau disantap saat kondisi tidak prima bisa menyebabkan mencret. &lt;br /&gt;Kalau misalnya bingung dengan apa yang ingin disampaikan oleh film ini, adegan paling penting dalam film ini hadir ketika Yu dan Yoko berkonfrontasi di pinggir pantai. Bagi mereka penganut Kristen, bisa dengan mudah menangkap esensi cerita mengingat film ini berlandaskan pada I Corinthians 13 yang ada pada Kitab Injil, terutama pada ayat yang tertulis diatas (mohon dikoreksi kalau ada kesalahan). Namun karena agama dan cinta itu sesuatu yang sangat universal, rasanya bisa dengan mudah dipahami oleh semua penganut agama, meski senantiasa menemui kesulitan dalam aplikasinya :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c-u3qzOrI/AAAAAAAACUA/4lpp3V0zhNA/s1600/Love_Exposure_Poster.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c-u3qzOrI/AAAAAAAACUA/4lpp3V0zhNA/s400/Love_Exposure_Poster.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455898448521018034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan agama idealnya membawa kedamaian bukannya kekacauan dan perpecahan. Cinta dan agama akan menjadi sesuatu yang memuakkan kalau terlalu banyak motif di dalamnya. Hadirnya Aya dengan segala motifnya membuat kacau hidup Yu dan Yoko, bahkan sampai membuat banyak korban berjatuhan. Cinta dan agama itu tidak bisa dipaksakan karena hakiki sifatnya. Cinta dan agama itu tidak memandang rupa. Namun, seringkali atas nama cinta dan agama kita melegalkan perbuatan yang seharusnya terlarang. Ketika kita menyerang orang lain atas nama agama, itu berarti kita juga menyakiti Tuhan karena mereka juga ciptaan-Nya. Akhirnya, ketika hadir pertanyaan-pertanyaan seperti di paragraf pertama tulisan ini, yang bisa dilakukan hanyalah YAKIN. Yakin kalau agama itu baik adanya. Yakin kalau agama itu membawa kedamaian, bukannya kehancuran. Yakin kalau agama itu cinta. Begitupun sebaliknya. 4,25/5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Love is long suffering, tolerant, patient. Love is kind, free of jealousy, envy and pride. Love is does not display unseemly behavior, unselfish, not touchy, fretful or resentful and takes no account of the evil done to it. Love is hates evil and associated with honesty. Love is protects, trusts, hopes and perseveres. Love is triumphs. Love is greater than either faith or hope.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-2329776939788154435?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/2329776939788154435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/love-exposure-ai-no-mukidashi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/2329776939788154435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/2329776939788154435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/04/love-exposure-ai-no-mukidashi.html' title='LOVE EXPOSURE ( AI NO MUKIDASHI )'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7c_u2QGQ5I/AAAAAAAACUg/BE8rr7j2B44/s72-c/love_exposure_ver2%5B4%5D.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-5040199395638321192</id><published>2010-03-30T11:53:00.024+07:00</published><updated>2010-03-30T12:24:57.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDONESIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>PERSEMBAHAN TERBAIK SINEAS INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GK0E7OaYI/AAAAAAAACTo/yGV4A9p6ehE/s1600/AKU+CINTA+SINEMA+INDONESIA.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 287px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GK0E7OaYI/AAAAAAAACTo/yGV4A9p6ehE/s400/AKU+CINTA+SINEMA+INDONESIA.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454293251002362242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tidak terasa sudah 10 tahun lebih film Indonesia mengalami kebangkitan setelah sebelumnya “semaput” beberapa tahun. Secara kuantitas, film Indonesia memang mengalami pelonjakan jumlah yang mengagumkan. Kalau melihat di Wikipedia, pada tahun 1997 baru terdapat 2 judul, di tahun 2008 ada lebih dari 80 judul film produk anak negeri yang wara-wiri di bioskop tanah air. Sebuah perkembangan yang patut mendapatkan apresiasi positif, meski ditinjau secara kualitas banyak pihak yang mengecamnya.&lt;br /&gt;Namun tidak bisa dipungkiri, dari tahun ke tahun jumlah film Indonesia yang layak tonton juga makin banyak jumlahnya. Tinggal penonton saja yang wajib meningkatkan apresiasi mereka. Keadaan yang ada sekarang, tidak dipisahkan dari penonton film Indonesia itu sendiri. Semoga kedepannya, penikmat film Indonesia makin cerdas dalam memilih film Indonesia. Sayang kan duitnya dipake untuk melihat film yang begitu-begitu saja.&lt;br /&gt;Dalam rangka Hari Film Nasional, Gilasinema memilih 10 judul film Indonesia rilisan tahun 2000 – 2009 yang Gilasinema anggap sebagai yang terbaik. Sangat personal tentu saja. Sayang, banyak sekali film Indonesia rilisan tahun 2000 – 2009 yang belum sempat Gilasinema saksikan yang tampaknya cukup pantas masuk 10 besar seperti Cin(T)a, Under the Tree, Opera Jawa, Rindu Kami PadaMu, Eliana Eliana, May dan masih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GKJOjLu2I/AAAAAAAACTg/e3OmMHGLha4/s1600/Radit-dan-Jani.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 396px; height: 395px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GKJOjLu2I/AAAAAAAACTg/e3OmMHGLha4/s400/Radit-dan-Jani.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454292514851502946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10.RADIT DAN JANI (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika sineas lain sibuk bermain dengan gaya dan juga cerita yang mengada-ada, hadir Upi dengan segala kejujuran dan keliarannya. Film-filmnya seakan merupakan wujud pemberontakan akan beberapa system yang membelenggu. Begitupun dengan Radit dan Jani, meski endingnya sangat kompromis, namun apa yang dihadirkan pada adegan-adegan sebelumnya mampu menghentak penonton dengan kelugasannya. Belum lagi chemistry yang kuat antara Vino dengan Fahrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GJ5JSD7CI/AAAAAAAACTY/QERz1iTNQhQ/s1600/3+DOA+3+CINTA.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 387px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GJ5JSD7CI/AAAAAAAACTY/QERz1iTNQhQ/s400/3+DOA+3+CINTA.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454292238559603746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9.3 DOA 3 CINTA (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film ini berhasil membuka mata kita, betapa setiap sudut yang ada di Indonesia mempunyai potensi cerita yang amat menarik untuk diangkat ke layar lebar. Ceritanya sangat Indonesia dan juga terasa unik bagi penonton internasional. Kalau ingin berbicara di ajang festival film internasional, sineas Indonesia harusnya rajin-rajin menghasilkan karya semacam ini. Unik dan dikemas dengan baik. Keunggulan film ini juga terletak pada dinamika cerita yang cukup lincah dengan selipan sindiran yang kadang terasa lucu namun menohok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GJIM54RpI/AAAAAAAACTQ/u8r7vmCrr2M/s1600/ada+apa+dengan+cinta1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 322px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GJIM54RpI/AAAAAAAACTQ/u8r7vmCrr2M/s400/ada+apa+dengan+cinta1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454291397718328978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8.ADA APA DENGAN CINTA (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih merupakan film remaja terbaik sejak kebangkitan film Indonesia. Ditonton beberapa kalipun rasanya tidak membosankan. Inilah keunggulan film ini dibandingkan film Indonesia kebanyakan. Ceritanya mungkin tidaklah istimewa, namun semua lini dari film ini digarap dengan apik. Film ini juga sukses mencetak bintang dengan bakat besar seperti Dian Sastro dan Nicholas Saputra. Soundtracknya pasti bakal melekat di kuping sepanjang masa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GIzLsFaYI/AAAAAAAACTI/ZI4qhWD5vsw/s1600/fiksi.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 375px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GIzLsFaYI/AAAAAAAACTI/ZI4qhWD5vsw/s400/fiksi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454291036614781314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7.FIKSI. (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jarang sekali film nasional yang mengulik sisi terdalam dari jiwa manusia. Ketika sineas lain asyik dengan dunia hura hura, mereka yang terlibat di balik film ini sibuk menyelami dunia sunyi anak manusia. Hasilnya? Filmnya tampil lebih gelap dan menakutkan ketimbang film horror yang setannya begitu banci kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GIghR1BQI/AAAAAAAACS4/x7tqqXp-A2g/s1600/masthead.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GIghR1BQI/AAAAAAAACS4/x7tqqXp-A2g/s400/masthead.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454290715992720642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6.BERBAGI SUAMI (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film yang mengukuhkan Nia Dinata sebagai sineas yang paling konsisten mengangkat isu seputar perempuan. Selain itu juga mempertegas kesukaan Nia untuk memproduseri sebuah kumpulan cerita menjadi sebuah tontonan yang memikat meski mengangkat isu yang sensitive dan cenderung berat. Berbagi Suami adalah sebuah film yang lucu sekaligus pahit dan didukung jajaran cast yang melimpah dan hebatnya mampu tampil bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GHu06elBI/AAAAAAAACSw/iHKDcDqss_g/s1600/laskar-pelangi-1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 190px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GHu06elBI/AAAAAAAACSw/iHKDcDqss_g/s400/laskar-pelangi-1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454289862270030866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.LASKAR PELANGI (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jujur bukan merupakan film favorit Gilasinema. Namun keseriusan mereka yang berada di balik layar patut mendapatkan apresiasi tertinggi. Film ini seakan menegaskan posisi dari Mira Lesmana dan Riri Reza sebagai insan film yang mempunyai visi yang jelas. Entah apa jadinya dunia film Indonesia tanpa andil mereka berdua. Mereka selalu membuat film yang tidak hanya sebagai tontonan, namun juga tuntunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GHYKnYUuI/AAAAAAAACSo/mbM3JKfdJ-U/s1600/kala1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 291px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GHYKnYUuI/AAAAAAAACSo/mbM3JKfdJ-U/s400/kala1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454289472958517986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.KALA (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah film yang menyadarkan kita bahwa ada sebutir mutiara di tengah padang pasir (aduuuh…!) yang bakal mengkilat kalau terus diasah. Mutiara tersebut tidak lain adalah Joko Anwar. Banyak yang ingin didobrak oleh sineas satu ini yang memanfaatkan kecintaannya akan sinema sebagai kekuatan dalam berkarya. Kala seakan menjadi sebuah pengantar dari kejutan demi kejutan yang bakal dihadirkan oleh Joko Anwar yang membuat dunia perfilman Indonesia makin kaya warna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GG6qZ6X8I/AAAAAAAACSg/wLhfTSNu3zA/s1600/naga+bonar2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 399px; height: 305px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GG6qZ6X8I/AAAAAAAACSg/wLhfTSNu3zA/s400/naga+bonar2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454288966095888322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.NAGA BONAR (JADI) 2 (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Deddy Mizwar berhasil menghasilkan sebuah tontonan yang kaya nilai (nasionalisme) namun tanpa menghilangkan unsure komersialnya. Deddy Mizwar tahu benar bagaimana meramu cerita menjadi sebuah tuntunan tanpa menggurui dan meninggalkan kesan mendalam di benak penontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GGnAAiqHI/AAAAAAAACSY/K9BmU1ur2GI/s1600/2418Jermal.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 221px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GGnAAiqHI/AAAAAAAACSY/K9BmU1ur2GI/s400/2418Jermal.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454288628297672818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.JERMAL (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan sepenuhnya karya anak negeri, namun inilah film berbahasa Indonesia yang sangat bermuatan local, namun rasanya bakal bisa diterima penonton global kalau saja dipromosikan dengan baik berkat keunikan setting cerita. Meski terkesan sederhana, Jermal mempunyai tuturan cerita yang menarik dan kuat. Menyaksikan film ini mengingatkan pada film-film Jepang yang sunyi, minimalis namun mempunyai kedalaman cerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GGfP4cv2I/AAAAAAAACSQ/lieu0mTi2F4/s1600/1_26.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GGfP4cv2I/AAAAAAAACSQ/lieu0mTi2F4/s400/1_26.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454288495119744866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.PASIR BERBISIK (2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film yang sangat berkesan bagi Gilasinema berkat visualisasinya yang sarat makna. Gambar-gambar yang dihadirkan sangat kuat dan “berbicara”. Film ini sangat menarik dibahas dari berbagai segi, mulai dari teknis, cerita hingga isu yang dihadirkan. Filmnya sendiri sangat indah dan artistic meski menghadirkan sebuah tragedy didalamnya. Adegan paling nempel dan paling menyedihkan adalah ketika Dian Sastro mendapatkan pelecehan dari Didi Petet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari daftar diatas bisa dilihat bahwa tahun 2008 menjadi tahun terbaik dengan dirilisnya beberapa judul yang unggul secara kualitas. Tahun 2008 juga berkilau secara kuantitas, mengingat di tahun ini ada lebih dari 80 film Indonesia yang dirilis. Dian Sastrowardoyo bisa dibilang sebagai Aktris Terbaik sepanjang 10 tahun terakhir dengan menempatkan 3 film sekaligus (Pasir Berbisik, Ada Apa Dengan Cinta?, 3 Doa 3 Cinta). Aktris ini tidak hanya cantik namun juga cerdas memilih film. Aktor? Performa Didi Petet, Deddy Mizwar dan Tio Pakusadewo rasanya belum bisa ditandingi. Mungkin Lukman Sardi yang akan menggantikan dominasi mereka.&lt;br /&gt;Selain 10 film diatas, Gilasinema juga memilih 3 film yang Gilasinema anggap memberikan kesegaran tersendiri bagi dunia sinema Indonesia. Semacam Honorable Mention gitu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GFdVPsykI/AAAAAAAACSA/VxJvnlh_eoA/s1600/claudia+jasmin.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GFdVPsykI/AAAAAAAACSA/VxJvnlh_eoA/s400/claudia+jasmin.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454287362688076354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CLAUDIA/JASMINE (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan film ini terasa seperti menikmati sebuah film komedi romantis produk Holly. Emosi penonton berhasil dibuat naik turun berkat jalinan cerita yang lincah dan tidak menyakiti akal pikiran, serta dibalut alunan musik yang asyik dan pas. Kekuatan film ini tidak bisa dipungkiri ada pada ketrampilan penulis skenarionya. Sesuatu yang menjadi kelemahan di banyak film nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GEjTAQbjI/AAAAAAAACRw/pBRCiNlRR9M/s1600/Mereka_Bilang_Saya_Monyet.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 281px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GEjTAQbjI/AAAAAAAACRw/pBRCiNlRR9M/s400/Mereka_Bilang_Saya_Monyet.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454286365654019634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MEREKA BILANG, SAYA MONYET! (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menghadirkan twist ending yang memikat. Bolehlah disebut sebagai salah satu ending terbaik sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Sebuah film yang penuh dengan olok-olok dan kemarahan, dan menjanjikan karya selanjutnya yang bakal lebih berkualitas. Berandai-andai, hasil akhir dari film ini kalau saja didukung dana yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GEZy7oGqI/AAAAAAAACRo/sFAx_mjo9rE/s1600/poster-ind-1024-76831.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GEZy7oGqI/AAAAAAAACRo/sFAx_mjo9rE/s400/poster-ind-1024-76831.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454286202425842338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEREMPUAN PUNYA CERITA (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nia Dinata makin sibuk membuat (memproduseri) film yang berisi kumpulan cerita. Kadang terkesan curang, namun dimaafkan karena hasil akhirnya yang sangat layak tonton. Cerita Jogja meninggalkan kesan dengan cara bertutur yang lugas apa adanya khas Upi. Rachel Maryam mencuri perhatian dengan olah aktingnya sebagai sosok berkebutuhan khusus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-5040199395638321192?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/5040199395638321192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/03/persembahan-terbaik-sineas-indonesia.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/5040199395638321192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/5040199395638321192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/03/persembahan-terbaik-sineas-indonesia.html' title='PERSEMBAHAN TERBAIK SINEAS INDONESIA'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S7GK0E7OaYI/AAAAAAAACTo/yGV4A9p6ehE/s72-c/AKU+CINTA+SINEMA+INDONESIA.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-4376738954801650740</id><published>2010-03-28T17:23:00.017+07:00</published><updated>2010-04-13T08:04:07.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDONESIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>I–HORROR PILIHAN GILASINEMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S680YfJIc3I/AAAAAAAACRg/0m_jmlIwf1M/s1600/I+HORROR.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 249px; height: 301px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S680YfJIc3I/AAAAAAAACRg/0m_jmlIwf1M/s400/I+HORROR.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453635269050266482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Film horor rasanya menjadi bagian yang tak terpisahkan pada dunia sinema Indonesia. Sudah tak terhitung banyaknya film horor yang telah diproduksi. Herannya, meski formulanya senantiasa seragam, film horor seringnya (masih) bisa membuat para produser tersenyum berkat raihan penonton yang tidak terlalu mengecewakan. Pocong dan Kuntilanak menjadi bintang utama dalam dunia film horor Indonesia. Entah sudah berapa kali dua hantu berwajah jelek tersebut menghiasi layar. Dua hantu ini sungguh banci kamera. Dibandingkan kuntilanak, pocong rasanya lebih banyak ditakuti. Teman Gilasinema, hanya mendengar namanya saja sudah bergidik ngeri dan langsung ngamuk kalau ada yang mengucapkan ”pocong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68ykbI_WWI/AAAAAAAACRQ/jqOprIl4Y5k/s1600/FaceOfFear.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 304px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68ykbI_WWI/AAAAAAAACRQ/jqOprIl4Y5k/s400/FaceOfFear.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453633275111102818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau dirunut sejak tahun 2000, film horor Indonesia mengalami pergeseran dalam ceritanya. Awalnya, film horor banyak menggambarkan para anak muda yang memasuki wilayah keramat, selanjutnya ketika penonton sudah mulai jenuh, film horor Indonesia beralih menjadi kisah cinta segitiga dan berlanjut dengan pameran dada dan paha ketika setan makin tidak terlihat mengerikan. Film horor Indonesia terkini, selain menonjolkan sensualitas yang terlihat murahan juga ditandai dengan masuknya unsur komedi yang sayangnya sangat tidak lucu. Pergeseran cerita tadi ternyata berpengaruh pada kualitas cerita. Hal ini membuat film horor sebelum Tali Pocong Perawan jadi terlihat berkualitas dibandingkan film horor terkini. Padahal, pada saat perilisannya, film-film horor sebelum Tali Pocong Perawan banyak dikritik tidak memiliki cerita yang meyakinkan. Akhir-akhir ini film horor Indonesia tampaknya sedang bergerak kearah slasher. &lt;br /&gt;Gilasinema sendiri memilih 10 judul di bawah ini yang rilis 2000 – 2009 sebagai film horor Indonesia yang cukup menghadirkan keseraman dan ketakutan serta jalinan cerita yang tidak malu-maluin serta menghadirkan beberapa adegan yang cukup pantas dikenang. Sayang sekali Gilasinema belum menyaksikan Karma dan Takut. Rumah Dara tidak dimasukkan karena dirilis resmi tahun 2010. Dan kalaupun rilis sebelum tahun 2010, Gilasinema tidak akan memasukkan Rumah Dara karena bagi Gilasinema film ini tidak menakutkan dan banyak ganjalan disana-sini yang cukup mengganggu kenikmatan. Mungkin karena ekspektasi yang berlebihan kali ya hingga kecewa melihat hasil akhirnya?&lt;br /&gt;Inilah 10 I Horror Pilihan Gilasinema.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68yRC9DumI/AAAAAAAACRI/YoBYYnUaI5c/s1600/2-14.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68yRC9DumI/AAAAAAAACRI/YoBYYnUaI5c/s400/2-14.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453632942201092706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10.LEWAT TENGAH MALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah film horor terbaik dari Nayato kalau memang benar Koya Pagayo itu adalah nama aliasnya. Ceritanya cukup enak dinikmati dan penampakan hantunya cukup mengejutkan. Lewat Tengah Malam layak dilirik berkat endingnya yang meski tidak mengejutkan, bolehlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68yIk-QCMI/AAAAAAAACRA/ltVL5HIqoKY/s1600/de.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 193px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68yIk-QCMI/AAAAAAAACRA/ltVL5HIqoKY/s400/de.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453632796714076354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9.HANTU&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Hantu mungkin tidaklah terlalu istimewa namun dengan setting hutan nan hijau, film ini menawarkan warna lain dibandingkan film horor Indonesia lainnya. Meski sempat kedodoran setelah memasuki pertengahan, film ini dibuka dengan cukup enak. Apalagi dengan iringan Kucing Garong versi tarling. O iya, adegan Dhea Ananda yang kesurupan cukyp meyakinkan lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68xoJA7PQI/AAAAAAAACQ4/rH-M1YAzJMk/s1600/kp.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 212px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68xoJA7PQI/AAAAAAAACQ4/rH-M1YAzJMk/s400/kp.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453632239453289730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8.LANTAI 13&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Film ini sangat tertolong dengan penampilan Widi Mulia yang bagus. Berbeda dengan banyak aktris lain yang sejak awal sudah menampilkan wajah tegang ketika bermain di film horor, Widi menampilkan ekspresi dan bahasa tubuh yang cukup santai. Lantai 13 dipilih karena menghadirkan momen-momen yang pantas dikenang, diantaranya adalah ghost story di dalam lift yang membuat ngakak atau kisah Dhawiya yang mampu mencairkan suasana. Sayang, film yang berpotensi menjadi bagus untuk ukuran film horor Indonesia ini dirusak oleh paruh akhir yang berantakan. Aktor sekaliber Tio Pakusadewo pun dibuat kebingungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68xXl6W-hI/AAAAAAAACQw/YQ9QT4g1f50/s1600/galery04536251420080306113644.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68xXl6W-hI/AAAAAAAACQw/YQ9QT4g1f50/s400/galery04536251420080306113644.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453631955152599570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7.40 HARI BANGKITNYA POCONG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak semenyeramkan Pocong 2, 40 Hari Bangkitnya Pocong tetaplah sebuah film yang menakutkan. Lihat saja adegan yang melibatkan guci. Dan lagi, film ini menampilkan sebuah kejutan menarik di penghujung kisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68xNyHfEiI/AAAAAAAACQo/fNeJMWRRCM0/s1600/tali_pocong.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 205px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68xNyHfEiI/AAAAAAAACQo/fNeJMWRRCM0/s400/tali_pocong.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453631786630189602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6.TALI POCONG PERAWAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah pelopor film horor erotis yang sekaligus melejitkan Dewi Perssik sebagai pemikat banyak penonton. Meski belum menyaingi karisma Suzanna, dialah Ratu Horor dunia film nasional terkini. Adegan Dewi Perssik membeli minuman dengan dialog ”Baaang...minumnya dua” sambil sedikit menggoyang, maaf, dadanya mengingatkan pada dialog ikonik Suzanna, ”Minta satenya bang”. Diluar segala sensasi yang menyelimuti perilisan filmnya, Tali Pocong Perawan menawarkan garis cerita yang masih bisa dinikmati dan belum banyak memasukkan humor-humor tidak lucu. Penampakan pocong dalam film ini yang cukup menggedor jantung hadir ketika adegan Ibnu Jamil di dalam toilet. Dan jangan lupakan, adegan pocong jatuh di penghujung film yang sangat mengagetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68w_1Lba8I/AAAAAAAACQg/uM3DsBnMX_o/s1600/jelangkung.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68w_1Lba8I/AAAAAAAACQg/uM3DsBnMX_o/s400/jelangkung.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453631546933865410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.JELANGKUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang menyebut Jelangkung sebagai mbahnya film horor di Indonesia dalam 10 tahun terakhir. Tidak bisa dibantah, mengingat setelah dirilisnya Jelangkung, lebih dari seratus film horor diproduksi. Namun, bukan karena sebagai pionir Jelangkung masuk ke dalam daftar ini. Jelangkung berhasil menebarkan kengerian selain ”sosok” Jelangkung itu sendiri, juga dengan menghadirkan hantu-hantu ”kondang” seperti Suster Ngesot yang kemudian banyak nampang di judul lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68w2wjEFJI/AAAAAAAACQY/8jPDCIbITnA/s1600/keramat.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 375px; height: 229px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68w2wjEFJI/AAAAAAAACQY/8jPDCIbITnA/s400/keramat.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453631391071999122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.KERAMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan pendekatan yang mengharuskan banyak improvisasi di lapangan, Keramat justru menjadi karya paling rapi dari seorang Monty Tiwa. Bandingkan dengan Maaf, Saya Menghamili Istri Anda dan XL yang secara teknis banyak kelemahan disana-sini, Keramat justru mengalir mulus. Pemilihan Yogyakarta merupakan sebuah pilihan tepat mengingat kesan magisnya terasa kuat. Dan film model POV begini memang paling pas memasang bintang-bintang baru. Paling suka dengan adegan ketika di dalam mobil. Bukan pendekatan yang orisinil, namun bagi perkembangan film horor nasional, Keramat adalah sebuah inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68wU3hjL_I/AAAAAAAACQQ/AU6vJzc7a5s/s1600/splash9ef.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68wU3hjL_I/AAAAAAAACQQ/AU6vJzc7a5s/s400/splash9ef.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453630808829145074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.MIRROR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan Mirror dibandingkan film horor Indonesia kebanyakan adalah keberanian film ini dalam menghadirkan gambar-gambar bernuansa putih. Rasanya, Mirror merupakan film horor Indonesia yang paling cerah. Meski banyak yang menuding ceritanya mirip The Sixth Sense, Mirror berhasil menjadi sebuah tontonan yang memikat berkat runtutan cerita yang cukup rapat dan rapi. Para setannya tidak banci tampil dan penampilan Nirina Zubir cukup bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68wDCjaldI/AAAAAAAACQI/iy806wlxwfs/s1600/film+indo+(2a).JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68wDCjaldI/AAAAAAAACQI/iy806wlxwfs/s400/film+indo+(2a).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453630502552114642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.KUNTILANAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rizal Mantovani membuat Mbak Kunti tidak kalah bersaing dengan Pocong untuk urusan tampil dalam dunia sinema horor Indonesia karena sukses hingga mencapai tiga seri. Kuntilanak versi asli ini digarap dengan tampilan visual khas Rizal serta memasukkan unsur budaya yang cukup kuat sehingga terkesan jauh lebih artistik dibandingkan film horor Indonesia lainnya.  Lupakan soal tempat kost yang jauh dari kesan nyaman, Kuntilanak berhasil menghadirkan kengerian berkat interpretasi Rizal akan wujud Mbak Kunti yang agak berbeda dengan gambaran Mbak Kunti di film horor Indonesia kebanyakan. Belum lagu lantunan tembang durmo yang terdengar sangat mistis hingga berhasil membangkitkan bulu roma. Kuntilanak 2 gagal menghadirkan hal yang sama namun berhasil membuat ngeri dengan adegan-adegan gore-nya. Kuntilanak 3? Tersesat di hutan rimba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68vyZf6Q3I/AAAAAAAACQA/QAPo0xQDino/s1600/Pocong2_800x600_m.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68vyZf6Q3I/AAAAAAAACQA/QAPo0xQDino/s400/Pocong2_800x600_m.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453630216653652850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.POCONG 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gilasinema tidaklah mudah ditakuti dengan cerita hantu. Bahkan, waktu kuliah dulu pernah tidur sendirian di kampus yang katanya banyak hantu berseliweran supaya mendapatkan ”penampakan”. Pocong 2 menjadi film horor Indonesia paling menakutkan bagi Gilasinema karena setelah menyaksikan film ini Gilasinema takut untuk bergerak. Untuk ke kamar mandi saja Gilasinema sampai meminta bantuan untuk ditemani. Rudi Soedjarwo dan Monty Tiwa berhasil menghadirkan kisah hantu Indonesia dengan amat meyakinkan tanpa perlu mengumbar penampakan hantu itu sendiri. Hand held cam yang menjadi ciri khas Rudi terbukti efektif membuat penonton ikut masuk ke dalam suasana horor yang dialami Revalina dan Risty Tagor. Penampakan pocong di tangga sukses membuat Gilasinema terkaget-kaget. Guling yang menjadi pocong menjadi adegan paling memorable karena sangat mengagetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68vIX6iEqI/AAAAAAAACP4/9GO_iYMDBls/s1600/IMG_0274a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S68vIX6iEqI/AAAAAAAACP4/9GO_iYMDBls/s400/IMG_0274a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453629494673937058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pilihan Gilasinema diatas ternyata tidak beda jauh dengan hasil polling yang pernah Gilasinema selenggarakan. Untuk polling, Rumah Dara sengaja dimasukkan karena saat polling digelar, film ini sedang menjadi pembicaraan hangat. Berikut hasil polling I-Horror :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.JELANGKUNG&lt;br /&gt;2.RUMAH DARA&lt;br /&gt;3.POCONG 2&lt;br /&gt;4.KUNTILANAK&lt;br /&gt;5.HANTU&lt;br /&gt;6.KERAMAT&lt;br /&gt;7.LANTAI 13&lt;br /&gt;8.TALI POCONG PERAWAN&lt;br /&gt;9.TUSUK JELANGKUNG&lt;br /&gt;10.MIRROR&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-4376738954801650740?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/4376738954801650740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/03/i-horror-pilihan-gilasinema.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/4376738954801650740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/4376738954801650740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/03/i-horror-pilihan-gilasinema.html' title='I–HORROR PILIHAN GILASINEMA'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S680YfJIc3I/AAAAAAAACRg/0m_jmlIwf1M/s72-c/I+HORROR.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-8145748689347132148</id><published>2010-03-25T18:52:00.005+07:00</published><updated>2010-03-25T19:00:15.830+07:00</updated><title type='text'>CLOSER TO HEAVEN (NAE SA-RANG NAE GYEOL-AE)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tQLNil8YI/AAAAAAAACPw/shOaaTlzVH4/s1600/closer+to+heaven1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 284px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tQLNil8YI/AAAAAAAACPw/shOaaTlzVH4/s400/closer+to+heaven1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452539927405654402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“You might have the luxury to love freely, but everyday is hell for me”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanpa berpikir panjang, Lee Ji Su (Ha Ji-won ) yang bekerja di rumah pengurusan jenazah menerima lamaran teman lamanya, Baek Jong woo. Keduanya dipertemukan setelah sekian lama tidak bertemu saat ibu Baek Jong woo meninggal dunia. Lee Ji Su yang pernah dua kali gagal membina rumah tangga sungguh mengambil keputusan yang sangat berani, kalau tidak mau dibilang gegabah, mengingat Baek Jong woo mengidap penyakit yang menyerang tulang hingga perlahan lumpuh dan membuat penderitanya tidak bisa bertahan lama. Penyakit tersebut dikenal sebagai Lou Gehrig's disease. Lou Gehrig diambil dari nama seorang atlet baseball yang amat kondang di tahun 1920 hingga 1930-an yang pensiun setela menderita penyakit aneh yang melumpuhkan tubuhnya.. Kisah Lou Gehrig ini pernah difilmkan pada tahun 1942 dengan judul The Pride of the Yankees dengan Gary Cooper sebagai Lou Gehrig. The Pride of the Yankees berhasil menyabet 11 nominasi Oscar dan malangnya hanya membawa satu piala untuk kategori Editing Terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tP9rJiekI/AAAAAAAACPo/KjxVRqNlLm4/s1600/closer+to+heaven4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tP9rJiekI/AAAAAAAACPo/KjxVRqNlLm4/s400/closer+to+heaven4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452539694835464770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada kisah Lee Ji Su dan Baek Jong woo. Tanpa dihadiri keluarga dan pemuka agama, keduanya menikahkan diri mereka sendiri di gereja dalam prosesi yang cukup unik dan mungkin terasa romantis bagi sebagian peonton. Lee Ji Su yang sebelumnya pernah gagal seakan menemukan obyek pelimpahan rasa cintanya yang melimpah. Lee Ji Su merasa hidup setelah sebelumnya banyak mencurahkan waktunya bersama mayat. Semangat Lee Ji su mampu menghadirkan kebahagiaan pada diri Baek Jong woo yang merasa tidak sendirian menjalani masa-masa sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tPwM5hNcI/AAAAAAAACPg/wZRQtICyvW8/s1600/closer+to+heaven3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 290px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tPwM5hNcI/AAAAAAAACPg/wZRQtICyvW8/s400/closer+to+heaven3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452539463376909762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan melodrama khas Korea, Closer to Heaven menghadirkan momen-momen romantis nan menghanyutkan yang sukses membangkitkan senyum serta tak lupa menghadirkan adegan-adegan menyentuh yang rasanya bakal dengan mudah membuat penontonnya menitikkan air mata. Apalagi film yang mengangkat kisah orang berpenyakitan seperti Baek Jong woo ini. Kisah cinta sejati berbalut penyakit senantiasa mengharukan. Ingat dong dengan Love Story. Masalahnya, tidak semua orang suka dengan tontonan yang terlalu sendu. Untuk penonton jenis ini, Closer to Heaven bisa menjadi sangat memuakkan dan menjemukan. Dan lagi, endingnya dapat dengan mudah ditebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tPU6OJQ3I/AAAAAAAACPY/2jp2jglNExI/s1600/closer+to+heaven.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 325px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tPU6OJQ3I/AAAAAAAACPY/2jp2jglNExI/s400/closer+to+heaven.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452538994506679154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Closer to Heaven sangat terbantu dengan penampilan dua bintangnya yang berhasil tampil bagus dan menghadirkan chemistry yang kuat. Tak heran keduanya menuai banyak pujian dan berhasil berjaya di salah satu movie award bergengsi di Korea, Blue Dragon Film Awards. Tahun 2009 tampaknya tahun yang bagus buat Ha Ji-won. Setelah sukses komersial lewat Haeundae, aktingnya mendapat pengakuan lewat Closer to Heaven ini. Bolehlah kalau disebut aktris yang sebelumnya sukses lewat Miracle on 1st Street, Sex is Zero dan seri TV Memories of Bali ini disamakan nasibnya dengan Sandra Bullock. Namun yang pantas mendapatkan applaus meriah adalah Kim Myung-min yang total dalam memerankan Baek Jong woo hingga rela menurunkan berat badan hingga 20 Kg. Aktor yang satu ini filmografinya belumlah banyak. Kalau tidak salah dia mulai dikenal lewat seri TV Beethoven Virus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tPCzUd8DI/AAAAAAAACPQ/Ju8h0FbVP3U/s1600/closer+to+heaven2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tPCzUd8DI/AAAAAAAACPQ/Ju8h0FbVP3U/s400/closer+to+heaven2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452538683416506418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah dikemukakan diatas, diajang Blue Dragon Film Awards 2009, film yang diarahkan dan naskahnya ditulis oleh Jin-pyo Park (sebelumnya menghentak lewat Voice of A Murderer) ini berhasil berjaya dikategori acting melibas Mother dan Thirst. Dan memang di sisi aktinglah keunggulan film ini. Cerita? Tidak terlalu istimewa, namun Closer To Heaven tetap sayang untuk dilewatkan terutama buat mereka penikmat kisah cinta romantis nan tragis (bingung?!). Paling tidak film ini mampu memberi inspirasi, selain soal keteguhan dan keikhlasan cinta juga membuat kita menerima diri kita dengan lebih positif. Bagi para mantan suaminya, Lee Ji Su adalah pembawa sial karena sering bersentuhan dengan mayat, namun bagi Baek Jong woo, sentuhan dan kasih sayang Lee Ji Su adalah SURGA. Ooooohhh….3,25/5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-8145748689347132148?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/8145748689347132148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/03/closer-to-heaven-nae-sa-rang-nae-gyeol.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/8145748689347132148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/8145748689347132148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/03/closer-to-heaven-nae-sa-rang-nae-gyeol.html' title='CLOSER TO HEAVEN (NAE SA-RANG NAE GYEOL-AE)'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6tQLNil8YI/AAAAAAAACPw/shOaaTlzVH4/s72-c/closer+to+heaven1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-1810164944321858799</id><published>2010-03-23T14:30:00.006+07:00</published><updated>2010-03-24T07:13:04.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDONESIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>HASIL POLLING FILM INDONESIA TERBAIK 2000 - 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6hvjChSaKI/AAAAAAAACPI/2jhrpXRoiqk/s1600-h/n70520353205_2280828_6074640.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6hvjChSaKI/AAAAAAAACPI/2jhrpXRoiqk/s400/n70520353205_2280828_6074640.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451729996694579362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Awal Maret kemarin, Gilasinema mengadakan polling tentang Film Indonesia Terbaik 2000 – 2009. Meski mungkin hasilnya tidaklah representative, namun hasilnya cukup menarik. Rasanya film-film yang masuk 10 besar  memiliki kualitas yang cukup pantas untuk dipilih. Masuknya Under the Tree cukup mengejutkan mengingat film ini tidak dilihat oleh banyak orang. Film independent Cin(T)a hampir masuk 10 besar dengan duduk manis di posisi 11. Kalau saja film ini dilihat banyak penonton, mungkin akan dengan mudah masuk 10 besar. Riri Reza, Mira Lesmana, Nia Dinata, Joko Anwar dan Rudi Soedjarwo terbukti memiliki banyak penggemar. Bahkan, Joko Anwar menempatkan banyak film yang melibatkan dirinya. Berikut hasil polling :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6hvaY2dG5I/AAAAAAAACPA/B97zPKPW1ng/s1600-h/UnderTheTree2008.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 354px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6hvaY2dG5I/AAAAAAAACPA/B97zPKPW1ng/s400/UnderTheTree2008.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451729848070118290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10.PASIR BERBISIK (2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9.UNDER THE TREE (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://awyangobrol.wordpress.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;AWYA&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seni dalam sinema adalah orgasme duniawi yang terlampau manusiawi, dan ketika tradisi dan falsafah disatukan, diobrak-abrik, dan ditubrukkan dengan runyam, maka, film ini telah menemukan sisi itu di diri saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8.ARISAN! (2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;WAYAN :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Film dengan karakter gay yang digarap serius, satire dan santai. Meski tema utama bukan gay tapi munafiknya ibu-ibu sosialita tapi gay bukan lantas jadi ornamen yang sekedar tempelan, tapi bisa bersenyawa dengan tema besar. Seingat gw, dalam sejarah film Indonesia memang banyak film tentang gay dibuat, namun hanya sendau gurau belaka, sekedar banci atau waria, tak digarap serius kecuali Istana Kecantikan yang mengantar Mathias Muchus dapat Citra. Arisan, salah satu film cerdas dan ceria tentang orang-orang SUNTUK!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7.9 NAGA (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;RUMBLE ZOLIC :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ini film bikin gw terenyuh...pembawaan seorang RUDI SOEDJARWO yang unik, bikin film ini heartwarming buat gw...dari segi original score, song dan sound editng yang pas dan enak sekali dengan suguhan cinematography dari film ini yang GOOD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6.NAGA BONAR (JADI) 2 (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ekajazzlover.wordpress.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;EKAJAZZLOVER&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;Sarat dengan pesan moral tanpa menggurui, Deddy Mizwar “berkhotbah” tentang hal yang lebih luas kali ini, nasionalisme. Sindiran-sindirannya pas disini (contoh di adegan dengan polantas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6hvHuKHi0I/AAAAAAAACO4/MIkaW-79Ves/s1600-h/laskar-pelangi1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 303px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6hvHuKHi0I/AAAAAAAACO4/MIkaW-79Ves/s400/laskar-pelangi1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451729527372221250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.JANJI JONI (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;FIRAS :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebuah film tentang lika-liku kehidupan seorang pengantar film. Kenapa gw pilih film ini? karena menurut gw, tema yang diambil film ini laen daripada yang laen. Unik, kreatif, dan sama sekali ga kepikiran ama gw. Lagi-lagi Nicolas Saputra yang jadi aktor utamanya ,dan dia ngebawain perannya dengan baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.KALA (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://blognyalady.blogspot.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;LADY ARIANNE BERNADI&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tentunya pertama kali menonton Kala, Saya kaget bukan maen. Karena sangat amat tidak menyangka ada film Indonesia seperti ini. WOW! Joko Anwar sungguh jenius! Sepertinya Ia dilahirkan memang sebagai sutradara. Dari segi cerita juga sangat beda dengan film Indonesia pada umumnya. Belum lagi hampir mendekati akhir cerita, kita diberi kejutan. Sampai Saya kaget sendiri. Dan menurut Saya tim artistik film ini sangatlah gila! Hahahaha. Congrats! Very amazing! Akting dari Fachry Albar pun juga memuaskan!&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.FIKSI. (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;AJIRENJI&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Independen tapi tidak murahan. Sebuah film "aneh" yang anehnya saya suka. Apa yang ditampilkan di gambar tidak ada yang mubazir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.ADA APA DENGAN CINTA? (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://delupher.wordpress.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;DELUPHER&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Film ini menjadi awal saya menyukai sutradara Rudi Soedjarwo, di dalam benak saya ketika itu menganggap Rudi sebagai sutradara besar yang berhasil membangkitkan gairah perfilman Indonesia yang pernah mati suri. Film ini booming di kalangan remaja. Nilai pintar dalam film ini adalah kisah cinta ciklit anak SMA yang dibungkus dengan karya sastra kata-kata puitis pujangga!!! Film ini bagi saya mengandung edukasi dalam hal mata pelajaran Bahasa Indonesia. Liat saja efeknya gara-gara film ini, semua cowok jadi sok romantis megang buku kahlil Gibran atau Chairil Anwar. Jujur saja gara-gara film ini bikin saya suka dunia sastra hingga sekarang, AADC ngenalin saya tentang karya AKU nya Chairil Gibran dan tiap nonton ni film bawaannya pengen bikin puisi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.LASKAR PELANGI (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inayahagustin.wordpress.com/" target="_blank" title="silahkan kunjungi blogku"&gt;INAYAH AGUSTIN&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama , jelas ini film box-office terbesar di Indonesia? Film ini pantas jadi salah satu dari 5 yang terbaik karena originalitasnya. Sangat Indonesia. Setting Pulau Belitung yang indah, dan cast-nya yang menggunakan anak-anak Belitung asli. Film ini menginspirasi setiap orang, tua-muda, melintasi strata sosial ekonomi manapun, tentang meraih impian dan cita-cita. Seinget saya tampil di beberapa Festival Film luar negeri, sesuatu yang membanggakan (karena khas Indonesia-nya itu tadi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-1810164944321858799?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/1810164944321858799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/03/hasil-polling-film-indonesia-terbaik.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1810164944321858799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/1810164944321858799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/03/hasil-polling-film-indonesia-terbaik.html' title='HASIL POLLING FILM INDONESIA TERBAIK 2000 - 2009'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6hvjChSaKI/AAAAAAAACPI/2jhrpXRoiqk/s72-c/n70520353205_2280828_6074640.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-3822747226369692342</id><published>2010-03-23T07:07:00.003+07:00</published><updated>2010-03-23T07:12:55.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='QUIZ'/><title type='text'>PEMENANG POLLING FILM INDONESIA TERBAIK 2000 – 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6gHU6hUgqI/AAAAAAAACOw/Gu70pbc7R_o/s1600-h/there+will+be+blood.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 247px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6gHU6hUgqI/AAAAAAAACOw/Gu70pbc7R_o/s400/there+will+be+blood.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451615404819776162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terima kasih pada semua teman-teman yang telah berpartisipasi dalam polling yang Gilasinema adakan. Bagi yang beruntung mendapatkan bingkisan yang Gilasinema janjikan, Gilasinema ucapkan selamat dan mohon untuk segera mengirimkan nama, alamat serta nomer telepon ke&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gilasinema@yahoo.com&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bingkisan akan Gilasinema kirim di awal April nanti. Sekali lagi terima kasih banyak buat semua dan tunggu quiz/polling berikutnya. Berikut nama-nama yang beruntung :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6gG9mJy07I/AAAAAAAACOo/9IdNIkHg4_M/s1600-h/pemenang+polling.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 391px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6gG9mJy07I/AAAAAAAACOo/9IdNIkHg4_M/s400/pemenang+polling.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451615004215399346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3999851022727905024-3822747226369692342?l=gilasinema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilasinema.blogspot.com/feeds/3822747226369692342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/03/pemenang-polling-film-indonesia-terbaik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/3822747226369692342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3999851022727905024/posts/default/3822747226369692342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilasinema.blogspot.com/2010/03/pemenang-polling-film-indonesia-terbaik.html' title='PEMENANG POLLING FILM INDONESIA TERBAIK 2000 – 2009'/><author><name>GILASINEMA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02271951775255363514</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6gHU6hUgqI/AAAAAAAACOw/Gu70pbc7R_o/s72-c/there+will+be+blood.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3999851022727905024.post-5935771787852195512</id><published>2010-03-21T16:13:00.009+07:00</published><updated>2010-03-21T16:22:02.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JUST A THOUGHT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDONESIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AWARD/LIST'/><title type='text'>PERSEMBAHAN TERBAIK HANUNG BRAMANTYO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6XlFWaKDuI/AAAAAAAACOg/dU4ZyYZ8HWo/s1600-h/hanungbraman.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6XlFWaKDuI/AAAAAAAACOg/dU4ZyYZ8HWo/s400/hanungbraman.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451014804079251170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalau Nayato menyebut Ekskul sebagai film yang tidak penting, maka Hanung menyebut Brownies sebagai film yang buruk. Padahal, film tersebut berhasil membuat Hanung meraih Piala Citra. Dan hebatnya, Brownies merupakan karya layar lebar pertama dia. Hanung memang sosok yang cukup kontroversial terutama karena gaya bicaranya yang cenderung apa adanya. Sesuatu yang belum bisa diterima dengan baik di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6XkymLEeNI/AAAAAAAACOQ/8x3s_vbyv3M/s1600-h/hanung.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MYVRV5i_Llg/S6XkymLEeNI/AAAAAAAACOQ/8x3s_vbyv3M/s400/hanung.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451014481893423314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan Hanung dibandingkan sutradara lain menurut Gilasinema adalah dia tahu bagaimana membuat film yang bisa diterima pasar tanpa harus menurunkan kualitas. Kompromi pasti adalah. Hanung selalu berusaha memenuhi kepercayaan dari para produser dengan baik. Coba kumpulkan jumlah penonton dari semua film Hanung. Rasanya jumlah 8 juta penonton bisa terkumpul dengan mudah. Hanung merupakan sedikit sutradara yang bisa menggarap film komedi dan drama dengan baik. Namun, kayaknya dia jangan membuat film horor deh. Terlalu banyak muatan (politis) yang membuat film horornya menjadi tid
